TRIBUNNEWS,COM, JAKARTA - Partai Golkar
untuk sementara memimpin hasil penghitungan cepat (quick count) versi
LSI-TV One hingga pukul 1,15 WIB, Rabu (9/4/2014). Golkar menempati
posisi teratas dengan perolehan 22,23%,
Pihak LSI mengungkapkan pola persaingan akan lebih tergambar pada sekitar 15,00 WIB.
Politisi Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin mengapresiasi hasil sementara itu. "Rakyat masih percaya pada Golkar," katanya.
Sementara itu Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait masih yakin PDIP akan unggul di hasil akhir. "Saat ini memang belum, Tetapi, di akhir (penghitungan) kami yakin kami yang menang," kata Maruarar Sirait, dalam siaran langsung di TV One.
Berikut ini data perolehan sementara (data 0,85 persen) LSI:
Pihak LSI mengungkapkan pola persaingan akan lebih tergambar pada sekitar 15,00 WIB.
Politisi Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin mengapresiasi hasil sementara itu. "Rakyat masih percaya pada Golkar," katanya.
Sementara itu Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait masih yakin PDIP akan unggul di hasil akhir. "Saat ini memang belum, Tetapi, di akhir (penghitungan) kami yakin kami yang menang," kata Maruarar Sirait, dalam siaran langsung di TV One.
Berikut ini data perolehan sementara (data 0,85 persen) LSI:
- Partai Nasdem, 7,37%,
- PKB 4,29%
- PKS 3,58%
- PDIP 15,77%
- Partai Golkar 22,23%
- Partai Gerindra 13,18%
- Partai Demokrat 12,65%
- PAN 4,54%
- PPP 3,33%
- Partai Hanura 9,08%
- PBB 1,77%
- PKP 2,21%
Artikel Terkait
Pemilu
- komentarku terhadap doktor Uah tentang pemiu
- komentarku terhadap ustad zainal abidin tentang pemilu
- komentarku terhadap ustad zainal abidin tentang pemilu
- Komentarku terhadap ust Yazid Jawas tentang demokrasi
- KOmentarku terhadap ust Firanda tentang pemilu 2
- Komentarku terhadap Ust Firanda tentang pemilu
- Perdebatan saya dengan para doktor dan Masyayikh pakar pakar hadis internasional
- Hitung Cepat Kompas: Golkar Untuk Sementara Juara!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan