Itulah hadits yang dinyatakan oleh sebagian anggota grup pakar ahli hadits internasional bahwa ia sahih lalu saya katakan lemah. Hadis nya akan ada dikalangan umatku laki laki yang makan macam macam makanan, minum macam macam minuman, mengenakan pakaian macam macam, banyak bicara. Mereka adalah umat ku terjelek
Meluruskan Ritual-ritual Ahli Bid'ah yang dianggap Sunnah. Menggugat sholawat dan dzikir syirik. Menyampaikan pengkajian hadis secara jujur dan ilmiyah Pergilah ke blog ke II : www.mantankyainu2.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label hadis lemah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hadis lemah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, Mei 04, 2019
Hadis lemah dari grup pakar ahli hadis
Itulah hadits yang dinyatakan oleh sebagian anggota grup pakar ahli hadits internasional bahwa ia sahih lalu saya katakan lemah. Hadis nya akan ada dikalangan umatku laki laki yang makan macam macam makanan, minum macam macam minuman, mengenakan pakaian macam macam, banyak bicara. Mereka adalah umat ku terjelek
Senin, Oktober 24, 2016
Jawabanku untuk Ust Husni
Ulis Ust Husni menulis :
TERJEMAHAN YANG DI ATAS DAN PENJELASANNYA
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kalo menulis terjemahan
sekalian ikutkan arabnya, hingga mudah ditelaah , tdk sulit lg mencari mn arabnya.
Dan mudah lg dikoreksi apakah terjemahan itu valid atau
salah .
Sbb masalah agama ini serius bukan main – main.
Karena itu, diperlukan validitas data dan kebenaran
terjemahan dan perlu di tinggalkan terjemahan yg keliru.
Sy jg senang
pengkoreksian dr orang atas tulisan sy sbgmn sy juga hrs mengkoreksi
tulisan orang . Sbb ini kosumsi masalah agama untuk orang banyak.
Walaupun untuk diri sendiri perlu dikoreksi jg. Bila salah , nanti di akhirat
diri kita ini menerima dzabnya .
Anda menyatakan :
Dan para Ulama sepakat akan keshahihan hadits ini dan
diterima
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Salaf yg mn , pr sahabat
atau tabiin ?
Dikalangan mereka
hadis itu tdk dikenal hanya satu orang. Bgmn mrk sepakat , itu tdk layak
di katakana.
Anda menyatakan :
Mayoritas ulama salaf berpendapat bahwa hadits ini sepertiga
Islam. Mengapa demikian?
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Salaf yg mn , para sahabat atau tabiin ?.
Bgmn mereka mengatakan spt itu, hadis Innamal a`malu binniyat itu tafarrud di masa sahabat , hanya Umar yg meriwayatkannya. Bukan
orang lain, dan tdk ada lainnya yg tahu, lalu bgmn mereka bisa mengatakan spt
itu ? Bila tdk percaya buktikan . Siapa
di antara ribuan sahabat dan tabiin yg mengatakan spt itu.
Bila tdk bisa buktikan mk nonsen sj perkatan spt itu.
Anda menyatakan:
Berdasarkan hadits di atas maka gharib tidak bisa diartikan
dengan arti nyeleneh seperti yang diartikan oleh sebagian ahli bid'ah dan para
pengikut hawa nafsu.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Asal arti hadis
gharib itu ya hadis yg nyeleneh.
Mengapa dikatakan nyeleneh. Karena hanya satu orang yg
menriwayatkan dan ribuan orang tdk tahu, apalagi meriwayatkan.
Anda menulis :
“بدأ الإسلام غَريبًا وسيعود غريبًا كما بدأ، فطُوبى للغرباء”
(Islam mulai dalam keadaan garib/asing dan akan kembali
garib/asing, maka beruntunglah orang-orang yang garib/asing).
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Arti tsb kurang tepat , arti
yg benar sbb:
“بدأ الإسلام غَريبًا وسيعود غريبًا كما بدأ، فطُوبى للغرباء”
Islam mulai dalam keadaan garib/asing/ aneh dan akan kembali garib/asing/ aneh sebagaimana semula maka beruntunglah orang-orang yang garib/asing).
Anda menyatakan:
Seluruh ulama Salaf dari kalangan sahabat,tabi'in dan tabi'ut
tabi'in yang merupakan generasi terbaik semua berhujjah dengan hadits Ahad (masyhur,aziz,garib),
baik dalam masalah aqidah maupun hokum
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Dlm konteknya hadis
garib atau lebih husus lg Innamal a`malu binniyat, ini para sahabat dan siapa
namanya yg berhujjah dgnya ? Tunjukkan , jangan ngomong sj.
Bgmn cara peraktek mereka
tentang hadis tsb ? Tunjukkan.
Pertanyaan sy di
atas hrs di jwb.
Jg kacau makna hadis
Innamal a`malu binniyat
Yg satu menyatakan bahwa Umar mengatakan spt itu di mimbar
dan yg lain tdk menyatakan spt itu ,ini
kacau makna , apakah masih singkron ? Lalu singkron bgmn maksud idhtirabul makna itu ?
Pertanyaan syyg dulu jg blm di jwb, buktikan hadis Innamal a`malu binniyat tdk tafarrud
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah, penuh
persaudaraan .
Mau ikut , hub 08883215524 .
0852-7312-5077
0 857-8715-4455
0812-3270-051
0812-4194-6733
Sabtu, Oktober 22, 2016
Hadis yg tafarrud adalah cacat
.
Maksud tafarrud
hanya seorang perawi yg meriwayatkannya sbgmn
hadis amal perbuatan terserah
niatnya. Mlh tafarrud dlm empat tingkat
sbgmn keterangan kemarin.
Imam Abu Hanifah menyatakan sinyal kelemahan hadis adalah perawi
secara sendirian meriwayatkan hadis bukan sahabat yg lain .
3ـ
ألا يكون فيما تعم به البلوى العلمية أو العملية، أي أن المحدث يتفرد بحديث في حين
سائر الصحابة لا يعلمون مع أنه من الأمور العلمية العامة
3. Agar tidak termasuk musibah ilmiyah atau
amaliyah yg umum – yaitu seorang
perawi hadis menyampaikan hadis secara
sendirian. Pada hal sahabat yg
lain tidak mengetahui. Dan ia termasuk
masalah ilmiyah yg umum.
http://www.dd-sunnah.net/forum/showthread.php?t=152431
د . ماهر ياسين الفحل
ملاحظة1: قال الشيخ الطريفي: إذا قال
الإمام أحمد (حديث منكر) أي موضوع، وإذا قال (منكر) بدون لفظة (حديث) فالمراد به ((الغرابة))
أو ((المخالفة)).
ملاحظة2: قال الحافظ في قول الإمام (منكر
الحديث) هذه اللفظة يطلقها أحمد على من يُغْرِبُ (أي يتفرد وإن لم يخالف) على
أقرانه بالحديث.
DR Mahir Yasin al Fuhl menyatakan :
Perhatian :
Syaikh Al Tharifi
berkata: Bila Imam Ahmad berkata: Hadis munkar – maksudnya palsu. Bila
berkata Munkar tanpa kalimat hadis, maksudnya Gharib ( nyeleneh ) atau Mukhalafah - menyalahi
Perhatian ke dua .
Al Hafidh berkata
tentang perkataan Imam Ahmad : Hadis
munkar > Kalimat ini di katakan oleh Imam Ahmad untuk
perawi yg menyampaikan hadis yg gharib / nyeleneh - dia
sendiri yg meriwayatkan sekalipun
tidak menyalahi kpd teman semasanya dlm
meriwayatkan hadis.
Sumber:
المصدر : محاضرات في علوم الحديث د. ماهر
ياسين الفحل
http://www.startimes.com/f.aspx?t=33294917
ويعرف الباحث أن الحافظ إبن حجر قد أشار
إلي أن الإمام أحمد بن حنبل والإمام النسائي قد يطلقون على المُتفرد برواية الحديث
ولم يشاركه فيه أحدٌ بالنكارة
Intinya : ibn Hajar jg menyatakan kpd perawi yg scr
sendirian meriwayatkan hadis dg munkar .
Hadis tsb munkar.
قلتُ لأَبِي: ما حالُ هَذَا الحديث؟
فَقَالَ أَبِي: لم يَرْوِ هَذَا الحديثَ أحدٌ عَنِ النبيِّ صلى الله عليه وسلم
غيرُ بُرْدٍ، وَهُوَ حديثٌ مُنكَرٌ، لَيْسَ يَحْتَمِلُ الزُّهْريُّ مثلَ هَذَا
الحديث، وَكَانَ بُرْدٌ يرى القَدَر
Intinya :
Abu Hatim juga menyatakan
kepada perawi yg scr sendirian meriwayatkan hadis dg hadis munkar.
- إذا ترجح لدى الناقد وقوع الوهم والخطأ
في الإسناد الذي تفرد به الثفة ، ويستدل على هذا بقرائن ، مثل : النكارة في المتن
، وأمور أخرى تصاحب التفرد .
Intinya , sanad yg tafarrud ini bila terdapat kekeliruan
dg dalih redaksinya atsar atau hadis munkar ( mk tdk bisa di terima )
Dalam majalah Buhus Islamiyah terdapat keterangan:
ولهذا نقول إنه ينبغي لطالب العلم أن
ينظر أن من قرائن الإعلال والرد للأحاديث، في تفردات الكوفيين والعراقيين على وجه
العموم،
مجلة البحوث الإسلامية
Karena ini, kami katakan: Layak sekali bagi thalib ilm
untuk melihat bahwa sebagian tanda cacat dan tertolaknya beberapa hadis adalah
tafarrudnya perawi Kufah dan Irak secara umum
وربما يستنكرون بعض تفردات الثقات
الكبار أَيْضاً ولهم في كُلّ حَدِيْث نقد خاص ، وليس عندهم لِذَلِكَ ضابط يضبطه ))
(9) .
(9)
شرح علل الترمذي 2/
406
Intinya , Terkadang pr ulama ahli hadis ingkar kpd hadis – hadis tafarrud
dr perawi terpercaya yg kibar ……………………………..,
syaikh mahir yasin brkata :
تفرد في الطبقات
المتقدمة :كطبقة الصَّحَابَة ، وطبقة كبار التَّابِعِيْنَ ، وهذا التفرد مقبول إذا
كَانَ راويه ثقة
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Intinya : Menurut belaiu tafarrud sahabat atau
kibarut tabiin bisa di terima.
Sy katakan:
Dan yahya bin Said perawi
hadis innamal a`malu binniyat tdk
termasuk kibarut tabiin. Makanya riwayatnya yg tafarrud tertolak.
قال ابن رجب : " وأما أكثر الحفاظ
المتقدمين فإنهم يقولون في الحديث إذا تفرد به واحد وإن لم يرو الثقات خلافه : إنه
لا يتابع عليه ، ويجعلون ذلك علة فيه ، اللهم إلا أن يكون ممن كثر حفظه واشتهرت
عدالته وحديثه كالزهري ونحوه ، وربما يستنكرون
http://www.alifta.net/fatawa/fatawasubjects.aspx?View=Page&HajjEntryID=0&HajjEntryName=&NodeID=10174&PageID=11527&SectionID=2&SubjectPageTitlesID=18370&MarkIndex=1&0&languagename
Intnya : Tfarrud
itu merupakat cacat dlm hadis.
Syaikh Abd Qadir al Muhammadi menyatakan:
والتفرد:هو ما يقول فيه المحدثون النقاد
:" حديث غريب "، أو " تفرد به فلان "، أو " هذا حديث لا
يعرف إلاّ من هذا الوجه" أو"لا نعلمه يروى عن فلان إلاّ من حديث فلان".
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=27740
Kadang mereka katakana untuk tafarrud dg kalimat hadis gharib, atau fulan sendirian dlm meriwayatkannya , hadis itu tdk
di kenal kecuali dri jalur ini ……………………….
Jadi hadis amal
perbuatan terserah niatnya itu lemah karena tafarrud bukan satu orang tp empat tingkatan perawi yg tafarrud.
Dan suatu saat
akan sy tunjukkan redaksinya jg kacau.
Rasionalisasi sj.
Hadis amal perbuatan terserah niatnya itu tdk di
ketahui kalangan sahabat kecuali Umar bin Khatthab .
Jadi ribuan sahabat sampai mati tdk ngerti hadis itu.
Bahkan sampai seratus
tahun Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam wafat , hadis itu hanya di ketahui seorang bukan dua atau tiga.
Sy ikut ribuan tabiin dan sahabat yg tdk kenal hadis itu
sampai mati. Jd mereka salat , wudhu
puasa tanpa niat sbgmn orang
sekarang.
Mereka hanya punya
tujuan mencari rida Allah . Cukup, tidk usah ditambah – tambah.
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah, penuh
persaudaraan .
Mau ikut , hub 08883215524 .
0852-7312-5077
0 857-8715-4455
0812-3270-051
0812-4194-6733
Sabtu, Juni 25, 2016
Fanatik ke Imam Bukhari sebagaimana ahli fikih ke Imam Syafii adalah bahaya sekali
Assamualaykum syekh. Pernah sy tuangkan artikel setan tdk
dibelenggu di bln ramadhan, kemudian sy dikritik, dg dikirimin 2 artikel
tentang setan dibelenggu dlm 2 situs salafy, lalu sy lihat hadisnya, sama dg
hadis yg lg khilaf. Tp satu pertanyaan yg bikin sy ga bs jwb pd prinsipnya,yaitu
: apakah org yg mengkritiknya sekaliber bukhari-muslim??? Dilihat dr pertanyaan
itu ya ga ada, 2 imam itu tlah wafat klo mau cek ulang. Dan anggapan sbgian
ahli ilmi, kitab sahih bukhari adalah yg paling sahih setelah alqur'an. Gmn
nanggapi hal spt itu syekh
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Jawablah Bukhari
Kebenaran itu hrs lebih dihargai dari pada figur. Dan
figuritas ini yg merusak bangsa lalu dan akan merusak bangsa sekarang . Yaitu
taklid buta dan seolah apa yg di hadis Bukhari dan Muslim mesti benar. Haram
salah.
Ust. Abdullah bin Duraid menyatakan:
وكلمة صحيح التى يذكرونها على أى حديث فى أحد الصحيحين كلمة خطيرة - و
ليسوا وحدهم الذين يذكرونها هكذا فهو مصطلح قديم - فكيف يكون حديثاً صحيحاً وقد
عارض الأصح منه دون القدرة على الجمع جمعاً يقبله عقل اللبيب ؟!
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=7294
Kalimat sahih yg mereka sebutkan untuk hadis yg berada di
sahih BUkhari atau Muslim sangat membahayakan.
Dan bukan mreka sj yg menyebutkan spt itu. Ia budaya atau
istilah masa lalu
Bgm dikatakan sahih , kalau memang ada yg lebh sahih lagi
dan mereka tdk mampu mengumpulka riwayat yg layak yg diterima oleh akal orang yg
cerdas.
Mestinya artikel itu di bantah dg ilmiyah bukan spt
perkataan orang kafir sbb:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى
الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ
ءَابَاؤُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلاَ يَهْتَدُونَ
Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa
yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah
untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan
apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang
mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?
Mengkompromikan ayat yg bertentangan dengan hadis jalan yg keliru
ada yg nulis sbb:
[06:48, 6/25/2016] +62 878-3601-3279: aku tdk setuju dg kyai
mahrus
[06:48, 6/25/2016] +62 878-3601-3279: cara berpikirnya tdk
bgitu, tp dijamak, tdk ditarjeh
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bila anda tdk stuju silahkan. Di tempat lain di FB juga
banyak yg suka. Jangankan sy para rasul juga di dustakan dan kesalahan banyak
pendukungnya dan kebenaran sedikit pendukungnya. INgatlah ayat:
أَمْ يَقُولُونَ بِهِ جِنَّةٌ بَلْ جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ
لِلْحَقِّ كَارِهُونَ
Atau (apakah patut) mereka berkata: "Padanya (Muhammad)
ada penyakit gila." Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan
kebanyakan mereka benci kepada kebenaran. Almukminun 70
Karena itu , bila anda tdk setuju, mk sy hrp berilah alasan
yg ilmiyah . Jangan menolak tanpa ilmu. Mn yg salah dr artikel itu.
Lantas tunjukkan dalil yg pas bahwa setan di belenggu. Setan
manusia ini banyak jumlahnya , mengapa tdk dibelenggu , lalu setan jin di
belenggu?
Ini tdk adil .
jamak itu tehnis yg keliru . Allah bilang A. Rasul bilang B.
Jamaknya bilang C. Tambah nyeleot. Jd buang ayat juga buang hadis.
Selasa, Juni 07, 2016
Kisah pedét ajaib
Imam
Al Baghowi bercerita dalam kitab Al Ma`alim:Seorang lelaki salih mempunyai anak masih kecil dan pedet
betina yang dibawanya ke hutan,
lalu berkata: "Ya Allah aku
menitipkan padamu pedet ini untuk anakku, hingga anakku besar."
Lelaki
itu meninggal dunia, dan pedet masih hidup di hutan dengan bebas, tidak ada
orang yang menggembalanya. la senantiasa lari dari orang yang memandangnya. Ketika anak dewasa, ternyata
amat baik dan berbakti kepada ibunya. Dia
membagi malam menjadi tiga ; sepertiga malam untuk menjalankan salat,
sepertiga lagi untuk tidur dan
sepertiga lagi untuk berbakti kepada ibunya. la senantiasa duduk di
dekat kepala ibunya yang lagi tidur.
Bila pagi telah
tiba, Dia berangkat kehutan untuk mencari kayu dan dibawanya dengan
punggungnya, lalu dijual di pasar. Kemudian bila berhasil memperoleh uang, dibagi tiga, 1. sepertiga untuk disedekahkan.
2. sepertiga lagi untuk ibunya 3. dan sepertiga lagi untuk makan.
Pada
suatu hari, ibunya berkata: Ayahmu memberi warisan lembu betina padamu
yang dititipkan di hutan ini............ Oleh karena itu,cepatlah
pergi ke sana dan berdoalah kepada Tuhan Nabi lbrahim, Ismail, Ishak dan Ya'qub
agar mengembalikan lembu itu padamu. Tandanya bila kamu melihatnya kamu akan
"mengira bahwa ada sinar mata hari yang keluar dari kulitnya."
Ibunya sendiri memberi nama pedet itu dengan
pedet berkulit emas, lantaran
warnanya kuning dan dipandang
indah.
Pemuda
itupun datang ke hutan, lantas melihat lembu itu sedang memakan rerumputan,
lalu berteriak dan berkata: "Aku memanggil engkau dengan nama Tuhan
lbrahim, Ismail, Ishak dan Ya'qub, hendaklah kamu cepat kemari."
Lembu itu datang menghampirinya, sehingga di
hadapannya, lantas dipegang lehernya dan dituntun. Akhirnya lembu itu berkata:
"Wahai pemuda yang berbakti kepada ibunya, naiklah di punggungku, kamu
akan lebih ringan,tidak lelah dalam perjalanan."
Pemuda
itu menjawab:"Sesungguhnya ibuku tidak memerintahkan aku untuk naik di
atas punggungmu, tetapi ibuku hanya berkata:
"Peganglah lehernya."
Lembu itu berkata: "Dengan nama Tuhan Banu Israil, bila kamu
naik di atas punggungku, kamu tidak akan mampu menguasaiku lagi untuk
selama-nya. Oleh karena itu, pergilah kamu bersama kami, seandainya kamu mau
memerintah gunung untuk pergi bersamamu maka gunung itu akan ikut padamu sebab
engkau berbakti kepada ibumu."
Pemuda itu membawa lembunya hingga sampai di hadapan ibunya, lalu
ibunya berkata: "Sesungguhnya
engkau ini orang fakir, kamu mungkin merasa lelah mencari kayu di hutan diwaktu
siang dan salat diwaktu malam.
Oleh karena itu, berangkatlah dan juallah lembu ini."
Pemuda itu berkata: "Dengan harga berapa aku
menjualnya?" Sang ibu menjawab: "Juallah dengan harga tiga dinar dan
kamu jangan sampai menjual kecuali setelah bermusyawarah dengan aku."
Jadi
harga lembu itu tiga dinar lalu pemuda itu pergi ke pasar, lantas Allah
mengutus malaikat untuk melihat makhluk yang taat ini dan kekuasaanNya,
disamping untuk menguji kebaktian pemuda
ini kepada ibunya.
Sungguhpun demikian Allah Maha Waspada kepadanya. Lantas malaikat
bilang kepada pemuda itu; "Dengan harga berapa kamu menjual lembu
ini?" Pemuda itu menjawab: "Dengan harga tiga dinar, tapi aku masih
perlu bermusyawarah kepada ibuku terlebih dahulu."
Malaikat berkata:
"Saya beli dengan harga enam d inar, tapi kamu jangan sampai pergi
teriebih dahulu kepada ibumu untuk minta pendapatnya."
Pemuda itu dengan tegas menjawab: "Seandainya kamu memberiku
emas seberat lembu ini, aku tidak akan memberikan kepadamu kecuali aku
bermusyawarah terlebih dahulu dengan ibuku." Pemuda itu pergi ke ibunya
dan memberi tahunya tentang penawaran harga lembu.
Ibunya berkata lagi: "Nah sekarang juallah dengan harga enam
dinar dengan syarat kamu jangan menjual lembu itu kecuali harus bermusyawarah
kepadaku lagi sehingga engkau mendapat kerelaanku."
Pemuda itu berangkat lagi ke pasar, lalu malaikat datang lagi dan
berkata: "Bagaimana kamu sudah bermusyawarah pada ibumu?"
Pemuda itu berkata: "Aku tidak boleh menjualnya kecuali
dengan harga enam dinar, tapi aku harus kembali lagi untuk bermusyawarah pada
ibuku teriebih dahulu."
Malaikat berkata: "Sesungguhnya aku memberi mu dua belas
dinar dengan syarat kamu tidak usah minta pendapat ibumu lagi.
Sungguhpun demikian pemuda itu masih enggan menjualnya dan
memberitahu kepada ibunya tentang penawaran yang terakhir ini.
Ibunya bilang: "Sesungguhnya orang yang datang padamu itu
adalah malaikat yang diutus oleh Allah padamu dengan rupa manusia biasa untuk
mengujimu. Bila nanti datang lagi kepadamu,
katakan kepadanya: "Apakah kamu menyuruhkun untuk menjual lembu ini
atau tidak?"
Pemuda itu mengikuti
perintah ibunya, lalu malaikat itu berkata: "Pergilah kepada ibumu, dan
katakan kepadanya: "Jangan jual lembu ini, sebab nanti Musa bin lmran akan
membelinya untuk salah satu orang banu Israil yang terbunuh. Oleh karena itu,
janganlah dijual teriebih dahulu kecuali dengan harga emas yang memenuhi
kulitnya. "
Akhirnya pemuda itu tidak jadi menjual lembunya, lantas Allah
mentakdirkan kepada banu Israil untuk menyembelih lembu itu, dimana mereka
minta bagaimana sifat lembu yang
diperintahkan oleh Allah untuk menyernbelihnya, sehmgga Allah
memerintahkan mereka untuk menyembelih lembu dengan sifat yang persis milik
pemuda itu.
Karunia dan rahmat yang diberikan oleh Allah kepada pemuda itu
lantaran kebaktiannya kepada ibunya.
Aku ( penulis ) berkata:” Aku belum menjumpai hadis atau
ayat yang mendukung kisah di atas.
Di riwayatkan
tentang kisah lembu beberapa kisah sbb:
Sesungguhnya
seorang lelaki dari Banu Israil mempunyai anak lelaki. Dia punya anak lembu,
lalu di lepaskan di hutan lalu berdoa: “ Ya Allah ! Sesungguhnya aku menitipkan anak lembu ini kepada mu untuk anak kecil ini
Lelaki itu
meninggal dunia. lalu sang anak menjadi besar dan berbakti kepada ibunya, ibunya
berkata kepadanya: Sesungguhnya ayahmu
menitipkan anak lembu kepada Allah
untukmu, pergilah dan ambillah.
Ketika lembu itu melihat,lalu datang
kepadanya.Sang anak memegang kedua tanduknya.
Lembu itu buas,
lalu di tuntun ke ibunya. Banu Israil
menjumpainya, lalu mereka melihatnya
sesuai dengan sifat lembu yang di cari, lalu
mereka menawarnya, lalu mereka keberatan tentang harganya.Harganya masih
tidak menentu [1]
Menurut Ikrimah,
harganya
tiga dinar, lalu mereka datang
kepada Nabi Musa as, lalu berkata:”Harganya
membikin kami berat “.
Musa berkata:” Relakanlah dia untuk memberi harga miliknya, mereka
membelinya sesuai dengan timbangan lembu itu
atau sepuluh kali lipatnya sebagaimana di katakan oleh Assudi
Ada yang berkata: Dinar yang memenuhi muatan kulitnya.
Makki berkata: “
Lembu ini dari langit bukan dari jenis
lembu bumi. Wallahu a`lam [2]
Aku ( penulis )berkata:
Di kitab tafsir Qurthubi di jelaskan dengan kalimat: “ Diriwayatkan “
sebagai tanda bahwa kisah tsb lemah. Di tafsir Ibnu kasir di katakan bahwa kisah tsb sumbernya dari Abul aliyah atau Ibnu Abbas bukan dari nabi Muhammad SAW. tapi isi
kisahnya berbeda sekali [3]
Jumat, November 07, 2014
Prof Dr Muhibbin: Hadis Palsu dan Lemah dalam Sahih Bukhari
'Telitilah kembali setiap hadis yang
dinisbatkan pada Rasulullah SAW. Jangan asal riwayat Bukhari, lalu dikatakan
sahih.''
Sebagian besar umat Islam di seluruh
dunia, yakin dan percaya bahwa kitab hadis Jami' al-Shahih karya Imam Bukhari
adalah sebuah kitab yang berisi kumpulan hadis-hadis paling sahih. Karena
keyakinan itu pula, sebagian besar ulama pun turut meyakini dan menempatkannya
pada urutan pertama kitab hadis sahih.
Benarkah demikian? ''Tidak semua hadis
yang terdapat dalam kitab Jami' al-Shahih karya Imam Bukhari itu benar-benar
sahih. Terdapat beberapa hadis yang termasuk kategori lemah dan palsu,'' kata
Prof Dr H Muhibbin MAg, guru besar dan pembantu Rektor I IAIN Walisongo, Semarang.
Menurutnya, berdasarkan penelitian yang
dilakukannya (hasilnya penelitian Muhibbin ini sudah dibukukan--Red), terdapat
hadis yang bertentangan dengan Alquran maupun antarhadis di dalam kitab
tersebut.
''Hadis palsunya bermacam-macam. Ada yang karena tidak
sesuai atau bertentangan dengan Alquran, namun ada pula yang tidak sesuai
dengan kondisi kekinian,'' terang mantan dekan Fakultas Syariah IAIN Walisongo
ini.
Kepada Syahruddin El-Fikri, wartawan
Republika, Muhibbin mengungkapkan berbagai kelemahan hadis yang terdapat dalam
kitab Jami' al-Shahih tersebut. Berikut petikannya.
Benarkah hadis-hadis yang terdapat dalam
kitab Jami' al-Shahih karya Imam Bukhari itu semuanya masuk kategori hadis
sahih?
Tidak. Tidak semua hadis yang terdapat
dalam kitab itu masuk dalam kategori sahih. Terdapat beberapa hadis palsu dan
lemah (dlaif). Saya sudah mengungkapkan hal ini dalam disertasi doktoral saya
yang sekarang sudah dibukukan.
Perlu diketahui, sebelumnya pengungkapan
hadis palsu dan lemah dalam karya Imam Bukhari itu juga sudah pernah
diungkapkan para pemikir dan peneliti hadis lainnya. Misalnya, Fazlurrahman (1919-1988
M), Abu Hasan al-Daruquthni (306-385 H), al-Sarkhasi (w 493 H/1098 M), Muhammad
Abduh (1849-1905 M), Muhammad Rasyid Ridla (1865-1935 M), Ahmad Amin (w 1373 H/1945
M), dan Muhammad Ghazali (w 1416 H/1996 M).
Bisa dicontohkan, beberapa hadis palsu
yang Anda temukan dalam kitab tersebut?
Misalnya, hadis palsu yang terdapat dalam
kitab itu, setelah diteliti, ternyata ada yang tidak sesuai dengan fakta
sejarah. Misalnya, tentang Isra Mi'raj. Di dalam kitab itu, disebutkan bahwa
terjadinya Isra Mi'raj itu sebelum jadi Nabi. Faktanya, Isra Mi'raj itu setelah
Rasulullah diutus menjadi Nabi.
Kemudian, ada pula hadis Nabi yang
bertentangan dengan ayat Alquran. Contohnya, tentang seseorang yang meninggal
dunia akan disiksa bila si mayit ditangisi oleh ahli warisnya. (Lihat Kitab
Jenazah, bab ke-32, hadis ke 648/I--Red).
Ini kan bertentangan dengan ayat Alquran,
bahwa seseorang itu tidak akan memikul dosa orang lain. (Lihat ayat Alquran
surah al-Fathir ayat 18, Al-An'am ayat 164, Az-Zumar ayat 7, Al-Isra ayat 15, dan
An-najm ayat 38--Red).
Dan, masih banyak lagi hadis yang
bertentangan atau tidak sesuai dengan ayat Alquran maupun hadis Nabi SAW.
Apa kriterianya sehingga ungkapan itu
dikatakan benar-benar hadis Nabi, padahal menurut Anda, itu bukan hadis sahih?
Dalam penelitian yang kami lakukan, ada
beberapa kriteria dalam menilai sebuah hadis itu dikatakan sahih atau tidak, mutawatir
atau tidak, ahad, atau lainnya.
Dalam kitab Bukhari, beliau sendiri tidak
memberikan keterangan perinci mengenai kriteria kesahihan hadis. Bukhari hanya
mengatakan bahwa semua hadis yang ditulisnya dalam al-Jami' al-Shahih itu
sebagai hadis, dari seleksi sekitar 300 ribu hadis. Dan, satu-satunya yang
dapat ditemukan dari Al-Bukhari adalah kriteria keharusan adanya pertemuan (al-Liqa`)
antara satu perawi dengan perawi terdekatnya.
Menurut beberapa ahli hadis, seperti al-Naysaburi
(w 405 H/1014 M), al-Maqdisi (w 507 H), al-Hazimi (w 584 H), dan lainnya, kriteria
hadis sahih yang dipakai Bukhari adalah kesahihah yang disepakati, diriwayatkan
oleh orang yang masyhur sebagai perawi hadis dan minimal dua orang perawi di
kalangan sahabat yang tsiqah (adil dan kuat hafalan), serta lainnya.
Padahal, para ulama hadis lainnya
menyusun sejumlah kriteria dalam menilai hadis sebuah dapat dikatakan sahih dan
tidak, mulai dari segi sanad (tersambungnya para perawi hadis), matan (isi
hadis), serta kualitas dan kuantitas para perawi hadis. Bagaimana tingkat
hafalannya, keadilannya, suka berbohong atau tidak, dan lain sebagainya.
Karena itu, kami menilai, kriteria yang
dirumuskan oleh al-Bukhari mengandung beberapa kelemahan, terutama bila
diverifikasi terhadap kitab al-Jami' al-Shahih itu sendiri.
Apa saja kelemahannya?
Kelemahan itu, antara lain, tentang
minimal jumlah perawi hadis yang harus meriwayatkan hadis. Di dalam kitab
tersebut, ditemukan cukup banyak hadis yang hanya diriwayatkan oleh seorang
perawi.
Begitu juga, dalam hal persambungan sanad
hadis juga terdapat kelemahan. Di antaranya, seperti diakui sendiri oleh al-Bukhari,
di dalamnya ada hadis yang muallaq, mursal, bahkan munqathi` (terputus).
Juga, ada perawi hadis yang tidak tsiqah,
bahkan dituduh majhul (tidak diketahui identitasnya), dianggap kadzab (berbohong),
dan lainnya.
Bisa disebutkan beberapa contoh perawi
hadis yang diketahui tidak tsiqah atau lemah dalam Shahih Bukhari itu?
Misalnya, Asbath Abu al-Yasa` al-Bashri. Ia
tidak diketahui identitasnya atau majhul, dan menyalahi riwayat orang-orang
tsiqah.
Lalu, ada Ismal bin Mujalad, seorang
perawi yang dlaif (lemah) dan tidak termasuk orang yang kuat hafalannya.
Kemudian, ada Hisyam bin Hajir, Ahmad bin
Yazid bin Ibrahim Abu al-Hasan al-Harani, dan Salamah bin Raja' sebagai perawi
dlaif. Begitu juga, dengan Ubay bin Abbas, dikenal sebagai perawi yang tidak
kuat hafalannya dan munkir al-Hadits.
Selain kedua contoh hadis yang ditengarai
palsu tadi, apalagi contoh hadis yang diduga palsu dalam kitab al-Jami' al-Shahih
tersebut?
Selain ada hadis yang bertentangan dengan
Alquran maupun hadis Nabi sendiri dan tidak sesuai dengan fakta sejarah, juga
diragukan hadis yang banyak mengungkapkan tentang masa depan. Misalnya, tentang
ungkapan, 'Alaikum Bi sunnati wa sunnati khulafa`ur rasyidin (Ikutlah kalian
akan sunahku dan sunah khulafa`ur rasyidin). Bagaimana mungkin Rasulullah SAW
mengucapkan hadis ini, padahal saat itu belum ada khulafa`ur rasyidin. Khalifah
yang empat itu baru ada setelah Rasulullah SAW wafat.
Fathurrahman, seorang peneliti hadis
mengungkapkan, dirinya tidak mau sama sekali menerima hadis-hadis Nabi Saw yang
menyatakan tentang peristiwa masa depan. Istilahnya seperti ramalan.
Saya pribadi, masalah ini masa bisa
diterima. Sebab, memang ada yang sesuai dan ada pula yang tidak.
Dalam penelitian Anda, ada berapa banyak
hadis yang tidak sahih dalam jumlahnya?
Secara spesifik, saya tidak menyebutkan
berapa jumlah hadis palsu atau lemah di dalam kitab tersebut. Namun, al-Daruquthni
menyatakan, terdapat sekitar 110 hadis palsu di dalam kitab tersebut dari
sejumlah 6.000-an hadis. Muhammad al-Ghazali menyebutkan lebih banyak lagi.
Beberapa di antara hadis yang kami nilai
lemah dan palsu, yakni tentang hadis masalah poligami, tentang kehidupan dalam
rumah tangga, tentang pernikahan. Misalnya, di dalam hadis riwayat Bukhari
disebutkan, Rasulullah SAW menikahi Maimunah pada saat berihram.
Ini bertentangan dengan hadis Nabi
sendiri yang melarang melakukan pernikahan selama masa haji atau berihram. Kemudian,
pernyataan Rasulullah menikahi Maimunah pada waktu ihram itu juga bertentangan
dengan hadis yang ditulis al-Bukhari di dalamnya kitabnya itu, yang menyatakan
Rasulullah menikahi Maimunah ketika usai bertahalul.
Dari hasil penelitian Anda, bisa ditarik
kesimpulan bahwa tidak semua hadis dalam Shahih Bukhari benar-benar sahih?
Ya. Tidak semuanya bisa dikatakan sahih. Sebab,
Bukhari sendiri ada yang disebutkannya hadis mursal, hasan, dan lain sebagainya.
Ketidaklayakan disebut sebagai hadis
sahih itu meliputi adanya pertentangan atau ketidaksesuaian dengan nas Alquran
dan Sunnah Mutawatirah. Materi hadis bertentangan dengan keadaan dan Sirah
Nabawiyah (sejarah hidup Nabi), bertentangan dengan fakta sejarah, adanya
materi hadis yang mengandung prediksi atau ramalan dan bersifat politis, serta
mengandung fanatisme kesukuan.
Lalu, bagaimana sikap umat untuk
menggunakan hadis-hadis yang terdapat dalam Shahih Bukhari itu?
Saran saya, umat Islam hendaknya berhati-hati
setiap akan menggunakan atau mengamalkan sebuah hadis Nabi. Sebab, sahih
menurut perawi hadis A, belum tentu sahih menurut perawi hadis B. Demikian pula
yang lainnya. Telitilah kembali sebelum menggunakan dan mengamalkannya.
Bagi para mubalig, kami menyarankan, hendaknya
tidak asal mengutip hadis. Jangan selalu mengatakan bahwa itu hadis Nabi. Padahal,
sesungguhnya bukan. Rasul menyatakan, barang siapa yang berbohong atas namaku
maka tempatnya di neraka. Man Kadzdzaba alayya muta'ammidan fal yatabawwa' maq'adahu
minan nar.
Telitilah kembali hadis-hadis yang ada
sebelum diamalkan. Sudah benarkah itu hadis Nabi SAW. Jangan asal termuat dalam
Shahih Bukhari, lalu diklaim sahih. Tanyakan pada yang lebih paham tentang
hadis.
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/shortlink/68251
Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL ) https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50
Jumat, September 05, 2014
Hadis - hadis lemah. Kajianku ke 61
أَوْحَى
اللهُ إِلَى الدُّنْيَا أَنِ اخْدُمِيْ مَنْ خَدَمَنِيْ وَأَتْعِبِيْ مَنْ
خَدَمَكِ
Allah mewahyukan kepada dunia:
“Berkhidmat (layani) lah orang yang melayani (berkhidmat kepada)-Ku, dan
sengsarakanlah orang yang melayani (berkhidmat kepada)mu”
al-Albani mengatakan; Hadis ini maudlu’ (palsu). Tanzih asy-Syari’ah,
al-Kannani (2:303). Al-Fawaid al-Majmu’ah, asy-Syaukani; 712, adl-Dla’ifah;12
Hadits tersebut maudhu'. Hal itu
diriwayatkan oleh al-Khatib dalam tarikh Baghdad VIII/44 dan juga oleh al-Hakim
dalam kitab Ma'rifat Ulumul Hadits halaman 1
Al-Khatib mengatakan, "Ini
adalah riwayat tunggal yang hanya diriwayatkan oleh Husain bin Fudhail, sedang
dia pemalsu."
مَنْ
أَصْبَحَ وَهَمُّهُ غَيْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِي شَيْءٍ
وَ
مَنْ
أَحْدَثَ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ فَقَدْ جَفَانِي ، وَمَنْ تَوَضَّأَ وَ لَمْ يُصَلِّ
فَقَدْ جَفَانِي ، وَمَنْ صَلَّى وَلَم يَدْعُنِي فَقَدْ جَفَانِي، وَ مَنْ
دَعَانِيْ فَلَمْ أَجِبْهُ فَقَدْ جَفَيْتُهُ، وَلَسْتُ بِرَبٍّ جَفٍ
83. Barangsiapa yang berhadas dan tidak berwudlu maka ia telah menjauh
dariku dan barangsiapa berwudlu tetapi tidak salat maka ia telah menjauhiku.
Barangsiapa yang shalat tetapi (sesudahnya) tidak berdo’a untukku maka ia telah
menjauhiku, dan barangsiapa yang mendoakanku tetapi tidak aku jawab berarti aku
telah menjauhinya, dan aku bukan pengatur yang suka
mengatur
Ash-Shaghani mengatakan; Hadis ini Maudlu’, al-Maudlu’at, 53; dan
Al-Albani mengatakan; Maudlu’. Adl-Dala’ifah, 44.
مَنْ
تَمَسَّكَ بِسُنَّتِي عِنْدَ فَسَادِ أُمَّتِي، فَلَهُ أَجْرُ مِئَةِ شَهِيْدٍ
Barangsiapa yang berpegang teguh
pada sunnahku di saat terjadinya kerusakan pada ummatku, maka ia berhak atas
pahala 100 orang yang mati syahid.
-- pernah saya dengar dalam suatu Bayan
Hadis yang sangat dla’if. Dzakhiratu al-Huffadz, 4:5174, adl-Dla’ifah,
326
الْمُتَمَسِّكُ
بِسُنَّتِيْ عِنْدَ فَسَادِ أُمَّتِي لَهُ أَجْرُ شَهِيْدٍ
Orang yang memegang teguh
sunnahku ketika terjadi kerusakan di antara ummatku maka ia berhak mendapatkan
pahala seorang yang mati syahid. -- pernah saya dengar dalam
suatu Bayan
Hadis dla’if, adl-Dla’ifah, 326
الْمُؤْمِنُ
كَيِّسٌ فَطِنٌ حَذَرٌ
Orang mukmin itu cerdik, pandai
dan hati-hati
Hadis Maudlu’. Kasyf al-Khafa’, al-Ajluni, 2:2684, al-Kasyf al-Ilahi,
ath-Tharablusi, 1:859; adl-Dla’ifah, 760.
مَا
فَضَّلَكُمْ أَبُوْ بَكْرٍ بِكَثْرَةِ صِيَامٍ وَلاَ صَلاَةٍ ، وَلَكِنْ بِشَيْءٍ
وَقَرَ فِي صَدْرِهِ
Keutamaan Abu Bakar atas kalian
bulan karena banyaknya berpuasa atau shalat, tetapi karena adanya seuatu yang
mantap dalam dadanya
Hadis ini tidak ada asalnya. Al-Asrar al-Marfu’ah, Ali al-Qari, 452;
al-Ahadits Allati laa Ashla laha fi al-Ihya,as-Subki, 288; al-Manar al-Munif,
246.
bermusyawarah, dan tidak akan sengsara orang yang berhemat
Hadis ini maudlu’ (palsu). Al-Kasyf al-Ilahi, 1:775; adl-Dla’ifah, 611
لَيْسَ
لِفَاسِقٍ غِيْبَةٌ
Terhadap orang fasik tidak ada
ghibah.
Hadis ini maudlu’ (palsu). Al-Asrar al-Marfu’ah, al-Harawi, 390;
al-Manar al-Munif, Ibnu al-Qayyim, 301; al-Kasyfu al-Ilahi, 1:764.
مَا
خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ ، وَلاَ نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ وَلاَ عَالَ مَنِ اقْتَصَدَ
78. Tidak akan sia-sia orang yang beristikharah, tidak akan kecewa orang
yang
bermusyawarah, dan tidak akan sengsara orang yang berhemat
Hadis ini maudlu’ (palsu). Al-Kasyf al-Ilahi, 1:775; adl-Dla’ifah, 611
لَيْسَ اْلإِيْمَانِ بِالتَّمَنِّي وَلاَ
بِالتَّحَلِّيْ، وَلَكِنْ مَا وَقَرَ فِي الْقَلْبِ وَصَدَقَهُ الْفِعْلُ
Iman itu bukan dengan
angan-angan, juga bukan dengan berhias tetapi sesuatu yang mantap di dalam hati
dan dibuktikan dengan pekerjaan.
Hadis ini palsu. Dzakhiratu al-Hufadz, Ibnu Thahir, 4:4656;
adl-Dla’ifah, 1098; Tabyidl ash-Shahifah, Muhammad ‘Amr, 33.
لَوْلاَكَ
مَا خَلَقْتُ الدُّنْيَا
Kalau bukan karena kamu (Nabi
Muhammad saw) niscaya idak aku ciptakan dunia
-- Pernah juga saya dengar pada suatu bayan
Hadis maudlu’. Al-Lu’lu’ al-Marshu’, al-Musyaisyi, 454; Tartib
al-Maudlu’at, 196; adl-Dla’ifah, 282.
لاَ
صَلاَةَ لِجَارِ الْمَسْجِدِ إِلاَّ فِي الْمَسْجِدِ
Bagi tetangga masjid, tidak sah
shalatnya kecuali dilakukan di masjid
Hadis ini dla’if. Dli’af ad-Daruquthni, 362; al-La-ali’ al-Mashnu’ah,
2:16; al-‘Ilal al-Mutanahiyah, 1:693.
لاَ
تُكْثِرُوا الْكَلاَمَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ، فَإِنَّ كَثْرَةُ الْكَلاَمِ
بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ، وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنَ اللهِ
الْقَلْبُ الْقَاسِي
Janganlah banyak bicara yang
tidak mengandung dzikir kepada Allah, karena kebanyakan bicara tanpa ingat
(dzikir) kepada Allah itu menjadikan keras hati, dan sesungguhnya manusia yang
paling jauh dari Allah adalah yang hatinya keras.
Hadis dla’if, adl-Dla’ifah, 920.
لاَ
تَجْعَلُوْا آخِرَ طَعَامِكُمْ مَاءً
Janganlah kau jadikan akhir dari
makan kalian berupa air.
Hadis ini tak ada asalnya. Adl-Dla’ifah, 2096
كَمَا
تَكُوْنُوْا يُوَلَّي عَلَيْكُمْ
Sebagaimana keadaan kalian, maka
seperti kalianlah yang dikuasakan untuk memimpin
Hadis ini dla’if. Kasyful Khafa’, 2:1997; al-Fawa’id al-Majmu’ah, 624;
Tadzkiratu al-Maudlu’at, 182.
كَانَ
إِذَا أَخَذَ مِنْ شَعْرِهِ أَوْ قَلَمَ أَظْفَارِهِ ، أَوِ احْتَجَمَ بَعَثَ بِهِ
إِلَى الْبَقِيْعِ فَدَفَنَ
Rasulullah saw apabila memotong
rambutnya atau memotong ujung kukunya, atau berbekam (mengeluarkan darah kotor)
maka beliau membawanya ke Baqi’ untuk menguburnya
Hadis ini Maudlu’. Al-‘Ilal, Ibnu Abi Hatim, 2:337; adl-Dla’ifah, 713
قَالَ
اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِيْ وَيُصْبِرْ عَلَى
بَلاَئِيْ، فَلْيَلْتَمْسْ رَبّاً سِوَائِيْ
Allah tabaraka wa ta’ala
berfirman; Barangsiapa yang tidak ridla dengan keputusan-Ku, dan tidak sabar
terhadap ujian (bala’)-Ku maka hendaklah mencari tuhan selain-Ku. ---Sering
saya dengar pada saat musyawarah ba’da subuh.
Hadis ini dla’if. karena di dalam sanadnya ada Sa’id bin Ziyad bin Hind,
dia matruk. Majma’ az-Zawa’id, 7:207; Al-Kasyf al-Ilahi, ath-Tharablusi, 1:625;
Tadzkiratu al-Maudlu’at, 189. Al-Fawaid al-Majmu’ah, 746.
فِكْرَةُ
سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنْ عِبَادِةِ سِتِّيْنَ سَنَةً
Berpikir sesaat lebih baik
daripada beribadah enam puluh tahun
Hadis ini maudlu’. Tanzih asy-Syari’ah, 2:305; al-Fawa’id al-Majmu’ah,
723; Tartib al-Maudlu’at, 964. --- Sering saya dengar pada
saat musyawarah ba’da subuh.
عَلَيْكُمْ
بِالشِّفَائَيْ: العَسَلُ وَالْقُرْآنُ
Hendaklah kalian menggunakan dua
macam obat, madu dan Alqur’an
Hadis ini dla’if. Ahadits Mu’allah Dhahiruha ash-Shihhah, al-Wadi’i,
247; adl-Dla’ifah 1514
Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )
atau 08819386306 ( smartfren)
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1Waru Sidoarjo
Jatim
Langganan:
Postingan (Atom)

