Sabtu, September 05, 2015

Koreksi pendapat ulama ke 32



حدثنا محمد بن بشار حدثنا أبو بكر الحنفي حدثنا الضحاك بن عثمان عن أيوب بن موسى قال سمعت محمد بن كعب القرظي قال سمعت عبد الله بن مسعود يقول قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها لا أقول الم حرف ولكن ألف حرف ولام حرف وميم حرف  
Intinya :
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam bersabda :  
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ  
Barang siapa membaca  satu huruf  kitabullah  akan mendapat  satu kebaikan  yang akan di lipatkan  sepuluh kali . Aku tidak berkata  :  Alimlammim  satu huruf , tapi alif , satu huruf , lam  satu huruf dan mim  satu huruf . HR Tirmidzi

      

أبو تيمية إبراهيم وفقه الله
                   
الأخ الشيخ أبو مجاهد
هذه المسألة كنت قد بحثتها منذ زمن ، و حاصلها : أن الحديث موقوف على ابن مسعود
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=6397

Menurut Abu Taimiyah – Ibrahim menyatakan kpd Syaikh Abu Mujahid .
Masalah hadis ( membaca  al quran tiap hurufnya  di kasih pahala  sbb):
Saya telah meneliti hadis itu sejak dulu, dan hasilnya   hadis  tsb adalah  maukuf pada Ibn Mas`ud.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Hadis  tsb bukan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tapi perkataan Ibn Masud. Ia lemah bukan hadis sahih.
Imam Tirmidzi menyatakan:
هذا حديث حسن صحيح غريب من هذا الوجه
Ini hadis hasan sahih  gharib ( nyeleneh )  dari jalur ini .
Komentarku ( Mahrus ali ):
Maksudnya  dari jalur riwayat ini :

حدثنا محمد بن بشار حدثنا أبو بكر الحنفي حدثنا الضحاك بن عثمان عن أيوب بن موسى قال سمعت محمد بن كعب القرظي

تحفة الأشراف - (ج 9 / ص 114)
رفعه بعضهم ووقفه بعضهم على ابن مسعود
Dlm kitab Tuhfatul asyraf 114/9 dikatakan:
Sebagaian ulama menyatakan  hadis itu marfu` ( Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam yg bersabda )  Sebagian lagi menyatakan  mauquf ( Ibn Mas`ud yg bilang  bukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam ).
التفسير من سنن سعيد بن منصور - محققا (1/ 29)
 وعليه فالحديث منقطع بين محمد ابن كعب وابن مسعود
Jadi sanad hadis tsb terputus antara ibn Ka`ab dan Ibnu Mas`ud , lihat tafsir dari Sunan Said bin Mansur . 29/1
Komentarku ( Mahrus ali ):
Hadis  tsb mursal , lemah tidak boleh dikatakan sahih.  



مشكاة المصابيح - (ج 1 / ص 484)
137 - [ 29 ] ( صحيح )
وقال الترمذي هذا حديث حسن صحيح غريب إسنادا
Al bani menyatakan: Hadis  itu sahih ( Misykat 484 /1 ).
خالد الباتلي
Khalid al batili menyatakan :
قال البخاري :لاأدري حفظه أم لا ؟ وبالرجوع إلى ترجمة محمد بن كعب نجد أن ولادته في سنة 40 هـ أي بعد وفاة ابن مسعود بثمان سنين
http://vb.tafsir.net/tafsir106/#.Vet6d3ZdLIU

Imam Bukhari sendiri menyatakan : Aku tdk mengerti  dia hapal  hadis  tsb dari Ibn Mas`yd  atau  tidak
Komentarku ( Mahrus ali ): Syaikh Khalid :
Bila di tinjau dari biografinya  maka  kita akan menjumpai  bahwa Muhammad bin Kaab  ( yg meriwayatkan hadis “ siapa yg baca al quran maka tiap hurufnya mendapat pahala ) lahir  setelah kematian Ibn Mas`ud  selisih  delapan tahun.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Bila  demikian ,maka hadis  tsb adalah lemah. Dan boleh dikatakan mursal. Jadi pernyataan al bani  yang menyatakan  hadis  tsb sahih ternyata secara  kenyataan hadis  tsb  adalah mursal. Ia juga bertentangan  dengan pengkajian lama  dari  Abu Taimiyah yg menyatakan  hadis  tsb adalah maukuf ( bukan perkataan  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ). Bukhari  sendiri masih meragukan hapalan salah satu perawinya benar atau salah. Bila  kita katakan sahih dan benar dari perkataan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, pada hal  masih diperselisihkan. Dan datanya  adalah menunjukkan ada sanad yg terputus.
Kita hawatir berbuat kedustaan kepada  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadis  sbb:
إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ
مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
    Sesungguhnya berbuat bohong kepadaku tidak sebagaimana  kebohongan kepada seseorang . Barang siapa berbuat kedustaan  kepadaku dengan sengaja bertempatlah di tempat duduknya di neraka ( masuk nerakalah ) [1]
Ikutilah ayat ini saja:
يَاأَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ(1)قُمِ اللَّيْلَ إِلاَّ قَلِيلاً(2)نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً(3)أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلاً(4)
Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan.

هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُولَئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ
Jikalau Kami jadikan Al Qur'an itu suatu bacaan dengan lain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?". Apakah (patut Al Qur'an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Qur'an itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman , telinganye tersumbat, Mereka buta terhadapal Qur`an. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh".[2]
[1] Muttafaq alaih .

[2]  Fusshilat 44
Suka  
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan