Selasa, Desember 15, 2015

Mubahalah sesama muslim bid`ah dholalah, bukan sunah yang benar



Mubahalah sesama muslim bid`ah dholalah, bukan sunah yang  benar. Ia barang baru , tidak pernah di lakukan oleh para sahabat, tabiin atau  ulama  dulu.
Mubahalah sesama muslim itu hanya  di semarakkan sekarang, waktu dulu tidak ada mubahalah sesama muslim.  Walau demikian , hanya  komunitas kecil  yang  melakukannya. Untuk mayoritas ulama yang  konsis pada ajaran agama Islam tidak mau menjalankannya.
Aneh dan lucu sekali seperti komedi di layar perak. Hanya masalah beda pendapat saja sudah mubahalah .
Banyak dikalangan sahabat, tabiin , imam – imam dulu yang  pendapatnya  bertentangan  tapi mereka  tidak mengadakan mubahalah. Kasihan orang sekarang dikit – dikit melakukan mubahalah. Malah mendoakan jelek kepada lawan  yang  berbeda pendapat.
Kebenaran  Islam itu  tidak bisa di tentukan dengan mubahalah sesama muslim. Sebab rujukan kaum Muslimin  untuk mendapatkan kebenaran adalah dalil yang  sahih, sama  sekali bukan mubahalah . Dan ini bukan teori  dalam mencari kebenaran. Malah mubahalah sesama muslim  itu adalah bentuk kesalahan. Lucu sekali bila kesalahan ini  di buat media untuk mencari kebenaran.
Bila kebenaran   di tentukan  dengan mubahalah sesama muslim bukan dalil akan menjadi kesalahan yang  fatal. Dalil di buang lalu mubahalah di ambil.  
 Ingatlah firmanNya:
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar".[1]
Di ayat lain, Allah menyatakan:
أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُبِينٌ(156)فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata? Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar.[2]

Dalam al Quran di terangkan ayat Mubahalah sbb:
فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِن بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنفُسَنَا وَأَنفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَل لَّعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ
Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. Ali imran 61

Saya lihat dalam kitab  Aisarut tafasir di ayat tsb ada keterangan ternyata saat itu Rasulullah shallahu alaihi wasallam  diperintahkan untuk mubahalah saja dengan kaum Nasrani  dari Najran . Tapi kaum Nasrani Najran tidak berani mubahalah. Masalahnya saat itu, kaum Nasrani Najran tidak percaya , selalu membantah kepada Nabi shallahu alaihi wasallam tentang masalah Isa yang menjadi utusan Allah bukan anak Tuhan.
Nasrani menganggap Nabi Isa adalah anak Tuhan bukan sekedar utusan Allah.

    Jadi mubahalah  saat itu  adalah antara Kristen dengan Nabi MUhammad shallahu alaihi wasallam , bukan  antara sesama muslim nauudzu bilah.


[1] Namel 64
[2] Asshoffat 156 – 157
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan