Senin, Desember 21, 2015

Kisah menjelang wafat Rasulullah SAW


Bang Berewok menulis :
15 jam ·
Bismillah
Kisah ini sebenarnya tak layak tuk dijadikan sandaran hujjah. Haditsnya lemah di sisi para ulama....
Dah lama ane dengar dan baca di kalangan kaum awam yang menyebarkan hadits ini. Kiranya setelah kita tau hukum dan hujjah akan lemahnya hadits tsb, jangan lagi dijadikan acuan dan disebar tanpa tau dalil yang shohih. Berikut posting tsb https://mobile.facebook.com/story.php…
Berikut ulasan tentang hadits di atas http://abul-jauzaa.blogspot.com/…/riwayat-riwayat-shahih-te…
Dan lagi dari ane Bang Berewok
http://www.carigold.com/…/f…/archive/index.php/t-477865.html
SukaKomentari

































Komentarku ( Mahrus ali ):
Kisah itu tidak menyebutkan refrensi, perawi , kalimat arabnya sehingga  sulit  di lacak, tidak mudah di search di kitab arab atau di google. Tapi  saya mencium bau syi`ah yg pendusta sebagai sutradara  novel itu. Sebab , menurut hadis sahih Rasulullah shallahu alaihi wasallam meninggal di kamar Aisyah dan beliau menghembuskan nafas terahirnya  juga di pangkuan Aisyah , bukan Fathimah dan Ali bin Abi Thalib.
   Syi`ah membikin kisah itu ternyata merusak akidah mereka sendiri. Bila kisah itu solid, mengapa  Rasulullah shallahu alaihi wasallam tidak memberikan wasiat kepada Ali bin Abi Thalib bahwa  tongkat khilafah kelak di pegang oleh Ali bin Abi Thalib. Dan inilah momentum yg  tepat untuk menyerahkan tongkat khilafah itu.
Ternyata Ali tidak menerima wasiat  untuk menerima  khilafah dan Fathimah  juga tidak mendengarnya. Lalu mana slogan Syi`ah yg menyatakan Ali lah yg di beri wasiat oleh Nabi shallahu alaihi wasallam

Ada keerangan  sbb:

وخلاصة الأمر أن حديث استئذان ملك الموت على النبي صلى الله عليه وسلم عند وفاته لا يصح ولا يثبت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم بل هو من الأحاديث الواهية ولا تجوز رواية مثل هذا الحديث إلا مع بيان درجته .
Konklosinya hadis tentang malaikat penjemput nyawa  minta restu pada Nabi shallahu alaihi wasallam saat wafat tidak solid ( sahih )  dan tidak  valid  dari Rasulullah shallahu alaihi wasallam. Ia termasuk hadis – hadis lemah dan tidak boleh di riwayatkan hadis  spt ini kecuali di terangkan derajatnya.














Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan