Senin, Februari 29, 2016

Waduh! 130.000 Pengungsi Migran yang datang ke Jerman Menghilang



 
BERLIN - Setelah menerima pendaftaran 130.000 pencari suaka tahun lalu, pemerintah Jerman mengaku tidak mengetahui lagi keberadaan mereka saat ini.
Dalam keterangan tertulis, pemerintah Jerman mengatakan para migran tidak muncul di pusat penampungan sesuai dengan arahan aparat. Hal ini mungkin terjadi, karena para migran pindah ke negara lain, bersembunyi dari pengawasan aparat, atau mendaftar beberapa kali.

Seperti dilansir Dailymail, Sabtu (27/2/2016), para pencari suaka yang tidak diketahui keberadaannya tersebut mewakili 13% dari 1,1 juta pencari suaka yang terdaftar di Jerman pada 2015.

Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman mengatakan, serangkaian langkah yang telah disetujui parlemen pada Kamis lalu bakal membantu penanganan para migran yang hilang.

Seperti dilaporkan kantor berita AFP, langkah-langkah itu mencakup pemberian kartu identitas kepada migran yang baru tiba di Jerman sehingga aparat bisa menyimpan data pribadi mereka dalam sebuah bank data dan pendaftaran berulang bisa dicegah.

Dari data itu aparat Jerman juga bisa mengetahui dengan cepat pelaku kriminal di antara para migran sehingga mereka bisa dikeluarkan.

Pada Kamis lalu, Kepala Kantor Federal Bidang Migrasi, Frank-Juergen Weise menyatakan ada sekitar 400 ribu orang di Jerman yang identitasnya tidak diketahui.

Dari 1,1 juta migran yang masuk ke Jerman, kelompok utama adalah yang berasal dari Suriah. Menyusul kemudian kelompok migran dari Afghanistan yang mencapai 154 ribu orang.

AFP / DailyMail





Komentarku ( Mahrus ali ):
Sebaiknya pengungsi itu  ikut berperang bersama kaum Muslimin yang  lain. Bukan bersama  kaum nasionalis, liberal , kafirin , munafikin atau kelompok moderat yang  lain. Berkumpullah  dengan kelompok mujahid di jalan Allah bukan mujahid di jalan setan.
Hal sedemikian ini agar kelompok mujahadin di jalan Allah bertambah kuat untuk menumbangkan rezim kekufuran di tempatnya.
Di zaman Rasulullah shallahu alaihi wasallam tidak ada pengungsi tapi semua ikut perang kecuali kaum lemah  atau orang – orang yang  tidak punya biaya untuk bekal perang.  Allah berfirman:
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ(216)
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.  Baqarah 216.
Beberapa juta pengungsi ke Eropa itu bila ikut perang bersama kaum Muslimin di daerahnya akan menambah kekuatan mereka. Bila semua  mengungsi dan takut perang , maka rezim kekufuran akan tetap kekal untuk membantai kaum Muslimin atau menyebarkan kekufurannya.
Kadang orang bilang , biar nanti Islam akan tersebar  di Eropa lewat pengungsu itu.
Saya katakan: “ Tapi mujahadin kehilangan kekuatannya dlm menghadapi rezim thaghut yang tangguh. Dan kapan jihad mereka ?
Islam yang tersebar lewat pengungsi itu islam yang ngajak damai  dengan kekufuran, suka hidup enak, tidak mau terjun di lapangan jihad yang penuh resiko.
Lain  dan beda sekali dengan Islam yang tersebar lewat tentara  khilafah  zaman dahulu. Kaum Muslimin bisa berkuasa , memeraktekkan hukum Allah di sana.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan