Sabtu, November 14, 2015

Jawabanku untuk Muhammad Syafii ke 3






Muhammad Syafii kalau antum masih ngotot ini saya kasih hujjah lagi:
Dari Aus bin Abdullah;"suatu hari dikota madinah mengalami kemarau panjang,lalu datanglah penduduk madinah ke Aisyah(janda rasulullah) mengadu tentang kesulitan tersebut,lalu aisyah berkata:
"lihatlah kubur nabi muhammad lalu bukalah sehingga tidak lagi atap yg menutupinya dan langit terlihat langsung" lantas mereka pun melakukan itu kemudian turunlah hujan lebat sehingga rumput-rumput tumbuh dan onta gemuk,maka disebutlah itu tahun gemuk (HR.IMAM DARIMI)

kitab musnad as-shahabah menjelaskan status atsar diatas sebagai berikut:"syeikh husein berkata"perawinya adalah orang-orang tsiqah"(MUSNAD AL-SHAHABAH,XIII/76)

coba,apa pendapat antum tentang riwayat diatas?


Komentarku ( Mahrus ali ):
 Asal hadisnya  sbb:
عَنْ أَبِى الْجَوْزَاءِ  أَ ْوسٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ : قُحِطَ أَهْلُ الْمَدِيْنَةِ قَحْطًا شَدِيْدًا فَشَكَوْا إِلىَ عَائِشَةَ فَقَالَتْ : اُنْظُرُوا قَبْرَ النَّبِيِّ فَاجْعَلُوا مِنْهُ كَوًّا إِلَى السَّمَاءِ حَتىَّ لاَ يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ السَّمَاءِ سَقْفٌ قَالَ : فَفَعَلوُا فَمُطِرُوا مَطَرًا حَتىَّ نَبَتَ اْلعُشْبُ وَسَمِنَتِ اْلإِبِلُ حَتىَّ تَفْتَقِطُ مِنَ السَّحْمِ فَسُمِّيَ عَامَ اْلفَتْقِ ( أَخْرَجَهُ اْلإِمَامُ الدَّارِمِى ج : 1 ص : 43)

Dari Aus bin Abdullah: "Sautu hari kota Madina mengalami kemarau panjang, lalu datanglah penduduk Madina ke Aisyah (janda Rasulullah s.a.w.) mengadu tentang kesulitan tersebut, lalu Aisyah berkata: "Lihatlah kubur Nabi Muhammad s.a.w. lalu bikinlah lobang  sehingga tidak ada lagi atap yang menutupinya dan langit terlihat langsung", maka merekapun melakukan itu kemudian turunlah hujan lebat sehingga rumput-rumput tumbuh dan onta pun gemuk, maka disebutlah itu tahun gemuk" (Riwayat Imam Darimi)

Sepengetahuan saya ,  saya jumpai hadis tsb hanya di sunan Darimi. Saya tidak mendapatkannya di sahih Bukhori , Sahih Muslim , Sunan Tirmidzi , Nasai , Ibnu Majah  , Abu Dawud  maupun Imam Ahmad atau al mustadrak .

Sanadnya sbb:
-         حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مَالِكٍ النُّكْرِىُّ حَدَّثَنَا أَبُو الْجَوْزَاءِ : أَوْسُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ

Sanadnya menurut darimi sbb:  Bercerita kepada kami Abun Nu`man , bercerita kepada kami  Sa`id bin Zaid , bercerita kepada kami  Amar bin Malik  Annukri , bercerita  kepada kami Abul Jauza` : Aus bin Abdillah berkata :





Hadis tsb menurut al bani  lemah.
Lihat disini:

ضعيف الإسناد موقوف الألباني التوسل 126

لا يصح الألباني أحكام الجنائز 335

إسناده ضعيف الألباني مشكاة المصابيح 5894

Ust. Abd rahman al faqih berkata:Hadis  tsb lemah karena tiga perkara.
هذا سند ضعيف لا تقوم به حجة لأمور ثلاثة:
أولها: أن سعيد بن زيد وهو أخو حماد بن زيد فيه ضعف.
 قال فيه الحافظ في "التقريب": صدوق له أوهام.
وقال الذهبي في "الميزان": (قال يحيى بن سعيد: ضعيف،
 وقال السعدي: ليس بحجة، يضعفون حديثه،
وقال النسائي وغيره: ليس بالقوي،
 وقال أحمد: ليس به بأس، كان يحيى بن سعيد لا يستمرئه).
، ولو صح لم تكن فيهr
Intinya: Perawi bernama  Said bin Zaid lemah menurut Ibnu Hajar, Dzahabi, Sa`di , Nasa`I .
Komentarku ( Mahrus ali ):

وَ قَالَ عَلِىٌّ ابْنُ الْمَدِيْنِى : سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ سَعِيْدٍ يُضَعِّفُ سَعِيْدَ بْنَ زَيْدٍ فِى الْحَدِيْثِ جِدًّا .
Ali bin Al madini berkata: Aku mendengar Yahya bin sa`id sangat melemahkan Sa`id bin zaid dalam hadis   

 وَ قَالَ ابْنُ حِبَّانَ : كَانَ صَدُوْقًا حَافِظًا مِمَّنْ كَانَ يُخْطِىءُ فِى اْلأَخْبَارِ وَ يَهِمُ حَتَّى لاَ يُحْتَجُّ بِهِ إِذَا انْفَرَدَ .

Ibnu Hibban berkata : Sa`id bin zaid suka berhkata benar , hafidzh , juga   sering keliru dalam menyampaikan hadis  hingga tidak bisa di buat hujjah bila sendirian .
وَ قَالَ الدَّارُقُطْنِى : ضَعِيْفٌ . اهـ .
Daroquthni bilang : Dia lemah [1]
Hadis tsb tidak menjelaskan tawassul dengan Rasulullah SAW , juga tiada doa di dalamnya . Ia menjelaskan  suruh buka  atap kuburan , lalu turunlah hujan . Kisah ini mirip dengan hurafat , sulit sekali di pahami . Dengan melobangi atap kuburan Rasulullah SAW lalu hujan turun ? Ber arti  kuburan Rasulullah SAW  yang ber atap itu membikin kenistaan atau kemarau panjang?

Abd rahman al faqih melanjutkan tulisannya lagi:

وثانيهما: أنه موقوف على عائشة وليس بمرفوع إلى النبي  حجة، لأنه يحتمل أن يكون من قبيل الآراء الاجتهادية لبعض الصحابة، مما يخطئون فيه ويصيبون، ولسنا ملزمين بالعمل بها.
Keduanya  hadis tsb adalah mauquf ( bukan Nabi shallahu alaihi wasallam yang  bersabda ) tapi Aisyah dan tidak bisa di buat hujjah. Sebab ia mungkin sekali termasuk ijtihad  sebagian sahabat  yang  mungkin  benar juga mungkin keliru dan kita tidak di wajibkan menjalankannya.


وثالثها: أن أبا النعمان هذا هو محمد بن الفضل، يعرف بعارم، وهو وإن كان ثقة فقد اختلط في آخر عمره.
Ketiga : Sesungguhnya Abu Nu`man  ini adalah Muhammad bin Al Fadhl terkenal  dengan nama Arim. Bila dia perawi terpercaya  maka  dia   kabur hapalannya ketika lansia.

وقد قال شيخ الإسلام ابن تيمية : (وما روي عن عائشة رضي الله عنها من فتح الكوة من قبره إلى السماء، لينزل المطر فليس بصحيح، ولا يثبت إسناده،
Sungguh Syaikhul Islam Ibn Taimiyah menyatakan : Kisah  yang  diriwayatkan dari Aisyah tentang atap kuburan yang di buka / dilobangi   agar hujan turun , tidak sahih, sanadnya  juga tidak valid.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Hadis  itu merusak akidah agar berdoa pada Allah ketika terjadi paceklik , dan ia mengajak pengagungan kuburan. Bila  sahih berakibat orang – orang akan membuka atap kuburan para wali ketika terjadi paceklik sebagai kiasan mereka. Saat ini  akidah  mereka bobrok, tidak berdiri atas tauhid yang  murni  tapi tauhid yang  palsu  dan syirik murni, Dari hadis lemah, orang akan terjerumus ke neraka dan tidak bisa masuk ke surga.
Sampai sekarang kuburan Rasulullah shallahu alaihi wasallam tidak di buka ketika terjadi paceklik yang  sangat.
Bersambung ……………



[1] Mausuatuh ruwatil hadis 2312
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan