Senin, September 14, 2015

Jawabanku ke 2 untu Oryza Abu Qutaibah Al-Hanbali




Oryza Abu Qutaibah Al-Hanbali menulis :Saya setuju dg pak kyai, yg mngucapkannya dg mengetahui maknanya maka dia kafir lagi musyrik. Yg ga stuju dg hal ini cm orang yg ga paham tauhid dan hakikat syahadat. Tp kalo yg ngucapin gak tau maknanya maka yg saya tau ini adalah penghalang pengkafiran, yaitu intifa'ul qashdi, spt org yg mengucapkn kekufuran dg bahasa yg dia ga tau artinya.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Jadi membaca :
يَا رَسُولَ اللهِ سَلاَمٌ عَلَيْك # يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ اْلعَالَمِ # يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَاْلكَرَمِ
Ya Rasulallah.. salamun Alaik.
Ya Rafi’a Syani wad Daraji
‘Atfata yaji ratal Alami
YA Uhailaljudi wal karomi.

Wahai  Rasulullah ! kesejahteraan untukmu
Wahai orang yang berderajat tinggi ( wahai yang  memiliki urusan tinggi dan tangga / derajat  )
Aku mohon belas kasihmu wahai  Rasul  pelindung alam

Wahai  dermawan

Syair tsb  syirik , pembacanya musyrik dan akan langgeng di Neraka.

Menurut Oryza Abu Qutaibah Al-Hanbali  tidak , dosanya bisa di ampun karena pembacanya  tdk mengerti  artinya .

Saya ( Mahrus  ali ) komentari mengapa dia tidak belajar  atau bertanya kepada ulama agar mengerti  maksudnya.
Sayang dia sibuk keduniaan , lalu masalah agamanya terabaikan.
Sayang dia ikut ulama  ahli bid`ah  dan anti ulama ahlis sunnah  waktu di dunia. Akhirnya beban berat di akhirat yang  dia alami.
Banyak ahli bid`ah dan syirik yang  tidak mengerti tuntunan sampai mati. Dia hanya paham ilmu ahli  bid`ah lalu benci kepada apa yang  berbau  ahlis sunnah. Bila  di sebut ahlis sunnah, dia punya image wahabi.
Dia didunia menjalankan berbagai kebid`ahan dan kesirikan karena  tidak paham tuntunan yang  asli, lalu mati, apakah dia di ampun ?
Bila di ampun , maka lainnya  iri dan seluruh ahli bid`ah  yang  syirik  itu yang  kebanyakan tidak mengerti  tuntunan asli akan di ampun di masukkan ke surga.
Rugi sekali orang yang  mencari ilmu lalu mengerti  tuntunan dan tidak mengamalkannya.  Dia mati lalu dosanya  tidak di ampun.
Kalau begitu, jangan belajar  ilmu agama saja . Mari  tidak belajar agar nanti di akhirat amalan kita banyak yang  di ampun. Mari menjadi orang bodoh saja . Inilah paham yang  sesat.
Ahli bid`ah dan syirik  tidak ngerti tuntunan, mengapa  tidak belajar  sewaktu di dunia? Atau bertanya  kepada orang alim .

Di akhirat  segala alasan  di tolak , lihat ayat sbb:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ
(yaitu) hari yang tiada berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah la`nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.  Ghafir 52
فَيَوْمَئِذٍ لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ
Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.[1]  Rum 57

Karena itu ahli bid`ah yang   tidak    ngerti  tuntunan akan berbahaya  di akhirat.
Banyak kalangan kristiani  yang tidak mengerti ajaran tuntunan Rasulullah shallahu alaihi wasallam  akan  di ampun dosanya kelak  di akhirat dan akan di masukkan ke dalam surga. Dan ini salah  sekali, tidak benar, sesat menyesatkan  dan tidak mengarahkan kepada kebenaran.

  


[1] Arrum 57
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan