
Artikel Terkait
Wahabi
- Kisah Mantan Pembenci & Penyerang Terdepan "Wahabi". Ustadz Zainal Abidin Lc
- Buya Hamka: Mereka Memusuhi Wahabi Demi Penguasa Pro Penjajah
- Zakir Naik di tolak di Malasia
- Meluruskan Dusta Nu Garis Lurus & SYI’AH tentang Foto Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab
- Hamka menulis tentang wahabi
- SIAPA PENCETUS PERTAMA ISTILAH WAHHABI?
- Siapa Wahabi? Siapa Khawarij?
- ::: Mengapa sebagian ormas islam membenci Saudi Arabia ??
- Biografi Syaikh Idahram
- Duta Besar: Arab Saudi Berlepas dari Stigma Wahabi
- Mana yang benar, wahabi atau ahli bid`ah
- Kekaguman Presiden Soekarno kepada wahabi
- Komentar BUya HAMKA tentang wahabi
- Aneh, berpegangan kepada al Quran dan hadis dituduh wahabi
- Anggota dewan Syuriah PWNU Jawa Timur berkomentar tentang wahabi
Aneh, kita yg TAK SADAR MEILIH YANG SALAH, ee kok orang lain yang dituding macam-macam. Astaghfirullah
BalasHapusNU DAN SYIAH: BAK UANG LOGAM YANG MEMPUNYAI ‘DUA’ SISI MATA UANG???
SETELAH SYIAH DIAMBIL NU, JADILAH ISLAM NUSANTARA?
AKOMODASI NU PADA TRADISI SYIAH MENUNJUKKAN SUNATULLAH
“Coba kalau tak ada tradisi itu, makin bisa dipecah-belah NU dan Syiah,” tambah Zuhairi. “Karena kalau terjebak dalam fikih, yang terjadi adalah perdebatan tanpa ujung.”
Tak bisa dipungkiri, tradisi NU dan Syiah itu sama, mulai dari maulid, ziarah, shalawatan, tahlilan, semuanya sama. Karenanya tak heran Gus Dur mengatakan, ‘NU itu Syiah minus Imamah, Syiah itu NU plus Imamah’. Hal ini menurut Zuhairi merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menguatkan ukhuwah.
“Akomodasi NU pada tradisi Syiah menunjukkan sunnatullah. Bahwa sesama Muslim itu harus saling belajar. Yang NU belajar dari Syiah, yang Syiah belajar dari NU.”
“Nilai penting persamaan tradisi ini ya, NU harus sadar, bahwa tradisinya adalah tradisi (yang berasal dari) Syiah. Yang menarik, tradisinya (Syiah) diterima dengan baik oleh Islam Sunni. Itu kan Islami banget, sangat mencerminkan semangat persaudaraan. Jadi melalui kultur itu akan membangun persaudaraan antar Sunni dan Syiah,” tegas Zuhairi.
“Kultur itu merupakan sesuatu yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Itu kan dalam tradisi keagamaan kita intinya menjaga kebersamaan dalam masyarakat, gotong-royong dalam hidup. Karena itulah agama punya peran menjaganya,” pungkas Zuhairi.
http://www.ahlulbaitindonesia.or.id/berita/zuhairi-misrawi-kesamaan-tradisi-satukan-nu-syiah/
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10154069340918909&set=gm.974241375996466&type=3&theater