Oleh: Maheer Ath-Thuwailibi
Sameeh.net - Syaikh Prof.DR.Muhammad Bin Abdillah Bin Abdirrahman
bin Malahi 'Al-Arifi Al-Jabiri Al-Khalidi, seorang Ulama muda Salafi,
berasal dari negeri Saudi, negeri Sunni terbesar di seluruh penjuru
bumi, yang sangat di takuti rezim-rezim Majusi, beliau meraih gelar
DOKTOR (S3) dengan nilai tertinggi, di Imam Muhammad Bin Sa'ud Of
University, dengan disertasi gemilang berjudul “Pendapat-pendapat
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang kelompok Shufi”.
Dialah Syaikh Muhammad Al-'Arifie...
☝��Seorang Ulama muda murid Syaikh Bin Baz, kurang lebih 10 tahun berguru langsung dengan Syaikh Bin Baz Rahimahullah.
☝ Seorang Haafizh Qur'an yang memiliki Sanad muttashil sampai ke Rasulullah dengan 7 qira'ah.
☝��Diantara gurunya adalah Syaikh Abdullah Al-Jibrin, Syaikh Abdul Karim
Al-Lahim, dan Syaikh Abdurrahman Nashir Al-Barrak -Rahimahumullahu
Hayyan wa mayyitan-
Media sosial ramai mengabarkan Acara Tabligh Akbar yang katanya akan
menghadirkan Syaikh DR.Muhammad Al-Arifi pada pertengahan bulan januari
2016 mendatang.
Tak ayal, hal itu membuat aliran sesat di indonesia bernama Syi'ah
Rafidhah lumayan sempoyongan. Dengan berbagai propaganda konyol yang
mereka lakukan demi membunuh karakter Syaikh DR.Muhammad Al-'Arifi,
diantaranya ialah menyebar fitnah bahwa Syaikh Al-'Arifi adalah anggota
ISIS. semua tingkah konyol itu mereka lakukan guna mencekal kedatangan
Syaikh Muhammad Al-'Arifi ke negeri ini.
Uniknya, tuduhan keji dan fitnah konyol yang mengenai pribadi Syaikh
Al-'Arifi bukan hanya datang dari orang-orang kafir dan sekte sesat
Syi'ah Rafidhah. Tetapi juga datang dari segelintir kerbau "bergamis"
yang di kenal di alam ilmiah dengan komunitas Jama'ah Tahdzir Wal
Hizbiyyah atau Sekte Mulukiyyah (gelar kehormatan untuk kelompok
neo-Murji'ah).
Di hinggapi penyakit hasad (dengki) yang cukup akut, kerbau-kerbau dungu
yang tidak sayang pada tanduknya ini membentuk opini busuk tentang
Syaikh Muhammad Al-'Arifi Hafizhahullah guna membunuh karakter beliau.
Diantara tuduhan mereka adalah:
⚡ PERTAMA: bahwa Syaikh Muhammad Al-'Arifi adalah seorang khawarij.
❗Tanggapan kami, Ulama menyebutkan bahwa diantara ciri pokok kesesatan Khawarij ialah:
(1). Mengkafirkan Ummat islam tanpa alasan yang bisa dibenarkan.
(2). Mereka keluar dari ikatan persaudaraan/kesatuan Ummat.
(3). Memerangi kepemimpinan Islam, setelah mengkafirkan lebih dulu.
(4). Mengkafirkan manusia karena dosa besar.
Pertanyaan kami,
* Kapan Syaikh Al-'Arifi mengkafirkan ummat islam ??
* Siapa ummat islam yang beliau kafirkan karena perbuatan dosa ??
* Dan pemimpin islam mana yang beliau berontak ??
Sekedar mengkritik penguasa atas kebijakan politik seorang penguasa yang
dianggap zhalim dan merugikan ummat, tidak bisa serta merta di anggap
khawarij. Itulah manhaj MULUKIYYAH. mudah sekali menuduh seorang muslim
dan ulama yang tidak sekelompok dengannya dengan tuduhan "khawarij".
Tapi saat mereka di tuduh Murji'ah, langsung menolak dan teriak-teriak
seperti orang kesurupan jin ifrit.
Jika sikap Syaikh Al-'Arifi yang mengkritik Raja Saudi (sebelum di
pimpin raja Salman) anda anggap "khawarij" dan bathil, lantas bagaimana
dengan sikap Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang mengkritik Raja
Saudi di thn 1990'an saat terjadi kasus teluk di mana Saudi meminta
bantuan kepada Negara kafir Amerika berupa kekuatan militer guna
mengantisipasi serangan Iraq pimpinan Saddam Husein Al-Komunis..!!???
Syaikh Al-Albani Rahimahullah mengecam keras kebijakan politik raja
Saudi waktu itu. Meskipun di setujui oleh Syaikh Bin Baz, namun Syaikh
Al-Albani menyelisihi Syaikh Bin Baz dalam hal ini. Beranikah anda wahai
kerbau-kerbau dungu mengatakan bahwa Syaikh Al-Albani adalah
"khawarij"??
Syaikh Al-'Arifi dan para pengikutnya yang sungguh-sungguh
memperjuangkan Syariat, membela Ummat, melakukan amar makruf nahi
munkar, menentang penguasa zhalim (sekuler); bukanlah Khawarij. Justru
mereka bisa disebut MUJAHID. Kecuali kalau mereka melakukan ciri-ciri
kesesatan Khawarij yang di sepakati para Ulama. Demikian pula
sebaliknya, orang-orang yang menentang Syariat, anti Syariat,
men-'teroriskan' para pejuang Syariat, anti konsep negeri Islami;
mendukung kezholiman penguasa sekuler, hakikatnya merekalah Khawarij !!
meskipun mereka bergamis, berjenggot, dan bersembunyi di balik istilah
"Salafi".
⚡ KEDUA: Tuduhan konyol mereka yang lain adalah, bahwa Syaikh Al-'Arifi
memiliki penyimpangan karena menerjemahkan hadits Hudzaifah, "wa in
ukhidza maluk wa dhuriba dzhahruk", dengan pemahamannya yang batil.
❗Tanggapan kami, kalau tidak dungu ya tidak di sebut kerbau. Karena
dungu makanya lebih layak di sebut kerbau. Sebab tidak ada kerbau yang
cerdas. Lebih terhormat lagi kalau di sebut "Kerbau Muluki". Kerbau
peliharaan para penguasa zindiq.
Bagaimana bisa hanya karena beda penafsiran terhadap sebuah teks hadits
lantas seorang Ulama di vonis "menyimpang" ?? haihaata haihaata... wahai
kerbau, sayangi tandukmu !!
Betapa banyak para ulama yang menafsirkan hadits-hadits Rasulullah
berbeda dengan ulama lain, apakah mereka menyimpang semua ?? Syaikh
Al-'Arifi memiliki pemahaman berbeda dengan ulama lain dalam menafsirkan
sebuah hadits, itu suatu hal yang wajar. Kalaupun dia salah, sekali
lagi, kalaupun dia salah, ya dia terjatuh dalam satu kesalahan yang
tidak pantas di ikuti kesalahan itu dan wajib di nasehati. Tentunya para
Ulama kredibel yang punya otoritas mengkritik beliau secara ilmiah.
Bukan berarti beliau "menyimpang"... harus di hina, di fitnah, di caci,
sampai-sampai anda halangi-halangi ummat islam untuk menghadiri DAUROH
beliau. hey kerbau, kok sotoy banget sih ente !!
Terkait dengan hadits-hadits tentang taat pada penguasa dan wajib
menasehati penguasa secara sembunyi-sembunyi, Syaikh Muqbil Bin Hadi
Al-Wadi'i Rahimahullah (Ulama besar Salafi negeri yaman) pernah ditanya
oleh Ustadz Ja'far Umar Thalib:
" Wahai Syaikh, kenapa anda sering mencerca penguasa, ? Bukankah banyak
hadits-hadits yang melarang mencerca penguasa di hadapan umum ?" Tanya
Ustadz Ja'far.
Lantas Syaikh Muqbil menjawab, "Semua hadits-hadits itu dha'if !"
-Selesai-
Wahai kerbau dungu, bagaimana pendapatmu tentang Syaikh Muqbil Bin Hadi
Al-Wadi'i (Ulama kharismatik yang sempat menjadi rujukan Salafiyyun di
indonesia) yang semasa hidupnya beliau sering mengkritik dan mencerca
penguasa-penguasa negeri Arab. ? Bahkan kritikan dan cercaan beliau
demikian pedas kepada pemerintah Arab Saudi. Itu terjadi sejak beliau
menuntut ilmu di universitas islam madinah. Sampai akhirnya beliau di
usir dari Saudi, di deportase ke negaranya (Yaman), bahkan di larang
masuk Saudi, di larang haji dan umroh selama beberapa tahun. Itu semua
karena sikap kritisnya secara terang-terangan terhadap pemerintah yang
beliau anggap zhalim. Apakah anda berani mengatakan bahwa Syaikh Muqbil
adalah "khawarij" ?? Atau anda sebenarnya tidak mengetahui fakta ini
karena anda tergolong 'kerbau' yang lahir terlambat !!??
Syaikh Muqbil mendha'ifkan hadits-hadits yang berkaitan dengan larangan
mencerca penguasa secara terbuka, apakah Syaikh Muqbil menyimpang?
sebagaimana anda menuduh Syaikh Al-'Arifi menyimpang ??
Sekalian saja anda umumkan di internet tidak boleh menuntut ilmu ke
Markaz Syaikh Muqbil di Dammaj karena Syaikh Muqbil "menyimpang". ?!!
Biar sekalian anda di sembelih oleh para pengikut Syaikh Muqbil.
⚡ KETIGA: Kerbau dungu itu mengatakan bahwa kebatilan Syaikh Al-'Arifi
telah dibantah oleh para Ulama, di antaranya; Syaikh Abdul 'Aziz Alu
Syaikh, Syaikh Shalih Al-Fawzan dalam website resmi beliau, Syaikh
'Ubaid Al-Jabiri, dll.
❗Tanggapan kami, demikianlah potret kedunguan berikutnya dari segerombolan kerbau-kerbau yang lahir terlambat ini.
Syaikh Al-'Arifi keliru dalam berpendapat tentu itu suatu hal yang
wajar, sebab beliau manusia bukan malaikat. Dan lebih wajar lagi ketika
ulama-ulama itu meluruskan kesalahan Syaikh Al-'Arifi. Wajar. . Semua
Ulama ya begitu. Saling lurus meluruskan dan saling membangun dalam
mewujudkan kebenaran.. Syaikh Shalih Fauzan menasehati Syaikh Al-'Arifi,
dan Syaikh Al-'Arifi pun sudah menemui Syaikh Shalih Fauzan. Demikian
pula Mufti Saudi, Syaikh Abdul Aziz Aalu Syaikh. Para Ulama itu tidak
ada yang memvonis Syaikh Al-'Arifi sebagai ahlu bid'ah, sesat, dll.
Kalau konsekuensi dari ucapan keliru Syaikh Al-'Arifi itu bisa
berindikasi sesat, iya. Namun bukan serta merta Syaikh Al-'Arifi itu
seorang yang sesat seutuhnya. Sekali lagi, itu LEBAY !!
Fakta yang tidak di ketahui kerbau-kerbau cacat ini ialah, Syaikh
Al-'Arifi memiliki kedekatan dengan para Ulama, termasuk Syaikh Abdul
Aziz Aalu Syaikh. Diantara bentuk pemandangan yang indah ditengah-tengah
mereka adalah saat Syaikh Al-'Arifi di rawat di rumah sakit, Syaikh
Abdul Aziz Aalu Syaikh (Mufti besar Arab Saudi) menjenguknya. Beliau
mencium Syaikh Al-'Arifi dan mendoakannya. Duduk dihadapan Syaikh
Al-'Arifi yang terbaring diatas ranjang Rumah Sakit. Tidak ada kebencian
dan permusuhan diantara para ulama itu seperti yang di kesankan oleh
kerbau-kerbau setengah gila ini...
Kalau urusan bantah membantah, Syaikh Ubaid Al-Jabiri pun di bantah oleh
Ulama Salafi lainnya, semisal Syaikh Muhammad Al-Imam, Syaikh
Abdurrahman Al-Mar'ie, Syaikh Yahya Al-Hajuri, dll... yang mereka semua
itu adalah murid-murid senior Syaikh Muqbil. Kalau ngurusin "bantah
membantah" kapan habisnya ?? Ustadz Firanda juga di bantah oleh Syaikh
Abdullah Al-Bukhari, bahkan dikatakan Dajjal. . Lalu apakah Ustadz
Firanda "sesat" ? "Menyimpang" ? Tidak ada yang selamat dari "tahdzir
mentahdzir" ini wahai kerbau dungu.... itu budaya basi yang sudah lama
membusuk !
Mau ngurusin bantah membantah lagi ?
Syaikh Robi' Bin Hadi Al-Madkhali pun di bantah oleh ratusan ulama.
Dalam risalah berjudul Al-Majmu'ul Badi' Fii Raddi 'Ala Rabi'
Al-Madkhali terdapat 186 tulisan para Ulama dan para Syaikh yang
membantah penyimpangan pemikiran Syaikh Robi'.
Belum cukup ??
Dalam kitab berjudul Al-Watsaa'iqul Jaliyyah Allatiy Yata'aama 'anha
Ad'iyyah As-Salafiyyah terdapat kumpulan fatwa para Ulama berjumlah 120
judul yang seluruhnya membantah pemikiran Syaikh Robi'.
Ada lagi kitab karya Syaikh Abu Abdillah Shalih An-Najdi yang berjudul
Nazharat Salafiyyah Fii Ar-Raa'i Syaikh Robi', isinya membantah
pemikiran Syaikh Robi'.
Yaa salaam... ada ratusan bantahan para ulama terhadap Syaikh Robi'...
Kira-kira, siapa yang selamat dari "bantah membantah" ini wahai kerbau...??
Saya cukupkan sampai di sini dulu, sebenarnya masih terlalu banyak yang
mesti saya jelaskan tentang fitnah konyol kerbau-kerbau pengangguran
ini.. diantaranya masalah Syaikh Salman Al-Audah, Syaikh Safar
Al-Hawali, Syaikh Abdurrahman Abdul Khaliq, Sayyid Quthub, dll .. ..
yang semuanya itu sebenarnya budaya basi yang coba-coba di daur ulang
oleh gembel-gembel kurang kerjaan ini. Tapi, setidaknya saya cukupkan
sampai disini karena fokus kita kepada masalah Syaikh Al-'Arifi. Untuk
masalah Syaikh Salman, Syaikh Safar, dll, akan saya bahas dalam tulisan
tersendiri.
Terakhir, sebagai penutup.. saya ingin sampaikan secara terbuka kepada
kerbau-kerbau ingusan dan para pembebeknya di manapun anda berada, untuk
apa anda sibuk dan menghabiskan energi hanya demi merusak kehormatan
seorang Da'i dan Mujahid Salafi yang di cintai ummat ini ??
Kenapa kau begitu "percaya diri" menyebarkan kesalahan Syaikh Al-'Arifi
yang kesalahan itu bersifat ijtihadi dan tidak sampai membuat Dewan
Ulama Saudi harus menetapkan secara remi bahwa Syaikh Al-'Arifi sebagai
orang sesat ?? Padahal Syaikh Al-'Arifi sendiri berhubungan baik dengan
para ulama dan masyayikh di negerinya..
Kenapa kau tidak sibuk menyebarkan Fatwa Dewan Ulama Saudi (Lajnah
Da'imah) yang memfatwakan secara resmi bahwa seorang Ulama dari Yordan
(yang mengatakan tidak boleh membunuh orang yahudi di palestina) sebagai
pembawa pemikiran MURJI'AH YANG SESAT ?? Kenapa kau diam ?? Bahkan
tidak sedikit diantara kalian yang mendatangkannya ke Masjid Istiqlal
jakarta. Padahal di negeri saudi beliau itu di cekal dan buku-bukunya di
beredel oleh pemerintah Saudi.
Namun, saat Syaikh Al-'Arifi ingin datang ke indonesia dan membimbing
ummat dalam acara TABLIGH AKBAR di masjid istiqlal, kau sebarkan
tuduhan-tuduhan kotor yang tak keluar kecuali dari tong sampah. Padahal,
Syaikh Al-'Arifi tidak di fatwakan sesat atau menyimpang oleh Dewan
Ulama Resmi Arab Saudi (yakni Lajnah Da'imah), lantas mengapa kau begitu
semangat menyebarkan tuduhan dusta tentangnya dan menebar kebencian di
tengah kehidupan ummat ??
⛔ Ketika datang suatu fatwa dari Lajnah Da'imah kerajaan Saudi, dimana
lembaga ini sangat di perhitungkan oleh Ahlus Sunnah di seluruh dunia,
apa yang kau lakukan ? Apakah kauu menerima fatwa itu,
menimbang-nimbangnya dulu, atau menolak ?? jika kau menerimanya, maka
hal itu wajar, karena kau sudah biasa merujuk fatwa-fatwa Lajnah
Da'imah. Jika kau menimbang-nimbangnya dulu, pernahkah kau lakukan itu
sebelumnya wahai kerbau dungu ? Jika kau ingin menolaknya, lalu otoritas
dewan ulama seperti apa lagi yang bisa memuaskan "dahaga ilmiah" mu ??
Apakah semua fatwa Lajnah Da'imah bisa kau terima, kecuali yamg
merugikan kelompokmu??
⛔ Fatwa Lajnah Da'imah itu di keluarkan pada thn 1421 Hijriyyah atau
sekitar 16 tahun yang lalu. SAMPAI SAAT INI FATWA ITU TETAP BERLAKU DAN
TIDAK PERNAH DI CABUT. Termasuk ketentuan di dalamnya juga berlaku,
yaitu pelarangan percetakan dan pengedaran buku-buku murji'ah itu.
⛔ Memang, menolak fatwa Ulama juga tidak di larang. Tidak ada satupun
dalil syar'i yang mengharuskan kita menerima seluruh fatwa ulama. Hal
ini termasuk kebebasam berijtihad (bagi ulama) dan kebebasan mengikuti
ijtihad (bagi ummat). Namun, untuk menolak fatwa ulama di perlukan
hujjah qawiyyah (argumentasi yang kuat) dan kesepadanan martabat. Tidak
mungkin fatwa ulama yang kredibel harus di lawan oleh fatwa
ustadz-ustadz yang baru pandai menukil apalagi fatwa
facebooker-facebooker kerdil semacam Fikri Abu Hasan yang dungu itu.
⛔ Seharusnya, kerbau-kerbau bergamis yang merasa paling "Salafi" itu
bersikap adil ketika datang fatwa dari Dewan Ulama Ahlus Sunnah. Ketika
mereka bersemangat menyebarkan kritik para Ulama tentang Syaikh Muhammad
Al-'Arifi, maka fatwa resmi dewan ulama tentang pembawa pemikiran
murji'ah dari Yordan itu juga perlu di ketahui oleh ummat. Bahkan fatwa
terhadap murji'ah pendusta itu lebih kuat, sebab ia merupakan fatwa
resmi dari sebuah lembaga resmi dan di sebarkan secara terbuka.
Sedangkan kritik untuk Syaikh Al-'Arifi hanya berasal dari satu dua
ulama dan bukan fatwa resmi. Meskipun begitu, cecunguk-cecunguk
mulukiyyah itu sangat bersemangat menyebarkannya. Seharusnya mereka juga
bersemangat ketika datang fatwa Lajnah Da'imah tentang penyimpangan
Syaikh dari Yordan itu, lalu menyebarkannya sekuat kemampuan ke
lingkungan sekitar, sebagai bentuk sikap memuliakan pendapat ulama. Jika
kemudian mereka membabi buta membela habis-habisan tokoh "pujaannya"
dan tidak segan menentang fatwa dewan ulama terhormat seperti LAJNAH
DA'IMAH, justru merekalah yang terjerumus pada sikap HIZBIYYAH ! Bukan
lagi ilmiah !!
��Nasehat saya kepada seluruh kaum muslimin dimanapun anda berada, kalau
ternyata benar bahwa Syaikh Al-'Arifi datang ke indonesia, yang juga
akan di sambut meriah oleh sejumlah Du'at Salafi ternama semisal Ustadz
Yusuf Utsman Ba'itsa dan Ustadz DR.Khalid Basalamah,Lc.MA , bahkan di
sambut baik oleh para kyai NU yang berarti ini adalah wadah ukhuwwah
kita dengan berbagai ormas islam, maka mari kita hadiri TABLIGH AKBAR
beliau baik di Masjid Az-Zikra sentul maupun di Masjid istiqlal jakarta.
Lalu kita bersorak, "Biarkan kerbau menggonggong, Dauroh tetap
berlalu".
Mari kita dengarkan nasehat Syaikh Shalih Fauzan untuk menghadiri
ceramah Syaikh Muhammad Al-Arifi dan Syaikh A'idh Al-Qarniy dan
pernyataan beliau bahwa rang-orang yang MENTAHDZIR dan MENCELA mereka
berdua, adalah dai-dai perusak dan penebar fitnah. Anda bisa dengarkan
suara Syaikh Shalih Fauzan pada link Yotube ini:
Watch "(جديد) الشيخ صالح الفوزان: الذين يُحَذِّرُون من العريفي والقرني
هم دعاة تحريش وفتنة" on YouTube - https://youtu.be/390cbQNKcEo
Baarakallahufiikum Jamii'an.. somoga Allah menjaga agama ini dari para pemerkosa-pemerkosa persatuan dan ukhuwah... aamiin...
Allahu A'lam.
Mobile view
|
Page loaded in 6.16 ms | Encode Explorer
- See more at: http://videosyiah.com/#sthash.E2Rf5T2q.dpufArtikel Terkait
Komentar Ulama Saudi tentang Burdah
- Pendapat imam madzhab empat kadang keliru
- Perjuangan Ulama-Ulama Indonesia Saat Revolusi Fisik Melawan Penjajah
- Komentarku untuk Imam Ramli
- Jawabanku untuk K Thobari Syadzili
- Komentarku pd Syaikh Muhammad Al amin al Kurdi
- Terkenal wali tp syirik
- Polemik ke dua dengan Ahmad Haidar Humam
- Cuitan Twitter Syaikh Al-Qarni Setelah Penembakan: Saya Ok dan Baik, Alhamdulillah!
- Nasehat Berharga Dari Seorang Ulama Kepada Anaknya.
- Donny Stefen Wattimury
- Jawabanku untuk Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
- STOP Memberi Nama Ibnu Sina! Ini Penjelasannya
- Kesalahan ulama ke 32 ( Kelemahan hadis keridaan Allah terserah keridaan orang tua )
- Kesalahan ulama ke 29
- Kesalahan ulama ke 28
- Kesalahan ulama ke 27
- Kesalahan ulama ke 26
- Kesalahan ulama ke 25
- Kesalahan ulama ke 24
- Kesalahan ulama ke 47
- Kesalahan ulama ke 20
- Kesalahan ulama ke 19
- Kesalahan ulama ke 18
- kesalahan ulama ke 17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan