Tampilkan postingan dengan label hadis lemah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hadis lemah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 04, 2019

Hadis lemah dari grup pakar ahli hadis






Itulah hadits yang dinyatakan oleh sebagian anggota grup pakar ahli hadits internasional bahwa ia sahih lalu saya katakan lemah. Hadis nya akan ada dikalangan umatku laki laki yang makan macam macam makanan, minum macam macam minuman, mengenakan pakaian macam macam, banyak bicara. Mereka adalah umat ku terjelek


Senin, Oktober 24, 2016

Jawabanku untuk Ust Husni



 Ulis Ust Husni menulis :
TERJEMAHAN YANG DI ATAS DAN PENJELASANNYA

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kalo menulis terjemahan  sekalian ikutkan arabnya, hingga mudah ditelaah , tdk  sulit lg mencari mn arabnya.
Dan mudah lg dikoreksi apakah terjemahan itu valid atau salah .
Sbb masalah agama ini serius bukan main – main.
Karena itu, diperlukan validitas data dan kebenaran terjemahan dan perlu di tinggalkan terjemahan yg  keliru.
 Sy jg senang pengkoreksian dr orang atas tulisan sy sbgmn sy juga hrs mengkoreksi tulisan  orang . Sbb  ini kosumsi masalah agama untuk orang banyak.
Walaupun untuk diri sendiri perlu  dikoreksi jg. Bila salah , nanti di akhirat diri  kita  ini menerima dzabnya .

Anda menyatakan :
Dan para Ulama sepakat akan keshahihan hadits ini dan diterima
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Salaf yg mn , pr sahabat  atau tabiin ?
Dikalangan mereka  hadis itu tdk dikenal hanya satu orang. Bgmn mrk sepakat , itu tdk layak di katakana.

Anda menyatakan :
Mayoritas ulama salaf berpendapat bahwa hadits ini sepertiga Islam. Mengapa demikian?
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Salaf yg mn , para sahabat atau tabiin ?.
Bgmn mereka mengatakan spt itu, hadis  Innamal a`malu  binniyat itu tafarrud di masa  sahabat , hanya Umar yg meriwayatkannya. Bukan orang lain, dan tdk ada lainnya yg tahu, lalu bgmn mereka bisa mengatakan spt itu ? Bila tdk percaya buktikan .  Siapa di antara  ribuan sahabat  dan tabiin yg mengatakan spt itu.
Bila tdk bisa buktikan mk nonsen sj perkatan spt itu.

Anda menyatakan:
Berdasarkan hadits di atas maka gharib tidak bisa diartikan dengan arti nyeleneh seperti yang diartikan oleh sebagian ahli bid'ah dan para pengikut hawa nafsu.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Asal arti hadis  gharib itu  ya hadis yg nyeleneh.
Mengapa dikatakan nyeleneh. Karena hanya satu orang yg menriwayatkan dan ribuan orang tdk tahu, apalagi meriwayatkan.
Anda menulis :
 “بدأ الإسلام غَريبًا وسيعود غريبًا كما بدأ، فطُوبى للغرباء”
(Islam mulai dalam keadaan garib/asing dan akan kembali garib/asing, maka beruntunglah orang-orang yang garib/asing).

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Arti tsb kurang tepat , arti  yg benar  sbb:
 “بدأ الإسلام غَريبًا وسيعود غريبًا كما بدأ، فطُوبى للغرباء”
Islam mulai dalam keadaan garib/asing/ aneh  dan akan kembali garib/asing/ aneh  sebagaimana semula  maka beruntunglah orang-orang yang garib/asing).
Anda menyatakan:
Seluruh ulama Salaf dari kalangan sahabat,tabi'in dan tabi'ut tabi'in yang merupakan generasi terbaik semua berhujjah dengan hadits Ahad (masyhur,aziz,garib), baik dalam masalah aqidah maupun hokum
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Dlm konteknya  hadis garib  atau lebih husus lg Innamal a`malu  binniyat, ini para sahabat dan siapa namanya  yg berhujjah  dgnya ? Tunjukkan , jangan  ngomong sj.
Bgmn cara peraktek mereka  tentang hadis tsb ? Tunjukkan.
Pertanyaan  sy di atas  hrs di jwb.
Jg kacau makna  hadis Innamal a`malu  binniyat
Yg satu menyatakan bahwa Umar mengatakan spt itu di mimbar dan yg lain  tdk menyatakan spt itu ,ini kacau makna , apakah masih  singkron ? Lalu  singkron bgmn maksud idhtirabul makna itu ?
Pertanyaan syyg dulu jg blm di jwb, buktikan hadis Innamal a`malu  binniyat tdk tafarrud
Grup WA baru sy anggotanya sdh mencapai 172 orang dr asatidz dan ikhwan Judul nya “ Kajian hadis  ibadah  “ / “ Koreksi ajaran Islam klasik “
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah, penuh persaudaraan .
Mau ikut , hub 08883215524 .
0852-7312-5077
0 857-8715-4455
0812-3270-051
0812-4194-6733

Sabtu, Oktober 22, 2016

Hadis yg tafarrud adalah cacat



 .
Maksud  tafarrud hanya seorang perawi yg meriwayatkannya sbgmn  hadis  amal perbuatan terserah niatnya. Mlh tafarrud dlm empat tingkat  sbgmn keterangan kemarin.

Imam Abu Hanifah menyatakan  sinyal kelemahan hadis adalah perawi secara  sendirian meriwayatkan hadis  bukan sahabat yg lain .
3ـ ألا يكون فيما تعم به البلوى العلمية أو العملية، أي أن المحدث يتفرد بحديث في حين سائر الصحابة لا يعلمون مع أنه من الأمور العلمية العامة
3. Agar tidak termasuk musibah ilmiyah atau amaliyah yg umum – yaitu  seorang perawi  hadis menyampaikan  hadis secara  sendirian. Pada  hal sahabat yg lain  tidak mengetahui. Dan ia termasuk masalah ilmiyah yg umum.
http://www.dd-sunnah.net/forum/showthread.php?t=152431

د . ماهر ياسين الفحل
ملاحظة1: قال الشيخ الطريفي: إذا قال الإمام أحمد (حديث منكر) أي موضوع، وإذا قال (منكر) بدون لفظة (حديث) فالمراد به ((الغرابة)) أو ((المخالفة)).
ملاحظة2: قال الحافظ في قول الإمام (منكر الحديث) هذه اللفظة يطلقها أحمد على من يُغْرِبُ (أي يتفرد وإن لم يخالف) على أقرانه بالحديث.
DR Mahir Yasin al Fuhl menyatakan :
Perhatian :
Syaikh  Al Tharifi berkata: Bila Imam Ahmad berkata: Hadis munkar – maksudnya palsu. Bila berkata  Munkar tanpa  kalimat hadis, maksudnya  Gharib ( nyeleneh ) atau Mukhalafah  - menyalahi
Perhatian ke dua .
Al Hafidh  berkata tentang perkataan Imam Ahmad :  Hadis munkar > Kalimat ini di katakan oleh Imam Ahmad  untuk  perawi yg menyampaikan hadis yg gharib / nyeleneh  - dia  sendiri yg meriwayatkan  sekalipun tidak menyalahi kpd teman semasanya   dlm meriwayatkan hadis.
Sumber:
المصدر : محاضرات في علوم الحديث د. ماهر ياسين الفحل
http://www.startimes.com/f.aspx?t=33294917
ويعرف الباحث أن الحافظ إبن حجر قد أشار إلي أن الإمام أحمد بن حنبل والإمام النسائي قد يطلقون على المُتفرد برواية الحديث ولم يشاركه فيه أحدٌ بالنكارة
Intinya : ibn Hajar jg menyatakan kpd perawi yg scr sendirian meriwayatkan hadis  dg munkar . Hadis tsb munkar.
قلتُ لأَبِي: ما حالُ هَذَا الحديث؟ فَقَالَ أَبِي: لم يَرْوِ هَذَا الحديثَ أحدٌ عَنِ النبيِّ صلى الله عليه وسلم غيرُ بُرْدٍ، وَهُوَ حديثٌ مُنكَرٌ، لَيْسَ يَحْتَمِلُ الزُّهْريُّ مثلَ هَذَا الحديث، وَكَانَ بُرْدٌ يرى القَدَر
Intinya :
Abu Hatim juga menyatakan  kepada perawi yg scr sendirian meriwayatkan hadis dg hadis munkar.
-        إذا ترجح لدى الناقد وقوع الوهم والخطأ في الإسناد الذي تفرد به الثفة ، ويستدل على هذا بقرائن ، مثل : النكارة في المتن ، وأمور أخرى تصاحب التفرد .
Intinya , sanad yg tafarrud ini bila terdapat kekeliruan dg dalih redaksinya atsar atau hadis munkar ( mk tdk bisa di terima )

Dalam majalah Buhus Islamiyah  terdapat keterangan:
ولهذا نقول إنه ينبغي لطالب العلم أن ينظر أن من قرائن الإعلال والرد للأحاديث، في تفردات الكوفيين والعراقيين على وجه العموم،
مجلة البحوث الإسلامية
Karena ini, kami katakan: Layak sekali bagi thalib ilm untuk melihat bahwa sebagian tanda cacat dan tertolaknya beberapa hadis adalah tafarrudnya perawi Kufah dan Irak secara umum
وربما يستنكرون بعض تفردات الثقات الكبار أَيْضاً ولهم في كُلّ حَدِيْث نقد خاص ، وليس عندهم لِذَلِكَ ضابط يضبطه )) (9) .
(9) شرح علل الترمذي 2/
406
Intinya , Terkadang pr ulama  ahli hadis ingkar kpd hadis – hadis tafarrud dr perawi terpercaya yg kibar ……………………………..,
syaikh mahir yasin brkata :

 تفرد في الطبقات المتقدمة :كطبقة الصَّحَابَة ، وطبقة كبار التَّابِعِيْنَ ، وهذا التفرد مقبول إذا كَانَ راويه ثقة

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Intinya : Menurut belaiu tafarrud sahabat  atau  kibarut  tabiin  bisa di terima.
Sy katakan:
Dan yahya bin Said perawi  hadis innamal a`malu  binniyat tdk termasuk kibarut tabiin. Makanya riwayatnya yg tafarrud tertolak.

قال ابن رجب : " وأما أكثر الحفاظ المتقدمين فإنهم يقولون في الحديث إذا تفرد به واحد وإن لم يرو الثقات خلافه : إنه لا يتابع عليه ، ويجعلون ذلك علة فيه ، اللهم إلا أن يكون ممن كثر حفظه واشتهرت عدالته وحديثه كالزهري ونحوه ، وربما يستنكرون

http://www.alifta.net/fatawa/fatawasubjects.aspx?View=Page&HajjEntryID=0&HajjEntryName=&NodeID=10174&PageID=11527&SectionID=2&SubjectPageTitlesID=18370&MarkIndex=1&0&languagename

 Intnya :  Tfarrud itu merupakat cacat dlm hadis.

Syaikh Abd Qadir al Muhammadi menyatakan:  
والتفرد:هو ما يقول فيه المحدثون النقاد :" حديث غريب "، أو " تفرد به فلان "، أو " هذا حديث لا يعرف إلاّ من هذا الوجه" أو"لا نعلمه يروى عن فلان إلاّ من حديث فلان".
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=27740

Kadang mereka katakana untuk tafarrud  dg kalimat hadis  gharib, atau fulan  sendirian dlm meriwayatkannya , hadis itu tdk di kenal kecuali dri jalur ini ……………………….

Jadi hadis  amal perbuatan terserah niatnya itu lemah karena tafarrud bukan satu orang  tp empat tingkatan perawi  yg tafarrud.
Dan  suatu saat akan sy tunjukkan redaksinya  jg kacau.



Rasionalisasi  sj.
Hadis amal perbuatan terserah niatnya itu tdk di ketahui   kalangan sahabat  kecuali Umar bin Khatthab .
Jadi ribuan sahabat sampai mati tdk ngerti hadis itu.
Bahkan  sampai  seratus  tahun  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam wafat , hadis itu hanya di ketahui seorang bukan dua atau tiga.
Sy ikut ribuan tabiin dan sahabat yg tdk kenal hadis itu sampai mati. Jd mereka salat , wudhu  puasa  tanpa niat sbgmn orang sekarang.
Mereka hanya  punya tujuan mencari rida Allah . Cukup, tidk usah ditambah – tambah.
Grup WA baru sy anggotanya sdh mencapai 172 orang dr asatidz dan ikhwan Judul nya “ Masa il diniyah “ / “ Koreksi ajaran Islam klasik “
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah, penuh persaudaraan .
Mau ikut , hub 08883215524 .
0852-7312-5077
0 857-8715-4455
0812-3270-051
0812-4194-6733



Sabtu, Juni 25, 2016

Fanatik ke Imam Bukhari sebagaimana ahli fikih ke Imam Syafii adalah bahaya sekali

Assamualaykum syekh. Pernah sy tuangkan artikel setan tdk dibelenggu di bln ramadhan, kemudian sy dikritik, dg dikirimin 2 artikel tentang setan dibelenggu dlm 2 situs salafy, lalu sy lihat hadisnya, sama dg hadis yg lg khilaf. Tp satu pertanyaan yg bikin sy ga bs jwb pd prinsipnya,yaitu : apakah org yg mengkritiknya sekaliber bukhari-muslim??? Dilihat dr pertanyaan itu ya ga ada, 2 imam itu tlah wafat klo mau cek ulang. Dan anggapan sbgian ahli ilmi, kitab sahih bukhari adalah yg paling sahih setelah alqur'an. Gmn nanggapi hal spt itu syekh
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Jawablah Bukhari 
Kebenaran itu hrs lebih dihargai dari pada figur. Dan figuritas ini yg merusak bangsa lalu dan akan merusak bangsa sekarang . Yaitu taklid buta dan seolah apa yg di hadis Bukhari dan Muslim mesti benar. Haram salah.
Ust. Abdullah bin Duraid menyatakan:
وكلمة صحيح التى يذكرونها على أى حديث فى أحد الصحيحين كلمة خطيرة - و ليسوا وحدهم الذين يذكرونها هكذا فهو مصطلح قديم - فكيف يكون حديثاً صحيحاً وقد عارض الأصح منه دون القدرة على الجمع جمعاً يقبله عقل اللبيب ؟!
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=7294
Kalimat sahih yg mereka sebutkan untuk hadis yg berada di sahih BUkhari atau Muslim sangat membahayakan.
Dan bukan mreka sj yg menyebutkan spt itu. Ia budaya atau istilah masa lalu
Bgm dikatakan sahih , kalau memang ada yg lebh sahih lagi dan mereka tdk mampu mengumpulka riwayat yg layak yg diterima oleh akal orang yg cerdas.
Mestinya artikel itu di bantah dg ilmiyah bukan spt perkataan orang kafir sbb:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ ءَابَاؤُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلاَ يَهْتَدُونَ

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?

Mengkompromikan ayat yg bertentangan dengan hadis jalan yg keliru

ada yg nulis sbb:
[06:48, 6/25/2016] +62 878-3601-3279: aku tdk setuju dg kyai mahrus
[06:48, 6/25/2016] +62 878-3601-3279: cara berpikirnya tdk bgitu, tp dijamak, tdk ditarjeh
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bila anda tdk stuju silahkan. Di tempat lain di FB juga banyak yg suka. Jangankan sy para rasul juga di dustakan dan kesalahan banyak pendukungnya dan kebenaran sedikit pendukungnya. INgatlah ayat:
أَمْ يَقُولُونَ بِهِ جِنَّةٌ بَلْ جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ
Atau (apakah patut) mereka berkata: "Padanya (Muhammad) ada penyakit gila." Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran. Almukminun 70
Karena itu , bila anda tdk setuju, mk sy hrp berilah alasan yg ilmiyah . Jangan menolak tanpa ilmu. Mn yg salah dr artikel itu.
Lantas tunjukkan dalil yg pas bahwa setan di belenggu. Setan manusia ini banyak jumlahnya , mengapa tdk dibelenggu , lalu setan jin di belenggu?
Ini tdk adil .

jamak itu tehnis yg keliru . Allah bilang A. Rasul bilang B. Jamaknya bilang C. Tambah nyeleot. Jd buang ayat juga buang hadis.

Selasa, Juni 07, 2016

Kisah pedét ajaib





Imam Al Baghowi bercerita dalam kitab Al Ma`alim:Seorang lelaki  salih mempunyai anak masih kecil dan  pedet  betina  yang dibawanya ke  hutan,   lalu berkata: "Ya Allah aku menitipkan padamu pedet ini untuk anakku, hingga anakku besar."
Lelaki itu meninggal dunia, dan pedet masih hidup di hutan dengan bebas, tidak ada orang yang menggembalanya. la senantiasa lari dari orang yang  memandangnya. Ketika anak dewasa, ternyata amat baik dan berbakti kepada ibunya. Dia  membagi malam menjadi tiga ; sepertiga malam untuk menjalankan salat,
sepertiga lagi untuk tidur dan  sepertiga lagi untuk berbakti kepada ibunya. la senantiasa duduk di dekat kepala ibunya yang lagi tidur.
Bila pagi telah tiba, Dia berangkat kehutan untuk mencari kayu dan dibawanya dengan punggungnya, lalu dijual di pasar. Kemudian bila berhasil memperoleh uang,  dibagi tiga, 1. sepertiga untuk disedekahkan. 2. sepertiga lagi untuk ibunya 3. dan sepertiga lagi untuk makan.
Pada suatu hari, ibunya berkata: Ayahmu memberi warisan  lembu betina padamu
yang dititipkan di hutan ini............ Oleh karena itu,cepatlah pergi ke sana dan berdoalah kepada Tuhan Nabi lbrahim, Ismail, Ishak dan Ya'qub agar mengembalikan lembu itu padamu. Tandanya bila kamu melihatnya kamu akan "mengira bahwa ada sinar mata hari yang keluar dari kulitnya."
 Ibunya sendiri memberi nama pedet itu dengan pedet berkulit emas, lantaran  warnanya  kuning dan dipandang indah.
Pemuda itupun datang ke hutan, lantas melihat lembu itu sedang memakan rerumputan, lalu berteriak dan berkata: "Aku memanggil engkau dengan nama Tuhan lbrahim, Ismail, Ishak dan Ya'qub, hendaklah kamu cepat kemari."
 Lembu itu datang menghampirinya, sehingga di hadapannya, lantas dipegang lehernya dan dituntun. Akhirnya lembu itu berkata: "Wahai pemuda yang berbakti kepada ibunya, naiklah di punggungku, kamu akan lebih ringan,tidak lelah dalam perjalanan."
Pemuda itu menjawab:"Sesungguhnya ibuku tidak memerintahkan aku untuk naik di atas punggungmu, tetapi ibuku hanya berkata:
"Peganglah lehernya."
Lembu itu berkata: "Dengan nama Tuhan Banu Israil, bila kamu naik di atas punggungku, kamu tidak akan mampu menguasaiku lagi untuk selama-nya. Oleh karena itu, pergilah kamu bersama kami, seandainya kamu mau memerintah gunung untuk pergi bersamamu maka gunung itu akan ikut padamu sebab engkau berbakti kepada ibumu."
Pemuda itu membawa lembunya hingga sampai di hadapan ibunya, lalu ibunya berkata:  "Sesungguhnya engkau ini orang fakir, kamu mungkin merasa lelah mencari kayu di hutan diwaktu siang dan salat diwaktu malam.
Oleh karena itu, berangkatlah dan juallah lembu ini."
Pemuda itu berkata: "Dengan harga berapa aku menjualnya?" Sang ibu menjawab: "Juallah dengan harga tiga dinar dan kamu jangan sampai menjual kecuali setelah bermusyawarah dengan aku."
Jadi harga lembu itu tiga dinar lalu pemuda itu pergi ke pasar, lantas Allah mengutus malaikat untuk melihat makhluk yang taat ini dan kekuasaanNya, disamping untuk menguji  kebaktian pemuda ini kepada ibunya.
Sungguhpun demikian Allah Maha Waspada kepadanya. Lantas malaikat bilang kepada pemuda itu; "Dengan harga berapa kamu menjual lembu ini?" Pemuda itu menjawab: "Dengan harga tiga dinar, tapi aku masih perlu bermusyawarah kepada ibuku terlebih dahulu."
 Malaikat berkata: "Saya beli dengan harga enam d inar, tapi kamu jangan sampai pergi teriebih dahulu kepada ibumu untuk minta pendapatnya."
Pemuda itu dengan tegas menjawab: "Seandainya kamu memberiku emas seberat lembu ini, aku tidak akan memberikan kepadamu kecuali aku bermusyawarah terlebih dahulu dengan ibuku." Pemuda itu pergi ke ibunya dan memberi tahunya tentang penawaran harga lembu.
Ibunya berkata lagi: "Nah sekarang juallah dengan harga enam dinar dengan syarat kamu jangan menjual lembu itu kecuali harus bermusyawarah kepadaku lagi sehingga engkau mendapat kerelaanku."
Pemuda itu berangkat lagi ke pasar, lalu malaikat datang lagi dan berkata: "Bagaimana kamu sudah bermusyawarah pada ibumu?"
Pemuda itu berkata: "Aku tidak boleh menjualnya kecuali dengan harga enam dinar, tapi aku harus kembali lagi untuk bermusyawarah pada ibuku teriebih dahulu."
Malaikat berkata: "Sesungguhnya aku memberi mu dua belas dinar dengan syarat kamu tidak usah minta pendapat ibumu lagi.
Sungguhpun demikian pemuda itu masih enggan menjualnya dan memberitahu kepada ibunya tentang penawaran yang terakhir ini.
Ibunya bilang: "Sesungguhnya orang yang datang padamu itu adalah malaikat yang diutus oleh Allah padamu dengan rupa manusia biasa untuk mengujimu. Bila nanti datang lagi kepadamu,  katakan kepadanya: "Apakah kamu menyuruhkun untuk menjual lembu ini atau tidak?"
 Pemuda itu mengikuti perintah ibunya, lalu malaikat itu berkata: "Pergilah kepada ibumu, dan katakan kepadanya: "Jangan jual lembu ini, sebab nanti Musa bin lmran akan membelinya untuk salah satu orang banu Israil yang terbunuh. Oleh karena itu, janganlah dijual teriebih dahulu kecuali dengan harga emas yang memenuhi kulitnya. "
Akhirnya pemuda itu tidak jadi menjual lembunya, lantas Allah mentakdirkan kepada banu Israil untuk menyembelih lembu itu, dimana mereka minta bagaimana sifat lembu yang  diperintahkan oleh Allah untuk menyernbelihnya, sehmgga Allah memerintahkan mereka untuk menyembelih lembu dengan sifat yang persis milik pemuda itu.
Karunia dan rahmat yang diberikan oleh Allah kepada pemuda itu lantaran kebaktiannya kepada ibunya.
Aku  ( penulis  ) berkata:” Aku belum menjumpai hadis atau ayat yang mendukung kisah di atas.
Di riwayatkan tentang kisah lembu  beberapa kisah  sbb:
Sesungguhnya seorang lelaki  dari Banu Israil  mempunyai anak lelaki. Dia punya  anak lembu,   lalu di lepaskan di hutan  lalu berdoa: “ Ya Allah ! Sesungguhnya  aku menitipkan  anak lembu ini kepada mu untuk anak kecil ini
Lelaki itu meninggal dunia. lalu sang anak menjadi besar dan berbakti kepada ibunya,   ibunya berkata kepadanya: Sesungguhnya  ayahmu menitipkan  anak lembu kepada Allah untukmu,  pergilah dan ambillah. Ketika   lembu itu melihat,lalu datang kepadanya.Sang  anak  memegang kedua tanduknya.
Lembu itu buas, lalu di tuntun ke ibunya.  Banu Israil menjumpainya,  lalu mereka melihatnya sesuai dengan sifat lembu yang di cari, lalu  mereka menawarnya, lalu mereka keberatan tentang harganya.Harganya masih tidak menentu [1]
Menurut Ikrimah,  harganya  tiga dinar, lalu mereka  datang kepada Nabi Musa as, lalu berkata:”Harganya  membikin kami berat “.
Musa berkata:”  Relakanlah dia untuk memberi harga miliknya,   mereka membelinya  sesuai dengan timbangan  lembu itu  atau sepuluh kali lipatnya sebagaimana di katakan oleh Assudi
Ada yang berkata:   Dinar yang memenuhi muatan kulitnya.
Makki berkata: “ Lembu ini dari langit  bukan dari jenis lembu bumi. Wallahu a`lam [2]
Aku  ( penulis  )berkata:  Di kitab tafsir Qurthubi di jelaskan dengan kalimat: “ Diriwayatkan “ sebagai tanda bahwa  kisah tsb lemah.   Di tafsir Ibnu kasir di katakan bahwa  kisah tsb sumbernya dari Abul aliyah  atau Ibnu Abbas  bukan dari nabi Muhammad SAW. tapi isi kisahnya berbeda sekali [3]



[1] Tafsir qurthubi  454 /1
[2] Tafsir qurthubi  455 /1
[3] Tafsir Ibnu Kasir  109/1

Jumat, November 07, 2014

Prof Dr Muhibbin: Hadis Palsu dan Lemah dalam Sahih Bukhari




'Telitilah kembali setiap hadis yang dinisbatkan pada Rasulullah SAW. Jangan asal riwayat Bukhari, lalu dikatakan sahih.''


Sebagian besar umat Islam di seluruh dunia, yakin dan percaya bahwa kitab hadis Jami' al-Shahih karya Imam Bukhari adalah sebuah kitab yang berisi kumpulan hadis-hadis paling sahih. Karena keyakinan itu pula, sebagian besar ulama pun turut meyakini dan menempatkannya pada urutan pertama kitab hadis sahih.

Benarkah demikian? ''Tidak semua hadis yang terdapat dalam kitab Jami' al-Shahih karya Imam Bukhari itu benar-benar sahih. Terdapat beberapa hadis yang termasuk kategori lemah dan palsu,'' kata Prof Dr H Muhibbin MAg, guru besar dan pembantu Rektor I IAIN Walisongo, Semarang.

Menurutnya, berdasarkan penelitian yang dilakukannya (hasilnya penelitian Muhibbin ini sudah dibukukan--Red), terdapat hadis yang bertentangan dengan Alquran maupun antarhadis di dalam kitab tersebut.

''Hadis palsunya bermacam-macam. Ada yang karena tidak sesuai atau bertentangan dengan Alquran, namun ada pula yang tidak sesuai dengan kondisi kekinian,'' terang mantan dekan Fakultas Syariah IAIN Walisongo ini.

Kepada Syahruddin El-Fikri, wartawan Republika, Muhibbin mengungkapkan berbagai kelemahan hadis yang terdapat dalam kitab Jami' al-Shahih tersebut. Berikut petikannya.



Benarkah hadis-hadis yang terdapat dalam kitab Jami' al-Shahih karya Imam Bukhari itu semuanya masuk kategori hadis sahih?
Tidak. Tidak semua hadis yang terdapat dalam kitab itu masuk dalam kategori sahih. Terdapat beberapa hadis palsu dan lemah (dlaif). Saya sudah mengungkapkan hal ini dalam disertasi doktoral saya yang sekarang sudah dibukukan.
Perlu diketahui, sebelumnya pengungkapan hadis palsu dan lemah dalam karya Imam Bukhari itu juga sudah pernah diungkapkan para pemikir dan peneliti hadis lainnya. Misalnya, Fazlurrahman (1919-1988 M), Abu Hasan al-Daruquthni (306-385 H), al-Sarkhasi (w 493 H/1098 M), Muhammad Abduh (1849-1905 M), Muhammad Rasyid Ridla (1865-1935 M), Ahmad Amin (w 1373 H/1945 M), dan Muhammad Ghazali (w 1416 H/1996 M).

Bisa dicontohkan, beberapa hadis palsu yang Anda temukan dalam kitab tersebut?
Misalnya, hadis palsu yang terdapat dalam kitab itu, setelah diteliti, ternyata ada yang tidak sesuai dengan fakta sejarah. Misalnya, tentang Isra Mi'raj. Di dalam kitab itu, disebutkan bahwa terjadinya Isra Mi'raj itu sebelum jadi Nabi. Faktanya, Isra Mi'raj itu setelah Rasulullah diutus menjadi Nabi.
Kemudian, ada pula hadis Nabi yang bertentangan dengan ayat Alquran. Contohnya, tentang seseorang yang meninggal dunia akan disiksa bila si mayit ditangisi oleh ahli warisnya. (Lihat Kitab Jenazah, bab ke-32, hadis ke 648/I--Red).
Ini kan bertentangan dengan ayat Alquran, bahwa seseorang itu tidak akan memikul dosa orang lain. (Lihat ayat Alquran surah al-Fathir ayat 18, Al-An'am ayat 164, Az-Zumar ayat 7, Al-Isra ayat 15, dan An-najm ayat 38--Red).
Dan, masih banyak lagi hadis yang bertentangan atau tidak sesuai dengan ayat Alquran maupun hadis Nabi SAW.

Apa kriterianya sehingga ungkapan itu dikatakan benar-benar hadis Nabi, padahal menurut Anda, itu bukan hadis sahih?
Dalam penelitian yang kami lakukan, ada beberapa kriteria dalam menilai sebuah hadis itu dikatakan sahih atau tidak, mutawatir atau tidak, ahad, atau lainnya.
Dalam kitab Bukhari, beliau sendiri tidak memberikan keterangan perinci mengenai kriteria kesahihan hadis. Bukhari hanya mengatakan bahwa semua hadis yang ditulisnya dalam al-Jami' al-Shahih itu sebagai hadis, dari seleksi sekitar 300 ribu hadis. Dan, satu-satunya yang dapat ditemukan dari Al-Bukhari adalah kriteria keharusan adanya pertemuan (al-Liqa`) antara satu perawi dengan perawi terdekatnya.
Menurut beberapa ahli hadis, seperti al-Naysaburi (w 405 H/1014 M), al-Maqdisi (w 507 H), al-Hazimi (w 584 H), dan lainnya, kriteria hadis sahih yang dipakai Bukhari adalah kesahihah yang disepakati, diriwayatkan oleh orang yang masyhur sebagai perawi hadis dan minimal dua orang perawi di kalangan sahabat yang tsiqah (adil dan kuat hafalan), serta lainnya.
Padahal, para ulama hadis lainnya menyusun sejumlah kriteria dalam menilai hadis sebuah dapat dikatakan sahih dan tidak, mulai dari segi sanad (tersambungnya para perawi hadis), matan (isi hadis), serta kualitas dan kuantitas para perawi hadis. Bagaimana tingkat hafalannya, keadilannya, suka berbohong atau tidak, dan lain sebagainya.
Karena itu, kami menilai, kriteria yang dirumuskan oleh al-Bukhari mengandung beberapa kelemahan, terutama bila diverifikasi terhadap kitab al-Jami' al-Shahih itu sendiri.

Apa saja kelemahannya?
Kelemahan itu, antara lain, tentang minimal jumlah perawi hadis yang harus meriwayatkan hadis. Di dalam kitab tersebut, ditemukan cukup banyak hadis yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi.
Begitu juga, dalam hal persambungan sanad hadis juga terdapat kelemahan. Di antaranya, seperti diakui sendiri oleh al-Bukhari, di dalamnya ada hadis yang muallaq, mursal, bahkan munqathi` (terputus).
Juga, ada perawi hadis yang tidak tsiqah, bahkan dituduh majhul (tidak diketahui identitasnya), dianggap kadzab (berbohong), dan lainnya.

Bisa disebutkan beberapa contoh perawi hadis yang diketahui tidak tsiqah atau lemah dalam Shahih Bukhari itu?
Misalnya, Asbath Abu al-Yasa` al-Bashri. Ia tidak diketahui identitasnya atau majhul, dan menyalahi riwayat orang-orang tsiqah.
Lalu, ada Ismal bin Mujalad, seorang perawi yang dlaif (lemah) dan tidak termasuk orang yang kuat hafalannya.
Kemudian, ada Hisyam bin Hajir, Ahmad bin Yazid bin Ibrahim Abu al-Hasan al-Harani, dan Salamah bin Raja' sebagai perawi dlaif. Begitu juga, dengan Ubay bin Abbas, dikenal sebagai perawi yang tidak kuat hafalannya dan munkir al-Hadits.

Selain kedua contoh hadis yang ditengarai palsu tadi, apalagi contoh hadis yang diduga palsu dalam kitab al-Jami' al-Shahih tersebut?
Selain ada hadis yang bertentangan dengan Alquran maupun hadis Nabi sendiri dan tidak sesuai dengan fakta sejarah, juga diragukan hadis yang banyak mengungkapkan tentang masa depan. Misalnya, tentang ungkapan, 'Alaikum Bi sunnati wa sunnati khulafa`ur rasyidin (Ikutlah kalian akan sunahku dan sunah khulafa`ur rasyidin). Bagaimana mungkin Rasulullah SAW mengucapkan hadis ini, padahal saat itu belum ada khulafa`ur rasyidin. Khalifah yang empat itu baru ada setelah Rasulullah SAW wafat.
Fathurrahman, seorang peneliti hadis mengungkapkan, dirinya tidak mau sama sekali menerima hadis-hadis Nabi Saw yang menyatakan tentang peristiwa masa depan. Istilahnya seperti ramalan.
Saya pribadi, masalah ini masa bisa diterima. Sebab, memang ada yang sesuai dan ada pula yang tidak.

Dalam penelitian Anda, ada berapa banyak hadis yang tidak sahih dalam jumlahnya?
Secara spesifik, saya tidak menyebutkan berapa jumlah hadis palsu atau lemah di dalam kitab tersebut. Namun, al-Daruquthni menyatakan, terdapat sekitar 110 hadis palsu di dalam kitab tersebut dari sejumlah 6.000-an hadis. Muhammad al-Ghazali menyebutkan lebih banyak lagi.
Beberapa di antara hadis yang kami nilai lemah dan palsu, yakni tentang hadis masalah poligami, tentang kehidupan dalam rumah tangga, tentang pernikahan. Misalnya, di dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan, Rasulullah SAW menikahi Maimunah pada saat berihram.
Ini bertentangan dengan hadis Nabi sendiri yang melarang melakukan pernikahan selama masa haji atau berihram. Kemudian, pernyataan Rasulullah menikahi Maimunah pada waktu ihram itu juga bertentangan dengan hadis yang ditulis al-Bukhari di dalamnya kitabnya itu, yang menyatakan Rasulullah menikahi Maimunah ketika usai bertahalul.

Dari hasil penelitian Anda, bisa ditarik kesimpulan bahwa tidak semua hadis dalam Shahih Bukhari benar-benar sahih?
Ya. Tidak semuanya bisa dikatakan sahih. Sebab, Bukhari sendiri ada yang disebutkannya hadis mursal, hasan, dan lain sebagainya.
Ketidaklayakan disebut sebagai hadis sahih itu meliputi adanya pertentangan atau ketidaksesuaian dengan nas Alquran dan Sunnah Mutawatirah. Materi hadis bertentangan dengan keadaan dan Sirah Nabawiyah (sejarah hidup Nabi), bertentangan dengan fakta sejarah, adanya materi hadis yang mengandung prediksi atau ramalan dan bersifat politis, serta mengandung fanatisme kesukuan.

Lalu, bagaimana sikap umat untuk menggunakan hadis-hadis yang terdapat dalam Shahih Bukhari itu?
Saran saya, umat Islam hendaknya berhati-hati setiap akan menggunakan atau mengamalkan sebuah hadis Nabi. Sebab, sahih menurut perawi hadis A, belum tentu sahih menurut perawi hadis B. Demikian pula yang lainnya. Telitilah kembali sebelum menggunakan dan mengamalkannya.
Bagi para mubalig, kami menyarankan, hendaknya tidak asal mengutip hadis. Jangan selalu mengatakan bahwa itu hadis Nabi. Padahal, sesungguhnya bukan. Rasul menyatakan, barang siapa yang berbohong atas namaku maka tempatnya di neraka. Man Kadzdzaba alayya muta'ammidan fal yatabawwa' maq'adahu minan nar.
Telitilah kembali hadis-hadis yang ada sebelum diamalkan. Sudah benarkah itu hadis Nabi SAW. Jangan asal termuat dalam Shahih Bukhari, lalu diklaim sahih. Tanyakan pada yang lebih paham tentang hadis.
 Sumber: http://www.republika.co.id/berita/shortlink/68251

Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50
 

Jumat, September 05, 2014

Hadis - hadis lemah. Kajianku ke 61



أَوْحَى اللهُ إِلَى الدُّنْيَا أَنِ اخْدُمِيْ مَنْ خَدَمَنِيْ وَأَتْعِبِيْ مَنْ خَدَمَكِ
 Allah mewahyukan kepada dunia: “Berkhidmat (layani) lah orang yang melayani (berkhidmat kepada)-Ku, dan sengsarakanlah orang yang melayani (berkhidmat kepada)mu”
al-Albani mengatakan; Hadis ini maudlu’ (palsu). Tanzih asy-Syari’ah, al-Kannani (2:303). Al-Fawaid al-Majmu’ah, asy-Syaukani; 712, adl-Dla’ifah;12
Hadits tersebut maudhu'. Hal itu diriwayatkan oleh al-Khatib dalam tarikh Baghdad VIII/44 dan juga oleh al-Hakim dalam kitab Ma'rifat Ulumul Hadits halaman 1

Al-Khatib mengatakan, "Ini adalah riwayat tunggal yang hanya diriwayatkan oleh Husain bin Fudhail, sedang dia pemalsu."


مَنْ أَصْبَحَ وَهَمُّهُ غَيْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِي شَيْءٍ وَ 
مَنْ أَحْدَثَ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ فَقَدْ جَفَانِي ، وَمَنْ تَوَضَّأَ وَ لَمْ يُصَلِّ فَقَدْ جَفَانِي ، وَمَنْ صَلَّى وَلَم يَدْعُنِي فَقَدْ جَفَانِي، وَ مَنْ دَعَانِيْ فَلَمْ أَجِبْهُ فَقَدْ جَفَيْتُهُ، وَلَسْتُ بِرَبٍّ جَفٍ
83. Barangsiapa yang berhadas dan tidak berwudlu maka ia telah menjauh dariku dan barangsiapa berwudlu tetapi tidak salat maka ia telah menjauhiku. Barangsiapa yang shalat tetapi (sesudahnya) tidak berdo’a untukku maka ia telah menjauhiku, dan barangsiapa yang mendoakanku tetapi tidak aku jawab berarti aku telah menjauhinya, dan aku bukan pengatur yang suka
mengatur
Ash-Shaghani mengatakan; Hadis ini Maudlu’, al-Maudlu’at, 53; dan Al-Albani mengatakan; Maudlu’. Adl-Dala’ifah, 44.
مَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّتِي عِنْدَ فَسَادِ أُمَّتِي، فَلَهُ أَجْرُ مِئَةِ شَهِيْدٍ
 Barangsiapa yang berpegang teguh pada sunnahku di saat terjadinya kerusakan pada ummatku, maka ia berhak atas pahala 100 orang yang mati syahid.
-- pernah saya dengar dalam suatu Bayan

Hadis yang sangat dla’if. Dzakhiratu al-Huffadz, 4:5174, adl-Dla’ifah, 326
الْمُتَمَسِّكُ بِسُنَّتِيْ عِنْدَ فَسَادِ أُمَّتِي لَهُ أَجْرُ شَهِيْدٍ
 Orang yang memegang teguh sunnahku ketika terjadi kerusakan di antara ummatku maka ia berhak mendapatkan pahala seorang yang mati syahid. -- pernah saya dengar dalam suatu Bayan

Hadis dla’if, adl-Dla’ifah, 326
الْمُؤْمِنُ كَيِّسٌ فَطِنٌ حَذَرٌ
 Orang mukmin itu cerdik, pandai dan hati-hati
Hadis Maudlu’. Kasyf al-Khafa’, al-Ajluni, 2:2684, al-Kasyf al-Ilahi, ath-Tharablusi, 1:859; adl-Dla’ifah, 760.
مَا فَضَّلَكُمْ أَبُوْ بَكْرٍ بِكَثْرَةِ صِيَامٍ وَلاَ صَلاَةٍ ، وَلَكِنْ بِشَيْءٍ وَقَرَ فِي صَدْرِهِ
 Keutamaan Abu Bakar atas kalian bulan karena banyaknya berpuasa atau shalat, tetapi karena adanya seuatu yang mantap dalam dadanya
Hadis ini tidak ada asalnya. Al-Asrar al-Marfu’ah, Ali al-Qari, 452; al-Ahadits Allati laa Ashla laha fi al-Ihya,as-Subki, 288; al-Manar al-Munif, 246.
bermusyawarah, dan tidak akan sengsara orang yang berhemat
Hadis ini maudlu’ (palsu). Al-Kasyf al-Ilahi, 1:775; adl-Dla’ifah, 611
لَيْسَ لِفَاسِقٍ غِيْبَةٌ
 Terhadap orang fasik tidak ada ghibah.
Hadis ini maudlu’ (palsu). Al-Asrar al-Marfu’ah, al-Harawi, 390; al-Manar al-Munif, Ibnu al-Qayyim, 301; al-Kasyfu al-Ilahi, 1:764.
مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ ، وَلاَ نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ وَلاَ عَالَ مَنِ اقْتَصَدَ
78. Tidak akan sia-sia orang yang beristikharah, tidak akan kecewa orang yang
bermusyawarah, dan tidak akan sengsara orang yang berhemat
Hadis ini maudlu’ (palsu). Al-Kasyf al-Ilahi, 1:775; adl-Dla’ifah, 611

 لَيْسَ اْلإِيْمَانِ بِالتَّمَنِّي وَلاَ بِالتَّحَلِّيْ، وَلَكِنْ مَا وَقَرَ فِي الْقَلْبِ وَصَدَقَهُ الْفِعْلُ
 Iman itu bukan dengan angan-angan, juga bukan dengan berhias tetapi sesuatu yang mantap di dalam hati dan dibuktikan dengan pekerjaan.
Hadis ini palsu. Dzakhiratu al-Hufadz, Ibnu Thahir, 4:4656; adl-Dla’ifah, 1098; Tabyidl ash-Shahifah, Muhammad ‘Amr, 33.
لَوْلاَكَ مَا خَلَقْتُ الدُّنْيَا
 Kalau bukan karena kamu (Nabi Muhammad saw) niscaya idak aku ciptakan dunia
-- Pernah juga saya dengar pada suatu bayan
Hadis maudlu’. Al-Lu’lu’ al-Marshu’, al-Musyaisyi, 454; Tartib al-Maudlu’at, 196; adl-Dla’ifah, 282.
لاَ صَلاَةَ لِجَارِ الْمَسْجِدِ إِلاَّ فِي الْمَسْجِدِ
 Bagi tetangga masjid, tidak sah shalatnya kecuali dilakukan di masjid
Hadis ini dla’if. Dli’af ad-Daruquthni, 362; al-La-ali’ al-Mashnu’ah, 2:16; al-‘Ilal al-Mutanahiyah, 1:693.
لاَ تُكْثِرُوا الْكَلاَمَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ، فَإِنَّ كَثْرَةُ الْكَلاَمِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ، وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنَ اللهِ الْقَلْبُ الْقَاسِي
 Janganlah banyak bicara yang tidak mengandung dzikir kepada Allah, karena kebanyakan bicara tanpa ingat (dzikir) kepada Allah itu menjadikan keras hati, dan sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Allah adalah yang hatinya keras.
Hadis dla’if, adl-Dla’ifah, 920.
لاَ تَجْعَلُوْا آخِرَ طَعَامِكُمْ مَاءً
 Janganlah kau jadikan akhir dari makan kalian berupa air.
Hadis ini tak ada asalnya. Adl-Dla’ifah, 2096
كَمَا تَكُوْنُوْا يُوَلَّي عَلَيْكُمْ
 Sebagaimana keadaan kalian, maka seperti kalianlah yang dikuasakan untuk memimpin
Hadis ini dla’if. Kasyful Khafa’, 2:1997; al-Fawa’id al-Majmu’ah, 624; Tadzkiratu al-Maudlu’at, 182.
كَانَ إِذَا أَخَذَ مِنْ شَعْرِهِ أَوْ قَلَمَ أَظْفَارِهِ ، أَوِ احْتَجَمَ بَعَثَ بِهِ إِلَى الْبَقِيْعِ فَدَفَنَ
 Rasulullah saw apabila memotong rambutnya atau memotong ujung kukunya, atau berbekam (mengeluarkan darah kotor) maka beliau membawanya ke Baqi’ untuk menguburnya
Hadis ini Maudlu’. Al-‘Ilal, Ibnu Abi Hatim, 2:337; adl-Dla’ifah, 713

قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِيْ وَيُصْبِرْ عَلَى بَلاَئِيْ، فَلْيَلْتَمْسْ رَبّاً سِوَائِيْ
 Allah tabaraka wa ta’ala berfirman; Barangsiapa yang tidak ridla dengan keputusan-Ku, dan tidak sabar terhadap ujian (bala’)-Ku maka hendaklah mencari tuhan selain-Ku. ---Sering saya dengar pada saat musyawarah ba’da subuh.

Hadis ini dla’if. karena di dalam sanadnya ada Sa’id bin Ziyad bin Hind, dia matruk. Majma’ az-Zawa’id, 7:207; Al-Kasyf al-Ilahi, ath-Tharablusi, 1:625; Tadzkiratu al-Maudlu’at, 189. Al-Fawaid al-Majmu’ah, 746.
فِكْرَةُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنْ عِبَادِةِ سِتِّيْنَ سَنَةً
 Berpikir sesaat lebih baik daripada beribadah enam puluh tahun
Hadis ini maudlu’. Tanzih asy-Syari’ah, 2:305; al-Fawa’id al-Majmu’ah, 723; Tartib al-Maudlu’at, 964. --- Sering saya dengar pada saat musyawarah ba’da subuh.
عَلَيْكُمْ بِالشِّفَائَيْ: العَسَلُ وَالْقُرْآنُ
 Hendaklah kalian menggunakan dua macam obat, madu dan Alqur’an
Hadis ini dla’if. Ahadits Mu’allah Dhahiruha ash-Shihhah, al-Wadi’i, 247; adl-Dla’ifah 1514
Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL ) atau  08819386306   ( smartfren)
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1Waru Sidoarjo Jatim