Secara tiba-tiba, pemerintahan kudeta Mesir yang didukung oleh angkatan militer mengumumkan akan mengundurkan diri. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Perdana Menteri bentukan kudeta, Hazem el-Beblawi, Senin (24/2).
"Hari ini kabinet memutuskan akan menyampaikan pembubaran diri kepada presiden," kata Beblawi seperti dilansir Reuters.
Namun, hingga saat ini ia belum menjelaskan mengapa ia dan menteri-menteri di kabinetnya mengundurkan diri.
El-Beblawi dilantik pada 16 Juli 2013, kurang dari dua pekan setelah kudeta Presiden Muhammad Mursi.
El-Beblawi sempat menyatakan akan memberikan pos menteri bagi kader Al-Ikhwan Al-Muslimun dalam jajaran kabinet baru. Namun tawaran tersebut ditolak Al-Ikhwan. [IK/bersamadakwah]
Ada artikel lagi sbb:
Kairo, 24 Rabi’ul Akhir 1435/24 Februari 2014 (MINA) - Perdana Menteri Mesir Hazem al-Beblawi, di stasiun TV negara di Kairo, Senin, mengajukan pengunduran kabinetnya kepada Presiden Interim, Adly Mansour.
"Reformasi tidak akan berhasil kalau cuma keinginan pemerintah saja, tetapi rakyat harus berusaha mewujudkan perubahan yang dicita-citakan,” kata Beblawi setelah pertemuan 15 menit dengan kabinet pada Senin pagi, menyusul demonstrasi dan penangkapan warga yang terus menerus berlangsung sejak kudeta Juli 2013, demikian diberitakan harian Mesir Ahram yang dikutip Mi'raj Islamic News Agency (MINA).
Beblawi juga menyebutkan Mesir saat ini menghadapi tantangan besar. "Sudah saatnya kita semua berkorban demi kepentingan negara. Jangan bertanya apa yang telah diberikan Mesir, tetapi tanya apa yang telah kita lakukan untuk Mesir, " katanya di dalam pidato singkat di televisi.
Beblawi menjabat perdana menteri pemerintahan sementara Mesir pada Juli lalu setelah Menhan Al-Sisi mengumumkan penggulingan presiden Muhamad Mursi dan pemerintahan dengan Perdana Menteri Hisham Qandil di tengah protes menentang kudeta yang terus berlangsung hingga saat ini.
Aliansi yang kemudian terbentuk dan menamakan diri mereka anti kudeta dan pendukung legitimasi melakukan protes rutin mereka sejak Mursi digulingkan Juli 2013. Ribuan orang tewas dalam sejumlah aksi pembubaran paksa oleh polisi terhadap para demonstran, serta ribuan lainnya ditangkap dan hingga kini mendekam di penjara tanpa dakwaan yang jelas, sementara Mursi dan para petinggi Ikhwanul Muslimin menghadapi dakwaan dan masih menjalani persidangan.
Dalam pernyataannya, Beblawi, salah satu pendiri Partai Sosial Demokrat Mesir, mengatakan pemerintahannya telah menerima tanggung jawab pada saat penunjukan mereka, dan para menterinya merupakan orang-orang yang bersedia menghadapi tantangan Mesir ke depan, bukan karena mereka merasa yang paling berkualitas.
Beblawi menjabat sebagai wakil sekjen di PBB antara 1995 dan 2000.
Dia adalah menteri keuangan dalam kabinet Essam Sharaf sejak Juli hingga Oktober 2011 selama masa transisi pasca-revolusi rezim militer yang memerintah Mesir.
Ia mengundurkan diri pada Oktober 2011 untuk menolak bentrokan di distrik Maspero Kairo antara polisi militer dan demonstran kristen Koptik di mana 28 warga tewas dalam kerusuhan itu.(T/P03/EO2)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Artikel Terkait
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan