Selasa, Februari 09, 2016

BNPT Tuding Ada Pesantren Radikal, Pengasuh Pondok Pesantren dan Tokoh Islam Jangan Diam





========================
.

Azzam Usamah menulis :
KIBLAT.NET, Surakarta – Jurubicara
Jamaah Ansharusyariah Ustadz
Abdurrahim Baasyir berharap para
pengasuh pondok pesantren dan
tokoh-tokoh umat Islam tidak tinggal
diam atas tuduhan sepihak BNPT
terkait 19 pesantren yang dituding
radikal.
Pasalnya, tuduhan Kepala BNPT Saud
Usman Nasution entah secara sadar
atau tidak, merupakan upaya untuk
memberangus tempat-tempat yang
menghasilkan tunas-tunas Islam
untuk jangka panjang.
“Jadi ini Islam yang sedang diserang.
Ini bentuk-bentuk kebodohan dia,”
kata Abdurrahim.
.
Sebagaimana diberitakan Kiblat.net
sebelumnya, Kepala BNPT Saud
Usman Nasution telah menuding 19
pesantren di Indonesia sebagai
pesantren radikal. Salah satunya
adalah Ponpes Al-Mukmin Ngruki
Surakarta. BNPT beralasan, pesantren
tersebut radikal karena alumninya ada
yang terlibat aksi terorisme.
.
Terkait hal ini, Ustadz Abdurrahim
Baasyir, pengajar di Ponpes Al-
Mukmin Ngruki sekaligus putra
bungsu Ustadz Abu Bakar Baasyir
menegaskan umat Islam tak perlu
termakan isu yang dilontarkan BNPT.
“Saya menasehatkan, gak usah
percaya sama BNPT karena lembaga
tersebut semakin hari semakin
menunjukkan dirinya sebagai lembaga
yang tidak memiliki kredibilitas di
tengah umat Islam,” kata Abdurrahim
Baasyir kepada Kiblat.net di Surakarta.
.
Menurutnya, isu yang dilontarkan
BNPT hanyalah upaya cari sensasi
belaka. Karena, pasca bom Thamrin
banyak orang menyalahkan dan
mengkritisi kinerja BNPT selama ini.
“Dia (BNPT) kan selama ini selalu
koar-koar dengan deradikalisasi tapi
ternyata hasilnya nol besar. Nah,
makanya BNPT lebih mencari alasan
agar tidak terkesan disalahkan. Maka,
dia boleh menuding-nuding orang
dengan tudingan seperti itu,” ujar pria
yang akrab disapa Iim Baasyir ini.
.
Iim Baasyir juga mempertanyakan
seperti apa kriteria radikal yang
dimaksud oleh BNPT. Pasalnya,
Ponpes Al-Mukmin Ngruki itu sudah
melewati penelitian dari Kementerian
Agama dan Kemdiknas. Bahkan,
mereka telah meneliti secara intensif
selama sepekan lebih seluruh
pelajaran-pelajaran dan kegiatan
ekstrakurikuler di dalam pesantren.
“Mereka telah melakukan penelitian
dan mereka tidak menemukan apa
yang selama ini ditudingkan kepada
pondok Ngruki itu,” kata dia.
.
Menanggapi hal itu, Abdurrahim
menegaskan kalau dikaitkan dengan
pesantren yang alumninya terkait
terorisme itu justru menunjukkan
betapa bodohnya logika yang
dibangun BNPT.
“BNPT ini bodoh sekali. Orang kan
bisa saja keluar dari pesantren lalu
berkomunikasi dengan siapa saja dan
kemudian jadi apa yang disebut
namanya teroris itu,” ujar dia.
.
Abdurrahim memberikan analogi
serupa antara teroris dan koruptor.
Jika memakai logika BNPT, harusnya
para koruptor itu dirunut sekalian
berasal dari mana tempat dia belajar
melakukan tindakan korupsi.
“Kalau ada koruptor kita tuding juga
di mana sekolahnya, di mana
universitas tempat dia dulu belajar
korupsi. Jadi logika ini logika yang
menunjukkan betapa BNPT itu isinya
orang-orang bodoh,” ujar putra
bungsu Abu Bakar Baasyir ini.
.
Pria yang akrab disapa Iim Baasyir ini
juga menyatakan BNPT hanya berani
menuding sepihak tanpa sanggup
memberikan bukti. Ia bahkan
menantang BNPT agar datang ke
pondok-pondok pesantren yang
dituduh radikal untuk membuktikan
tuduhannya dan menjelaskan kriteria
radikal.
“Sekarang kalau dia (BNPT) mau
datang ke sini membuktikan secara
ilmiah, kalau dia memang pintar,
datang ke sini, buktikan secara ilmiah.
Bahwa pesantren-pesantren yang
dituduh itu memang radikal dalam
arti kata yang sebenarnya, yang
membawa pada kegiatan terorisme,”
pungkasnya.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan