Tampilkan postingan dengan label Shalawat Nariyah yang syirik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shalawat Nariyah yang syirik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 21, 2016

Tambahan sholawat dengan wa azwajihi wa dzurriyatihi


حَدِيْثُ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، أَنَّهُمْ قَالُوْا: يَا رَسُولَ اللهِ كَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : قُوْلُوْا: اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
.Abu Humaid Ash Sa’idi ra berkata: “Mereka berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana cara bershalawat kepadamu?”
Sabda beliau saw: “Ucapkan: “Allah-humma shalli ‘alla muhammadin wa awajihi wa dzurriyatihi kamaa shalaita ‘alaa aali ibrahim wabaarik ‘alaa muhammadin wa azwajihi wa dzurriyyatihi, kamaa barakta ‘alaa aali ibrahim innaka hamiidun majiid.” (“Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad, beserta isteri-isterinya dan anak cucunya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah limpahkan berkah kepada Muhammad berserta isteri-isterinya dan anak cucunya, sebagaimana Engkau melimpahkan berkah kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia”).
موطأ مالك ت الأعظمي (2/ 230)
التَّخْرِيجُ]
أخرجه أبو مصعب الزهري، 504 في الجمعة؛ والشيباني، 292 في الصلاة؛ وابن حنبل، 23648 في م5 ص424 عن طريق عبد الرحمن؛ والبخاري، 3369 في الأنبياء عن طريق عبد الله بن يوسف، وفي، 6360 في الدعوات عن طريق عبد الله بنمسلمة؛ ومسلم، الصلاة: 69 عن طريق محمد بن عبد الله بن نمير عن روح وعن طريق إسحاق بن إبراهيم عن روح وعن طريق محمد بن عبد الله بن نمير عن عبد الله بن نافع وعن طريق إسحاق بن إبراهيم عن عبد الله بن نافع؛ وأبو داود، 979 في الركوع والسجود عن طريق القعنبي وعن طريق ابن السرح عن ابن وهب؛ وابن ماجه، 892 في إقامة الصلاة عن طريق عمار بن طالوت عن عبد الملك بن عبد العزيز الماجشون؛ والقابسي، 313، كلهم عن مالك به.
Intinya hadis tsb dari Imam Malik , bukan orang lain.
- شرح مشكل الآثار (6/ 13)
- قَالَ أَبُو جَعْفَرٍ: فَلَمْ نَجِدْ فِي حَدِيثِ أَحَدٍ مِمَّنْ قَدْ ذَكَرْنَا فِي هَذَا الْبَابِ فِي ذِكْرِ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالصَّلَاةِ عَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ غَيْرَ هَذَا الْحَدِيثِ، وَإِنَّمَا مَدَارُهُ عَلَى عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، فَطَلَبْنَاهُ هَلْ نَجِدُ لَهُ مُوَافِقًا عَلَى ذَلِكَ؟
Abu Ja`far berkata : Kami tdk menjumpai hadis riwayat seseorang yg telah disebut dlm bab ini tentang bersholawat pd Nabi shallahu alaihi wasallam dengan tambahan azwajihi wa dzurriyatihi selain hadis itu. Persoalannya terfokus pada Abdullah bin Abu bakar . Lantas kami teliti ternyata kami tdk menjumpai hadis yg cocok dg hadis itu.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Jadi hadis sholawat dengan tambahan wa azwajihi wadzurriyatihi ini nyeleneh sekali , tafarrud juga , bukan hadis yg mashur . Sekalipun realitanya muttafaq alaih. Tp stelah di teliti hadis itu gharib. Jd lemah juga.
-
- المعجم الأوسط (2/ 181)
- لَمْ يَرْوِ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ وَمُحَمَّدٍ ابْنَيْ أَبِي بَكْرٍ إِلَّا عِيسَى " وَرَوَاهُ النَّاسُ: عَنْ مَالِكٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ وَحْدَهُ
- Hadis tsb ( sholawat dengan tambahan wa azwajihi ………..) hanya di riwayatkan dari Imam Malik dari Abdullah dan Muhammad yg keduanya anak Abu bakar > Dan dari keduanya di riwayatkan oleh Isa.
- Lantas orang – orang meriwayatkannya dari Imam Malik dari Muhammad bin Abu bakar sedirian.
- Komentarku ( Mahrus ali ) :
- Jadi msih termasuk hadis yg gharib, bukan mashur.
-
- المختصر النصيح في تهذيب الكتاب الجامع الصحيح (3/ 430)
-
- [2052] (3370) خ وَنا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ, نا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ, نا أَبُوفَرْوَةَ مُسْلِمُ بْنُ سَالِمٍ الْهَمْدَانِيُّ قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ الله بْنُ عِيسَى: سَمِعتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أبِي لَيْلَى قَالَ: لَقِيَنِي كَعْبُ بْنُ عُجْرَةَ فَقَالَ: أَلَا أُهْدِي لَكَ هَدِيَّةً, إن النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَيْنَا فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ الله قَدْ عَلِمْنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكَ فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ؟ قَالَ: «قُولُوا اللهمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ»،
- زَادَ الْخُدْرِيُّ: «عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ».
- Al Khudri menambahi dengan kalimat Abdika wa rasulika
- وزَادَ أَبُوحُمَيْدٍ: «وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ».
- Abu Humaid menambahi dengan kalimat wa azwajihi wa dzurriyatihi
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Jadi kalimat wa azwajihi ……………… tambahan orang / perawi bukan asli dari Rasul shallahu alaihi wasallam
- جمع الفوائد من جامع الأصول ومجمع الزوائد (4/ 117)
- للستة إلا الترمذي (2)
- Komentarku ( Mahrus ali ) :
- Intinya Imam Tirmidzi tdk meriwayatkan hadis tsb.
تخريج أحاديث إحياء علوم الدين (2/ 795)
قال ابن السبكي: (6/ 303) حديث (اللهم صل على محمد، عبدك، ونبيك، ورسولك ... ) لم أجد له إسناداً.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Sholawat dengan kalimat sbb :
اللهم صل على محمد، عبدك، ونبيك، ورسولك ... ) لم أجد له إسناداً.
Tiada sanadnya , juga tiada tuntunannya.
Sholawat dengan tamabahan wa azwajihi wa zurriyatihi ( istri istri Rasul shallahu alaihi wasallam dan keturunannya) tidak memiliki landasan yg kuat . Ia lemah karena nyeleneh dan tafarrud. Hanya Imam Malik yg meriwayatkannya.
Mengapa kita tdk boleh menambahi dengan kalimat
وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ
Sebab, keturunan Rasul shallahu alaihi wasallam scr realita banyak yg syirik, ahli bid`ah . Dan banyak di antara mereka yg sudah meninggal dunia , juga yg masih hidup. Kita ini tdk boleh memintakan ampun kpd mereka yg mati dlm keadaan syirik dan menjadi penegak kebid`ahan spt firmanNya:
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni Neraka Jahannam.( At taubah 113)
Bgaimana dengan ayat ini :
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do`aku. ( Ibrahim 40
Itu doa Nabi Ibrahim agar keurunannya termasuk orang yg medirikan salat. Saat itu keturunannya blm lahir . BIla demikian silahkan doakan keturunanmu . Jangan mendoakan keturunan Nabi shallahu alaihi wasallam . Sebab keturunan Nabi shallahu alaihi wasallam sdh banyak sekali , dan banyak juga yg meninggal dunia dlm keadaan syirik dan penegak kebid`ahan . Kita tdk boleh mendoakan keselamatan untuk mereka sebagaimana surat taubah 113.
Jadi keturunan nabi atau gajah mada juga ada yg fasik . Lihat ayat sbb:
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا وَإِبْرَاهِيمَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِمَا النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ ۖ فَمِنْهُم مُّهْتَدٍ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya kenabian dan Al Kitab, maka di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka fasik. Al Hadis 26 .

Selasa, April 05, 2016

Jawabanku untuk Aam Manizx



Aam Manizx apakah saya musyrik kalo meminta doa restu kepada orang tua???,,apakah musyrik jg klo meminta makan kepada orang tua???
Manager Production di A-meubel.nl
Pernah bekerja di: Penyelia
•      
Jurusan Bahasa Arab di pon pes darun najah
Pernah belajar di: pon-pes al-falah putera danPPHM NGUNUT TULUNG AGUNG
•      
Tinggal di Kabupaten Tulungagung
Dari Kabupaten Tulungagung


Komentarku ( Mahrus ali ):   minta - minta sama ayah yg masih hidup dengan minta pada mayat itu lain. Kalo masih hidup tdk syirik bila kamu minta uang padanya. Tpi bila sdh mati, lalu kamu minta - minta padanya, namanya syirik.

Minta – minta pada mayat , berhala, wali dikuburan, Nabi shallahu alaihi wasallam  di bawah pusaranya, jin dll  termasuk berdoa  kepada selain Allah yang di larang, tidak diperbolehkan. Kita ikut ayat ini:
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُون
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdoa kepada selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do`a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do`a mereka? Al ahqaf 5
Doa adalah ibadah, karena salah orang yang tidak mau berdoa dengan alasan Allah sudah mengetahui kondisi dirinya. Orang sedemikian ini termasuk orang yang congkak  sebagaimana  ayat :
وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُوْنِيْ اَسْتَجِبْ لَكُمْ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ.


     "Dan Rabb (Tuhan) kamu berfirman:  Berdoalah (mintalah) kepadaKu, nescaya akan Aku perkenankan bagimu.  Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina". Ghafir, 40:60.

Dlm suatu hadis  di jelaskan :
Rasulullah SAW bersabda :
 الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ وَقَرَأَ ( وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ) إِلَى قَوْلِهِ ( دَاخِرِينَ )
Doa adalah ibadah ( penyembahan ) . Allah  berfirman :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".  Ghofir 60.

Minta sesuatu pada orang tua, guru, murid, anak , pejabat , orang kaya yang masih hidup silahkan, tidak dilarang. Tapi bila mereka sudah meninggal dunia, tidak usah dimintai.
Ini contoh minta pada orang yang mati yang bikin syirik dlm kitab Manaqib sbb:
عِبَادَ اللهِ رِجاَلَ اللهِ    أَغِيْثُونأَ لأَجْلِ اللهِ  وَكُونُوُ ا عَوْنَناَ لِلهِ   عَسَى نَحْظَى بِفَضْلِ اللهِ
Wahai hamba – hamba Allah ( yang sudah meninggal dunia ) , wahai tokoh – tokoh  agama ( yang sudah wafat )  tolonglah kami  karena Allah . Barang kali  kami  bisa berhasil / mendapat fadhol Allah .
وَياَ أَقْطاَبْ وَياَ أَنْجاَبْ  وَياَ سَادَاتْ وَياَ أَحْباَبْ  وَأَنْتُمْ ياَ أُولِى الأَلبَابْ  تَعاَلَوْا وَانْصُرُوا لله
Wahai wali – wali Quthub , orang – orang yang di pilih ,para sayyid, para  kekasih  dan kalianlah orang – orang yang berakal , kemarilah  dan tolonglah kami  karena Allah .
سَأَلْناَكُمْ سَأَلْناَكُمْ  وَلِلزُّ لْفَى رَجَوْناَكُمْ  وَفِى أَمْرٍ قَصَدْناَكُمْ  فَشُدُّوأ عَزْمَكُمْ للهِ
Kami minta pada kalian  X2  , dan untuk mendekat kepada Allah kami  sekalian berharap kepada kalian , dan setiap perkara  kami  bermaksud  kepada kalian ( kami minta pada kalian ) , maka  teguhkan kehendak kalian untuk  Allah .
Sya`ir – syair tersebut  syirik  dan  saya sudah lama  enggan  membacanya  dan saya  larang murid saya  untuk membacanya .  Karena isinya  minta – minta kepada mayat – mayat yang sudah meninggal dunia. Tidak minta pada  Allah yang Maha hidup.

 Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )



Jawabanku untuk al Furqon ke dua



 
Al Furqon tinggal di Tambun , dari Bekasi menulis :
Al Furqon menulis Arat Al-Ahzâb ayat 43:Artinya: "Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya )memohon ampunan untukmu( supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang terang".Surah Al-Ahzâb ayat 56:Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya".Maksud Allah bershalawat kepada Nabi Saw. adalah dengan memberi rahmat-Nya; bershalawat malaikat kepada Nabi Saw. dengan memintakan ampunan; sedangkan bershalawatnya orang-orang mu'min kepada Nabi Saw. dengan berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan per-kataan "Allâhumma Shalli 'alâ Muhammad"Adapun salam kepada Nabi Saw. adalah dengan mengucapkan "Assalâmu Alayka Ayyuh al-Nabiyy."Al-HaditsArtinya: "Bershalawatlah kamu kepadaku, karena sha-lawatmu itu menjadi zakat )pen
ghening jiwa pembersih dosa( untukmu.")HR. IbnMurdaweh(Artinya:"Saya mendengar Nabi Saw. Bersabda janganlah kamu menjadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan, dan janganlah kamu menjadikan kuburanku sebagai per-sidangan hari raya. Bershalawatlah kepadaku, karena shalawatmu sampai kepadaku dimana saja kamu berada.")HR. Al-Nasâ'i, Abû Dâud dan dishahihkan oleh Al-Nawâwî(.Diterangkan oleh Abû Dzar Al-Harawî, bahwa perintah shalawat ini terjadi pada tahun kedua Hijriyah.
Al Furqon Monggo bantah firman allah dan hadist di atas
Al Furqon Ni sambungan ayatnya yaa ayuhalladzina amanu sholu alaihi muttaslima,,allah menyuuh bahkn ayat ini memerintahkn kita sebagai hambah yg berriman untuk bersalawat,,
Al Furqon Allah tdk membri contoh bagai mana salawt itu tapi allah hanya memerintahkn salawatlah dan ucapknlah salam sejahtera kpd nabi
Komentarku ( Mahrus ali ):
Insya Allah ayatnya seperti ini :
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Qs. Al Ahzab: 56).
Rupanya dengan dua ayat itu, al Furqon memperbolehkan sholawat Nariyah yang syirik.
Bila memang di perbolehkan sholawat nariyah yang syirik dengan ayat itu, maka Nabi shallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya akan membaca nariyah. Ternyata mereka tidak membacanya.
Bila ayat itu di gunakan pegangan untuk sholawat Nariyah yang syirik, maka tiada ulama yang menyataian sedemikian , mulai dulu sampai sekarang.
Bila ayat itu digunakan untuk memperbolehkan membaca sholawat Nariyah yang syirik itu, maka orang yang membaca sholawat Nariyah.akan mendapat pahala yang banyak Pada hal orang yang membacanya seluruh pahalanya akan terhapus, haji, sholat Infaq, tahajjud, ahlak yang mulia . Seluruh pahalanya terhapus, tinggal dosa yang masih lengket padanya. Ingat firmanNYa:
لئن أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. ( 65 Azzumar )
Al Furqon menulis : Allah tdk membri contoh bagai mana salawt itu tapi allah hanya memerintahkn salawatlah dan ucapknlah salam sejahtera kpd nabi
Komentarku ( Mahrus ali ):
Bila dlm al quran tidak ada contoh dlm membaca sholawat , lalu apakah kita diperkenankan membaca sholawat sekehendaknya , sholawat yang bid`ah atau sunnah , syirik atau tauhid ? .
Sudah tentu tidak begitu.
Bila begitu , maka kita ini akan terjerumus dlm kesyirikan yang dibenci oleh Allah dan RasulNya. Kita diperintahkan untuk ikut Rasulullah shallahu alaihi wasallam. Kita  tidak boleh menyelisihinya. Beliau mengajarkan shalawat sbb:
- حَدِيْثُ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى، قَالَ: لَقِيَنِي كَعْبُ بْن عُجْرَةَ؛ فَقَالَ: أَلاَ أُهْدِي لَكَ هَدِيَّةً سَمِعْتُهَا مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَقُلْتُ: بَلَى فَأَهْدِهَا لِي فَقَالَ: سَأَلْنَا رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ الصَّلاَةُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ فَإِنَّ اللهَ قَدْ عَلَّمَنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكُمْ، قَالَ: قُوْلُوْا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Abdurrahman ibnu Abi Laila berkata: “Aku pernah bertemu dengan Ka’ab ibnu ‘Ujrah dan ia berkata kepadaku: “Maukah engkau aku beri hadiah sebuah hadits yang aku dengar dari Nabi saw?”
Kataku: “Ya, berikanlah ia kepadaku sebagai hadiah.”
Kata Ka’ab ibnu ‘Ujrah: “Kami pernah bertanya kepada Rasulullah saw: “Ya Rasulullah, bagaimanakah cara bershalawat kepada kepada kalian, Ahlul Bait? Sesungguhnya Allah telah mengajari kami cara bersalam kepada kalian.”
Sabda beliau saw: “Ucapkanlah: “Allah-humma shalli ‘alla muhammadin wa ‘alaa aalihi muhammad, kamaa shallaita ‘alaa ibrahim wa ‘alaa aali ibrahim innaka hamiidun majiid, Allah-humma baarik ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarakta ‘alaa ibrahiima wa ‘alaa aali ibrahim innaka hamiidun majiid.” (“Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana engkau melimpahkan shalat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya, Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, limpahkan berkah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana engkau melimpahkan berkah kepada Ibrahim dna kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya, Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia)”.[1]
Anda menyatakan:
."Al-HaditsArtinya: "Bershalawatlah kamu kepadaku, karena sha-lawatmu itu menjadi zakat )pen
ghening jiwa pembersih dosa( untukmu.")HR. IbnMurdaweh
Komentarku ( Mahrus ali ): 
Sayang hadis yg anda sampaikan di komentari oleh al Haitsami sbb:
جامع الأحاديث - (ج 5 / ص 364)
قال الهيثمى (2/144) : فيه ليث بن أبى سليم ، وهو ثقة مدلس
Al Haitsami ( 144/ 2 ) . Perawinya terdapat perawi yg bernama Laits bin Abu Sulaim, dia terpercaya tapi mudallis . (suka menyelinapkan perawi lemah ).
المسند الجامع - (ج 18 / ص 235)
قال الترمذي : هذا حديثٌ غريبٌ ، إسناده ليس بالقوي ، وكعبٌ ليس هو بمعروف ، ولا نعلم أحدًا روى عنه غير لَيْث بن أبي سُلَيم
Tirmidzi menyatakan: Hadis ini adalah gharib ( nyelneh ) . Sanadnya tidak kuat> Kaab tidak dikenal dan kami tidak mengetahui orang yg meriwayatkan dari padanya kecuali Laits bin Abi Sulaim.
Komentarku ( Mahrus ali ): 
Jadi illat hadis tsb adalah nyelehen, tafarrud , Kaab majhul ( tidak dikenal ) , sanadnya tidak kuat . Jadi ia lemah.
Al bani memberikan komentar sbb :
اسناده ضعيف ، علته ليث وهو ابن أبي سليم وكان اختلط . وسعيد ابن أبي زيد فيه ضعف . وقد تابعه شريك وهو مثله في الضعف عن ليث به 
Sanadnya lemah, illatnya terdapat laits bin Ab u Sulaim  yang  telah kabur hapalannya . Said bin Abi Zaid yang lemah . Dan sungguh ia juga diriwayatkan oleh Syarik tapi sama lemahnya dari Laits.
Hadis sahih atau lemah yg anda sampaikan tentang sholawat atau yg blm anda sampaikan tetap mengarah kpd sholawat yg tidak syirik, afdholnya sholawat yg dari Rasulullah shallahu alaihi wasallam, bukan sholawat bid`ah , apalagi yang syirik spt Nariyah dan Thibbul qulut atau Nuril anwar.
Saya sendiri sampai saat ini tidak mengetahui dengan data yg valid siapakah sosok yang mengarang sholawat Nariyah , apakah  dia  ulama  atau juhala, penjahat  atau orang baik, pendusta atau orang jujur, ahli syirik atau ahli tauhid?

Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )
wastsApp 088803080803
BBM invite 5E6821C9


Jumat, April 01, 2016

Jawabanku untuk seorang Ustadz di As sa`adah

As-sa'adah Darusshofa Shofa Al-chafid Ya ada pd sholawat nariyah itu bukan minta langsung pd Nbi Muhammad SAW.
Coba lihat terjemahnya:
Tanhalu bihil uqodu dn seterusnya.
Arti kta:
TANHALU ;semoga terurai.
BIHI: dengan berkahnya Ni Muhammad SAW.
UQODU : segala buhulan.
Jd kata2 BIHI di situ berarti dg berkahNya
( kekasihnya Allah)
Suka • Balas • 43 menit
Mahrus Ali Mknu
Mahrus Ali Mknu As-sa'adah Darusshofa Shofa Al-chafid , mengapa tdk langsung berdoa pada Allah, apakah tidak dengan pertolongan Allah buhul buhul atau kesulitan bisa di bereskan , kok dengan berkahnya mayat . Mana dalilnya kesulitan bisa beres dengan berkahnya mayat
Komentarku ( Mahrus ali ):
Anda menyatakan:
As-sa'adah Darusshofa Shofa Al-chafid Ya ada pd sholawat nariyah itu bukan minta langsung pd Nbi Muhammad SAW.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Sholawat nariyah itu sholawat , ya`ni minta pada Allah bukan pada Nabi shallahu alaihi wasallam agar memberikan rahmat kepada Nabi shallahu alaihi wasallam .
Yang menjadi persoalan adalah dengan Nabi Muhammad buhul atau kesulitan bisa terselesaikan atau buhul bisa terlepas bukan dengan Allah yang Maha Esa.
Untuk lebih jelasnya kita ini harus tahu redaksi sholawat Nariyah sbb:
اللهُمَّ صَلِّ صَلاَةً دَائِمَةً وَسَلِّمْ سَلاَماً تَامّاً عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ العُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الكُرَبُ وَتُناَلُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَتُقْضَى بِهِ الحَوَائِجُ وَيُسْتَسْقَى الغَماَمُ بِوَجْهِهِ الكَرِيِمِ عَدَ دَ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ
Ya Allah berikan rahmat yang langgeng dan kesejahteraan yang sempurna kepada sayyidina Muhammad yang dengannya segala ikatan lepas ( segala kesulitan akan terselesaikan bukan dengan Allah) dan segala kesedihan akan lenyap karenanya ( jadi bukan karena pertolongan, rahmat atau karunia Allah ), dan dengan Nabi Muhammad segala cita – cita tercapai, segala kebutuhan akan di raih dan awan menurunkan hujan dengan nya ( dengan wajahnya Nabi Muhammad yang mulia ) sejumlah tiap kedip atau senafas dan sebanyak seluruh apa yang Engkau ketahui
Titik rawan adalah kalimat :
sayyidina Muhammad yang dengannya segala ikatan lepas ( segala kesulitan akan terselesaikan bukan dengan Allah) dan segala kesedihan akan lenyap karenanya ( jadi bukan karena pertolongan, rahmat atau karunia Allah ), dan dengan Nabi Muhammad segala cita – cita tercapai, segala kebutuhan akan di raih dan awan menurunkan hujan dengan nya ( dengan wajahnya Nabi Muhammad yang mulia )
Segala kesulitan bisa terselesaikan dengan Muhammad yang sudah meninggal dunia .
Kalau di lihat dari redaksi yang umum tsb maka mencakup nabi masih hidup atau sudah meninggal dunia. Bila dikatakan masih hidup akan menyalahi realita dimana sholawat ini belum ada. Dan dimasa sahabat maupun tabiin sholawat Nariyah ini belum ada. Tapi di ada – adakan setelah nya.  Dan ini termasuk sholawat yang bid`ah yang tertolak, bukan sunnah yang diterima. Ingatlah hadis sbb:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ (رواه البخاري ومسلم)
“Barangsiapa mengada-adakan sesuatu yang baru di dalam urusan (agama) kami ini yang bukan termasuk di dalamnya, maka ia tertolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Bila dikatakan sholawat nariyah itu diterima oleh Allah, maka bagaimanakah kebid`ahan itu bisa di terima. Ia tertolak dan sesat.
Syaikh Muhammad Shaleh al Munajjid berkata:
أن فيها عبارات مخالفة للشرع ، وشركاً وغلواً في النبي صلى الله عليه وسلم ، ونسبة أفعال له لا يصح أن تنسب إلا لله عز وجل ، كقضاء الحوائج ، وحل العُقد ، ونيل الرغائب ، وحسن الخاتمة . وقد أمر الله نبيه صلى الله عليه وسلم أن يقول : ( قل إني لا أملك لكم ضراً ولا رشداً ) ،
Sesungguhnya dalam sholawat Nariyah terdapat redaksi yang menyalahi sariat, syirik dan berlebihan dlm menjunjung Nabi shallahu alaihi wasallam dan menyandarkan perbuatan yang tak boleh di sandarkan kecuali kepada Allah azza wajal seperti tujuan – tujuan bisa tercapai , kesulitan bisa terselesaikan dan husnul khatimah . ( Perbuatan ini adalah milik Allah, jangan disandarkan kepada Nabi shallahu alaihi wasallam yang menyelesaikannya ) .
Sungguh Allah telah memerintah kepada Nabi shallahu alaihi wasallam untuk berkata : Sesungguhnya aku tidak bisa berbuat bahaya atau manfaat / petunjuk untuk mu.
https://islamqa.info/ar/7505
Komentarku ( Mahrus ali ):
Segala kesulitan terselesaikan dengan Muhammad yang sudah meninggal dunia bukan dengan Allah yang Maha hidup.
Mestinya segala kesuitan itu akan beres dengan pertolongan Allah, bukan karena Muhammad yang sudah meninggal dunia. Kita ingat ayat:
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلاَ رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Di waktu hidupnya , Rasulullah shallahu alaihi wasallam sebagai nabi juga sering tertimpa musibah dan beliau tidak mampu untuk melenyapkannya tanpa pertolongan dari Allah , lalu bagaimana setelah wafatnya beliau bisa menyelesaikan seluruh kesulitan manusia disini atau di Negara lain , mulai beliau wafat sampai sekarang. Bukan Allah yang menyelesaikannya tapi Nabi shallahu alaihi wasallam yang terkubur di Madinah. Ini akidah menyimpang dari ajaran al quran. Ia ajaran orang sesat.
Ada yang bilang maksudnya adalah dengan berkah Nabi shallahu alaihi wasallam .
Saya katakana: Mana dalilnya bahwa persoalan seluruh manusia dan jin di seluruh dunia mulai dulu sampai sekarang terselesaikan dengan berkah Nabi shallahu alaihi wasallam yang sudah wafat, bukan dengan rahmat Allah yang Maha hidup.
Persoalan yang sulit bisa terselesaikan dengan izin Allah tanpa berkah Rasulullah shallahu alaihi wasallam atau berkah seluruh wali dan Rasul.
Meski dengan berkah mereka, bila Allah tidak mengizinkan, maka kesulitan tidak akan terselesaikan.
Berkah mayat bisa menyelesaikan seluruh persoalan umat ini bertentangan dengan ayat YUnus 107 tadi.
Allahlah yang menyelesaikan persoalan umat bukan mayat Nabi atau lainnya , mulai dulu sampai sekarang. Ini akidah tauhid dan persoalan selesai berkat wali atau nabi adalah syirik.
Makanya sholawat Nariyah itu tinggalkan saja untuk menyelamatkan akidah kita, lakukan sholawat yang sesuai dengan tuntunan bukan sholawat yang syirik itu.

Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )
wastsApp 088803080803
BBM invite 5E6821C9


Jawabanku untuk al Furqan ke 1


Al Furqon tinggal di Tambun , dari Bekasi menulis : Mahrus ali mknu@maukah antum diskusi masalah salawat dngan ana,,klw ente lelaki sejati monggo kita bahas dngn ilmiah agar semua jelas,,?
Mahrus Ali Mknu Silahkan
Al Furqon Siapakah yg memusyirikn selawat nariyah,,sebutkn ulamanya dan ahli hadisnya,?
Komentarku ( Mahrus ali ):
Sholawat Nariyah yang syirik itu mistri sekali, siapa pengarangnya , dari mana, kapan , pengarangnya ulama atau juhala ? Seluruhnya masih kabur, blm jelas , samar sekali. Sholawat itu tidak ada di masa sahabat atau tabiin . Karena itu dari kalangan mereka tidak ada yang memberi komentar . Lalu bagaimanakah mereka berkomentar, sholawat itu blm ada. Tentang kisah Syaikh Nariyah salah satu nama sahabat jelas dusta dan tiada sahabat yang bernama syaikh nariyah yang katanya mengamalkan sholawat Nariyah. Bila di percaya, maka kita sulit mencari refrensinya dlm kitab hadis yang valid .
Ulama yang menyatakan sholawat Nariyah syirik sbb:
Syaikh Muhammad Shaleh al Munajjid berkata:
أن فيها عبارات مخالفة للشرع ، وشركاً وغلواً في النبي صلى الله عليه وسلم ، ونسبة أفعال له لا يصح أن تنسب إلا لله عز وجل ، كقضاء الحوائج ، وحل العُقد ، ونيل الرغائب ، وحسن الخاتمة . وقد أمر الله نبيه صلى الله عليه وسلم أن يقول : ( قل إني لا أملك لكم ضراً ولا رشداً ) ،
Sesungguhnya dalam sholawat Nariyah terdapat redaksi yang menyalahi sariat, syirik dan berlebihan dlm menjunjung Nabi shallahu alaihi wasallam dan menyandarkan perbuatan yang tak boleh di sandarkan kecuali kepada Allah azza wajal seperti tujuan – tujuan bisa tercapai , kesulitan bisa terselesaikan dan husnul khatimah . ( Perbuatan ini adalah milik Allah, jangan disandarkan kepada Nabi shallahu alaihi wasallam yang menyelesaikannya ) .
Sungguh Allah telah memerintah kepada Nabi shallahu alaihi wasallam untuk berkata : Sesungguhnya aku tidak bisa berbuat bahaya atau manfaat / petunjuk untuk mu.
https://islamqa.info/ar/7505
Syiakh Khalid Abd Mun`im Al rifa`I berkata tentang Sholawat Nariyah sbb:
ولا شكَّ أنَّ هذه الكلِمات لم تثبُتْ ولم تصحَّ عن النَّبيِّ - صلَّى الله عليْه وسلَّم - وقدِ اشتملتْ على عباراتٍ شِرْكيَّة، وغلوٍّ في النَّبيِّ - صلَّى الله عليه وسلَّم - ونسبة أفْعال له لا يصحُّ أن تُنسب إلاَّ لله - عزَّ وجلَّ - كقضاء الحوائج، وحلِّ العُقد، وتفريج الكُرب، ونيْل الرَّغائب، وحسْن الخاتمة؛ قال تعالى: {أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلاً مَا تَذَكَّرُونَ} [النمل: 62].

ويكفي قولُ الرَّسولِ - صلَّى الله عليه وسلَّم - لابنته فاطمة: «اعملي ما شئتِ؛ فإنِّي لا أُغْني عنْكِ من الله شيئًا»؛ رواهالبخاري ومسلم.
Tidak di ragukan lagi bahwa kalimat – kalimat tsb tidak tsabit tidak akurat dari Nabi shallahu alaihi wasallam dan tidak sahih. Ia mengandung berbagai kalimat syirik, berlebihan dlm memuji pada Nabi shallahu alaihi wasallam , menyandarkan kepada beliau beberapa perbuatan yang mestinya untuk Allah azza wajal seperti cita – cita tercapai , kesulitan terselesaikan, kesedihan bisa menjadi gembira , mencapai apa yang di cintai , dan husnul khatimah . Allah berfirman :
: {أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلاً مَا تَذَكَّرُونَ} [النمل: 62].

Atau siapakah yang memperkenankan (do`a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo`a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).
http://ar.islamway.net/fatwa/56383/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%81%D8%B1%D9%8A%D8%AC%D9%8A%D8%A9-%D8%A3%D9%88-%D8%A7%D9%84%D9%86%D8%A7%D8%B1%D9%8A%D8%A9
Syaikh Muhamad Thaha Sya`ban berkata tentang sholawat Nariyah :
هذا من كلام الصوفية الذي لم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم, ولا عن السلف, وفي بعضه شرك؛ كقولهم: أدركني يا رسول الله
Ini dari perkataan sufy yang tiada dalilnya dari Nabi shallahu alaihi wasallam  atau dari ulama salaf . Sebagiannya ada kesyrikan spt : Adrikni ya rasulullah . Tolonglah aku wahai Rasulullah .
http://majles.alukah.net/t122896/
Tilmidz salaf berkata tentang sholawat Nariyah sbb:
هذه الصيغة التي سموها مبتدعوها النارية فقد صدقوا فهي حقا نارية لان من يعتقد بان غير الله يحل العقد ويفرج الكرب ويقضي الحوائج فقد كفر كفر اكبر مخرج من الملة وهو ان مات غير تائب مع فرعون وهامان وجنودهم في النار يوم القيامة خالدا مخلدا فيها والعياذ بالله
Redaksi ini yang ahli bid`ah mengatakan sebagai sholawat Nariyah, dlm hal ini mereka benar. Redaksi sholawat adalah nariyah – sebangsa api / neraka. Sebab orang yang punya keyakinan bahwa selain Allah bisa menyelesaikan kesulitan, membikin kesedihan terlepas, membikin cita – cita tercapai . Dia telah kufur – kufur akbar , keluar dari agama . Bila dia mati dan belum tobat bersama Fir aun , Haman dan tentara mereka di Neraka pada hari kiamat dengan kekal selamanya nauudz billah .
http://alfetn.net/vb3/showthread.php?t=29769&page=2
Dan masih banyak perkataan ulama yang menyatakan kesyirikan sholawat Nariyah.
Dan para juhala menyatakan sholawat itu baik karena kurang ilmu dan banyaknya kebodohan pada dirinya. Boleh lihat disini untuk lebih detilnya. http://mantankyainu.blogspot.co.id/2013/03/shalawat-nariyah-syirik-atau-tidak.html
Bersambung……………………,


Mau nanya hubungi kami:


088803080803( Smartfren).
081935056529 (XL )


 https://www.facebook.com/mahrus
ali MKnu


wastsApp 088803080803


BBM invite 5E6821C9




Senin, Maret 28, 2016

Syirik dalam marhabanan

Aang  dari Cirebon menuis :  kesesatan apa sih yg di timbulkan karna diba/marhabanan, bukankah isinya doa shalawat dan mengagungkan nabi sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa beliau

Mahrus Ali Mknu  menjawab :  Bila itu sj masih diperbolehkan. Tapi isi marhabanan ada kesyirikan sbb: Waktu maqam ya`ni orang – orang sama berdiri lalu ya nabi di baca dan di situ terdapat kesyirikan sbb :
فَأَغِثْني وَأَجِرْنِي ياَمُجِيْرٌ مِنَ السَّعِيْرِ
Maka tolonglah aku wahai Rasulullah dan selamatkan aku wahai Rasul yang menyelamatkan dari neraka sair
ياَغِياَثِي يَامَلاَذِي فِى مُلِماَّتِ الأُمُورِ
Wahai penolongku dan pelindungku
Dalam mengatasi setiap mara bahaya

Dua bait syair tersebut jelas syirik karena tidak minta pada Allah tapi minta kepada Rasulullah SAW untuk menyelamatkan dari Neraka , lalu Allah di tinggalkan .

Minggu, September 13, 2015

Syair membudaya tapi syirik





يَا رَسُولَ اللهِ سَلاَمٌ عَلَيْك # يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ اْلعَالَمِ # يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَاْلكَرَمِ
Ya Rasulallah.. salamun Alaik.
Ya Rafi’a Syani wad Daraji
‘Atfata yaji ratal Alami
YA Uhailaljudi wal karomi.

Wahai  Rasulullah ! kesejahteraan untukmu
Wahai orang yang berderajat tinggi ( wahai yang  tinggi  urusan  dan tangganya / derajat  )
Aku mohon belas kasihmu wahai pelindung alam

Wahai  dermawan

Syair ts di baca hampir setiap malam jumat d baca di acara  marhabanan, diba`an atau asraqalan seperti dalam istilah orang – orang Jateng . Orang yang  tidak ikut padanya  hampir di katakan sesat oleh mereka.  Hampir bisa di katakan kebanyakan muslim Indonesia membacanya , senang kepada syair tsb. Jarang  yang  anti padanya.  
Syair – syair tsb adalah syirik murni  bukan tauhid lagi,  karena minta  - minta pada Rasulullah shallahu alaihi wasallam  yang sudah meninggal dikuburan bukan minta pada Allah di langit. Pembacanya  adalah musyrik sekalipun puasa, salat , haji atau mengenakan gamis putih dan serban putih. Bila  tidak tobat, lalu meninggal dunia akan di masukkan ke dalam Neraka selamanya.
Pembaca syair ini bila mati, tidak boleh di bacakan  doa, tidak boleh di salati dan jangan ikut melakukan salat jenazah padanya  untuk menghormati ayat sbb:
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni Neraka Jahanam.( At tobat 113) 
Rasulullah shallahu alaihi wasallam  yang  dimintai tidak bisa mengabulkan.
Ingatlah firmanNya:
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُون
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdoa kepada selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do`a mereka?
Allah di abaikan, Rasulullah shallahu alaihi wasallam  dikuburan di perhatikan, di agungkan dan dimintai . Allah sangat geram dan setan – setan jin dan manusia sangat senang. Karena itu, Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. Ingat ayat ini:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. [1]
Keturunan gajah mada yang  tidak membacanya lebih baik dari pada keturunan Rasulullah shallahu alaihi wasalam yang  senang membacanya
         



[1] Annisa` 116

Sabtu, Agustus 08, 2015

Tulis salawat disingkat - seri ke 3





 Banyak ulama  besar pengarang  kitab yg menulis  shalawat  dengan  disingkat :
Dalam kitab Talkhis karya Ibnu Hajar , juga ada tulisan shalawat pd Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  di singkat sbb:
تلخيص الحبير لأحمد العسقلاني (8/ 158)
وى أبو داود في المراسيل عن صالح بن أبي صالح قال رأيت
قبر رسول الله صلعم شبرا أو نحو شبر
Dalam kitab Qawathi` al adillah  juga ada tulisan sholawat pd Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  disingkat. Pengarangnya  Abul Mudhaffar – Mansur bin Muhammad Assyafii. Lihat sbb:

قواطع الأدلة في الأصول (2/ 359)
 ثبت في الأصل [صلعم] وما ذكرناه أليق بمقام النبي صلى الله عليه وسلم
مؤلف: أبو المظفر، منصور بن محمد بن عبد الجبار ابن أحمد المروزى السمعاني التميمي الحنفي ثم الشافعي (المتوفى: 489هـ)
Dlm kitab Majmu` karya sejarah Syi`ah  juga  ditulis  kalimat shalawat di singkat.
مجموع مؤلفات تاريخ الرافضة (42/ 3)
يقول: وعلى هذا فالرافضة: هم كل من تبرأ من الصحابة وسبهم وشتمهم ومن باب أوى ----- حكم بكفرهم كما يقول ابن حزم(3)
ويدخل في الصحابة رضي الله عنهم أمهات المؤمنين زوجات الرسول ((صلعم)) حيث إن عقيدتهم هذه كانت في بدايتها تفضيل علي رضي الله عنه على عثمان رضي الله عنه ثم زين لهم الشيطان تفضيل علي على باقي الخلفاء الراشدين رضي الله عنهم ثم بعد تكفيرهم والبراءة منهم ومن باقي الصحابة وجرهم ذلك إلى زوجات الرسول ((صلعم)) ثم سبعهم جميعاً ثم سب الأمويين ثم العباسيين ثم الأمة جميعاً ممن هو على غير مذهبهم فهم يعتقدون أن كل من لم يتبرأ من ؤلاء فهو منهم وبذلك يكون عدواً لهم ولآل بيت النبي ((صلعم)).
Dalam kitab Ma`arijul qabu , karya Hafidh bin Ahmad , kalimat sholawat  di tulis dg singkat , lihat sbb:
معارج القبول حافظ الحكمي م (1/ 73)
كما قال صلعم وأسألك الرضا بعد القضاء الحديث فإن ذلك أعلى درجات الإيمان بالقدر وهو الرضا بالمصيبة
[ معارج القبول - الحكمي ]
الكتاب : معارج القبول بشرح سلم الوصول إلى علم الأصول
المؤلف : حافظ بن أحمد حكمي
الناشر : دار ابن القيم – الدمام
Dalam kitab asma` muallifin  kalimat shalawat di tuis  dengan singkat. Lihat sbb:
أسماء مؤلفين وأسماء كتب يزعمون أنها لأهل السنة (ص: 3)
حدائق الاذهان في اخبار بيت النبي صلعم
Di kitab madzhab ahlis sunnah , tulisan  shalawat di singkat.  Lihat sbb:
مذهب أهل السنة في التفسير (ص: 61)
6) سنن أبي داود ، كتاب العلم : باب الكلام في كتاب الله بغير علم ، مطبعة الحلبي بمصر ،ط 1 ، 1371هـ/1952م. وأخرجه الترمذي في سننه : كتاب تفسير القرآن الكريم عن رسول الله (صلعم )، باب ما جاء في الذي يفسر برأيه ج5 ، ص 200 ، رقم الحديث 2952 ، ولفظه (من قال في القرآن ...الحديث ).

Jadi landasan untuk melarang menyingkat shalawat setelah nama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  disebut  juga tidak ada. Dan hadis yg memerintahkan untuk menulis shalawat dengan tidak disingkat juga tidak ada. Secara peraktik Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sendiri mengajari doa tanpa menggunakan  shalawat setelah menyebut nama beliau.
Bila dikatakan keliru orang yg menulis shalawat di singkat, maka kita akan bertanya kpdnya mana dalilnya?
Bila tidak ada dalilnya, mk kita ikut tuntunan yg ada saja dlm hadis. Dan tidak usah melarang orang yg menulis shalawat dengan di singkat.
Kita  juga taat pd ayat yg memerintahkan kita untuk bc shalawat sbb:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.[1]
Membaca shalawat itu ibadah karena ada perintah ayat itu dan kelirulah kita yg males bc shalawat.


Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50





[1] ( Al Ahzab 56 )