Rabu, Januari 26, 2011

Malaikat Malik

Malaikat Malik .

Abu Ubaidah berkata :
4. Malik
Dia adalah penjaga neraka. Allah Ta’ala berfirman,

وَنَادَوْا يَاَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ(77)
“Mereka berseru, ‘Hai Malik, biarlah Rabb-mu membunuh kami saja’. Dia menjawab, ‘Kamu akan tetap tinggal (di Neraka ini)’. Sesungguhnya Kami telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan diantara kamu benci kepada kebenaran itu” (QS. Az Zukruf : 77-78)
Komentarku (Mahrus Ali ) :

Ayat tsb menyatakan bahwa malaikat Malik ada , nama tersebut juga telah di cantumkan dalam al quran sebagai penjaga Neraka . Dan ini sudah final tidak bisa di kritisi lagi .

Ada lagi ayat sbb :
وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ ءَامَنُوا إِيمَانًا وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا كَذَلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ(31)
Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu'min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.[1]

Malaikat Penjaga Neraka ?

by H. M. Nur Abdurahman  
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
 Malaikat Penjaga Neraka ?


Dalam http://old.nabble.com
Sehubungan dengan Seri 837, saya mendapat pula pertanyaan/sanggahan dari Abd Kadir sang muallaf, demikian sanggahannya: "Saya baca dalam ayat 31 S. Al-Muddatstsir, yang artinya: Dan tiada kami jadikan Penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir. Jadi angka 19 itu adalah jumlah malaikat Penjaga Neraka."

Baiklah saya akan coba menjawabnya (sekali lagi saya minta maaf kepada para pembaca, karena substansi ini sangat spesifik).  Pada suatu waktu Al-Walid ibn Al-Mughirah datang kepada Nabi Muhammad SAW, maka Nabipun membaca beberapa ayat Al-Quran. Rupanya bunyi atau isi ayat itu dapat menguasai pikiran Al Walid. Ketika Abu Jahl mendapat kabar bahwa Al Walid mulai terpengaruh, segera ia menemui Al-Walid. Provokator Abu Jahl mengejek-ejek Al-Walid untuk membangkitkan jiwa angkuh Al-Walid. Mendengar ejekan itu Al-Walidpun berkata: 'Orang Quraisykan tahu bahwa tak seorang juga di antara kaum (orang Quraisy) ini yang lebih pandai dari aku tentang syair, nyanyi ataupun kalimat jampi-jampi." Kata Abu Jahl pula: "Kaummu tidak akan senang, kalau engkau tidak membuat satu kata ejekan tentang Muhammad itu." Sehabis berpikir Al-Walid berkata: "Yang dikatakan Muhammad itu tak lain dari sihir yang diterimanya dari orang lain. Itu tidak lain hanya ucapan manusia belaka." Tak lama kemudian, Allah menurunkan paket ayat (11 s/d 30) dalam surah al Muddatstsir."
 
Dari Asbabun Nuzul (latar belakang turunnya ayat) tersebut dapatlah kita simpulkan bahwa kalimat topik dalam paket ayat (11 s/d 30) adalah ayat (24) dan (25), yang artinya: "Lalu dia berkata: Ini tidak lain dari sihir yang dipelajari. Ini tidak lain dari perkataan basyar."

Kata basyar ini tidak diterjemahkan, sebab kita akan mengungkapkan ma'nanya dengan cara mempergunakan Al-Quran sebagai kamus (prinsip ayat menjelaskan ayat). Adapun ayat-ayat yang mengandung kata basyar dalam Al-Quran adalah seperti berikut:
 
-1-(3:47).-2-(3:79).-3-(5:18).-4-(6:91).-5-(11:27).-6-(12:31).-7-(14:10).-8-(14:11).-9-(15:28).-10-(15:33).-11-(16:103).-12-(17:93).-13-(18:110).-15-(19:17).-16-(19:20).-17-(19:26).-18-(21:3).-19-(21:34).-20-(23:24).-21-(23:33).-22-(23:34).-23-(23:47).-24-(25:54).-25-(26:186)-27-(30:20).-28-(38:71).-30-(41:6).-31-(42:51).-32-(54:24).-33-(64:6).-34-(74:25).-35-(74:29).-36-(74:31).-37-(74:36).
 
Dari ke-37 ayat yang mengandung kata basyar, 4 di antaranya dalam surah al Muddatstsir. Dari hasil observasi jelaslah bahwa menurut pengertian yang diberikan oleh Al-Quran sendiri yang digunakan sebagai kamus, kata basyar berarti makhluk manusia yang berdarah daging yang makan dan minum, berkembang biak, mempunyai keturunan dan berkeluarga yang masih hidup di atas muka bumi ini.  

Mari kita fokuskan kepada ayat-ayat ini, yang artinya:
(26)Aku akan  memasukkannya ke dalam Saqar. (27)Tahukah  kamu apakah Saqar itu. (28)Tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (29)Sengatan bagi basyar.  (30)Padanya sembilan belas.
Karena basyar adalam manusia yang msih hidup di atas bumi ini, maka hanya orang mati saja yang akan dimasukkan Allah ke dalam neraka Saqar, sehingga 'alayha (padanya) dalam ayat (30) tidaklah menunjuk neraka Saqar.

Maka pertanyaan yang timbul adalah: sengatan bagi basyar itu berupa apa? Perhatikanlah Firman Allah, yang artinya:  Sesungguhnya telah Kami turunkan Al-Dzikr (Al-Quran) dan seungguhnya Kami memeliharanya (S. AlHiJr, 15:9). Cara Allah memelihara Al-Quran salah satunya ialah: 'Alayhaa Tis'ata 'Asyar, Padanya sembilan belas. Allah SWT memberikan kepada kita alat kontrol berupa sistem keterkaitan matematis angka 19, disingkat dengan "sistem-kontrol angka 19". Yang dikontrol adalah jumlah bilangan dalam Surah, ayat, bahkan huruf. Jadi sengatan bagi basyar bermakna siapa saja basyar yang mencoba untuk mengatakan bahwa Al-Quran itu karangan manusia seperti ucapan Al-Walid ibn Al-Mughirah yang menjadi topik paket ayat (11 s/d 30), yaitu ayat (24,25), atau mengganggu kemurnian Al-Quran, maka kepadanya diberi sengatan dengan "sistem-kontrol angka 19", 'Alayhaa Tis'ata 'Asyar.
 
Yang ditunjuk oleh ha (=nya) dalam 'Alayha Tis'ata 'Asyar adalah muannats (gender perempuan), sehingga semua kitab-kitab tafsir mengatakan bahwa yang ditunjuk itu adalah neraka dan angka 19 adalah jumlah malaikat penjaga neraka, yaitu dikaitkan pada ayat (31) seperti yang dikemukakan Abd. Kadir di atas itu.
 
Ada lima keberatan mengenai ayat (30) dikaitkan dengan ayat (31), yaitu:

Pertama, ayat (11 s/d 30) merupakan satu paket, artinya tatkala paket ayat tsb baru diturunkan, belum ada ayat (31), jadi bagaimana bisa ha (nya) dalam ayat (30) menunjuk kepada ayat (31)

Kedua, neraka dalam ayat (31) menunjuk kepada neraka pada umumnya, sedangkan ayat (26) hanya menunjuk kepada neraka yang khusus yaitu Saqar.

Ketiga, angka 19 tidak menunjuk substansi tertentu, 19 adalah murni bilangan.

Keempat, setelah mengadakan pelacakan makna kata basyar dengan Al Quran yang dijadikan kamus, kata basyar jelas-jelas berarti ciptaan Allah yang masih hidup di atas muka bumi ini. Hanya manusia celaka yang sudah mati saja yang akan menghuni neraka Saqar. Jadi basyar tidak disengat oleh neraka Saqar, maka dhamir ha (kata ganti nya) tidaklah menunjuk neraka Saqar dalam ayat (26). Sehingga ha menunjuk pada ayat sebelumnya, yaitu ayat (24) dan (25) yang berupa kalimat topik dalam paket ayat (11 s/d 30),

Kelima, jika ayat 'Alayha Tis'ata 'Asyar, padanya sembilan belas, menunjuk pada neraka Saqar, maka tuduhan Al-Walid bahwa Al- Quran adalah sihir yang dipelajari dan itu adalah ucapan manusia, tidaklah terjawab sama sekali.

Keenam, maka ha dalam kata alayha menunjuk pada yang muannats (perempuan) dalam ayat (24,25) yaitu bagian Al-Quran, berupa: surah, dan bagian surah yaitu ayat, dan bagian ayat yaitu kalimat dan bagian kalimat yaitu kata dan bagian kata yaitu huruf.  Alhasil, angka 19 bukanlah jumlah malaikat Penjaga neraka. WaLlahu a'lamu bishshawab.

*** Makassar, 27 Juli 2008
    [H.Muh.Nur Abdurrahman]

Komentarku (Mahrus Ali ) :

Kisah anda tentang al wakid di nilai oleh Alwi bin  Abd Kadir al segaf sebagai hadis mursal lemah . Beliau  berkata :
 رَوَاهُ ابْنُ جَرِيْرٍ مِنْ مُرْسَلِ عِكْرِمَةَ.
Hadis tsb  di riwayatkan oleh Ibnu Jarir  dari mursal Ikrimah , Tafsir Thabari 29/156 , 347, 349 [2]
            Bahkan Imam Baihaqi juga menyatakan  hadis tsb mursal , lihat di kitab Dalail al nubuwah  2/ 75 . Ya kisah itu tidak terdapat dalam kutubut tis`ah . Dan  setahu saya hanya al Hakim yang mensahihkannya . Dan sudah terkenal  di kalangan  ahli hadis bahwa al halah figur yang mudah sekali mensahihkan hadis – hadis lemah .

Anda menyatakan lagi :
Sesungguhnya telah Kami turunkan Al-Dzikr (Al-Quran) dan seungguhnya Kami memeliharanya (S. AlHiJr, 15:9). Cara Allah memelihara Al-Quran salah satunya ialah: 'Alayhaa Tis'ata 'Asyar

Sebetulnya  setelah adanya komputer , apa yang anda katakan itu telah di tulis dalam suatu buku dengan  menerangkan bahwa huruf bismillah punya  19 hruf . dan angka  sembilan belas dalam ayat al Muddatsir itu  memiliki  banyak rahasia dan  bukan jumlah malaikat . Ada yang menyatakan sepertin itu , diantara keputusan rapat ulama besar saudi arabia .[3] Namun telah di bantah dengan keputusan sidang tokoh – tokoh ulama  Saudi yang menyatakan penelitian ayat alaiha tis`ata asyar dengan hitungan menggunakan komputer itu ternyata  banya kekeliruan dan di sana  di terangkan dengan jelas . Untuk disini  saya tidak menerangkannya karena kondisi tidak memungkinkan dan tugas saya disini bukan untuk menerangkannya .


Dalam http://id.answers.yahoo.com terdapat keterangan sbb :
SEBENARNYA MALAIKAT ITU BUANYAK TAPI YG WAJIB KITA KETAHUI CUMAN 10 DIANTARANYA
JIBRIL,MIKAIL, ISROFIL, IZROIL, MUNKAR, NANGKIR,ROKIT, ATIB, MALIK, RIDWAN SELAIN ITU TDK ADA YG MENGETAHUINYA
-         Malaikat penjaga neraka(anak buah malaikat Malik)-> malaikat Zabaniah yg berjumlah 19 sebanyak jumlah huruf dlm lafadz basmalah, sementara Nama2 mereka hanya Allah swt lah yg Maha Tahu.
- malaikat penjaga surga adalah Ridwan.
Sementara teman2nya, wallahu a'lam.
Ada satu lagi, yakni malaikat Syafaroh. Bertugas menurunkan rahmat bgi manusia yg dikehendaki oleh-Nya. ..
Trims,

Komentarku (Mahrus Ali ) :
Untuk malaikat Zabaniyah akan kita bahas sendiri .




Dalam http://id.wikipedia.org/ terdapat keterangan  sbb :
Maalik (ملك) dalam Bahasa Arab berarti 'orang yg empunya'; 'orang yg memiliki'; 'tuan'; 'raja'.
Sedangkan Allah memiliki julukan Maalik pula, tepatnya adalah:
  1. Al-Malik (المالك) - Raja segala Raja;
  2. Malik al-Jabar (مالك الجبر) - Raja Yang Mahakuasa;
  3. Malik al-Muluk (مالك الملك) - Penguasa segala Penguasa.

[sunting] Biografi

Terdapat 19 penjaga neraka jahanam yang pemimpinya adalah Malik. Sebagaimana firman Allah tentang Neraka Saqar

Tahukah kamu apa Saqor itu? Saqor itu tidak meninggalkan dan membiarkan. (Neraka Saqor) adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (Zabaniah). Dan tiada Kami jadikan penjaga Neraka itu melainkan malaikat. (Al-Muddassir [74]:27-30)

.
Malikat malik mematuhi segala perintah Allah seperti dalam firman-Nya tentang permintaan penghuni Neraka kepada Malaikat Malik

Mereka berseru, "Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab, "kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)." (Az-Zukhruf [43]:77)

.

Wujud Malik

Malaikat Malik mempunya tangan dan kaki yang bilangannya sama dengan jumlah ahli neraka. Setiap kaki dan tangan itu bisa berdiri dan duduk, serta dapat membelenggu dan merantai setiap orang yang dikehendakinya. Menurut kisah, karena Malik memiliki wujudnya yang sangat menyeramkan, ketika Malik melihat kearah Neraka maka sebagian api memakan api yang lain karena rasa takutnya kepada Malik.[1]
Dikatakan pula bahwa ketika Muhammad naik ke Sidrat al-Muntaha, ia bertemu dengan Malik yang kemudian menunjukkan pandangan sekilas tentang penderitaan di Neraka. Sejak saat itu pula Malaikat Malik tidak pernah tersenyum. Memiliki tubuh yang sangat besar, wajahnya menampakkan kemarahan, terlihat amat menakutkan, sangat kejam, tidak kenal kompromi, diantara kedua matanya terdapat pusat syaraf yang seandainya ia menatap bumi pasti orang-orang yang ada didalamnya mati tiada tersisa.[2]
Komentarku (Mahrus Ali ) :
Malaikat Malik mempunya tangan dan kaki yang bilangannya sama dengan jumlah ahli neraka. Setiap kaki dan tangan itu bisa berdiri dan duduk, serta dapat membelenggu dan merantai setiap orang yang dikehendakinya. Menurut kisah, karena Malik memiliki wujudnya yang sangat menyeramkan, ketika Malik melihat kearah Neraka maka sebagian api memakan api yang lain karena rasa takutnya kepada Malik.

Komentarku (Mahrus Ali ) :
Saya tidak mengetahui hadisnya tentang keterangan tsb . Dan sayang sekali Wikipedia memiliki keterangan yang tidak akurat begitu . 
Kurang jelas , bacalah buku mantan kiyai NU membedah tauhid terbitan laa tasyuk press atau dengarkan cd 
pengajianku .Jumlahnya  35 Cd dan anda akan  puas sekali
Ingat ! Berilah komentar dengan mengkelik slect profile , lalu pilih anonymous , lalu tulis namamu dlm kolom komentar , lalu tulis komentar apa yang anda inginkan dan pakailah bahasa yang baik jangan kotor .
 







[1] Al muddattsir 31
[2] Takhrij ahadis wa aatsar fii dhilal al  quran 1/354
[3] Abhats haiat kibar al ulama 7/116
Artikel Terkait

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat menambah pengetahuan dan tentunya menambah keimanan kepada allah swt. Obat Lidah Bengkak

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan