Minggu, Mei 08, 2016

Pendeta Georgia Mencuri Uang Gereja Rp 3,3 Miliar

 KASIAN AHOK HANCUR SUDAH JARGON BIAR KAFIR ASAL TIDAK KORUPSI
 Pendeta Georgia Mencuri Uang Gereja Rp 3,3 Miliar  


TEMPO.CO, Savannah - Seorang bekas pendeta mencuri uang sebuah gereja bersejarah Savannah lebih dari US$ 250 ribu atau setara dengan Rp 3,3 miliar. Uang tersebut berasal dari persepuluhan dan sedekah jemaat gereja yang dikumpulkan selama satu dekade. Menurut dakwaan pengadilan federal, dana sebesar itu ditransfer ke rekening pribadi dan digunakan untuk berbelanja.
Dalam dakwaan yang dibacakan oleh dewan juri Pengadilan Negeri Amerika Serikat, Selasa, 3 Mei 2016, disebutkan bahwa bekas pendeta Corey Megill Brown melakukan penipuan terhadap jemaat dengan cara menelepon sebanyak 85 kali dan melalui surat elektronik 12 kali.
Baca juga:


"Brown mengalihkan dana jemaatnya di Gereja Baptis Afrika Kedua ke rekeningnya, kemudian menarik dana tersebut untuk kepentingan pribadi antara Maret 2005 dan Februari 2014," bunyi dakwaan dewan juri di pengadilan.
Dewan Juri menyatakan Brown telah menggelapkan, mencuri, dan melawan hukum dengan cara memindahkan seluruh dana persepuluhan dan persembahan jemaat yang sedianya untuk Gereja Baptis Afrika Kedua demi kepentingan pribadi. "Brown dijadwalkan akan berhadapan kembali dengan majelis hakim pada 18 Mei 2016," tulis Daily News, Kamis, 5 Mei 2016. 

Brown menjadi pelayan sebagai pendeta senior selama sekitar 15 tahun di Gereja Baptis Afrika Kedua yang didirikan pada 1807 oleh para jemaat yang sebagian besar berkulit hitam. Dia juga pernah menjadi pendeta di kepolisian Sannnah-Chatham pada 2010-2014, bersamaan ketika dia mencuri uang gereja jemaatnya.

"Bergabungnya Brown dengan departemen kepolisian segera berakhir ketika dia berada dalam penyelidikan aparat hukum pada Desember 2014," kata Michelle Gavin, juru bicara kepolisian setempat.

DAILY NEWS | CHOIRUL AMINUDDIN
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan