JAKARTA (voa-islam.id)- Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan mengatakan Trisakti dan Nawacita sebagai ide brilian. Akan tetapi di dalam pelaksanaannya ide Trisakti seperti memakan baso yang enak yang terbuat dari tikus, sehingga berdampak muak.
“Sebetulnya Trisakti dan Nawacita brilian. Seperti makan baso enak, tapi makan baso tikus. Kita muak dibuatnya,” akunya, saat acara diskusi yang bertemakan ‘Bersih-bersih Kabinet, Menggusur Menteri Anti Nawacita dan Trisakti’, Ahad (29/11/2015), di Jakarta Pusat.
Menurutnya, ada pula di lingkaran pemerintahan Jokowi-JK yang datang hanya untuk merampok Negara. Ini disebabkan karena sifat transaksional yang dilakukan Jokowi sebagai Presiden. Dan menurutnya menteri yang kompatibel hanya beberapa saja, yakni salah satunya Rizal Ramli.
“Mereka yang datang hanya untuk merampok. Sudah ada niat mereka . Yang dipakai Jokowi ini akibat dari trasnsaksional sehingga tidak kompetibel. Yang bagus hanya Rizal Ramli saja. Kita tahu trackrecord dia yang anti Asing,” jelasnya.
Ia menilai ada menteri yang pandai bermain dan hanya berpikir bagaimana aset bangsa Indonesia ini dikapitalisasi. Salah satunya bisa dikatakan olehnya yakni dengan ditekennya kerjasama dengan Cina terhadap kereta cepat Jakarta-Bandung.
Dengan melakukan demikian, menteri yang dimaksud ialah Rini Soemarno telah mengintervensi tida bank sekaligus untuk berhutang kepada Cina. “Sudirman Said pun bermain. Menteri BUMN Rini Soemarno pun mempunyai pikiran bagaimana aset kita dikapitalisasi. Misalnya kereta cepat, yang dipaksakan. Lalu teken-teken ke Cina. Sehingga tiga bank negara pun disuruhnya ngutang,” ujarnya.
Belum lagi, lanjutnya, persoalan buruh yang hingga saat ini menjadi isu panas. Ia menilai buruh yang menuntut PP No. 78 Pengupahan itu sebagai pemicu masalahnya. Pasalnya tedapat hal-hal yang tidak berpihak kepada buruh, salah satunya kenaikan gaji yang mengikuti gaya inflasi.
“Padahal buruh dominan memilih Jokowi pada wakti Pilpres lalu. Tapi PP No.78 Pengupahan menjadi masalah. menjadi masalah karena kenaikan gaji hanya terpaut dengan inflasi. Selain itu, terciptanya PP tersebut, buruh tidak diajak berdiskusi,” tutupnya. (Robigusta Suryanto/voa-islam.id)
Artikel Terkait
Jokowi
- SIMAK PERNYATAAN PANGLIMA TNI KEADAAN NKRI
- Pertemuan rahasia di Istana
- Sri Bintang: "Jokowi Kalap Ditekan Polit-Biro RRC"
- Tidak adail Jokowi
- Mahasiswa: Penegakan Hukum Era Jokowi seperti Jaring Laba-Laba, Hanya Menjerat yang Lemah
- Bungkamnya Media Nasional atas aksi unjuk rasa Mahasiswa di Istana Negara, Pertanda apa?
- Aktivis Malari: Sungguh menjijikkan rezim sekarang ini, selalu berpihak kepada cukong dan para taipan
- Muhammadiyah Pertanyakan Pertemuan "Haram" Hakim MK dengan Presiden
- Pengamat: Sumber pembiayaan pemerintah Jokowi mulai roboh, untuk bayar utang sudah tak sanggup
- SBP: Jokowi sengaja biarkan mafia Cina tak bayar pajak, dananya dipakai untuk proyek apartemen guna menampung jutaan Cina yang masuk dari RRC
- "DEFISIT ANGGARAN: SOEHARTO-ROUSEFF-PETRUK"
- HEBOH….!! Permadi SH: Presiden Jokowi Akan Lengser Di Tahun 2016
- Dikritik Gak Mau, Didoain Kepanasan, Terus Maunya Apa
- Doa Jokowi di dengar kata Husni Kamil yg teمah mennggal
- SURVEI INI TERNYATA Mayoritas Rakyat Indonesia Inginkan Presiden Jokowi Berhenti Sampai Disini
- Inilah Perda Bernafaskan Islam yang Dihapus Presiden Jokowi
- Perda Islami Dihapus, Jokowi Rezim Anti Islam dan Pro Kapitalis!
- Pengamat: TNI terus dihina & dilecehkan Rezim Jokowi, kesabaran para Jenderal senior akan habis
- Dua Sejoli Jokowi-Ahok adalah Bencana Bagi NKRI Dan Sarana Cukong Jarah NKRI"
- Duh, Muncul Petisi Desak Jokowi Tes DNA dengan Sujiyatmi
- Jokowi Temui Politikus Cina, Bahas Kerja Sama dengan Partai Komunis Cina
- SBY Sindir Revolusi Mental Jokowi Mirip Ajaran Komunisme
- Rezim Jokowi-JK Menyengsarakan Rakyat Dengan Timbunan Utang
- Ngakunya Tiga Bank BUMN Pinjam ke China untuk Infrastruktur, Ternyata Buat 47 Perusahaan Ini
- Uang Jajan Anak Jokowi Capai 5Miliar/Bulan Ini Pengakuan Kaesang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan