Tampilkan postingan dengan label gus dur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gus dur. Tampilkan semua postingan

Rabu, Januari 01, 2014

Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul

Jakarta, NU Online
Para pecinta Gus Dur ramai-ramai menggelar haul tokoh yang sangat dikaguminya ini. Tak hanya di Jakarta, peringatan haul ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga digelar di daerah bahkan di luar negeri.


Kemarin, Senin (30/12), ratusan pecinta Gus Dur di Karawang, Jawa Barat, menggelar peringatan serupa di gedung Charles Bussines Center, Karawang.

Acara yang dimulai sekitar pukul 13.00 tersebut dihadiri beberapa tokoh lintas agama seperti Kristen, Konghucu, dan Islam Abangan. Hadir juga perwakilan pesantren, ormas, dan OKP NU setempat. Diawali  tahlil dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama para tokoh lintas agama. Mereka menyampaikan tesmimoni masing-masing tentang jasa-jasa dan perjuangan Gus Dur, terutama bagi kelompok-kelompok minoritas seperti mereka.

Acara ditutup dengan pemberian cinderamata buku “Bukti-bukti Gus Dur itu Wali” terbitan ReneBook bekerjasama dengan NU Online kepada para panelis diskusi. Juga dibagikan doorprise buku tersebut untuk peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari panitia.

PCINU Turki juga memperingati haul Gus Dur sekaligus seb-i arus Maulana Jalaludin Rumi, yaitu malam dimana Rumi didaulat menjadi pengantin dengan sang kekasih sejatinya Allah anggal 17 Desember 1273 Maulana Jalaludin Rumi meninggal dunia. Dia meminta untuk tidak menangisi kematiannya setelah dia meninggal nanti. Karena Rumi berpikir mati adalah malam pengantin, malam yang penuh kebahagiaan.

Dalam acara yang digelar Ahad (29/12) tersebut dilakukan kajian yang menghadirkan 2 narasumber, Ahmad Faiz Irsyad (rais syuriyah PCINU Turki) dan yang kedua Syafiq Hasyim (rais syuriyah PCINU Jerman).

Dalam kajian ini narasumber menyampaikan berbagai hal tentang kearifan dua tokoh, Rumi dan Gusdur. Dalam semua aspeknya baik humanitas, cinta, toleransi, kosmopolitan.

Kajian yang disiarkan langsung oleh radio PCINU Turki ini berlangsung menarik terbukti dengan banyaknya pertanyaan dari pendengar di Indonesia, Turki dan Jerman.

Sementara itu di Malang haul Gus Dur dilaksanakan tidak hanya oleh warga Nahdliyin saja, tapi juga dari berbagai agama, yang diselenggarakan pada Senin (30/12) Hall Kelenteng Eng An Kiong.

Acara dilaksanakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Malang bekerja sama dengan berbagai organisasi yang bergiat di bidang perdamaian seperti Majlis Ahlut Thariqah Al-Mu'tabarah Annahdliyah (Matan), Committe for Interfaith Tolerance Indonesia (Cinta Indonesia), Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB), dan Gusdurian Muda Kota Malang.

Acara diawali dengan doa, sambutan panitia, apresiasi seni lintas agama, sambutan perwakilan Walikota Malang, barongsai, karawitan, dan teatrikal musik. Tak lama setelah itu, acara utama dilanjutkan yaitu Testimoni tentang Gus Dur dan Perdamaian dari berbagai pemuka agama yang disampaikan oleh Bunsu Anton Priyono dari agama Kong Hu Cu, pemuka agama Hindu, Ida Bagus Bajre, Romo Yudho Asmoro dari Penghayat Kepercayaan, Romo Eko Putranto (Katolik), Pdt. Yohannes Hariono (Kristen), H. M. Syafiq (Islam), Haryono (Buddha), dan Romo Yudho Asmoro (Penghayat Kepercayaan).

Putri keempat Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid, memungkasi acara dengan menyampaikan beberapa semangat perjuangan Gus Dur agar bisa dilanjutkan oleh pemuda dan mahasiswa yang berteguh pikiran dan tindakan untuk menguatkan NKRI.

Ribuan warga Nahdliyin Kota Solo juga memperingati Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ke-4 di kompleks halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Solo, Sabtu (28/12) malam. Acara ini bersamaan dengan diadakannya kegiatan pengajian Rijalul Ansor.

“Acara pengajian Rijalul Ansor, biasanya kita adakan pada pekan ke 3. Kali ini kita barengkan dengan peringatan Haul Gus Dur,” terang Ketua GP Ansor Solo, Muhammad Anwar. (aji najmuddin/diana manzila/agus/hari pebrian/mukafi niam)




Komentarku ( Mahrus ali): 

Peringatan  hari wafat  adalah budaya non muslim  seperti budaya firaunisme.
Syaikh Abu Thariq Al-Buwaihiyawi Abdullah Hashruf Al-Jazairy menjelaskan tentang bid’ahnya empat puluhan (peringatan 40 hari kematian). Pada akhirnya beliau menjelaskan:
Bid’ah empat puluhan (peringatan orang mati pada hari keempat puluh, Jawa :matang puluh, pen)  itu adalah adat Fir’auniyah yaitu mayit baru dikubur setelah 40 hari dari pembalsemannya, dan tampak bagi ahli-ahli pembalseman dari orang yang memiliki keahlian dan pengalaman, mereka berpandangan bahwa jangka (40 hari) ini telah cukup untuk menyela-nyelai bahan pembalseman ke jasad mummi, dan jauh dari pembusukan atau lembek setelah dipendam. Mereka menyambut pelayat dua kali: pertama ketika wafatnya, dan yang kedua setelah dipendamnya (dikuburkannya). Adat ini masih tersisa di Mesir setelah memeluk agama Masehi berhalais. Dan (masih tersisa pula) di kalangan orang-orang awam dari pengikut taqlid buta setelah masuknya Islam ke Mesir, kemudian tersebarlah (sisa adat Fir’aun itu) ke seluruh dunia Islam.
Dan demikianlah kerancuan kaum Muslimin terhadap pengadopsian bid’ah ini sehingga mereka memakaikan “sorban” Islam padanya. (Abu Thariq Al-Buwaihiyawi al-Jazairi, بدعة الأربعين 09 shafar 1420H/ 25 Mei 1999, www.majles.alukah.net)

و بدعة الأربعين عادة فرعونية و هي أن الميت يدفن بعد أربعين يوما من تحنيطه، و يبدو أن خبراء التحنيط ممن لهم خبرة و ممارسة قد رأوا أن هذه المدة كافية في أن تتخلل مواد التحنيط في جسم المومياء، و تبعد عنه التعفن و التحلل بعد دفنه، و يتقبلون العزاء مرتين: مرة عند الوفاة و مرة ثانية بعد الدفن، و بقيت هذه العادة في مصر بعد اعتناق المسيحية الوثنية، و بين عوام الناس من أهل التقليد الأعمى بعد دخول الإسلام مصر ثم انتشرت إلى العالم الإسلامي.

و هكذا تهافت المسلمون إلى تبني هذه البدعة حتى ألبسوها “عمامة ” الإسلام.

09 صفر 1420 هـ

25 ماي 1999 مـ

أبو طارق البويحياوي الجزائري

http://www.merathdz.com/upload/aln3esa-1204328935.gif
http://www.merathdz.com/play.php?catsmktba=1540
(Dikutip dari buku Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede,  Kuburan-Kuburan Keramat di Nusantara, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2011).
(nahimunkar.com) –
Komentarku ( Mahrus ali): 

Seorang wali atau nabi itu pasti di senangi kaum mukmin yang komitmen kepada ajarannya dan dimusuhi oleh kalangan kafirin dan orang orang durja sebagaimana ayat :
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِّنَ الْمُجْرِمِينَ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا
Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. Al furqan 31
Allah berfirman lagi:
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.  Al an`am 112.
 Bila  ada orang yang di senangi oleh kalangan konghucu, kristen, kafirin , liberal yang durja dan munafikin, maka  dia bukan wali Allah tapi wali setan menurut pemahaman saya terhadap  ayat tsb.
 

Kamis, Desember 26, 2013

Pelanjut perjuangan bapak, para putri Gus Dur pembela Kristen sejati

JAKARTA (Arrahmah.com) –  Ibarat kata pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Itulah yang terjadi pada para putri Gus Dur. Sesungguhnya bukan hal baru, isteri dan anak keturunan Gus Dur menjadi pembela kaum kafir mengikuti jejak sang bapak. Kali ini ditunjukkan oleh dua anak perempuan Gus Dur –Anitta Hayatunnufus Rahman atau Anita Wahid dan Inayah Wulandari Wahid—menjadi pejuang dan pembela hak jemaat GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia.
Keduanya sangat empati kepada puluhan Kristiani GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia yang menggelar ibadah di depan Istana Negara Rabu siang. Hingga keduanya turut hadir pada acara tersebut. Musibah, inna lillahi wa inna ilaihi roji’un wa naudzu billahi min dzalik.
“Kami sedih dan kecewa. Karena ini bukan rumah ibadah, ini tempat umum,” kata Inayah Wahid saat ditemui di depan Istana Negara, lansir Antara Rabu (25/12/2013).
Dia mengaku kehadirannya bersama kaum kafir di depan Istana lebih kepada perjuangan jemaat kedua gereja dalam mendapatkan kembali haknya.
“Sebenarnya bukan hanya mereka saja, tapi warga beragama lain juga ada yang bernasib sama, seperti Ahmadiyyah. Hanya saja kedua gereja ini jadi simbol,” ucapnya.
Inayah dengan bangga mengaku upaya-upaya pembelaan terhadap Kristiani sudah dilakukan, terutama dari jalan hukum, namun kedua gereja belum mendapatkan haknya untuk kembali menggunakan rumah ibadahnya.
“Selain jalur hukum, kami juga melakukan audiensi juga dengan pembuat kebijakan,” ucapnya.
Setali tiga uang Anita Wahid juga gencar berjuang dan mendukung orang-orang Kristen agar kedua umat gereja ini bisa kembali mendapatkan haknya dan segera bisa  beribadah di rumah ibadah.  (azm/arrahmah.com)
Komentarku ( Mahrus ali): 
Seorang muslim yang anti wahabi yang sunni,lalu mendukung kepada syi`ah yang syirik dan kristen, skuler jelas munafiknya, bukan mukmin sejati, boleh di katakan kafir sejati atau munafik. Inilah ayatnya:
۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نَافَقُوا يَقُولُونَ لِإِخْوَانِهِمُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَئِنْ أُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيعُ فِيكُمْ أَحَدًا أَبَدًا وَإِن قُوتِلْتُمْ لَنَنصُرَنَّكُمْ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
 Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: "Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu". Dan Allah menyaksikan bahwa Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. Hasyr 11   

Mau nanya hubungi kami:
088803080803.( Smartfren) 081935056529 ( XL )

Dengarkan pengajian - pengajianku

Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo. Jatim.

Minggu, Maret 10, 2013

Gus Dur Terlalu Jauh di Depan

Bandar Lampung, NU Online
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mempunyai visi yang terlalu jauh ke depan, baik pada saat memimpin NU, menjabat Presiden RI ke-4, atau saat aktif dalam berbagai kegiatan sosial-kemasyarakatan.

Akibatnya beberapa pemikiran Gus Dur sering menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Demikian dalam Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan Pimpinan Fatayat NU Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Ahad (10/3).

Anggota DPR RI Effendy Choiri dalam Dialog Kebangsaan mengatakan, Gus Dur itu memiliki pemikiran yang terlampau jauh. “Visinya jauh ke depan,” kata Effendy Choiri sembari mengisahkan kedekatan dan pengalaman yang didapat selama berinteraksi dengan Gus Dur hingga sekarang bisa duduk sebagai anggota DPR RI.

Dialog yang mengangkat tema “Membedah Pemikiran Gus Dur dari Sudut Pandang Agama, Negara, Politik, Budaya dan Demokrasi" ini juga menghadirkan pembicara spesial yaitu putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid.

Yenny menyatakan, pemikiran-pemikiran Gus Dur sering menjadi bahan kontroversi bagi kebanyakan orang. Namun sebenarnya hal ini disebabkan oleh kekurangpahaman sebagian orang terhadap pola pikir Gus Dur.

Ia memberi contoh beberapa hal yang sangat kontroversial mengenai ide-ide Gus Dur seperti bolehnya merayakan Imlek, pembukaan hubungan diplomasi dengan Israel, pembelaan Gus Dur terhadap kaum minoritas seperti Ahmadiyyah.

“Beberapa hal itu menunjukkan bahwa Gus Dur memiliki humanisme yang tinggi,” tegasnya, dan sebagian masyarakat belum siap menerima itu.

Dialog yang diselenggarakan di Hotel Sheraton Bandar Lampung ini juga menghadirkan beberapa Tokoh lokal seperti Alzier Dianis Thabrani dan tokoh-tokoh akademisi di Provinsi Lampung. Dialog ini dihadiri 2000-an orang yang merupakan keluarga besar NU Provinsi Lampung dan beberapa tokoh lintas agama pecinta Gus Dur.

Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Lampung Rida Budiyanti mengatakan, dialog kebangsaan diharapkan dapat melestarikan pemikiran Gus Dur sebagai Bapak Bangsa dalam rangka mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, toleran dan demokratis.

Rida menambahkan bahwa mengamati sosok Gus Dur sangatlah menarik dan multi tafsir. Ia tidak saja dikenal sebagai seorang yang sukses memimpin NU, tetapi juga seorang tokoh sentral demokrasi, tokoh pembaru Islam, tokoh agama, tokoh budaya, politik, intelektual terkemuka, penganjur pluralisme dan pembela minoritas.

Redaktur     : A.Khoirul Anam
Kontributor : Muhammad Faizin




Komentarku ( Mahrus ali): 
Dari sini tampak kebodohan Rida tentang Islam, dan lihainya dia dalam memahami kebid`ahan dan kekufuran. Tokoh demokrasi  itu tokoh kekufuran bukan tokoh Islam. Demokrasi itu kreativitas barat yang kafir bukan timur yang islam. Apalagi penganjur pluralisme yang disesatkan oleh MUI. Apakah anda tidak paham ayat ini:
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ(50)
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? Maidah.
blog ke tiga.
 

Jumat, Desember 28, 2012

Perjuangan Gus Dur Diteladani Semua Kalangan



Kudus, NU Online
Pada masa hidupnya, sikap kontroversial guru bangsa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memang mengundang rasa sinis beberapa kalangan. Namun sekarang, semuanya mengakui dan meneladani perjuangan Gus Dur.

Demikian yang dirasakan seniman lawak asal Kota Kudus Hidayat Marhaban dalam mengenang sosok presiden keempat Gus Dur.

Ditemui NU Online usai acara Haul Gus Dur di Kudus, Ahad (13/12) lalu, Marhaban sangat mengagumi sosok presiden keempat ini. Menurutnya, meski memiliki sikap Kontroversial tetapi Gus Dur sangat dihormati dan disegani.

“Kita sangat mengakui Gus Dur adalah tokoh yang tidak ada bandingannya. Banyak yang merasa gelo (menyesal) tidak sejalan dengan perjuangannya,” kata Marhaban.

Ia mengakui  dirinya selalu meneladani perjuangan Gus Dur terutama pluralisme. Dalam setiap kesempatan melawak, lanjut Marhaban, selalu mengedepankan nilai-nilai pluralism yang dikembangkan Gus Dur.

“Ajaran pluralism beliau tidak main-main,karena sangat berarti bagi bangsa ini. Saya sering meniru dengan manggung melawak di kegiatan-kegiatan agama non Islam,” tandas Marhaban.
Pelawak yang kondang lewat kelompok “Kretek Group” ini membenarkan pernyataan Gus Dur tentang islam tidak perlu dibela tetapi dihayati dan diamalkan. Menurut Marhaban, Islam sudah menjadi agama yang benar jadi tidak perlu dibela.

“Kalau dibela berarti Islam itu seakan memiliki kesalahan.Padahal telah menjadi agama yang benar dan rohmatal lil alamin," tambahnya.

Saat ditanya kapan mengenal cucu KH Hasyim Asy’ari ini, Marhaban  mengaku pada waktu Gus Dur menjadi ketua dewan kesenian Jakarta. (DKJ).

“Ketika saya di Jakarta , Saya pernah manggung satu paket dengan Gus dur yang masih sebagai ketua DKJ,” tuturnya.

Terkait pandangan Gus Dur terhadap kesenian, Marhaban menegaskan Gus dur memiliki prinsip kesenian adalah kedamaian. Barang siapa  yang melakukan aktifitas kesenian harus membawa kedamaian.

“Semangat kesenian dan kebudayaan belaiau sangat tinggi. Pokoknya tidak ada duanya tokoh sehebat Gus Dur,” kata Marhaban berapi-api.

Di akhir perbincangan, Marhaban berpesan generasi yang memiliki kebenaran  harus merapatkan barisan untuk merubah kesalahan yang terjadi dinegeri ini.

“Pandangan dan perjuangan Gus Dur harus ditularkan pada generasi sekarang. Karena kita sangat krisis kepemimpinan seperti sosok Gus Dur,” pungkas Marhaban.



Redaktur     : A.Khoirul Anam
Kontributor : Qomarul Adib
Komentarku ( Mahrus ali):
Di katakan dalam artikel tsb sbb: 
Ia mengakui  dirinya selalu meneladani perjuangan Gus Dur terutama pluralisme. Dalam setiap kesempatan melawak, lanjut Marhaban, selalu mengedepankan nilai-nilai pluralism yang dikembangkan Gus Dur.
Komentarku ( Mahrus ali): 
Pluralisme itu sudah di haramkan oleh MUI dan Bahsul masail NU. Ber arti gusdur ini adalah teladan dalam menegakkan keharaman bukan membasminya atau menegakkan kehalalan. Ini contoh sangat buruk bukan agak baik.  
Di katakan dalam artikel tsb sbb:
Pelawak yang kondang lewat kelompok “Kretek Group” ini membenarkan pernyataan Gus Dur tentang islam tidak perlu dibela tetapi dihayati dan diamalkan. Menurut Marhaban, Islam sudah menjadi agama yang benar jadi tidak perlu dibela.
Komentarku ( Mahrus ali): 
Islam tidak perlu dibela itu omong kosong bukan perkataan yang berbobot, ia penyimpangan dari ajaran al Quran menuju ajaran koran. Islam itu harus diperjuangkan, lihat ayatnya;
لَكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ وَأُولَئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung.[1]


[1]  Attaubah 88

Kamis, Desember 13, 2012

Gus Dur Presiden karena Tirakat Sang Ayah





akarta, NU Online
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) jadi presiden, semua orang telah mafhum. Gus Dur sudah mengetahui dirinya kelak akan jadi presiden, banyak orang yang sudah memberi testimoni. Tapi ternyata jika dirunut lebih ke belakang lagi, proses kepresiden Gus Dur ada di masa orang tuanya, KH Wahid Hasyim.

Salah satu tradisi warga NU, jika mempunyai cita-cita tinggi atau tekad yang kuat untuk mencapai sesuatu, selain melakukan usaha secara lahir, juga melakukan sejumlah riyadhoh atau upaya-upaya yang bersifat spiritual seperti puasa, sholat tahajjud, merutinkan bacaan ayat tertentu, membaca Dalail dan lainnya.

KH Hasib Wahab, pengasuh pesantren Tambak Beras Jombang, yang juga putra KH Wahab Hasbullah suatu ketika pernah mendapat cerita dari ayahnya bahwa KH Wahid Hasyim memiliki cita-cita besar menjadi pemimpin bangsa, entah menjadi presiden atau perdana menteri. Oleh seorang kiai sepuh, ia diminta melakukan sebuah tirakat, tetapi risikonya besar, jika gagal menjalaninya sampai akhir, bisa meninggal. Riyadhoh yang harus dijalani adalah melakukan puasa selama lima tahun penuh, di luar hari tasyrik atau hari-hari besar yang dilarang menjalankan puasa.

Oleh Kiai Wahid Hasyim, riyadhoh tersebut dijalaninya dengan baik. Setiap hari ia melakukan puasa, apapun kondisinya. Dalam buku biografinya, dikisahkan, Kiai Wahid sampai berpura-pura makan bersama tamu untuk menghormatinya. Puasa tersebut bisa dijalaninya selama 3 tahun 8 bulan ketika ia mengalami kecelakaan di Cimahi, Jawa Barat, 19 April 1953 pada umur 38 tahun.

Ia meninggal belum sempat menyelesaikan riyadhohnya atau mencapai cita-citanya tetapi yang berhasil mencapai adalah putra pertamanya, Abdurrahman Wahid yang kita kenal sebagai Gus Dur yang berhasil menjadi presiden ke-4 RI.

Dalam suatu kesempatan di istana ketika Gus Dur masih menjadi presiden, Gus Hasib pernah menahkikkan atau di cek ulang kebenaran cerita dari Mbah Wahab tersebut, Gus Dur mengiyakan.


Penulis: Mukafi Niam
Komentarku ( Mahrus ali): 
Di katakan dalam artikel tsb sbb:

Salah satu tradisi warga NU, jika mempunyai cita-cita tinggi atau tekad yang kuat untuk mencapai sesuatu, selain melakukan usaha secara lahir, juga melakukan sejumlah riyadhoh atau upaya-upaya yang bersifat spiritual seperti puasa, sholat tahajjud, merutinkan bacaan ayat tertentu, membaca Dalail dan lainnya.
Komentarku ( Mahrus ali):

Setahu saya, kitab Dalail adalah kitab syirik, bid`ah yang di larang beredar di Saudi arabia, dan diperbolehkan beredar di negara kufur ini, malah di anggap baik. , lihat contoh dari kitab dalail sbb:

الّلهُمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ تَفَتَّقَتْ مِنْ نُوْرِهِ اْلأَزْهَارُ ...الَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ اخْضَرَّتْ مِنْ بَقِيَّةِ وُضُوْئِهِ اْلأَشْجَارُ, الَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ فَاضَتْ مِنْ نُوْرِهِ جَمِيْعُ اْلأَنْوَارُ
Ya Allah ! Berilah rahmat dan salam kepada orang yang karena cahayanya bunga terbelah ( asalnya kuncup lalu dengan cahaya Muhammad bunga itu berkembang ) . Ya Allah berilah rahmat dan salam kepada orang yang sebab air wudlunya  pepohonan menghijau . Ya Allah ! Berilah rahmat dan salam kepada  orang yang beberapa cahaya bisa memancar karena cahayanya .
Perkataan pengarang :
مَنْ فَاضَتْ مِنْ نُوْرِهِ جَمِيْعُ اْلأَنْوَارُ
  orang yang beberapa cahaya bisa memancar karena cahayanya .
.إِنْسَانِ عَيْنِ اْلوُجُوْدِ, وَالسَّبَبِ فِي كُلِّ مَوْجُوْدٍ
Muhammad manusia hakikat wujud dan sebab bagi segala mahluk .

Komentar penulis buku :
Itulah kekeliruan yang telah di jumpai banyak kaum dahulu yang menyatakan bahwa bukan Allah sebagai sebab segala sesuatu ada di dunia dan akhirat, tapi Muhammad , ,. Ini sama dengan menjadikan Muhammad SAW sebagai sekutu Allah dan mengangkatnya sebagai Tuhan setelah Muhammad meninggal dunia dimana waktu hidupnya beliau masih menjadi hambaNya. dan bertentangan dengan ayat :
لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.

Juga dengan hadis sbb :
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Tiada Tuhan selain  Allah Yang  Maha Esa , tiada sekutu bagiNya . Dia memiliki kerajaan dan pujaan  , dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu . Tiada Tuhan selain  Allah Yang  Maha Esa  . Dia yang melaksanakan janjiNya  , membela  hambaNya  dan mencerai beraikan  musuh dengan sendiriNya . 

Dan masih banyak bukan sedikit kesyirikan yang tercantum dalam kitab dalail dan di kitab – kitab lain yang di jadikan rutinitas ahli bid`ah yang syirik, bukan ahlis sunnah yang bertauhid.

Di katakan dalam artikel tsb sbb:
KH Hasib Wahab, pengasuh pesantren Tambak Beras Jombang, yang juga putra KH Wahab Hasbullah suatu ketika pernah mendapat cerita dari ayahnya bahwa KH Wahid Hasyim memiliki cita-cita besar menjadi pemimpin bangsa, entah menjadi presiden atau perdana menteri. Oleh seorang kiai sepuh, ia diminta melakukan sebuah tirakat, tetapi risikonya besar, jika gagal menjalaninya sampai akhir, bisa meninggal. Riyadhoh yang harus dijalani adalah melakukan puasa selama lima tahun penuh, di luar hari tasyrik atau hari-hari besar yang dilarang menjalankan puasa.

Komentarku ( Mahrus ali): 
Menurut saya sungguh jelek cita - cita ingin menjadi perdana menteri atau presiden di negara kufur bukan negara Islam ini. Dia harus menginjak ajaran al Quran untuk menjunjung ajaran koran dan ajaran Nasionalis yang kufur di dahulukan untuk meng akhirkan ajaran Islam yang universal.
Secara realita, presiden yang pernah ada di Indonesia ini selalu menjunjung atau membela kekufuran baik PKI atau Kristen dan mengganyang Islam, sengaja atau tidak, dengan mendapat pesan sponsor dari Sofyet atau Amirika atau tidak.
  Ibadah yang di niati seperti itu menurut saya bid`ah yang hina bukan sunnah yang mulia, ajaran baru yang sesat bukan ajaran lama yang di jalankan oleh Nabi SAW dan sahabat yang membimbing kepada kebenaran bukan kepada kesalahan.
Ikutilah ayat di bawah ini dan singkirkan segala isme dan ajaran lainnya.
Allah berfirman :
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka  Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.[1]
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.[2]
أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ(16)
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan? Hud.


[1] Al Isra` 18
[2] Hud 15

Rabu, Desember 12, 2012

Mahfud MD: Penjatuhan Gus Dur Melanggar Hukum





Jayapura, NU Online
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengungkapkan, tuduhan bahwa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menerima dana dari Bulog dan Brunei sengaja diramaikan untuk menjatuhkan citra Presiden ke-4 RI ini. Berikut kronologi penurunan Gus Dur menurut Mahfud MD:

Dalam kasus yang selanjutnya disebut buloggate dan bruneigate tersebut, Gus Dur tak terlibat sama sekali. Dalam kasus buloggate, saat itu seseorang yang disebut sebagai tukang pijit Gus Dur, bernama Suwondo mengatasnamakan Gus Dur untuk kepentingan pribadi.

“Gus Dur itu orangnya egaliter. Siapapun yang ingin bertemu, diterimanya.  Termasuk tukang pijit pun diterimanya. Saat itu  Suwondo ingin bertemu Gus Dur dengan membawa Sapuan. Dalam pertemuan itu, Suwondo bicara soal Aceh, dan sebagainya. Gus Dur hanya bilang bahwa Aceh perlu dibantu. Tapi kemudian, paska pertemuan itu, Suwondo menemui Sapuan dan meminta uang sebesar Rp35 Miliar, dengan membawa nama Gus Dur,” ungkap Mahfud.

“Gus Dur tak tahu menahu soal itu. Itu kasus Suwondo yang menyalahgunakan nama Gus Dur,” tandas Mahfud dalam Konferensi Pers, usai mengisi seminar tentang Hukum di arena Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dirangkai dengan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jayapura, Papua, Rabu (12/12).

Sementara tentang Brunei, kata Mahfud, bermula dari keinginan Raja Brunei Darussalam, yang ingin memberi zakat kepada masyarakat Indonesia, melalui Aryo. “ Waktu itu kata Gus Dur, silahkan disalurkan, dan kemudian uang zakat itu disalurkan ke Aceh, dan lainnya. Jadi Gus Dur tak menerima uang tersebut,” ujarnya.

Peristiwa pemberian zakat tersebut, kata Mahfud terjadi tahun 1999, ketika  itu belum  ada Undang-Undang  Gratifikasi. Jadi Gus Dur langsung menyalurkannya tanpa melaporkan kepada negara. “ Saat itu dana tersebut langsung disalurkan. Jadi dua kasus hukum tersebut, tidak benar sama sekali. Tak terbukti sama sekali,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa jatuhnya Gus Dur, adalah murni kasus politik. Gus Dur  dianggap melanggar TAP MPR nomor 6 dan 7 tahun 1999, karena memberhentikan Suroyo Bimantoro dari jabatan Kapolri. “Tanggal 20 Kapolri diganti. Undangan sidang MPR untuk menghentikan Gus Dur bukan soal Bulog dan Brunei tapi karena Gus Dur menggantikan Kapolri tanpa persetujuan DPR/MPR,” ujarnya.

Karena undangan semacam itu, Gus Dur tak memenuhi undangan MPR dan mengeluarkan maklumat atau dekrit. “Tuduhan korupsi adalah tuduhan paling jahat. Gus Dur jatuh secara politik tak ada kasus hukum apapun di situ,” kata ahli hukum ini.

“Secara politik memang merupakan fakta yang tak terhindarkan. Sebagai fakta politik saya terima, tapi kalau secara hukum itu tak bisa. Bahkan penjatuhan Gus Dur menurut saya melanggar hukum, sebab menurut Tap MPR  disebutkan bahwa sidang umum MPR untuk menjatuhkan Presiden harus dihadiri oleh seluruh Fraksi. Saat itu PDKS dan PKB menyampaikan surat resmi untuk menolak sidang umum MPR tersebut,” paparnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Abdul Malik
Komentarku ( Mahrus ali): 
Suatu hal yang salah paham, bukan yang benar adalah anggapan menjadi presiden sebagai kemuliaan bukan kehinaan. Memang menurut kultur nasional begitu, menganggap mulia jabatan presiden di negara tahgutiyah atau negara yang tidak memeraktekkan hukum Al quran  tapi hukum positif negara tersebut.
Setahu saya menurut pemahaman al Quran bukan koran, jabatan tsb adalah jabatan Thaghut bukan jabatan kekasih Allah, boleh jadi jabatan  kekasih setan dan musuh Allah. . Kita di perintahkan untuk mendekat kepada kekasih Allah dan menjauhi Thaghut yaitu orang yang menginjak hukum Allah untuk menjunjung hukum positif. Kita pegangi saja ayat dibawah ini dan lepaskan isme dan ajaran lainnya. Allah berfirman:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ اُمَّةٍ رَسُوْلاً اَنِ اعْبُدُوْا اللهَ وَاجْتَنِبُوْا الطَّاغُوْتَ.
    Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan:  Sembahlah Allah sahaja dan jauhilah taghut.An-Nahl, 16:36.

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَى فَبَشِّرْ عِبَادِ(17)الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ
Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. Zumar 17-18

Senin, Desember 10, 2012

Gus Dur Dikerjain Habib





Sejak berada di Mesir, Habib Abu Bakar bin Hasan al-Atthas berteman baik dengan Gus Dur. Jarak dan rasa sungkan sudah lama putus di antara keduanya.

Suatu hari Gus Dur dan Habib menginap di sebuah hotel di Jawa Barat. Habib tahu, teman karibnya ini selalu minta dibayar tiap kali di hotel atau rumah makan. Kali ini, ia ingin menguji “kebakhilan” Gus Dur.

Saat tiba waktu check-out, Habib keluar kamar lebih dulu.

“Tolong nanti yang bayar penginap di kamar nomor ini. Namanya KH Abdurrahman Wahid,” ucap Habib kepada kasir hotel.

Dengan dituntun, Gus Dur ke arah pintu keluar sambil celingukan.

“Di mana habib itu?” sergahnya.

Sejenak kemudian, langkahnya tertahan.

“Maaf Pak Yai, urusan kamar Pak Yai sama Habib belum beres,” kata kasir hotel.

Cucu pendiri NU ini bingung, “Maksudnya?”

“Pembayarannya.”

“Waduh…” Gus Dur menepuk jidat. “Mana bawa uang aku. Ya udah utang dulu aja, ya,” tutur Gus Dur sembari menyodorkan KTP.

Di depan pintu hotel, Habib cekikikan dari dalam taxi yang sedang diam di pelataran. (Mahbib Khoiron)
Komentarku ( Mahrus ali):
Seorang mukmin harus murah hati, suka memberi, menyantun, bukan bahil, suka ingin di bantu, malah selalu minta bantuan. Baik Gus dur atau lainnya bila bahil jelas dan tidak samar lagi adalah tidak memiliki karakter seorang mukmin. Baik Gus dur atau lainnya bila dermawan akan disenangi Allah dan manusia. Allah berfirman:
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ(15)ءَاخِذِينَ مَا ءَاتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ(16)كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ(17)وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ(18) وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ(19)
Artinya :
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman syurga dan di mata air-mata air. Sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka, sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik, mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang-orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian (orang miskin yang tidak meminta).
(Q.S. Ad-Dzariyat 15-19)



Dan kliklah 4 shared mp3 jangan di panahnya.

Minggu, Desember 09, 2012

Gus Dur Dilecehkan Lagi, Warga NU Jabar Geram




Subang, NU Online
Setelah pelecehan terhadap almarhum KH Abdurrahman Wahid oleh Sutan Batoeghana, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat dianggap selesai, warga NU di Jawa Barat kembali dibuat geram dengan kasus pelecehan serupa.
Kali ini pelecehan malah dilakukan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama setempat. Seperti Batoegana, pelecehan terhadap Presiden RI ke-4 tersebut muncul di soal Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil Madrasah Aliyah pada hari Rabu, tanggal 5 Desember 2012 yang tertuang dalam pilihan ganda nomor 33 oleh Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (K2MA) Kanwil Kementrian Agama Jawa Barat.

Dalam soal tersebut terdapat pertanyaan yang menjerumuskan siswa, terkait sebab jatuhnya Gus Dur yang mengarah ke pilihan jawaban A, yakni kasus Bruneigate dan Buloggate.

Keluarga Besar NU di Kabupaten Subang Jawa Barat yang meliputi elemen Gerakan Pemuda Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Subang Jawa Barat geram serta mengecam Kanawil Jawa Barat.

Ketua GP Ansor Subang, Asep Alamsyah Heridinata mengatakan, pihaknya merasa dilecehkan dengan diterbitkannya soal UAS tersebut dan membuatnya sangat geram. Pasalnya, belum lama isu tersebut dilontarkan oleh salah seorang politisi Partai Demokrat, kejadian serupa muncul lagi.

“Kami merasa dilecehkan dengan kejadian ini. Betapa tidak, setelah kemarin dilakukan oleh sutan batugana, dan sekarang dilakukan oleh kanwil jabar yang notabene kanwil jabar harus menyeksi terlebih dahulu. Ini ada motif apa?” katanya kepada NU Online di Subang, Senin (10/12).

Ketua Ikatan Pelajar NU Kabupaten Subang, Ahmad mengaku miris dengan kejadian ini. “Saya sangat prihatin. Ini merupakan distorsi dan pembelokan sejarah. Apalagi ini dikonsumsi langsung oleh pelajar,” katanya.



Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Ade Mahmudin
Komentar(3 komentar)
Senin, 10/12/2012 09:55
Nama: ahmad nashir
astaghfirulloha
orang baik seperti beliau Gus Dur pasti banyak setan yang ingin menjelekkannya
Senin, 10/12/2012 09:19
Nama: memedi
tindak lanjuti
Sebagai warga NU,sangat mengharap anak muda NU seperti Ansor,PMII,IPNU dll gerak cepat untuk nindak lanjuti kasus ini dengan gruduk KANWIL DEPAG Jabar,karna ini tidak kalah bahayanya dibanding Batughana ,jangan tunda lagi sebelum semakin meluas,semoga mereka yang punya niatan tidak baik kepada
NU segera sadar.
Senin, 10/12/2012 09:01
Nama: didikhp
Usut Tuntas
Usut tuntas kasus ini, jangan biarkan terulang lagi. Cari dalangnya!!! seret ke meja hijau... Hidup Gus Dur!!

Komentarku ( Mahrus ali): 
Kalau benar jatuhnya  Gus dur itu bukan karena Bruneigate dan Buloggate , maka layak sekali orang NU marah tidak boleh diam, karena ini adalah pelecehan yang tidak dibenarkan tapi sangat di salahkan. Ingatlah firman Allah:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.[1]

Mengapa kaum muslimin lainnya tidak marah, diam saja? Ini tanda tanya yang perlu di jawab.
Dan kliklah 4 shared mp3 jangan di panahnya.


[1] Attaubat 71

Minggu, Desember 02, 2012

Mengapa Membela Gus Dur?





Habib Muhsin Alatas, seperti yang saya baca dalam Kongkow Gus Dur, menyatakan bahwa Bathugana tidak perlu meminta maaf sekaligus menarik ucapannya. Beliau juga mengatakan bahwa warga NU juga tak perlu membela Gus Dur dan siapa yang membela beliau termasuk jenis fanatisme buta. Adapun alasan habib tersebut bahwa Gus Dur bukan waliyullah, sebaliknya beliau menyatakan bahwa Gus Dur wali setan.
 
Di sini perlu saya klarifikasi pendangan Habib Muhsin agar ke depan beliau tidak salah mengindetifikasi kembali perihal dukungan dan pembelaan warga NU kepada Gus Gur.

Pertama, saya ingin menggunakan prinsip umum bahwa termasuk kemerdekaan asasi manusia adalah mencintai, mengagumi, bahkan mengikuti seseorang yang dianggap cocok dengan dirinya. Siapa cocok dengan siapa itu hak asasi. Orang NU cocok dengan Gus Gur itu hak asasi. Habib Muhsin cocok dengan FPI itu juga hak asasi. Orang NU gak perlu menarik-narik Habib Muhsin untuk mencintai Gus Gur layaknya mereka. Begitu pula sebaliknya. Bathugana lebih memilih Demokrat ketimbang PKS itu juga hak asasi. Disinilah pentingnya mengapa menghargai pilihan orang lain untuk mengambil figur. Pendek kata "almar'u ma'a man ahabba", orang itu bersama yang dicintainya.

Kedua, perlu juga saya klarifikasi bahwa orang NU mendukung Gus Gur karena beliau waliyullah!!! Kelihatannya Habib Mushin juga seperti kelompok lain yang sering menggunakan jargon "wali" untuk memperolok-olok warga NU yang fanatik terhadap Gus Dur. Begini Habib Muhsin ya... bahwa urusan beliau wali or not sama tidak pentingnya apakah tahun depan pemerintah memberi gelar pahlawan pada Gus Gur apa tidak!! Mengapa karena jelas kewaliyan hanya Allah yang tahu. Bila sebagian warga NU menganggap beliau wali bukan berarti kewajiban orang lain untuk mengakui. Saya pikir Habib Muhsin rileks saja. Analoginya sederhana, meski menurut sebagian orang Syekh Abdul Qadir itu wali yang riwayatnya mutawatir tapi tidak harus orang yang tidak sepakat itu ikut-ikutan mengamini. Biarkan hal itu menjadi khazanah orangNU, itu tidak musyrik.

Adapun alasan mengapa warga NU getol membela Gus Dur? Karena selama hidup beliau banyak memberikan sumbangsih kepada NU dan warganya. Di sini saya pikir almost all of NU persons sepakat. Kalau Habib berpikiran lain mungkin saja sumbangsih beliau masih debateble untuk negara, sampai disini I don't care, mau negara mengakui atau tidak nggak penting buat warga NU. Apa yang dilakukan warga NU adalah bentuk balas budi atas apa yang Gus Dur berikan pada warga NU. Semestinya habib Mushin bisa mengambil pelajaran bagaimana hidup ini nantinya adalah manis karena meski telah wafat orang lain masih mengenang dan membalas jasa-jasanya. Habib silahkan berkiprah untuk FPI dan beramallah untuk mereka.

Untuk mempermudah saya coba gambarkan mengapa Buya Hamka diabadikan menjadi nama universitas Muhammadiyah? Memang tidak ada lagi tokoh selain beliau?? KH Azhar Basyir, KH AR fahrudin, KH Mas Mansur, masih banyak lagi tokoh brilian yang dimiliki Muhammadiyah. Mengapa bukan mereka yang notabene orang jawa, justru Buya Hamka yang Sumatera!! Ini semua adalah pilihan prerogatif warga Muhammadiyah. Kita tidak bisa memaksa mereka, dan ini bukan bagian dari fanatisme Buya Hamka.

Ketiga alasan mengapa Gus Dur dibela karena beliau berhasil mengangkat martabat warga NU ke kancah yang lebih terhormat. Selama hidup Gus Dur mendedikasikan dirinya untuk kebaikan NU dan warganya. beliau berhasil menggugah orang-orang NU dari ketertinggalan mereka selama ini. Bila dulu orang malu menyebut dirinya orang NU sekarang justru ramai-ramai ngaku kalo orang NU. NU tidak lagi didominasi para kiai melainkan kalangan akademisi cendekiawan, profesional, pelaku bisnis, budayawan, pemikir strategis. Ini merupakan sumbangsih terbesar Gus Gur. Beliau bukan saja tak alergi dengan mereka, justru mendorong untuk berkiprah sebesar-besarnya buat kebaikan NU.

Dan yang terakhir bahwa beliau mau menempatkan dirinya sebagai bagian dari jiwa dan raga warga NU. Maka tidak heran kecintaan mereka juga sebanding, meski Gus Gur tak lagi bersama mereka. Bahkan dari kalangan anak muda NU mereka bertekad melestarikan pemikiran beliau.

Demikian beberapa alasan mengapa warga NU begitu fanatik membela pemikiran dan nama baik beliau. Semoga kesempatan ini dapat menjernihkan pikiran Habib Muhsin maupun yang lain hingga ke depan tiada lagi mispersepsi terhadap Gus Dur dan warga NU. Salam buat semua...

Mohammad Yahya
Alumnus Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogjakarta, tinggal di Jakarta

Komentarku ( Mahrus ali): 
Bela seseorang jangan dari segi sudut pandang golongan, tapi pandanglah dari segi Islam. Otomatis landasannya adalah al Quran.  Fanatisme golongan bukan ajaran Allah tapi ajaran setan. Bila mati karena bela golongan akan mati sangit bukan mati sahid. Ingat ayat ini:
وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَلاَ تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ(31)مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ(32)
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.  Surat Rum 31-32
Salut untuk Habib Muhsin