Rabu, Februari 17, 2016

Takfiri yang banyak diperbincangkan.




Takfiri ini biasanya di lontarkan kalangan syi`ah kepada kelompok IS atau wahabi.
Begitu juga kelompok ahli bid`ah kepada kalangan orang yang  komitmen kepada al quran dan hadis.
Pada hal syi`ah sendiri mengkafirkan  mayoritas sahabat, lalu mengapa mereka menuduh  orang lain takfiri  bukan pada dirinya.Bgt juga ahli bid`ah yang  banyak  kesyirikannya lalu menuduh orang lain takfiri  dengan tuduhan yang  salah.
Intropeksi dirilah, jangan lupa diri  dan melontarkan  tuduhan yang  tidak pas pada orang lain yang  benar.
Takfiri itu ada yang  wajib, juga ada yang  haram.
Bila ada orang yang  menurut al quran dan hadis  sahih kafir, maka wajib di kafirkan. Contoh :
مَا يُجَادِلُ فِي ءَايَاتِ اللَّهِ إِلاَّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَلاَ يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِي الْبِلَادِ(4)
Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu. Ghafir 4

Orang yang  suka membantah ayat – ayat Allah, maka  harus di katakan kafir.
Bila kita  tidak mengkafirkan nya ( tidak takfiri padanya ) , maka kita ini di anggap menyalahkan al quran. Dan kita sendiri malah di katakan kafir.
Ayat Allah yang  benar, masih di salahkan, tidak didukung. Maka  orang   sedemikian ini wajib di kafirkn. Kita harus bersikap takfiri padanya.
Bila dia masih kita katakan muslim, maka kita termasuk tidak percaya pada Allah yang  berfirman seperti itu. Kita termasuk mendustakan ayat itu, dan ancaman kita adalah neraka Jahannam sebagaimana ayat sbb:
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir? Al ankabut 68
Terkadang takfiri itu wajib bagi muslim yang  komit pada ayat dan hadis yang  sahih. Tapi di anggap buruk oleh kalangan awam atau ulama penyembah thaghut.
Bila tidak takfiri, maka akan membuang ayat atau hadis sahih dan ini malah lebih parah , bukan lebih baik.
Takfiri yang  haram adalah takfiri yang  seenaknya, emau gue , takfiri yang  landasannya kebodohan bukan dalil, takfiri yang  landasannya fanatisme  golongan , bukan  dalil  hadis atau ayat.
Bila kita menjalankan takfiri yang  haram ini, kita akan menjadi kafir karena ada hadis :
حَدِيْثُ  عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏
قَالَ: أَيُّما رَجُلٍ قَالَ َلأخيهِ يَا كافِرُ فَقَدْ باءَ بِهَا أَحَدَهُمَا
أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيْ فِى : 78 كِتَابُ اْلأَدَبِ : 73 بَابُ مَنْ كَفَّرَ أَخَاهُ بِغَيْرِ تَأْوِيْلٍ



11.                        Abdullah ibnu Umar menuturkan bahwa Nabi saw bersabda: “Siapapun yang berkata kepada saudaranya: “Wahai kafir,” maka ucapannya akan kembali kepada salah satu di antara keduanya.” (Bukhari, 78, kitab adab,. 73, bab seorang yang menuduh saudaranya kafir, tanpa penafsiran).

Ada orang yg berkata; Kopar kapir pd orang yg komit pada agama. Kayaknya dia melecehkan.

Saya katakan: Biar kita takfiri asal menggunakan ilmu, dalil yg sahih dari pada  suka menyatakan  muslim pada orang yg sudah dikafirkan oleh Allah dalam kitab suciNya atau hadis sahih.
Pegangilah kitab suci dan hadis sahih sekalipun banyak orang yg membuangnya. Kita ingat hadis :
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ *
Islam mulai dalam keadaan terasing ( terpencil  dan   jarang pengikutnya ) . Dan akan kembali dalam keadaan terasing. Beruntunglah  orang orang yang terpencil . Hadis sahih , Muslim/Iman /145. Ibnu Majah  /Fitan /3986. Ahmad /Baqi musnad muktsirin/8812


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan