Kamis, September 15, 2011

Kesaktian Abah Anom mirip dengan pesulap Deddy-Corbuser


Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin adalah nama asli Abah Anom. Lahir 1 Januari 1915 di Suryalaya, Tasikmalaya. Ia anak kelima dari Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad, atau Abah Sepuh, pendiri Pesantren Suryalaya. Sebuah pesantren tasawuf yang khusus mengajarkan Thariqat Qadiriyyah Naqsabandiyah (TQN).

Ia memasuki bangku sekolah dasar (Vervooleg school) di Ciamis, pada usia 8 tahun. Lima tahun kemudian melanjutkan ke madrasah tsanawiyah di kota yang sama. Usai tsanawiyah, barulah ia belajar ilmu agama Islam, secara lebih khusus di berbagai pesantren.

Ia keluar masuk berbagai macam pesantren yang ada di sekitar Jawa Barat seperti, Pesantren Cicariang dan Pesantren Jambudwipa di Cianjur untuk ilmu-ilmu alat dan ushuluddin. Sedangkan di Pesantren Cireungas, ia juga belajar ilmu silat. Minatnya untuk belajar silat diperdalam ke Pesantren Citengah yang dipimpin oleh Haji Djunaedi yang terkenal ahli “alat”, jago silat dan ahli hikmat.

Kegemarannya menuntut ilmu, menyebabkan Abah Anom menguasai berbagai macam ilmu keislaman pada usia relatif muda (18 tahun). Didukung dengan ketertarikannya pada dunia pesantren, telah mendorong ayahnya yang dedengkot Thoriqot Qadiriyah Naqsabandiyah (TQN) untuk mengajarinya dzikir TQN. Sehingga ia menjadi wakil talqin ayahnya pada usia relatif muda.

Mungkin sejak itulah, ia lebih di kenal dengan sebutan Abah Anom. Ia resmi menjadi mursyid (pembimbing) TQN di Pesantren tasawuf itu sejak tahun 1950. Sebuah masa yang rawan dengan berbagai kekerasan bersenjata antar berbagai kelompok yang ada di masyarakat, terutama antara DI/TII melawan TNI.

“Tasawuf tidak hanya produk asli Islam, tapi ia telah berhasil mengembalikan umat Islam kepada keaslian agamanya pada kurun-kurun tertentu,” tegas Abah Anom, tentang eksistensi tasawuf dalam ajaran Islam.

Tasawuf yang dipahami Abah Anom, bukanlah kebanyakan tasawuf yang cenderung mengabaikan syari’ah karena mengutamakan dhauq (rasa). Menurutnya, sufi dan pengamal tarekat tidak boleh meninggalkan ilmu syari’ah atau ilmu fiqih. Bahkan, menurutnya lagi, ilmu syari’ah adalah jalan menuju ma’rifat.

Ia, sebagaimana lazimnya sosok sufi, tak ingin terkenal. “Ia amat sulit untuk diwawancarai wartawan, karena beliau tak ingin dikenal orang,” ungkap Ustadz Wahfiudin, mubaligh Jakarta yang menjadi salah seorang muridnya.

Kendati demikian, ia bukanlah sosok sufi yang lari ke hutan-hutan dan gunung-gunung, seperti legenda sufi yang sering mampir ke telinga kita. Yang hidup untuk dirinya sendiri, dan menuding masyarakat sebagai musuh yang menghalangi dirinya dari Allah swt. Ia akrab dengan berbagai medan kehidupan, mulai dari pertanian sampai pertempuran.

Pada tahun 50-60-an kondisi perekonomian rakyat amat mengkhawatirkan. Abah Anom turun sebagai pelopor pemberdayaan ekonomi umat. Ia aktif membangun irigasi untuk mengatur pertanian, juga pembangunan kincir angin untuk pembangkit tenaga listrik.

Bahkan Abah Anom membuat semacam program swasembada beras di kalangan masyarakat Jawa Barat untuk mengantisipasi krisis pangan. Aktivitas ini telah memaksa Menteri Kesejahteraan Rakyat Suprayogi dan Jendral A. H. Nasution untuk berkunjung dan meninjau aktifitas itu di Pesantren Suryalaya.

Medan pertempuran bukanlah wilayah asing bagi Abah Anom. Pada masa-masa perang kemerdekaan, bersama Brig. Jend. Akil bahu-membahu memulihkan keamanan dan ketertiban di wilayahnya. Ketika pemberontakan PKI meletus (1965), ia bersama para santrinya melakukan perlawanan bersenjata.

Bahkan tidak hanya sampai di situ, Abah Anom membuat program “rehabilitasi ruhani” bagi para mantan PKI. Tak heran, jika Abah mendapat berbagai penghargaan dari Jawatan Rohani Islam Kodam VI Siliwangi, Gubernur Jawa Barat dan instansi lainnya.

Medan pendidikan juga tak luput dari ruang aktivitasnya. Mulai dari pendirian Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah ‘Aliyah pada tahun 1977, sampai pendirian Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah pada tahun 1986.

Kiprahnya yang utuh di berbagai bidang kehidupan manusia, ternyata berawal dari pemahamannya tentang makna zuhud. Jika kebanyakan kaum sufi berpendapat zuhud adalah meninggalkan dunia, yang berdampak pada kemunduran umat Islam. Maka menurut pendapat Abah Anom,

“Zuhud adalah qasr al-’amal artinya, pendek angan-angan, tidak banyak mengkhayal dan bersikap realistis. Jadi zuhud bukan berarti makan ala kadarnya dan berpakaian compang camping.”

Abah merujuk pada surat An-Nur ayat 37 yaitu, “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah dan dari mendirikan shalat, (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati menjadi guncang.”

Jadi, menurut beliau seorang yang zuhud adalah orang yang mampu mengendalikan harta kekayaannya untuk menjadi pelayannya, sedangkan ia sendiri dapat berkhidmat kepada Allah swt semata. Atau seperti dikatakan Syekh Abdul Qadir Jailani,

“Dudukkanlah dirimu bersama kehidupan duniawi, sedangkan kalbumu bersama kehidupan akhirat, dan rasamu bersama Rabbmu.”

Inabah

Mengentaskan manusia dari limbah kenistaan bukanlah perkara mudah. Abah Anom memiliki landasan teoritis yang kuat untuk merumuskan metode penyembuhan ruhani, semuanya ada dalam nama pesantren itu sendiri yaitu, Inabah.

Abah Anom menjadikan Inabah tidak hanya sekedar nama bagi pesantrennya, tapi lebih dari itu, ia adalah landasan teoritis untuk membebaskan pasien dari gangguan kejiwaan karena ketergantungan terhadap obat-obat terlarang. Dalam kacamata tasawuf, ia adalah nama sebuah peringkat ruhani (maqam), yang harus dilalui seorang sufi dalam perjalanan ruhani menuju Allah swt.

“..Salah satu hasil dari muraqabatullah adalah al-inabah yang maknanya kembali dari maksiat menuju kepada ketaatan kepada Allah swt karena merasa malu ‘melihat’ Allah,” jelas Abah yang merujuk pada kitab Taharat Al-Qulub.

Dalam teori inabah, untuk menancapkan iman dalam qalbu, tak ada cara lain kecuali dengan dzikir laa ilaha ilallah, cara ini di kalangan TQN disebut talqin. Demikian juga dalam mesikapi mereka yang dirawat di pesantren Inabah. Mereka harus diberikan ‘pedang’ untuk menghalau musuh-musuh di dalam hati mereka, pedang itu adalah dzikrullah.

Orang-orang yang dirawat di Inabah diperlakukan seperti orang yang terkena penyakit hati, yang terjebak dalam kesulitan, kebingungan dan kesedihan. Mereka telah dilalaikan dan disesatkan setan sehingga tak mampu lagi berdzikir pada-Nya. Ibarat orang yang tak memiliki senjata lagi menghadapi musuh-musuhnya. Walhasil, obat untuk mereka adalah dzikir.

Shalat adalah salah satu bentuk dzikir. Menurut pandangan Abah Anom, para pasien itu belum dapat shalat karena masih dalam keadaan mabuk (sukara), karena itu langkah awalnya adalah menyadarkan mereka dari keadaan mabuk dengan mandi junub. Apalagi sifat pemabuk adalah ghadab (pemarah), yang merupakan perbuatan syaithan yang terbuat dari api. Obatnya tiada lain kecuali air.

Jadi, selain dzikir dan shalat, untuk menyembuhkan para pasien itu digunakan metode wudlu dan mandi junub. Perpaduan kedua metode itu sampai kini tetap digunakan Abah Anom untuk mengobati para pasiennya dari yang paling ringan sampai yang paling berat, dan cukup berhasil. Buktinya, cabang Inabah tak hanya di Indonesia, di Singapura langsung berdiri sebuah cabang serta Malaysia dua buah cabang. Belum lagi tamu-tamu yang mengalir dari berbagai benua seperti Afrika, Eropa dan Amerika.

Karomah beliau
tersebutlah seorang kiayi bernama KH.Tohir yang sedang menimba ilmu di salah satu pesantren di kotanya. Konon Sang Guru yang mengajarkan ilmu di pesantrennya tersebut melarang Kiayi Tohir untuk tidak menemui seorang kiayi besar yang tinggal di Suryalaya bernama Abah Anom, apalagi berguru kepadanya. Namun, setelah melalui penelusuran dan pembelajaran ilmu tassawuf yang diajarkan di Pesantren Suryalaya, akhirnya kiayi Tohir meminta kepada Abah Anom untuk dibaiayat atau ditalqin dzikir (di ajarkan dzikir Thoriqoh). Namun, tentu saja dalam benak kiayi Tohir kunjungannya ke Abah Anom yang tanpa sepengatahuan gurunya itu akan membuat murka di pesantren dikotanya. Apalagi, setelah di talqin dzikir (pengajaran dzikir thoriqat) ada suatu amanat dari Abah Anom yakni ucapan salam yang harus disampaikan kepada guru dipesantrennya. Ketika kiayi Tohir sedang duduk menunggu sholat berjamaah di Mesjid Nurur Asror di Kompleks Pesantren Suryalaya sebelum ia kembali bertolak ke kampung halamannya, pikirannya terus berkecamuk tidak bisa tenang. Ketika dalam benaknya terbersit bagaimana wajah murka gurunya yang sedang memarahinya habis-habisan karena ketidak taatannya, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dengan sorban dan berkata: “Tong sok goreng sangka kabatur, komo ka guru soranganmah, boa teuing teu kitu! dalam bahasa Indonesia : “jangan selalu berburuk sangka terhadap orang lain, apalagi terhadap guru sendiri, belum tentu seperti itu “. Kiyai Thohir begitu kaget ternyata yang menepuk pundak dan membaca pikirannya itu adalah guru ruhaninya yang baru, yaitu Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin ra (Abah Anom). Dari kejadian itu Kiai Thohir mendapatkan pelajaran yang berharga bahwa seorang guru ruhani Mursyid Thoriqoh Qodiriyyah wan Naqsyabandiyyah bisa mengetahui hati murid-muridnya dimanapun mereka berada. Mursyid akan terus mengawasi dan membimbing hati murid-muridnya agar hati selalu menuju Allah

Sepulang dari Pesantren Suryalaya dan kembali ke Pesantren dikampungnya, Kiai Thohir menyampaikan amanat salam dari Mursyid Kammil Mukammil Syekh ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin ra kepada gurunya. Dan ternyata, diluar dugaan Kiayinya yang dipesantren itu malah memuji Abah Anom bahkan Kiayi Thohir sebagai salah satu murid kesayangannya itu dianjurkan untuk menjalankan ajaran yang di bawa oleh Abah Anom sebagai pewaris para Nabi.

Selanjutnya, Kiayi Thohir mengabdikan diri sepenuhnya kepada Abah Anom dan mengamalkan ajaran yang telah diajarkannya. Akhirnya Kiai Thohir dipercaya menjadi salah satu wakil Talqin, yaitu orang yang di izinkan untuk mengajarkan atau mengijazahkan dzikir Thoriqoh kepada orang yang membutuhkannya.
Cerita ini diambil dari ceramahnya KH.M.Abdul Gaous Saefulloh Al-Maslul atau Ajengan Gaos salah satu wakil Talqin Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya, Jawa Barat Indonesia.

Diceritakan ada seorang pemuda yang hobinya melacur, pemuda tersebut berniat untuk berhenti dari pebuatannya yang tercela. Sudah berbagai cara dilakukan untuk menghentikannya itu tidak membuat minat lacurnya berhenti. Padahal, pelaksanaan amalan ibadah yang “super ketat” atas petunjuk dari para kiai yang pernah dikunjungi dari berbagai daerahpun belum berhasil. Jadi, Sudah tidak asing lagi baginya riyadloh (latihan) seperti puasa, dzikir, sholat baik yang sifatnya wajib maupun sunat dan amalan lainnya.

Dalam keadaan kondisi jiwa yang begitu kritis, datanglah pemuda itu ke Pondok Pesantren Suryalaya untuk menemui seorang Waliullah yaitu Abah Anom dan menceritakan maksud kedatangannya. Abah Anom berkata : “Tidak apa-apa, asal jangan dilakukan didepan Abah”. Setelah itu pemuda yang hobi “jajan” perempuan ditalqin dzikir TQN untuk diamalkan.

Seperti biasa pemuda tersebut datang ke hotel yang telah dipesan untuk melaksanakan hasrat nafsunya “meniduri” wanita pelacur. Setelah siap-siap semuanya, terbesit dalam jiwanya akan bayangan wajah Abah Anom “Asal jangan dihadapan Abah!”, pemuda itu terkejut dan gelisah, dengan segera meninggalkan hotel. Gagallah keinginan nafsunya.

Dihari yang lain, pemuda itu datang lagi ke hotel untuk melaksanakan hasrat nafsunya yang tidak terbendung. Namun, disaat detik-detik akan melaksanakan maksiatnya muncul wajah Abah Anom “Tidak apa-apa, asal jangan dihadapan Abah”. Pemuda itu kembali mengurungkan niatnya dan kembali pulang.

Kejadian itu terus terulang selalu melihat bayangan wajah Abah Anom disaat-saat akan melakukan maksiat dengan pelacur. Akhirnya, dengan kejadian itu pemuda tersebut menghentikan dari hobinya melacur untuk selamanya dan menjadi pengamal Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah.

Sesungguhnya kejadian itu suatu anugrah dari Allah untuk hamba yang dicintai dengan perantara Mursyid sebagai pilihan-Nya. Subhanallah..

Bayangan wajah Mursyid itu adalah sebagai burhana robbihi (cahaya / tanda dari Allah) yang membawa berkah terhadap pemuda tersebut.

Kita teringat akan kisah salah satu utusan Allah yaitu Nabi Yusuf as. yang ditolong Allah ketika akan terjadi maksiat dengan Siti Zulaikha. Dalam al-Qur’an Surat Yusuf ayat 24: “Sesungguhnya wanita itu telah bemaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf-pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu (Zulaikha) andaikata tidak melihat burhana robbihi yaitu tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS: Yusuf 24)

Dalam ayat ini terdapat perkataan Allah “Burhana Rabbihi”. Menurut perkataan Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir, juz II / 474 : “Adapun maksud “Burhaana Rabbihi” yang terlihat oleh Yusuf, maka terdapat beberapa pendapat. Menurut sahabat Abdullah bin Abbas, Said, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Muhamad bin Sirin, Hasan, Qatadah, Ibnu Sholeh, Dlohah, Muhammad bin Ishaq dan lain-lain yakni Yusuf melihat bayangan ayahnya (Ya’kub), rupanya, bentuknya seakan-akan ayahnya marah-marah. Menurut sebagian riwayat memukul dada Yusuf. Al-‘Aufi berpendapat dari Ibnu Abbas, maksud perkataan itu ialah Yusuf teringat kepada bayangan wajah suami Zulaikha yaitu raja Qithfir yang seolah-olah ada dirumah dan mengetahui apa yang akan diperbuat Yusuf. Demikian juga Muhammad bin Ishaq berpendapat yang sama.” (Tafsir Ibnu Katsir, II / 474) Subhanallah…

Cerita ini diambil dari ceramahnya KH.M.Abdul Gaous Saefulloh Al-Maslul atau Ajengan Gaos salah satu wakil Talqin Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya, Jawa Barat Indonesia.

KH. Maksum memiliki seorang istri yang sedang mengandung. Menurut fonis dokter, istri kiayi tersebut bukanlah kehamilan normal yang biasanya terjadi pada seorang wanita. Namun istri KH.Maksum di vonis menderita kangker dan harus segera dioperasi.

Sang Kiayi akhirnya datang ke Suryalaya ingin bertemu Pangersa Abah Anom untuk meminta doa beliau agar istrinya diberi kelancaran saat operasinya nanti. Ketika kiayi Maksum mengutarakan maksudnya tersebut, Abah hanya berkata: “Heug, sing jadi jelema”, dalam bahasa Indonesia: iya, jadi manusia, maksudnya adalah semoga kandungan istri kiayi Maksum menjadi manusia dengan izin Allah.

Dan ternyata, baru saja istri kiayi Maksum satu langkah keluar dari rumah Pangersa Abah, dia merasakan gerakan-gerakan dalam rahimnya itu, subhanallah. Kontan saja istri kiayi Maksum kaget, dan langsung memeriksakan dirinya ke Dokter. Lalu apa kata Dokter? Subhanallah, Dokter pun sama terkejutnya dengan pasangan suami istri Kiayi Maksum tersebut.

Allahu Akbar, kun fayakun, dengan izin-Nya melalui doa Kekasih-Nya, daging jadi yang asalnya akan diangkat tersebut, ternyata berubah menjadi sesosok manusia kecil yang menggemaskan berjenis kelamin laki-laki. Ya, ternyata setelah dioperasi daging jadi itu berubah menjadi seorang bayi, yang diberi nama Sufi Firdaus.

Idos panggilan anak ini, hingga saat ini masih hidup dan mengabdikan dirinya untuk menjadi murid Syeikh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin qs. (Abah Anom).
Diceritakan Bapak Etje Juardi, ada Ulama yang dikenal sakti namanya Kyai Jured.

Suatu hari Kiai tersebut memiliki rencana untuk menguji karomah Abah Anom dengan kesaktian yang dimilikinya.

Kiai tersebut datang ke Pondok Pesantren Suryalaya dengan satu bis yang membawa 70 santrinya. Semua santri disebar disekitar Pesantren Suryalaya, setelah Kiai itu masuk ke halaman Abah Anom, tidak disangka Abah Anom sudah berada didepan madrasah dan menyuruh Kiai untuk masuk ke madrasah Abah Anom bersama 70 santrinya yang telah disebar. Kiai tersebut merasa kaget akan kasyaf (penglihatan batin)nya Mursyid TQN. Abah Anom meminta Kiai tersebut dan para santrinya untuk makan dahulu yang telah Beliau sediakan di madrasah.

Di dalam madrasah Kiai memuji Abah Anom tentang pesantren Beliau yang sangat luas nan indah, tetapi dibumbui kritik secara halus tentang kekurangan pesantrenya yaitu tidak adanya burung cendrawasih, burung yang terkenal akan bulunya yang indah. Beliau hanya tersenyum dan menimpalinya dengan jawaban yang singkat : “Tentu saja Kiai”. Suatu di luar jangkauan akal setelah jawaban itu burung cendrawasih yang berbulu indah melayang-layang di dalam madrasah yang sesekali hinggap. Kejadian itu membuat terpesonanya akan karomah yang dimiliki Beliau, Kiai itu diam seribu bahasa.

Keajaiban lagi, ketika makan dengan para santrinya yang 70 pun nasi yang di sediakan dalam bakul kecil itu tidak pernah habis.

Namun, Kiai ini masih penasaran dan tidak mau kalah begitu saja, setelah makan Kiai tersebut meminta kepada Beliau untuk mengangkat kopeah/peci yang telah “diisi“, yang sebelumnya dicoba oleh para santrinya tidak terangkat sedikitpun. Subhanallah .. hanya dengan tepukan tangan Abah Anom ke lantai kopeah itu melayang-layang.

Selanjutnya Kiai tersebut mengeluarkan batu yang telah disediakan sebelumnya, dan batu itu dipukul dengan “kekuatan” tangannya sendiri sehingga terbelah menjadi dua, sedangkan belahannya diberikan kepada Abah Anom. Kiai itu meminta kepada Abah Anom untuk memukulnya sebagaimana yang telah dicontohkannya.

Abah Anom mengatakan kepada kiai itu : “Abah tidak bisa apa-apa, baiklah” selanjutnya batu itu diusap oleh tangan Abah dan batu itu menjadi air ,subhanallah…

Kiai menguji lagi karomah Abah Anom dengan kelapa yang telah dibawa santri dari daerahnya. Kiai tersebut meminta yang aneh-aneh kepada Abah Anom agar isi dalam kelapa tersebut ada ikan yang memiliki sifat dan bentuk tertentu.

Dengan tawadlunya Abah Anom menjawab: “Masya Allah, kenapa permintaan kiai ke Abah berlebihan?, Abah tidak bisa apa-apa .
Selanjutnya Abah Anom berkata : “ Baiklah kalau begitu, kita memohon kepada Allah. Mudah-mudahan Allah mengabulkan kita”. Setelah berdoa Beliau menyuruh kelapa itu untuk dibelah dua, dan dengan izin Allah didalam kelapa itu ada ikan yang sesuai dengan permintaan sang kiai. Subhanalllah…

Selanjutnya, entah darimana datangnya di tangan Abah Anom sudah ada ketepel, dan ketepel itu diarahkan atau ditembakan kelangit-langit madrasah, sungguh diluar jangkauan akal, muncul dari langit-langit burung putih yang jatuh dihadapan Kiai dan Beliau

Setelah kejadian itu, Kiai menangis dipangkuan Abah Anom Akhirnya Kiai memohon kepada Abah Anom untuk diangkat menjadi muridnya.

Kiai itu ditalqin dzikir TQN Setelah ditalqin Kiai menangis dipangkuan Abah Anom sampai tertidur. Anehnya, Bangun dari tidur sudah berada dimesjid. Subhanallah….

Abdul telah tiada. Bunga di atas kuburan Abdul yang terletak di area kuburan blok Nyongklang Selajambe Kab. Kuningan tampak masih segar sekalipun sudah tiga hari terpanggang panas terik matahari. Begitu pula gundukan tanah merah tampak terlihat masih basah padahal kuburan sekelilingnya sudah kering bahkan terlihat retak-retak akibat kemarau berkepanjangan.

Sepintas, tak ada yang istimewa pada kuburan tersebut. Sama saja seperti kuburan yang lainnya. Namun sesuatu yang beda akan terasa disana. Wangi bunga akan tercium manakala orang melewati kuburan tersebut. Emangnya, siapa sich, yang “tertidur” di dalam sana? Inilah kisahnya….

Adalah Abdul, seorang laki-laki yang 3/4 usianya dihabiskan dalam lembah kemaksiatan. Di kota Metropolitan, Abdul menjelma menjadi bajingan yang Super Haram Jadah. Ia adalah jagoan yang tak pernah kenal rasa takut. Bagi sesama penjahat, Abdul adalah momok yang menakutkan. Bagi polisi lelaki yang sekujur tubuhnya dipenuhi tato wanita telanjang itu merupakan sosok penjahat yang super licin yang sulit ditangkap karena kepandaiannya menggunakan jampi-jampi sehingga mampu berkelit dari kejaran aparat. Kapanpun dan dimanapun, perbuatan maksiat tak pernah ia lewatkan.

Hingga suatu malam di bulan November 2005….. Niat jahatnya muncul kembali ketika melihat seorang penumpang wanita sendirian di mobil omprengan daerah Plumpang, Jakarta Utara. Bersama dua orang temannya, ditodongkannya pisau ke arah sopir dan kernet yang tidak berdaya menghadapi ancaman tersebut. Keduanya lalu diikat lalu Abdul CS. membawa kendaraan tersebut ke salah satu tempat di Bogor yang sudah mereka persiapkan sebelumnnya.

Sesampainya di tempat, Abdul CS. bermaksud untuk memperkosa wanita cantik tersebut. Dengan cara paksaan, wanita itu -sebut saja Sinta- diminta untuk melayani nafsu binatangnya. Namun Sinta berupaya sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari bahaya sambil berteriak : “Abah, Abah, Abah, tolong saya!”. Subhanalloh, atas kehendak-Nya, disaat Abdul akan melampiaskan nafsu kebinatangannya, tiba-tiba saja “burung” miliknya mendadak terkulai lemas dan ia merasakan kesakitan yang luar biasa. Begitu juga kedua temannya yang akan memperkosa Sinta mengalami hal serupa. Dalam keadaan seperti itu, Sinta langsung melarikan diri………..

Setelah kejadian tersebut, Abdul CS mengalami nasib naas. Kemaluannya membengkak dan tiga bulan kemudian, dua orang temannya mati mengenaskan akibat “burung”nya MEMBESAR. Untunglah, Abdul cepat sadar. Ia tahu, bahwa peristiwa tersebut merupakan hukuman dari Allah atas dosa-dosa mereka yang telah diperbuat. Lalu, ia menemuia salah seorang temannya yang sudah terlebih dahulu insyaf dan bertaubat.

Setelah diutarakan maksud dan kedatangannya, teman Abdul tersebut membawanya ke salah satu Majlis Dzikir dan kemudian bertaubat. Melalui Kiayi yang menuntunnya, iapun tahu bahwa taubat tidak berarti harus menghilangkan seluruh tato yang ada ditubuhnya. Dengan semangat yang kuat dan tekad yang membaja, Abdulpun mendapatkan Talqin Dzikir dan mengamalkan semua amaliahnya seperti Khotaman meskipun dia hafalkan dari latinnya.

Teman-teman seprofesi dulu di Jakarta banyak yang ia temui sehingga dia memutuskan untuk hijrah dari Jakarta ke kampung halamannya, takut jika niat jahatnya kembali muncul. Di kampung halamannya, masyarakat tidak begitu saja bisa langsung menerimanya, malah menaruh rasa curiga bahkan tak jarang kata-kata pedas sering dilontarkan kepadanya. Berbekal TANBIH dan dzikrullah, ia tetap tersenyum dan berbaik budi. Sehingga akhirnya masyarakatpun dapat menerima, bahwa Abdul telah kembali ke jalan yang lurus.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia menjadi buruh tani dan pekerjaan serabutan lainnya hanya untuk sesuap nasi sehingga tetap bisa melaksanakan amaliah dzikrullah seperti yang pernah didapatkannya di Jakarta. Hingga akhirnya, pada hari Jum’at di tahun 2006 selepas Subuh, ia dipanggil kembali oleh Allah dalam posisi Tawajuh.


dari Suara Hidayatullah, 1999
sumber: http://muslimdelft.nl/titian_ilmu/biografi/abah_anom_sufi_yang_tak_menyendiri.php
http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/abah-anom-suryalaya.html
Achmad Fahrizal Zulfani Al Hanif

Komentarku (Mahrus ali  ) :
Dalam artikel itu  di terangkan tentang  “ Thariqat Qadiriyyah Naqsabandiyah “.
Komentarku ( Mahrus ali )
Setahu  saya :  Thariqat Qadiriyyah Naqsabandiyah  selalu menggunakan manakib Syaikh Abd Qadir al Jailani . Dan dalam  mankiban ini di pastikan melakukan kesyirikan karena minta  - minta kepada orang yang mati dalam kasidah di akhirnya :  Antara lain kasidahnya sbb :
عِبَادَ اللهِ رِجاَلَ اللهِ    أَغِيْثُونأَ لأَجْلِ اللهِ  وَكُونُوُ ا عَوْنَناَ لِلهِ   عَسَى نَحْظَى بِفَضْلِ اللهِ
Ibadalloh rijaalalloh aghiitsuunaa li ajlillah . Wakuunuu aunanaa lillahi asaa nahdhoo bifadhlillah .
Wahai hamba – hamba Allah ( yang sudah meninggal dunia ), wahai tokoh – tokoh  agama ( yang sudah wafat )  tolonglah kami  karena Allah. Barang kali  kami  bisa berhasil / mendapat fadhol Allah.
Ini termasuk kesyirikan besar bukan kecil , membuang seluruh  akidah tauhid mengesakan Allah , karena minta – minta pada orang mati  bukan kepada Allah  .
Bacalah  artikel ini :
30 Jan 2011
Manakiban syirik. Kasidah dibawah ini sering kita dengarkan , yaitu : عِبَادَ اللهِ رِجاَلَ اللهِ أَغِيْثُونأَ لأَجْلِ اللهِ وَكُونُوُ ا عَوْنَناَ لِلهِ عَسَى نَحْظَى بِفَضْلِ اللهِ. Ibadalloh rijaalalloh aghiitsuunaa li ajlillah . Wakuunuu aunanaa lillahi asaa ...
10 Apr 2011
Pada Setiap bulan kita berkumpul di Pondok Pesantren Suryalaya dalam rangka melaksanakan kegiatan sakral, yaitu Manakiban. Manakiban hurufnya ada lima; mim, nun, alif, qof dan ba. Masuk pada wajan mafaa'ilu. ...
Dalam artikel tsb di katakan :
“Tasawuf tidak hanya produk asli Islam, tapi ia telah berhasil mengembalikan umat Islam kepada keaslian agamanya pada kurun-kurun tertentu,” tegas Abah Anom, tentang eksistensi tasawuf dalam ajaran Islam.
Komentarku ( Mahrus ali )
Mana dalilnya di masa sahabat ada ilmu tasawwuf atau anda hanya mengarang saja untuk mendustai orang banyak . Sudah cukup banyak tokoh tasawwuf  seperti Junaid yang syirik dan terjun ke akidah manunggaling kawulo gusti  seperti yang telah di lakukan oleh syekh Siti Jenar dll .

Dalam artikel itu di katakan :
Maka menurut pendapat Abah Anom,

“Zuhud adalah qasr al-’amal artinya, pendek angan-angan, tidak banyak mengkhayal dan bersikap realistis. Jadi zuhud bukan berarti makan ala kadarnya dan berpakaian compang camping.”

Komentarku ( Mahrus ali )
Mana dalilnya dari ayat atau hadis sahih ada perintah untuk Zuhud yang bertentangan dengan doa nabi Sulaiman sbb :
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi".[1]
Nabi Sulaiman adalah kekasih Allah bukan musuhNya , minta kerajaan kepadaNya , lalu dari mana dan kapan  anjuran zuhud itu di benarkan bukan di salahkan . Mereka yang menganjurkan zuhud dari para mursid thariqah , malah paling senang  dengan keduniaan .
Dalam artikel itu di katakan :
“..Salah satu hasil dari muraqabatullah adalah al-inabah yang maknanya kembali dari maksiat menuju kepada ketaatan kepada Allah swt karena merasa malu ‘melihat’ Allah,” jelas Abah yang merujuk pada kitab Taharat Al-Qulub.
Komentarku ( Mahrus ali )
Kalau benar perkataan anda mengapa anda melakukan berbagai kesyirikan seperti baca manakib dan mempelajari ilmu hikmah yang syirik karena mempelajari berbagai ilmu mandraguna , kesaktian dan kekebalan .
Baca lagi artikel ini :
06 Sep 2011
Dalam artikel itu di katakan :
“. Kiyai Thohir begitu kaget ternyata yang menepuk pundak dan membaca pikirannya itu adalah guru ruhaninya yang baru, yaitu Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin ra (Abah Anom). Dari kejadian itu Kiai Thohir mendapatkan pelajaran yang berharga bahwa seorang guru ruhani Mursyid Thoriqoh Qodiriyyah wan Naqsyabandiyyah bisa mengetahui hati murid-muridnya dimanapun mereka berada. Mursyid akan terus mengawasi dan membimbing hati murid-muridnya agar hati selalu menuju Allah

Komentarku ( Mahrus ali )
Hal seperti itu  sering kali bisa di lakukan  oleh Deddy-Corbuser seorang ahli main sulap terkenal yang menggunakan khadam jin . ketika dia bisa menebak apa isi hati wanita.
Dalam artikel itu di katakan :
Seperti biasa pemuda tersebut datang ke hotel yang telah dipesan untuk melaksanakan hasrat nafsunya “meniduri” wanita pelacur. Setelah siap-siap semuanya, terbesit dalam jiwanya akan bayangan wajah Abah Anom “Asal jangan dihadapan Abah!”, pemuda itu terkejut dan gelisah, dengan segera meninggalkan hotel. Gagallah keinginan nafsunya.
Komentarku ( Mahrus ali )
Hal itu bisa di lakukan  oleh orang yang punya khadam jin sebagaimana  jin atau setan memperlihatkan dirinya kepada orang lain . Dalam suatu hadis juga di katakan :

فَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ فِي خِفَّةِ الطَّيْرِ وَأَحْلاَمِ السِّبَاعِ لاَ يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا وَلاَ يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا فَيَتَمَثَّلُ لَهُمُ الشَّيْطَانُ فَيَقُولُ أَلاَ تَسْتَجِيبُونَ فَيَقُولُونَ فَمَا تَأْمُرُنَا فَيَأْمُرُهُمْ بِعِبَادَةِ اْلأَوْثَانِ وَهُمْ فِي ذَلِكَ دَارٌّ رِزْقُهُمْ حَسَنٌ عَيْشُهُمْ
  Lantas manusia terjelek  yang masih hidup,mereka cekatan seperti  burung terbang , angan – angan mereka laksana binatang buas , tidak menganggap baik perkara yang  ma`ruf, tidak ingkar kepada kemungkaran ,lalu setan  menjelma seraya berkata :”Mengapa kamu tidak mau mengabulkan ? “. Mereka  berkata  : “ Apakah yang engkau perintahkan untuk kami  ? “.  Setan memerintah mereka agar menyembah berhala .  Saat itu   rizeki mereka lancar , kehidupannya juga mewah , [2]
Dalam artikel itu di katakan :

Kita teringat akan kisah salah satu utusan Allah yaitu Nabi Yusuf as. yang ditolong Allah ketika akan terjadi maksiat dengan Siti Zulaikha. Dalam al-Qur’an Surat Yusuf ayat 24: “Sesungguhnya wanita itu telah bemaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf-pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu (Zulaikha) andaikata tidak melihat burhana robbihi yaitu tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS: Yusuf 24)
Komentarku ( Mahrus ali )
Tapi dalam kisah  itu bukan tanda dari Allah tapi dari jin atau setan yang menjelma. Ada sahabat Rasulullah SAW yang melakukan perzinaan tapi  tidak di perlihatkan wajah Rasulullah SAW,apakah  Abah Anom punya kelebihan dari pada Rasulullah SAW ? Sudah tentu  tidak .
Dalam artikel itu di katakan :
Cerita ini diambil dari ceramahnya KH.M.Abdul Gaous Saefulloh Al-Maslul atau Ajengan Gaos salah satu wakil Talqin Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya, Jawa Barat Indonesia
Komentarku ( Mahrus ali )
Nama Abd Ghouts ini kurang baik karena  Al Ghouts menurut pandangan  ahli thariqah adalah Syaikh Abd Qadir al Jailani atau  gurunya sebagaimana  kalimat seorang wahidiyah ketika minta pertolongan kepada  gurunya sbb :
يَا أَيُّهَا اْلغَوْثُ سَلاَمُ اللهِ عَلَيْكَ رَبِّنِي بِإِذْنِ اللهِ وَانْظُرْإِلَيَّ سَيِّدِي بِنَظْرَةٍ مُوْصِلَةٍ لِلْحَضْرَةِ اْلعَالِيَةِ
“Duhai Ghoutsu Zaman, ke pangkuanmu salam Allah ku haturkan; Bimbing, bimbing dan didiklah diriku dengan idzin Allah;
Dan arahkan pancaran sinar-nadhrohmu kepadaku yaa Sayyidi, radiasi batin yang mewushulkan aku, sadar ke Hadlirot Maha Luhur Tuhanku.”
Boleh juga Ghouts menurut mereka adalah wali yang sudah mencapai tingkat ghauts .
Lihat fatwa majlis ulama Saudi sbb :
فَتَاوَى الْلَّجْنَةِ الْدَّائِمَةِ لِلْبُحُوْثِ الْعِلْمِيَّةِ وَالْإِفْتَاءِ - (جَ 14 / صَ 39)
فَلَا تَجُوْزُ الْتَّسْمِيَةُ بِعَبْدِ الْفُضَيْلِ، أَوْ عَبْدِالْنَّبِيِّ، أَوْ عَبْدِ الْرَّسُوْلُ، أَوْ عَبْدِ عَلِي، أَوْ عَبْدِ الْحُسَيْنِ، أَوْ عَبْدِ الْزَّهْرَاءِ، أَوْ غُلَامُ أَحْمَدُ، أَوْ غُلَامُ مُصْطَفَىَ، أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ مِنْ الْأَسْمَاءِ الَّتِيْ فِيْهَا تَعْبِيْدُ مَخْلُوْقٍ لِمَخْلُوْقٍ؛
 Komite Tetap Penelitian ilmiyah  dan Fatwa  - (Juz 14 / hal 39)
Tidak diperbolehkan untuk menggunakan  nama  Abdul Fudhail, atau Abd Nabi, atau Abdul-Rasul, atau Abdul Ali, atau Abdul-Husein, atau Abdul-Zahra`, atau Ghulam Ahmad, atau Ghulam Mustafa, atau  nama yang mirip dengan hal tsb yang menunjukkan penghambaan  makhluk ke makhluk,,

لِمَا فِي ذَلِكَ مِنْ الْغُلُوِّ فِي الْصَّالِحِيْنَ وَالْوُجَهَاءِ، وَالْتَّطَاوُلِ عَلَى حَقِّ الْلَّهِ، وَلِأَنَّهُ ذَرِيْعَةٌ إِلَىَ الْشِّرْكِ وَالطُّغْيَانِ، وَقَدْ حَكَى ابْنُ حَزْمٍ إِجْمَاعَ الْعُلَمَاءِ عَلَى تَحْرِيْمِ الْتَّعْبِيْدِ لِغَيْرِ الْلَّهِ، وَعَلَى هَذَا يَجِبُ أَنْ يُغَيَّرَ مَا ذُكِرَ فِيْ الْسُّؤَالِ مِنْ الْأَسْمَاءِ وَمَا شَابَهَهَا.
Karena berlebihan dalam mengagungkan  kepada orang – orang saleh, dan pelanggaran terhadap hak Allah, dan karena itu adalah sarana untuk syirik dan tirani, Ibnu Hazm telah menyatakan  konsensus ulama tentang larangan penghambaan kepada selain  Allah, Karena itu, harus dirobah apa yang disebutkan dalam pertanyaan tadi dari pada  nama dan sejenisnya

Dalam artikel juga di katakan :
Setelah Kiai itu masuk ke halaman Abah Anom, tidak disangka Abah Anom sudah berada didepan madrasah dan menyuruh Kiai untuk masuk ke madrasah Abah Anom bersama 70 santrinya yang telah disebar. Kiai tersebut merasa kaget akan kasyaf (penglihatan batin)nya Mursyid TQN. Abah Anom meminta Kiai tersebut dan para santrinya untuk makan dahulu yang telah Beliau sediakan di madrasah.
Komentarku ( Mahrus ali )
Itu bukan kasyaf tapi jin khadam Abah Anom yang memberitahunya sebagaimana penjual Jamu yang bisa menebak seseorang  dari mana , tempat kelahirannya dll .
Dalam artikel itu di katakan :


Di dalam madrasah Kiai memuji Abah Anom tentang pesantren Beliau yang sangat luas nan indah, tetapi dibumbui kritik secara halus tentang kekurangan pesantrenya yaitu tidak adanya burung cendrawasih, burung yang terkenal akan bulunya yang indah. Beliau hanya tersenyum dan menimpalinya dengan jawaban yang singkat : “Tentu saja Kiai”. Suatu di luar jangkauan akal setelah jawaban itu burung cendrawasih yang berbulu indah melayang-layang di dalam madrasah yang sesekali hinggap. Kejadian itu membuat terpesonanya akan karomah yang dimiliki Beliau, Kiai itu diam seribu bahasa.

Komentarku ( Mahrus ali )
Masih ada kemungkinan jin , dan karomah seorang wali tidak akan keluar dari seorang ahli bid`ah dan syirik.
Di artikel itu juga di katakan:
Namun, Kiai ini masih penasaran dan tidak mau kalah begitu saja, setelah makan Kiai tersebut meminta kepada Beliau untuk mengangkat kopeah/peci yang telah “diisi“, yang sebelumnya dicoba oleh para santrinya tidak terangkat sedikitpun. Subhanallah .. hanya dengan tepukan tangan Abah Anom ke lantai kopeah itu melayang-layang.
Komentarku ( Mahrus ali )
Dan seluruh keanehan yang di sebutkan tadi adalah dengan campur tangan khadam jin . kita kembali kepada perkataan ulama dulu sbb :
Imam Syafii berkata :
إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَمْشِي عَلَى اْلمَاءِ وَيَطِيْرُ فِي الْهَوَاءِ فَلاَ تَغْتَرُّوا بِهِ حَتَّى تَعْرِضُوا أَمْرَهُ عَلىَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
Bilakamu sekalian melihat seorang lelaki berjalan di atas air atau terbang di udara , maka jangan terpedaya dengannya ,hingga kamu cocokkan perilakunya  dengan al quran dan hadis
وَقَالَ اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ : ( لَوْ رَأَيْتُ صَاحِبَ بِدْعَةٍ يَمْشِي عَلَى الْمَاءِ مَا قَبِلْتُهُ ) . فَلَمَّا بَلَغَ ذَلِكَ الشَّافِعِي -رَحِمَهُ الله- قَالَ: (إِنَّهُ مَا قَصَّرَ لَوْ رَأَيْتُهُ يَمْشِي عَلَى الْهَوَاءِ مَا قَبِلْتُهُ)
Allaits bin Sa`ad berkata : Bila aku melihat ahli bid`ah  berjalan di atas air, aku tidak akan menerimanya  ( ya`ni hadis riwayatnya  tidak akan ku terima karena  tidak bisa di percaya )
Pernyataan  itu sampai kepada Imam Syafi`i lalu beliau berkata : Benar apa yang di katakan oleh Allaits bin sa`ad, seandainya aku melihatnya terbang di udara, aku tidak akan menerimanya. [2]
Seorang penyair berkata :


إِذَا رَأَيْتَ شَخْصًا قَدْ يَطِيْرُ   وَ فَوْقَ مَاءِ الْبَحْرِ قَدْ يَسِيْرُ
وَلَمْ يَقِفْ عَلَى حُدُوْدِ الشَّرْعِ   فَإِنَّهُ مُسْتَدْرَجٌ وَ بِدْعِيٌّ
Bila kamu melihat seseorang terkadang   terbang di angkasa
Dan  terkadang berjalan di atas laut
Tapi tidak memperhatikan sariat ( banyak sariat yang di langgar )
Maka dia  termasuk orang yang di perdaya dan ahli bid`ah.[3]




Baca kembali artikel ini :
01 Jun 2011



[1] Shod 35
[2] HR Muslim 2940
[3] Majalah buhuts al islamiyah  151/15
Artikel Terkait

71 komentar:

  1. Anda sebagai manusia berkepala satu mana dalilnya ?

    BalasHapus
  2. Susah memang, orang kalo udah dasarnya ngga suka, perbuatan apapun yang dilakukan oleh lawannya itu pasti dianggap menyimpang, padahal dia sendiri belum tentu amalanya sendiri di terima oleh ALLAH .SWT. jangan - jangan ahirnya hayatnya nanti matinya dalam keadaan Suul Khotimah.

    BalasHapus
  3. Apakah anda tidak percaya bahwa manusia punya satu kepala hingga perlu dalil ?

    BalasHapus
  4. Gampang saja , mana keterangan saya yang tidak cocok dengan dalil , tunjukkan . Jangan bela kekeliruan , lalu kamu akan berdosa dan berbahaya di dunia dan akhirat.

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum wr wb saudaraku mantankyainu menurut hadist nabi ada tingkatan pada manusia dalam beragama islam ada diantaranya muslim dan mukmin, ada umat, Sahabat dan Ahlil Bait, agama adalah arah kehidupan dimana seluruh sahabat nabi adalah dapat memberikan petunjuk dan dapat menyesuaikan perkataan dan tindakan terhadap lawan bicara yang tidak melebihi batas pembicaraan dengan disesuaikan kemampuan, sesama muslim adalah bersaudara dan janganlah kita saling berprasangka satu sama lain yang belum tentu kita sangka buruk itu malah lebih baik, ada pepatah tak kenal maka tak sayang arti kurang lebihnya dalam memutuskan sesuatu harus diteliti kebenaran dan keakuratannya misalnya hanya berdasarkan peta dan referensi sudah dapat menyimpulkan 100 persen padahal seharusnya dilakukan peninjauan lokasi tentang kebenarannya, mudah-mudahan Alloh Swt mencurahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita sekalian, tak lupa shalawat dan salam kepada junjungan nabi dan rasulullah Muhammmad Saw sebagai penutup para nabi. amin, mohon maaf kurang lebihnya, Ass Wr

    BalasHapus
  6. Saya sudah meneliti ke banyak sumber dan semuanya sama . Bila artikel yang sudah tersebar itu tidak saya komentari , saya hawatir menyesatkan bukan membimbing kepada kebaikan . Kasihan pembacanya.

    BalasHapus
  7. Memang klo yg jdi timbanganya hanya akal saja akan menyesatkan'Tpi klo yg menjadi Timbangan Al-quran dan assunah maka itulah kebenaran,kra itulah konsekwensi dari syahadat.wallahua'lam

    BalasHapus
  8. saya sangat menyayangkan pernyataan tentang syirik nya tarekat abah anom,,sebagai manusia yang beriman kepada ALLAH SWT pasti percaya,,bahwa kelebihan seseorang tentang suatu hal yang ghaib merupakan kelebihan yang di berikan ALLAH SWT kepada hamba2NYA yang sholeh,,jika kita selalu memandang dan menilai sesuatu hal yang ghaib selalu di hubungkan dengan khodam ,,,seperti kelebihan abah anom BUKANKAH itu suatu hal prasangka dan SUUZHON yang di larang oleh islam bahkan ROSULULLAH mengatakan jauhi prasangka karena dosa,,,!!lihatlah semuanya sebagai bukti kekuasaan ALLAH SWT terhadap hambaNYA yang shaleh,,!! Perbaiki dulu pola fikir dan ucapan baru komentar,,,orang yang takut kepada ALLAH SWT selalu menjaga hati dan ucapannya..bahkan berhati2,,,dan tidak pernah menjelek2an orang lain,,,!! KASIHAN,,,!!

    BalasHapus
  9. Abah Anom itu selalu mengadakan rutinitas manakib yang syirik , lihat dan baca artikel sbb :
    MANTAN KYAI NU: Manakiban syirik
    30 Jan 2011
    MANTAN KYAI NU: Polemik kedua tentang kesyirikan dalam ...
    10 Apr 2011
    Atau dengarkan CD saya :
    Cd pengajian mantan kyai NU
    13 Apr 2011
    Orang syirik itu bukan orang saleh , karena itu bila punya kelebihan maka jinlah atau setanlah yang membantu atau khadamnya bukan malaikat dan malaikat tidak bisa di buat Khadam .

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam wahai siapapun anda dimanapun anda tolong jangan terlalu mudah menganggap orang itu syirik, bid'ah atau sesat. INGAT..!!! tidak sadarkah kita..bahwa Rosulullah saw tidak mengajarkan pada umatnya untuk berburuk sangka ? jika ada manusia menganggap orang lain itu sesat , bid'ah justru pelaku bid'ah yang nyata dari sekian macam ke"bid'ah 'an adalah orang yg menganggap orang lain adlh pelaku BID'AH. mari selamatkam lahir bathin kita hanya kepada allah bukan dari ilmu dan wawasan Mu yg teramat sangat Dangkal

      Hapus
  10. kenalnya cuma lewat internet sih... jadi sok tau coba cari tau, idih maluuuuu....

    BalasHapus
  11. Tunjukkan mana yang keliru, jangan mana yang benar.

    BalasHapus
  12. yang keliru adalah salah, yang salah masuk penjara, yang masuk penjara adalah penjahat, penjahat juga manusia, manusia tempat salah dan lupa, lantas anda manusia bukan?.... anda memperdebatkan karamah para wali?... sejauhmana kedekatan anda kepada Sang Khalik, apakah sudah melebihi kedekatan para wali?... anda memperdebatkan salah dan benar, syirik dan tidak, menyebutkan nama obyek dan menjatuhkannya, hal yang jelas adalah anda mengaku mantan kyai NU, lantas sekarang anda kyai apa?... kyai wahabi?....

    BalasHapus
  13. uNTUK aaf
    Anda tidak bisa membedakan antara keramat waliyullah dan sihir wali setan, belajarlah lagi.
    Saya sebut namanya karena bila tidak diterangkan , kasihan kaum muslimin tertipu keanehannya. Kalau posisi saya sekarang adalah orang biasa yang ingin amar ma`ruf dan nahi mungkar, berjihad untuk tegaknya hukum Allah, tumbangkan hukum Thaghut tanpa takut siapapun hanya takut kepada Allah.

    BalasHapus
  14. Saya sepedapat dengan Mantan kyai NU, pekerjaan Ӳⓐп̥̥ƍ tidak dilakukan oleh rasul, lebih baik ditinggalkan.. Dlm kutipan diatas ada seorang wanita Ӳⓐп̥̥ƍ ​♏ªu diperkosa, eh malah teriak minta tlg nya ke abah anom. Emang ga punya tuhan ap?? Minta lah hanya pada Ӳⓐп̥̥ƍ telah menciptakan qt, yaitu Allah SWT.

    BalasHapus
  15. jangan menvonis suatu pemahaman yang mana pemahaman itu baru bagian luar yg diketahui sedangkan samuderanya belum terjamah sedikitpun?

    BalasHapus
  16. Untuk Soleh Nugraha
    Perkataanmu itu karena kamu tidak mengerti ilmu hadis dan al quran seperti saya dulu ketika berkubang di kalangan ahli bid`ah, bukan ahlis sunnah, ngaku benar, ternyata keliru. sadarlah

    BalasHapus
  17. Assalamualaikum WW

    Mohon kajian ustadz terhadap artikel cerita semacam ini:

    http://anehcuy.blogspot.com/2012/11/baca-ini-rosululloh-saw-menangis-ketika.html

    Terima kasih atas hasil kajiannya selama ini semoga Allah Ta'ala slalu menganugerahi rahmat dan taufik-Nya pada ustadz.

    BalasHapus
  18. dan yg lebih syirik lg adalah yg berani memfonis seseorang..syirik,kafir dsb.
    karna dia nyata2 menduakan allah dg dirinya..
    bukankah yg yg maha tau adalah allah..???

    BalasHapus
  19. UNtuk Nur Kholis . belajarlah agama yang benar, jangan belajar ajaran agama dari ahli bid`ah, nanti keliru dan kamu tidak tahu.
    Aneh orang menerangkan kesyirikan dan tauhid kamu anggap menduakan Tuhan. lalu orang yang tidak menerangkannya kamu anggap apa?

    BalasHapus
  20. Dan maqom rosul muhammad saw pun akan di ratakan dengan tanah...................sesuatu keputusan yg salah ........................akibat ajaran raja saud yang mantan kristen itu.

    BalasHapus
  21. Untuk Yudi Wahyudi
    Itulah omongan orang yang tidak mengerti ilmu Islam dan sejarah.

    BalasHapus
  22. kok orang yang beda pemahaman dengan MANTAN KYAI NU salah terus ya...

    BalasHapus
  23. Untuk khalik mulyo
    Barang kali kamu menjumpai kesalahan dalam artikel saya, tolong tunjukkan, jangan diam saja, atau grutu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang Mantan NU lebih hebat daripada Kaum Salafi

      Hapus
    2. Mantan Kyai Nu lebih hebat daripada Imam-Imamnya Umat

      Hapus
  24. Kalau orang sudah bergelimang kesesatan, maka satu kecenderungan yang terjadi, yakni hatinya tertutup...
    Apalagi masalah bid'ah, dan amalan2 syirik yang dilakukan tokoh2 "terkenal", mereka buru2 menganggap hal ini sebuah kebaikan tanpa adanya dasar ilmu terhadapnya...
    Semoga Alloh senantiasa melindungi kita...
    Lebih baik sederhana dalam sunnah daripada sungguh2 dalam bid'ah...

    BalasHapus
  25. prettt...! syirik gak masalah yang penting masuk surga dan disayang Tuhan

    BalasHapus
  26. setahu saya rasulullah itu sangat santun dalam berbicara atau berda'wah,,,,bahkan kepada orang yg menentangnya ......dalam blog ini perkataannya nngeri kali ya...kayak orang tak beragama....

    BalasHapus
  27. rasulullah itu sangat santun / sopan dalam berbicara baik kepada sahabatnya maupun kepada musuhnya....kenapa kamu tidak...? siapa sih ...rasulmu...

    BalasHapus
  28. Untuk sura kaje
    Rasul itu berkata halus kepada kaum mukminin bukan kepada penyebar kesyirikan, mengajak umat untuk melakukan kesyirikan, menyesatkan

    BalasHapus
  29. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
    إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ
    “Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di jazirah arab, akan tetapi dia mengadu domba di antara mereka.” (HR. Muslim no. 2812)

    ..berhati-hatilah umat muslim pada upaya adu domba ini..

    BalasHapus
  30. UNtuk Edi Sf
    Kalau kesyirikan manakib yang dikembangkan oleh Abah Anom itu tidak diterangkan akan membahayakan umat dunia dan akhirat. Ini bukan adu domba tapi adu dalil yang maslahatnya untuk menghindari kesalahan

    BalasHapus
  31. Lau kaana khairon la sabaquuna ilaihi...Baraakallahu fikum..yaa akhi..

    BalasHapus
  32. Kaidah emas dari Imam Malik radhiallahu anha : Lau kaana khoiron lasabaquuna ilaihi..Seandainya hal itu (amaliah ibadah) adalah baik, tentu para shahabat akan lebih dahulu melakukannya..karena shahabat lah yang paling tahu tentang Nabi dan aktivitasnya..Baraakallahu fikum..

    BalasHapus
  33. Jangankan kita ini yang manusia biasa bahkan ada yang sudah mantan Kyai, udah mentok kali ya ilmunya sampai menilai dan menfonis ajaran dan pengajaran Ulama lain, sedangkan kalo kita tengok lagi kebelakang dari kisah Nabi Musa AS. yang ilmunya sudah sekelas Nabi meminta kepada Allah tatkala menanyakan apakah ada orang lain yang ilmunya lebih dalam dari dirinya ? Dan dijawab Allah untuk menemui sesorang diperintahkan supaya berguru kepadanya yang tidak lain adalah Nabi Khidir,Bagaimana kita tau apa yg terjadi setelah Nabi Musa benar-benar berguru kepada Khidir ? Koreksi dulu lah..siapa kita ini dan harus bagaimana...

    BalasHapus
    Balasan
    1. BIla Abah Anom tidak menjadi pelopor manakib dan shalawat Nariyah yang syirik, mungkin benar apa yang anda sampaikan. Tapi berhubung dia begitu, maka tidak mungkin seorang yang syirik jadi wali.

      Hapus
  34. Apa arti Wali bagi ANDA,Kyai>>>

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wali itu mengikuti ayat ini:
      Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
      (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.
      Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
      Kalau Abah anom yang suka manakib yang syirik bukan wali alloh mungkin kebalikannya.
      lantas apa wali menurutmu dan mana dalilnya

      Hapus
  35. iya ya kenapa kok jadinya ngutak ngatik yang nggak perlu, kenapa nggak mencontoh yang baiknya dari abah Anom, sekurang-kurangnya banyak manfaatnya bagi orang lain. apa sih manfaatnya menunjukkan kekurangan (??) jadi mengada-ada. seperti orang sirik. Emang kalau orang sakti karena Alloh dan berguna untuk orang lain apa masalahnya/ heran, anda ini sudah terkuasai oleh nafs.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menerangkan tentang kesalahan yang sangat diperlukan umat agar bisa menghindarinya. Ingat Abah anom adalah tokoh [penggerak manakiban yang syirik. Jadi dia musrik bukan waliyullah. Saya hanya menjelaskan apa yang sesuai dengan ajaran Rasul, dan saya bukan nabi atau rasul. Renungilah ayat ini yang layak untukmu:
      يَاحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ(30)
      Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. Surat yasin

      Hapus
  36. jangan membuat bingung orang awam dong,jadi mana yang benar nih,pak mantan Kyai NU aku ikut dikau lah tapi kau harus jamin aku masuk surga hehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk muhamad miftahudin
      Karena anda bingung , maka jadi artikel di atas membingungkan. Tapi bila anda komitmen kepada Al Quran dan hadis, maka akan mantap dan tidak bingung.

      Hapus
  37. sudahlah gitu aja kok repot... abah anom aja tidak mau pusing mau jadi waliyullah apa wali nikah atau wali murid... hanya allah yang tahu..

    BalasHapus
  38. ass.wrwb, mantan kyai NU, berarti anda udah keluar dr Islam karena NU adalah awal di bentuk tujuannya adalah kumpulan ulama membahas sesuatu dalam Islam, dimana sebelumnya bahasan Islam belum ada, lihat komentar anda malaikat tidak bisa dibuat khadam, bagaimana tentang isi keterangan dr sebuah kitab, tentang perkataan Jibril ke Rosullallah u/ mohon kepada ALLAH supaya minta u/ meminta membinasakan kaum Quraish dng bantuan Jibril dng 1 kali kibasan sayabnya, maka semua binasa yg dikatakan Rosullallah, Saya di utus bukan u/ itu. bijaklah dalam berkata dan bertindak wasalam wrwb.

    BalasHapus
  39. Aneh kamu ini, orang di luar NU bukan muslim , lalu bagaimana dengan orang Muhammdiyah, Persis dan orang orang Mekkah yang bukan NU. Pikirlah perkataanmu , jangan ngawur.
    Hadis yang tuklis igtu bagaimana statesnya, jawablah dulu .Jangan pindah yang lain

    BalasHapus
  40. hakekat islam itu,alquran didadanya,maka aklaknya akan alami mengalir pada siapapun, kalau alquran di otak maka hanya kepandaian. kepandaian tanpa aklak...hem bayangkan sendiri jadinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayan g anda tidak ;paham bahwa manakib an hyang di adakan oleh Abah Anom adalah Syirik, lihat dalam bab manakiban

      Hapus
  41. selayaknya orang yang sudah tiada tak layak dikomentari, kendatipun dianggap sesat musyrik ahli bid`ah oleh kyai mantan NU, kesemuanya masing-masing harus bertanggung jawab dihadapan Allah, memang antara musyrik dan iMan sangat tipis sekali bagaikan kulit ari pada pohon, tinggal pilih jika dianggap musyrik tinggalkan, jika tidak terserah anda, toh semuanya sudah ada catatannya bagi Allah tidak pernah akan lolos, ingat kebenaran(alHaq) hanyalah milik Allah, kalau kita mau teliti kultus saja dengan organisasi, ( NU,MD,Persis, Qodariyah, NQN,Jabariah,Wahabi dll sejenisnya ) kultus sama orang seperti, Imam Syafie,Maliki, Hanafie, Hambali, dengan makhluq apapun sudah Musyrik, smoga saja pengikutnya tidak kultus kepada Abah Anom, mohon dibaca S. Azzumar ayat.3

    BalasHapus
  42. tidak ada yang sakti,(memiliki kekuatan) didunia ini kecuali Allah dan tidak ada yang pandai, kaya, mulia, atau terpuji ) dan tidak ada yang menguasai dan memiliki kecuali hanyalah Allah, dan hanyalah orang-orang yang bertaqwa yang dicintai Allah, dan bukan kerjaannya orang-orang yang maunya berdebat dicintai Allah, dan orang-orang yang suka berdebatlah sebenarnya para ahli bid`ah, karena sudah mengkultuskan kepandaiannya dalam beragama hatinya diliputi Baghyan(merasa dirinya benar dan mampu).S.3:19 dan yang kutahu dalam AlQuran ahli Bid`ah (membuat hukum baru)adalah :
    1. Mengakui beriman tetapi masih saja kultus terhadap semua makhluq Allah.
    2. Mengakui Islam tetapi masih saja hatinya dengki, hidup tidak mau ada kedamaian.
    3. Mengakui telah banyak berbuat baik, tetapi kebaikkan itu dilakukan bukan karena Allah, hingga tidak ada keikhlasan dalam melakukannya,hanya ingin dilihat, diakui dan dipandang dihormati, dipuji-puji orang lain, hatinya selalu terpancing gejolak gundah gulana ketika kebaikkan dilakukan orang lain( melanggar ayat,11, 12 surat AlHujurat)

    BalasHapus
  43. aku ada dalil nih.. yang mungkin cocok kenapa manaqib tak jdi kesyirikan

    Dari Ibnu Abbas Radhiyallohu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda sesungguhnya Alloh memiliki malaikat di Bumi ini selain malaikat hafadzoh yang mencatat daun-daunan yang rontok, maka tatkala salah satu dari kalian tersesat di gurun, maka panggillah…..tolonglah aku duhai hamba-hamba Alloh. (HR. Bazaar)
    Hadits ini sanadnya hasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Ahmad parmadita, kalo manakib yang syirik tidak bisa dalil itu di gunakan . Majlis syirik makai dalil itu, pikirlah lagi

      Hapus
  44. Kenapa yah kalo kyai kyai terkenal selalu dibumbui cerita kesaktian, spt: sholat jum'at di mekkah, bisa sampai ke suatu tempat dengan cepat, bisa tahu masa lalu orang walau baru ketemu, bisa menyembuhkan penyakit dg air putih dll.????

    BalasHapus
  45. Assalamu'alaikum warahmatullah,

    Mohon maaf sebelumnya,
    Saya pribadi belum mengenal Abah Anom [Abah Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin] dan juga saya tidak mengenal Abah Mantan Kiyai Nu.
    Kalau boleh saya bertanya "Siapakah diantara kalian para abah berdua yang Mengenal Allah SWT"? Bila berkenan tolong dijawab pertanyaan saya.

    Terima kasih,
    Wassalamu'alaikum warahmatullah,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk yuniard.parinussa
      Maksud kenal Allah menurut ilmu tarekat, Quran atau hadis ? Tunjukkan kenalmu dengan Allah dan bagaimana caranya?

      Hapus
  46. hanya allah lah yg maha benar. sobat marilah kita memohon kepada allah utk selalu di bimbing dalam kebenaran dan di tunjukan kekurangan dan kebodohan kita. mengatakan bid'ah pd seseorang adalah pelaku bid'ah yg nyata. menganggap orang sesat adalah perilaku yg menyesatkan. sadari saja hal itu. perkara "wali" hanya allah yg tahu . kita bukan maqomnya berhati - hatilah. INGAT!! jangan terlalu mudah manilai seseorang itu salah/bid'ah/syirik
    renungkanlah..dan lihat diri sendiri. Menurut anda Mantan kiyai NU apa pengertian dan pemahaman ayat pertama dari Q.S Al-fatihah berikut pengamalanya. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk yusuf ibrohim
      Kalo menurut al Quran dan sunnah bid`ah, katakan bid`ah, jangan dikatakan sunnah. Bila menurt keduanya benar, jangan katakan sesat.

      Hapus
  47. Ilmu syari'at tdk kn smpai jk mlihat ilmu tsawuf,, wallahu'alam

    BalasHapus
  48. he..he... mantan kiai nu.... golongan kalian salafi wahabi itulah yang syirik dan menghina tuhan dengan akidah mujassimahnya.... kalian mengatakan tuhan itu ounya kepala wajah dan kaki serta tangan... tuhan duduk di arasy sepeeti manusia duduk di kursi... tuhan bahkan punya lidah dan mulut menurut kalian.... padahal alquran jelas mengatakan bahwa tak sedikitpun menyerupai makhluk... he..he... masih harus dibahas lagi akidah kalian wahai salafi wahabi.... terutama guru kalian ibnu taymiyah yang sesat itu....

    BalasHapus
  49. Untuk Binar Lesta
    Akidah yang menyatakan Allah tidak punya tangan, kaki dan betis menyalahi al Quran , sama dengan akidah ahl bid`ah yang sesat bukan ahlis sunnah yang benar, hindarilah akidah ahli bid`ah dan dekatilah akidah ahlis sunnah.

    BalasHapus
  50. "Semoga Allah menumbuhkan kasih sayang di antara kalian dan termasuk pada orang-orang yang memusuhi kalian. Allah Maha Kuasa dan Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang menganiaya kepada diriku sendiri".

    BalasHapus
  51. Buktikan ucapan anda kalau anda berani dan merasa paling benar ... Datang dan sampaikan kepada para ikhwan saat acara manqiban besuk tanggal 9 Juni 2014 jam 08.00 ... Sampaikan apa yang menurut anda salah dan benar langsung ke sarangnya dan langsung bertemu dengan para ahli2 ilmu nya, itu kalau kamu merasa paling benar dan tiada takut dalam menegakkan amar ma'ruf dan mencegah kemungkaran yang kamu merasa terlihat jelas dari kacamatamu.... Buktikan !

    BalasHapus
  52. Untuk Unknown
    Buku saya tentang Abah Anom sudah beredar luas, silahkan bantah dengan dalil bila ada keselahan, koreksilah. Dan al Hamdulillah bila anda menjumpai kesalahan di dalamnya. lalu diberitahukan kepada saya. Saya akan merevisinya.

    BalasHapus
  53. Balasan
    1. UNtuk Dory Achudlari
      Bid`ah harus di tinggalkan, tidak boleh di ambil

      Hapus
  54. Buat mantan kyai nu Salut bagi and a 3 tahun lebih ngurusin ibadah orang Lain, coba buat kitab bisa manfaat bagi umat

    BalasHapus
  55. UNtuk herri hermana
    kesalahan yang membahayakan harus di urus agar umat tahu

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan