Mujahidin IS Semakin Maju ke Dalam Kobani, Kuasai Pusat Komando Kurdi dan Penjara Kota
KOBANI, SURIAH (voa-islam.com) - Mujahidin Islamic State (IS) semakin maju lebih dalam ke kota Suriah Kobani di perbatasan Turki pada hari Jumat (10/10/2014), dan telah menguasai pusat komando milik pasukan Kurdi yang mempertahankan kota tersebut, Sky News berbahasa Arab melaporkan. Al Jazeera melaporkan bahwa mujahidin juga telah merebut penjara kota ini, yang terletak di pusat kota.
"Mereka telah mengambil setidaknya 40 persen (kota)," kata Rami Abdulrahman, yang menjalankan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), melalui telepon.
Mujahidin Islamic State sekarang mengendalikan hampir seluruhnya dari "markas keamanan", yang merupakan rumah bagi bangunan administrasi yang digunakan oleh pemerintah daerah itu, katanya.
Ocalan Iso, wakil kepala pasukan Kurdi mengatakan IS masih membombardir pusat kota dengan mortar, mengklaim bahwa pasukan IS menguasai tidak lebih dari 20 persen dari kota itu. "Ada bentrokan sengit dan mereka membombardir pusar Kobani sejauh ini, dia mengatakan melalui telepon.
Sementara itu, seorang pejabat Kurdi lokal dan aktivis Suriah mengatakan kelompok tersebut menembaki perlintasan perbatasan Suriah dengan Turki untuk mencoba dan merebutnya dan memotong kota Kobani.
Pejabat itu, Idriss Nassan, mengatakan mujahidin IS bertujuan untuk merebut penyeberangan untuk menutup simpul pasukan Kurdi di sekitar kota dan mencegah orang dari memasuki atau meninggalkan Kobani.
Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia mengatakan para mujahidin pada Jumat membombardir beberapa daerah di Kobani, termasuk satu-satunya gerbang perbatasan kota itu ke Turki.
Mujahidin Islamic State pekan ini mundur sebentar dari Kobani untuk pertama kalinya sejak mereka meluncurkan ofensif di daerah itu pada pertengahan September. Meski demikian, mereka kembali melanjutkan gerak maju pada Kamis dan berhasil menguasai lebih dari sepertiga kota.
Aktivis mengatakan perebutan Kobani telah menewaskan lebih dari 500 orang. (an/ynet)
KOBANI, SURIAH (voa-islam.com) - Mujahidin Islamic State (IS) semakin maju lebih dalam ke kota Suriah Kobani di perbatasan Turki pada hari Jumat (10/10/2014), dan telah menguasai pusat komando milik pasukan Kurdi yang mempertahankan kota tersebut, Sky News berbahasa Arab melaporkan. Al Jazeera melaporkan bahwa mujahidin juga telah merebut penjara kota ini, yang terletak di pusat kota.
"Mereka telah mengambil setidaknya 40 persen (kota)," kata Rami Abdulrahman, yang menjalankan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), melalui telepon.
Mujahidin Islamic State sekarang mengendalikan hampir seluruhnya dari "markas keamanan", yang merupakan rumah bagi bangunan administrasi yang digunakan oleh pemerintah daerah itu, katanya.
Ocalan Iso, wakil kepala pasukan Kurdi mengatakan IS masih membombardir pusat kota dengan mortar, mengklaim bahwa pasukan IS menguasai tidak lebih dari 20 persen dari kota itu. "Ada bentrokan sengit dan mereka membombardir pusar Kobani sejauh ini, dia mengatakan melalui telepon.
Sementara itu, seorang pejabat Kurdi lokal dan aktivis Suriah mengatakan kelompok tersebut menembaki perlintasan perbatasan Suriah dengan Turki untuk mencoba dan merebut itu dan memotong kota Kobani.
Pejabat itu, Idriss Nassan, mengatakan mujahidin IS bertujuan untuk merebut penyeberangan untuk menutup simpul pasukan Kurdi di sekitar kota dan mencegah orang dari memasuki atau meninggalkan Kobani.
Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia mengatakan para mujahidin pada Jumat membombardir beberapa daerah di Kobani, termasuk satu-satunya gerbang perbatasan kota itu ke Turki.
Mujahidin Islamic State pekan ini mundur sebentar dari Kobani untuk pertama kalinya sejak mereka meluncurkan ofensif di daerah itu pada pertengahan September. Meski demikian, mereka kembali melanjutkan gerak maju pada Kamis dan berhasil menguasai lebih dari sepertiga kota pada
Aktivis mengatakan perebutan Kobani telah menewaskan lebih dari 500 orang. (sn/ynet)
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!
0
Artikel Terkait
Isis
- Hari Ke-7: Pejuang Koalisi Internasional Bombardir kota Mosul. Mengejutkan Ternyata ISIS Bukan Buatan Zionis Israel dan Amerika
- Penasihat Obama: Khilafah Akan Tegak Kembali, Pasti dan Mustahil Dihindari
- Laporan PBB: Kekuasaan ISIS Libya Semakin Luas
- Mati dengan muka tersenyum
- Takfiri yang banyak diperbincangkan.
- Said Agil: Aliran Arab itu tak cocok dengan Indonesia, ISIS itu Berbahaya
- Ledakan di Sarinah, Thamrin, Jakarta Adalah Rekayasa Penguasa? (1)
- Ledakan di Sarinah, Thamrin, Jakarta Adalah Rekayasa Penguasa? (2-habis)
- Seru nih! Pentagon: AS Sudah Kirim Tentara Khusus ke Irak
- Dzawahiri: Tegaknya Khilafah di Syam, Kunci Pembebasan Baitul Maqdis
- Pernyataan KH Said Aqil Siraj - ISIS akan masuk Indonesia
- Terkuak, Kedubes AS di Jakarta Larang Warganya Beraktivitas di Kawasan Sarinah Sebelum Ledakan Terjadi
- Untuk Orang Orang yang Bertanya Tentang Daulah Islamiyyah
- Percakapan Gaddafi dan Tony Blair Terungkap ke Publik,
- AS Akui Tak Mampu Tumbangkan Islamic State di 2016
- DAULAH ISLAM BAQIYYAH 'Ala Minhaj Annubuwwah
- Lawan 300 militan IS, 4.000 Pasukan Irak Terseok-seok di Ramadi
- Jawabanku untuk teman fb kita tentang mubahalah
- Mubahalah sesama muslim bid`ah dholalah, bukan sunah yang benar
- Ngamuk, Bos Al-Nusra Kecam Pertemuan Oposisi di Riyadh
- IS Mampu Cetak Paspor Syria dengan Otentik
- Hasil sidang pemberontak Suria yg berkumpul di Riyadh bukan di Washinton
- IS Rebut “Harta Rampasan” Buatan AS dalam Jumlah Fantastis
- Keseharian Mujahidin Khilafah di Diyala
- Hukum menyembelih tawanan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan