Selasa, Desember 08, 2015

BEGINILAH AKHIRNYA KUBURAN KALAU SUDAH DI KAPUR APALAGI SUDAH DI BANGUN BANGUNAN MEGAH DAN LINDUNGI OLEH SEBAGIAN USTADZ, HABIYB DAN KIYAI.


Dimas Rianto

BEGINILAH AKHIRNYA KUBURAN KALAU SUDAH DI KAPUR APALAGI SUDAH DI BANGUN BANGUNAN MEGAH DAN LINDUNGI OLEH SEBAGIAN USTADZ, HABIYB DAN KIYAI.
Padahal Nabi kita Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam telah menutup segala pintu yang mengakibatkan kepada kemusyrikan serta memperingatkan dari padanya dengan peringatan yang sangat keras. Di antaranya adalah masalah kuburan. Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam telah menetapkan beberapa ketentuan untuk menjaga agar kuburan tidak disembah dan agar orang-orang tidak berlebihan terhadap mereka yang dikuburkan, di antara-nya adalah:
1. Bahwasanya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan agar kita tidak berlebihan terhadap para wali dan orang-orang shalih, sebab hal itu menyebabkan penyembahan kepada mereka. Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الْغُلُوُّ.
"Jauhilah oleh kalian sikap berlebih-lebihan, karena sesungguhnya sikap berlebihan itulah yang telah menghancurkan umat-umat sebelum kamu."
[HR. Imam Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas radiyallaahu ‘anhuma].

لاَ تُطْرُوْنِيْ كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُوْلُهُ.
"Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan dalam memuji (Isa) putra Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah, 'Abdullah wa Rasuluh (hamba Allah dan RasulNya)'."
[HR. al-Bukhari]

2. Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam melarang membangun bangunan di atas kuburan, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu al-Hayyaj al-Asadi, ia berkata, Ali bin Abi Thalib radiyallallaahu ‘anhu berkata kepadaku,
أَلاَ أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِيْ عَلَيْهِ رَسُوْلُ اللَّهِ أَنْ لاَ تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ، وَلاَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ.
"Ketahuilah sesungguhnya aku mengutusmu sebagaimana dulu Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wasallam mengutusku yaitu, jangan engkau tinggalkan patung-patung melainkan engkau hancurkan, tidak pula kuburan yang ditinggikan kecuali engkau ratakan (dengan tanah)."
HR. Muslim]

Beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam juga melarang mengapur dan mendirikan bangunan di atasnya. Dari jabir radiyallaahu ‘anhu, ia berkata,
نَهَى رَسُوْلُ اللَّهِ عَنْ تَجْصِيْصِ الْقَبْرِ، وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ، وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ بِنَاءٌ.
"Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya dan membangun bangunan di atasnya."
[HR. Muslim]

3. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam juga memperingatkan dari shalat di kuburan. Dari Aisyah radiyallaahu ‘anhaa, dia berkata, "Takkala Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam hendak diambil nyawanya, beliau pun segera menutup kain di atas mukanya, lalu beliau buka lagi kain di atas mukanya, lalu beliau buka lagi kain itu tatkala terasa menyesakkan nafas. Ketika beliau dalam keadaan demikian itulah, beliau bersabda,
لَعْنَةُ اللَّهِ عَلىَ الْيَهُوْدِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ.
"Semoga laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah."
[HR Bukhari dan Muslim]

Beliau memperingatkan agar dijauhi perbuatan mereka, dan seandainya bukan karena hal itu, niscaya kuburan beliau akan ditampakkan, hanya saja dikhawatirkan akan dijadikan sebagai tempat ibadah.
Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,
أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوْا يَتَّخِذُوْنَ قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ، أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوْا الْقُبُوْرَ مَسَاجِدَ، فَإِنِّيْ أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ.
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kamu telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah, janganlah kamu sekalian menjadikan kuburan sebagai tempat Ibadah, karena aku benar-benar melarang kamu dari perbuatan itu."
[HR. Muslim]

Banyak sekali dalil-dalil yang shahih lagi sharih(jelas) dalam permasalahan kuburan yang lansung di larang oleh Nabi kita Muhammad shalallahu 'alaihi wa salam, tetapi kenapa yang mengaku keturunan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa salam(Habiib) malah menyelihi Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa salam...?
Dan juga yang menyatakan dirinya ustadz dan kiyai juga ikut-ikutan menyelisihi Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa salam...?
Semoga ummat islam terhindari dari makar dan syubhat mereka.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan