Rabu, Januari 11, 2017

Kajian terhadap pernyataan Ibn Taimiyah


Kajian terhadap pernyataan Ibn Taimiyah sbb:
" مجموع الفتاوى " ( 24 / 375 ) .

قال رحمه الله :

السبب الثامن : ما يحصل في القبر من الفتنة والضغطة والروعة ، فإن هذا مما يكفّر به الخطايا . " مجموع الفتاوى " ( 7 / 500 ) .

وقال شيخ الإسلام ابن تيمية أيضا في " منهاج السنَّة " ( 6 / 238 ) أن مما يكفِّر السيئات : ما يُبتلى به المؤمن في قبره من الضغطة ، وفتنة الملَكين . والله تعالى أعلم .


Sesungguhnya  termasuk hal yg bisa bikin terhapus kejelekan adalah seorang mukmin di kuburannya teruji dg  tekanan bumi, fitnah dua malaikat ( yg bertanya pdnya ) , wallohu a`lam.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Itulah kalimat yg di tulis  oleh Syaikhul Islam Ibn Taimiyah bahwa seorang mukmin jg di siksa dikuburannya  semisal mendapat tekanan bumi di sekitarnya. Jd menurut beliau , ahli kubur yg menderita itu bukan sj kafir tp mukmin. Pd hal menurut ayat  51 – 53 yasin itu orang kafir bilang : Aduhai siapa yg bangunkan dari tempat tidurkami “.
Jls dan tdk samar lg bahwa orang kafir dikuburanpun tidur, apalagi mukmin.
Bila kita percaya kpd pernyataan syaikhul Islam itu, kita bisa kufur pd ayat  51 -53 yasin.
Mayat bukan orang hidup sbgmn ayat :

أَمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
( 21 )   (Berhala-berhala itu atau mayat  - mayat  yg di mintai ) mati tidak hidup, dan mereka  tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.
Di bikin kuburan yg sempit atau dihiasi dg hiasan yg baik spt istana raja Sulaiman, mk  tdk ada manfaat bgnya. Sbb dia mayat bukan orang yg hidup. Dia terhimpit tanah atau tanahnya melebar ttp tdk merasakan sbb dia adalah mayat.
Fakta yg tdk bisa di bantah adalah Firaun yg kafir yg mengaku Tuhan  , tdk terhimpit tanah dan tdk mendapat siksaan  fisik.
Bila disiksa fisiknya , mk mn buktinya. Mayat dia ttp utuh dan tdk pernah dibangunkan.
قال السيوطي رحمه الله في حاشيته على النسائي (4/103) :
" قَالَ النَّسَفِيَّ : الْمُؤْمِن الْمُطِيع لَا يَكُون لَهُ عَذَاب الْقَبْر وَيَكُون لَهُ ضَغْطَة الْقَبْر " انتهى .
Imam Suyuthi rahimahulah dlm kitab hasyiyahnya alan nasa`I menyatakan: An Nasafi berkata : Mukmin yg taat tdk akan ada siksa kuburnya kcl tekanan bumi.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Mukmin yg taat , komit pd ajarannya masih mendapat  tekanan bumi pdnya. Apalag yg tdk taat.

Kita buktikan sj mayat dikamar musium  yg tdk dikubur , kpn mendapat siksaan tekanan bumi.
Mayat itu mayat, tdk merasa di himpit bumi  atau dimakan ulat. Sbb ia adalah mayat  bukan orang yg hidup. Kita percaya  sj pd ayat :
( 15 )   Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.
( 16 )   Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat. Al Mukminun .
Jd mayat dikuburan adalah mayat dan kelak di hari kebangkita akan di bangkitkan.
Hari kebangkitan bukan dikuburan tp nanti di hari kiamat.
Ada hadis :

عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( إِنَّ لِلْقَبْرِ ضَغْطَةً وَلَوْ كَانَ أَحَدٌ نَاجِيًا مِنْهَا نَجَا مِنْهَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ ) صححه الألباني في "الصحيحة" (1695)

Dari  Aisyah ra  berkata: Sesungguhnya kuburan itu punya tekanan. Bila seseorang selamat dr pdnya , maka Saad bin Muadz  yg bisa selamat.
Hadis  sahih menurut al  al bani dlm kitab  as sahihah  1695.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Sanadnya sbb:

(1)        رواه أحمد 6/ 55، قال الهيثمي 3/ 46: رواه أحمد عن نافع عن عائشة، عن نافع عن إنسان عن عائشة أو كلا الطريقين رجالها رجال الصحيح، وصححه الألباني في صحيح الجامع (2180).
(2)        ذيل القول المسدد (ص: 81)
(3)        وَهَذِه الرِّوَايَة تدل عَلَى أَن نَافِعًا لم يسمعهُ من عَائِشَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْها
Intinya : Nafi` mendengar dari Aisyah, ada yg menyatakan Nafi` mendengar  hadis dari orang lain   dari Aisyah.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
 Jadi Nafi` mendengar dari orang – entah siapa , lalu dr Aisyah.
Dari segi  sanad sahih, maksudnya tdk ada perawi pendusta, jarh pd perawi tdk ada. Ada kemungkinan Nafi langsung mendengar dari Aisyah karena dia adalah murid Aisyah ra jg.
Tp ada tafarrud dlm sanad ini liht sanad sebenarnya sbb:
المسند الجامع (19/ 551)
أخرجه أحمد 6/55 قال: حدثنا يحيى (ح) وابن جعفر. وفي 6/98 قال: حدثنا محمد بن جعفر.
كلاهما (يحيى بن سعيد، ومحمد بن جعفر) عن شُعبة. قال: حدثنا سَعْد بن إبراهيم، عن نافع، عن انسان، فذكره.
Intinya hadis itu hanya dari Syu`bah – perawi Mesir atau Basrah bukan perawi Madinah .Liht identitasnya :

  ــ  شعبة بن الحجاج بن الورد العتكى مولاهم الأزدى ، أبو بسطام الواسطى ثم البصرى ، مولى عبدة بن الأغر مولى يزيد بن المهلب

ـ

المولد  :
الطبقة : 7  : من كبار أتباع التابعين
الوفاة : 160 هـ بـ البصرة
روى له : خ م د ت س ق
مرتبته عند ابن حجر : ثقة حافظ متقن ، كان الثورى يقول : هو أمير المؤمنين فى الحديث
مرتبته عند الذهبـي : أمير المؤمنين فى الحديث ، ثبت حجة و يخطىء فى الأسماء قليلا
mausuah ruwatil hadis  2790
Pd thn 150 th setelah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   wafat , orang yg phm hadis itu hanya Syu`bah dr Mesir itu, bukan orang lain. Dan ini termasuk tafarrud. Bila tdk , mk tunjukkan perawi selain dia yg meriwayatkannya. Tiada perawi yg meriwayatkannya kcl Syubah  ini dlm kitab manapun dan ini tanda kelemahan. Saat itu dikatakan sbg hadis nyeleneh dan munkar.
Dikatakan nyeleneh pd saat  150 th hijriyan, karena tdk ada yg menyatakan spt itu kcl Syu`bah. Dikatakan munkar , karena tdk umum dan tdk tersebar. Sbb  hanya satu orang yg meriwayatkan dr luar Madinah bukan dr penduduk Medinah.

Cacat dr segi  redaksi  karena menyalahi ayat 51 – 53 yasin yg menyatakan mayat tidur . Bila di himpit bumi , tertekan olehnya  mk mana mungkin bisa tidur. Anehnya scr faktual Firaun tdk merasakan hal itu.

Kembali kpd pernyataan Ibn Taimiyah :
وقال شيخ الإسلام ابن تيمية أيضا في " منهاج السنَّة " ( 6 / 238 ) أن مما يكفِّر السيئات : ما يُبتلى به المؤمن في قبره من الضغطة ، وفتنة الملَكين . والله تعالى أعلم .


Sesungguhnya  termasuk hal yg bisa bikin terhapus kejelekan adalah seorang mukmin di kuburannya teruji dg  tekanan bumi, fitnah dua malaikat ( yg bertanya pdnya ) , wallohu a`lam.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Masalah pertanyaan dua malaikat sdh di bhs dlm makalah lalu . Ini jawaban sy yg lalu :
Cacat yg lain  adalah pertanyaan kubur yg jelas tdk ada. Ini jawaban sy yg lalu sbb:
Bila mayat ditanya , mk roh hrs dikembalikan ke tubuhnya. Mayat hrs  hidup dikuburan agar bisa menjawab.
Bila roh tdk dikembalikan ke tubuh, mk mayat tdk bisa menjawab.
Bila mayat hidup dikuburan, mk dia mengalami hidup tiga kali  - yaitu hidup didunia, hidup dikuburan dan hidup setelah hari kebangkitan . jd dia mengalami  hidup tiga kali  . Dan ini akan menyalahi ayat :
قَالُوا رَبنَا أمتنَا اثْنَتَيْنِ وأحييتنا اثْنَتَيْنِasa
 11 )   Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula). Ghafir 11.
Hidup  itu hanya dua kali, bukan tiga kali atau lebih.  Hidup  didunia  dan kelak  ketika  dibangkitkan akan masuk surga atau Neraka. Jadi bila  di kuburan  manusia dihidupkan untuk di tanya mk  hidupnya  tiga kali  dan ini nyalahi ayat itu.
أَمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
( 21 )   (Berhala-berhala itu atau mayat  - mayat  yg di mintai ) mati tidak hidup, dan mereka  tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.
Boleh di artikan dan mayat – mayat yg dimintai  tdk mengerti kapan di bangkitkan.
Dlm ayat  16 al mukminun itu diterangkan dg gamblang bahwa  pd hari kiamat mayat  di bangkitkan, rohnya  di kembalikan, bukan dikuburan.

Mayat tdk ngerti kpn mereka dibangkitkan. Trs kpn Firaun atau mayat di musiun pernah dibangkitkan.

Kita besok akan bhs hadis ini:
٥٨٩٩ - حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ أَبِي مُطِيعٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ خَالَتِهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْغِنَى وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

. Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Salam bin Abu Muthi' dari Hisyam dari Ayahnya dari Bibinya bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasa meminta perlindungan dengan (membaca): "ALLAHUMMA INNI A'UUDZUBIKA MIN FITNATIN NAAR WAMIN 'ADZAABIN NAAR WA A'UUDZUBIKA MIN FITNATIL QABRI WA A'UUDZUBIKA MIN 'ADZAABIL QABRI WA A'UUDZUBIKA MIN FITNATIL GHANIY WA A'UUDZUBIKA MIN FITNATIL FAQRI WA A'UUDZUBIKA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAL (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka dan siksa neraka, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kubur dan siksa kubur, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kekayaan dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kefakiran dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal)."(HR.al-Bukhari,5899)

Grup pengajianku  di WA yg baru
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah, penuh persaudaraan .
Mau ikut , hub 08813270751
082225929198
0 857-8715-4455
0812-4194-6733


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan