Jumat, September 30, 2016

Mencuri telur

Mencuri telur  
الإلمام بأحاديث الأحكام (2/ 761)
(بَاب حد السّرقَة)
(1476) عَن أبي هُرَيْرَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْه قَالَ: قَالَ رَسُول الله [صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ] : " لعن الله السَّارِق، يسرق الْبَيْضَة فتقطع يَده، وَيسْرق الْحَبل فتُقطع يَده ".

Intinya : Semoga Allah melaknat orang yg mencuri baidhoh ( topi baja ) lalu tangannya di potong , dan mencuri tali ( yg harganya beberapa  dirham ) lalu tangannya di putus. Muttafaq alaih .

Baidhoh dlm hadis  tsb tidk di beri arti telor tapi topi baja.
صحيح البخاري (8/ 159)
 قَالَ الأَعْمَشُ: «كَانُوا يَرَوْنَ أَنَّهُ بَيْضُ الحَدِيدِ، وَالحَبْلُ كَانُوا يَرَوْنَ أَنَّهُ مِنْهَا مَا يَسْوَى دَرَاهِمَ»
Bukhari menambah dlm riwayatnya  Al a`masy berkata:: Mereka berpendapat maksudnya  adalah topi baja , dan tali maksudnya  yg harganya beberapa dirham .

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bukan tali yg harganya murah.
Bila di artikan telur, mk akan bertentangan dg hadis Aisyah sbb:
(1478) وعنها، عَن رَسُول الله [صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ] قَالَ: " لَا تقطع يَد السَّارِق إِلَّا فِي ربع دِينَار / فَصَاعِدا ".
Intinya : Tangan pencuri  tdk diputus  kecuali mencuri seper empat dinar  atau lebih. Muttafaq alaih.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Telur itu remeh sekali , mk pencurinya tdk dipotong karenanya. Karena itu sang perawi hadis  tsb bilang , makna  baidhoh adalah  topi baja.
Dengan demikian ,  mk kedua hadis yg muttafaq alaih itu tdk bertentangan dan bisa singkron.
Seandainya  di artikan telur, mk hadis tsb  masih tdk bisa di buat landasan untuk menghalalkan ayam dan telur.
Sebab, orang yg mencuri itu blm tentu untuk di makan. Boleh jadi untuk di tetaskan.
Hal itu spt orang yg mencuri burung blm tentu untuk dimkn, tapi boleh dipelihara dll.
Apalagi tuntunan mkn telur dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   tdk ada, mk para  sahabat tdk berani memakannya.
Bila ada, mk tunjukkan hadisnya.
Telur di era sahabat dibiarkan sj spt kucing yg hidup di tempat kita, tdk ada yg makan.


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan