Rabu, Mei 01, 2013

Ustadz Jefri al Buchori di jalan setan atau Allah

SMS dari Rudy Lumajang.

tad td sy baca ttg uje yg telah wafat diblog...sy jg heran kenapa
 dirumahnya uje digelar acara tahlilan segala...di indon mmg repot membedakn 
orang yg 
berdakwah di jalan Allah dengan orang yang campur aduk, bagaimanakah menurut Ustad.

Saya jawab: Ustadz Jefri al Buchori itu ahli bid`ah yang belum tobat.

Komentarku ( Mahrus ali): 
Dia melanggar ayat ini:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ(42)
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. Al Baqarah 42
Kliklah disini agar tahu bagaimanakah lagu cinta Ustadz Jefri .


Boleh lihat dijudul ini:
2. ustad jefri - ya rasulullah.mp3
Maksud dari lagu itu adalah mengungkapkan syair cinta kepada Rasulullah SAW, ada  minta – minta kepada Rasulullah SAW setelah wafatnya. Dan ini kurang etis, bahkan tidak baik dan termasuk minta kepada selain Allah.
Lihat ayat:
وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ(117)
Dan barangsiapa berdoa kepada  tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. Al mukminun 117

 Apalagi disertai musik yang jelas  termasuk keharaman sebagaimana keputusan muktamar NU sendiri. Jadi dakwah sedemikian ini adalah dakwah amburadul – mencampur aduk antara kebatilan dan kebenaran, jalan setan dan jalan Allah. Dakwah seperti ini bukan dakwah para Rasul , tapi dakwah ahli bid`ah, boleh jadi termasuk di jalan setan. 


Mau nanya hubungi kami:
088803080803. 081935056529
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1
                           Waru Sidoarjo

 

Artikel Terkait

2 komentar:

  1. Apa bila karya ustadz yang termuat dalam MP3 ini disebarluaskan, apa yang beliau peroleh di sisi Allah Ta'ala, Ustadz?

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan