Sabtu, April 23, 2016

Ssst…Ada Info Terpercaya, Ahok Sudah Persiapan Kabur ke Singapura





 Basuki Tjahaja Purnama (tempo)


intelijen – Isu gawat dilontarkan politisi Partai Demokrat Andi Arief terkait dugaan korupsi pengadaan lahan RS Sumber Waras yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu bahkan telah mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mencekal Ahok. “KPK harus segera mencekal Ahok, kalau nggak nanti muncul penyesalan, semua kabur ke Singapura,” tulis Andi Arief di akun Twitter @AndiArief_AA.

Andi Arief membeberkan skenario Ahok untuk menghindar dari kasus korupsi RS Sumber Waras. “Cara Ahok menghindar dari korupsi Sumber Waras: Minta segera ditetapkan Cagub oleh partai, agar kesan kriminalisasi kalau KPK tetapkan. Cara lain Ahok hindari korupsi Sumber Waras, kabur ke Singapura. Hati-hati, saya dapat info terpercaya, Ahok sudah persiapkan kabur ke Singapura,” ungkap @AndiArief_AA.

Tak hanya itu, Andi Arief juga menyindir posisi Ahok dengan mengaitkan sikap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil(RK) yang mundur dari bursa Pilgub DKI Jakarta 2017. “RK sudah ambil putusan yang tepat, jangan mau jadi kutu loncat dan karbitan. Memimpin itu panggilan jiwa, kalau Ahok nunggu panggilan KPK,” sindir @AndiArief_AA.

Seperti dirilis kompas (29/02), Ridwan Kamil mengatakan, keputusan untuk tidak ikut bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 diambil setelah meminta saran kepada sejumlah tokoh nasional. Salah satunya, Presiden RI Joko Widodo.

Menurut Emil, Jokowi berpesan agar ia jangan mengejar sesuatu yang lebih besar, sedangkan masalah di depan mata belum terselesaikan. “Beliau melihat saya dan Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) ini pemimpin daerah yang diapresiasi, jadi sebaiknya tidak bertanding, dengan kondisi (bahwa) nanti salah satu kalau kalah tidak berguna untuk negara,” kata Ridwan K
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan