Selasa, Juli 26, 2016

Tenaga Kerja Asing di Sukabumi Didominasi WN Cina



REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Dalam dua tahun terakhir, warga negara asal Cina atau Tiongkok mendominasi pekerja asing di Kabupaten Sukabumi. Mereka bekerja di sejumlah perusahaan sepatu dan garmen yang ada di wilayah tersebut.

Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, pada 2015 lalu tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Sukabumi mencapai 346 orang. Dari jumlah tersebut yang paling banyak berasal dari Cina sebanyak 178 orang.

Sementara sisanya yakni Korea Selatan (Korsel) sebanyak 96 orang, Taiwan 53 orang, Thailand 18 orang, dan Malaysia satu orang. Kepala Seksi Penyediaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi Tatang Arifin menerangkan, ratusan pekerja Cina ini sebagian besar bekerja di perusahaan sepatu.

"Mereka bekerja di level jabatan menengah," ujarnya kepada wartawan Kamis (21/7).

Tatang menerangkan, keberadaan TKA asal Cina berdasarkan data dari izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA). Di mana, untuk mendapatkan IMTA awal harus diperoleh dari pemerintah pusat. Dominasi pekerja asing asal Cina ini ungkap Tatang, berlanjut pada 2016.

Hal ini dikarenakan pada periode Januari-Juni saja tercatat sebanyak 37 orang pekerja Cina yang baru bekerja di Sukabumi.Sementara secara keseluruhan jumlah TKA yang masuk Sukabumi pada Januari-Juni mencapai 144 orang.

Selain Cina, negara lainnya yakni Taiwan 35 orang, Korsel 37 orang, Thailand sembilan orang, Malaysia dua orang, India enam orang, Jepang empat orang, Filipina empat orang, Mesir empat orang, dan Sudan tiga orang.

Banyaknya TKA asal Cina ini ungkap Tatang, telah diantisipasi pemerintah daerah dengan membatasi izin bekerja di Sukabumi selama enam bulan.


Selepas itu TKA asal Cina tersebut tidak bisa lagi memperpanjang IMTA.Menurut Tatang, masuknya pekerja Cina ke Sukabumi karena banyaknya perusahaan yang berdiri di Sukabumi. Sebagian besar diantaranya masuk ke perusahaan yang memproduksi sepatu.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan