Selasa, Oktober 18, 2016

Salat zhuhur dan Asar yg tdk boleh berbisik dlm bacaannya



حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ابْنِ أُكَيْمَةَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصَرَفَ مِنْ صَلَاةٍ جَهَرَ فِيهَا بِالْقِرَاءَةِ فَقَالَ هَلْ قَرَأَ مَعِيَ أَحَدٌ مِنْكُمْ آنِفًا فَقَالَ رَجُلٌ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنِّي أَقُولُ مَالِي أُنَازَعُ الْقُرْآنَ
ABUDAUD - 703) : Telah menceritakan kepada kami Al Qa'nabi dari Malik dari Ibnu Syihab dari Ibnu Ukaimah Al Laitsi dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai dari shalat yang beliau membacanya  dg jahr ( suara sedang ), lalu beliau bersabda; "Apakah ada seseorang yang membaca (ayat) bersamaku tadi?" seorang laki-laki berkata; "Ya, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Sungguh, aku berkata kenapa ia membaca bersamaku dan mendahuluiku dalam membaca Al Qur'an?
قَالَ فَانْتَهَى النَّاسُ عَنْ الْقِرَاءَةِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا جَهَرَ فِيهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْقِرَاءَةِ مِنْ الصَّلَوَاتِ حِينَ سَمِعُوا ذَلِكَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

" Az Zuhri berkata; "Seketika itu orang-ornag berhenti untuk bc bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalat-shalat yang Nabi  shallallahu alaihi wasallam  membaca dg jahr , setelah mendengar hal itu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."  HADIST NO – 703  Abu Dawud.
مشكاة المصابيح (1/ 270)
855 -[34] (صَحِيح)
Dlm kitab Misykat, hadis tsb  di nyatakan sahih.
أصل صفة صلاة النبي صلى الله عليه وسلم (1/ 340)
فتبين بهذا أن الحديث صحيح الإسناد، وأن قول من قال في راويه: (مجهول) ؛ مردود
Intnya  Al bani menyatakan hadis  tsb sanadnya sahih. Dan perkataan orang yg mengatakan perawinya  majhul / tdk dikenal  adalah  tertolak.

Ada kalimat hadis yg menjadi persoalan  yaitu :
“dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai dari shalat yang beliau membacanya  dg jahr ( suara sedang ) “.
Kalimat itu seolah  ada  salat yg bacaannya  jahr  dan ada  salat yg bacaaannya di sirrikan ( bacaan berbisik ) .
Bila demikian, mk tepatlah ulama yg membagi salat  menjadi dua sirriyah dan jahriyah.
Anehnya  di riwayat Ibnu Majah  yg akan saya sebutkan ini menggunakan kalimat yg beda. Pada hal sama dr  Abu Hurairah  sbb:

سنن ابن ماجه ت الأرنؤوط (2/ 32)
 - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَهِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ الزُّهْرِيِّ، عَنْ ابْنِ أُكَيْمَةَ قَالَ:
سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: صَلَّى رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - بِأَصْحَابِهِ صَلَاةً، نَظُنُّ أَنَّهَا الصُّبْحُ، فَقَالَ: "هَلْ قَرَأَ مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ؟ " قَالَ رَجُلٌ: أَنَا. قَالَ: "إِنِّي أَقُولُ: مَا لِي أُنَازَعُ الْقُرْآنَ! " (2)
Artinya  sm dg hadis  di atas  , bedanya  di kaliamt sbb:
  “ Kami kira saat itu  salat Subuh “.
Jadi bukan kalimat”  Salat  yg beliau membacanya  dg jahr ( suara sedang ) “.
Untuk  hadis yg terahir ini , tiada isarat  bahwa  salat di bagi dua yaitu sirriyah dan jahriyah.
Jadi kalimat hadisnya bertentangan.

سنن ابن ماجه ت الأرنؤوط (2/ 32)
2) إسناده صحيح. ابن أُكيمة: هو عمارة، وقيل غير ذلك.
Hadis  yg terahir ini dikatakan  oleh Syaikh al arnauth sanadnya sahih.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Hadis  yg sanadnya sahih blm tentu redaksinya  sahih. Kadang redaksinya  lemah.
الدكتور عبد القادر المحمدي
ثم جاءت بعض النصوص التي فصلت الإسناد عن المتن ، فقد يصح الحديث سنداً ولا يصح متناً ثم تطلق عبارة التصحيح هكذا ( إسناده صحيح ، ورجاله ثقات ) ، فتعكّز عليها بعض المتأخرين ، وخاصة من المعاصرين ليصححوا مئات ، بل آلاف الأحاديث المعلولة تحت هذا الغطاء :" إسناده صحيح

http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=95826

Intinya; Sebagian  ulama ahli hadis belakangan ini dg mudah mensahihkan hadis  dengan kalimat : Sanadnya sahih dan perawi – perawinya  terpercaya “.
Kalimat spt itu di buat landasan bg ulama  belakangan  ini untuk mensahihkan ratusan bahkan ribuan  hadis  yg cacat, lalu  di bilang : Sanadnya  sahih.

Hal itu terjadi karena ulama  belakangan ini dlm rangka menyatakan hadis sahih dan lemah hanya  memandang sanadnya tanpa memandang redaksi  hadis ini  beda dengan ayat  atau tidak , beda dengan hadis yg lebih sahih apa tidak.
 Tinggalkanlah manhaj spt itu dan ikutilah manhaj pakar hadis  dahulu yg menilai  hadis dengan sangat cermat , mulai dari sanadnya sampai dg matannya .

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Apalagi kesahihah hadis tsb masih hilap . Ibn Atsir menyatakan :

الشافي في شرح مسند الشافعي (2/ 70)
وابن أكيمة مجهول (3)، وقد تفرد به وقد اختلف في اسمه، وكيف يصح عن أبي هريرة ذلك وأبو هريرة يأمر بالقراءة خلف الإمام فيما جهر به وفيما خافت؟!!.
Intinya  Ibn Ukaimah perawi hadis tsb  tdk dikenal . Dia tafarrud / hanya dia  yg meriwayatkan , bukan orang lain. Bahkan namanya  sj masih hilap, lalu  bgmn bisa di katakan  sahih.
Sdh  tentu hadis  tsb tdk bisa di gunakan  landasan  untuk salat dibagi dua sirriyah dan jahriyah. Dr  segi  sanad , kesahihannya masih hilap. Redaksinya jg kacau.
Jg nentang banyak hadis  sahih yg menyatakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   membaca surat dengan jahr waktu salat zhuhur dan Asar jg nentang ayat 110 al Isra`.
قَالَ أَبُو دَاوُد سَمِعْت مُحَمَّدَ بْنَ يَحْيَى بْنِ فَارِسٍ قَالَ قَوْلُهُ فَانْتَهَى النَّاسُ مِنْ كَلَامِ الزُّهْرِيِّ
Abu Daud mengatakan; "saya mendengar Muhammad bin Yahya bin Faris berkata; "Mengenai perkataannya " Seketika itu orang-ornag berhenti untuk bc bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalat-shalat yang Nabi  shallallahu alaihi wasallam  membaca dg jahr , setelah mendengar hal itu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."" merupakan perkataan Az Zuhri."
Bila kita menjalankan salat zhuhur  dg bc berbisik dg landasan hadis  tsb , kita salah . Kita buang hadis sahih  dan ayat untuk ambil  yg spt itu.


إكمال المعلم بفوائد مسلم (2/ 285)
قد اختلفت الآثار في قراءة النبى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فيهما، والصحيح والأكثر قراءته فيهما وهو قول الجمهور من السلف والعلماء، وإنما روى تركه القراءة عن ابن عباس، وقد روى عنه خلافه وقد تقدم هذا المعنى.
Intinya : Salat zhuhur dan Asar dg bacaan Jahr bukan berbisik adalah perkataan mayoritas ulama Salaf  dan ulama.
Hanya Ibn Abbas  yg membaca dg sirri  pd dua salat itu. Tp masih ada  riwayat  dr Ibnu Abbas  jg yg menentangnya.



Grup WA baru sy anggotanya sdh mencapai 182 orang dr asatidz dan ikhwan Judul nya “ Masa il diniyah “ / “ Koreksi ajaran Islam klasik “
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah, penuh persaudaraan . 
Mau ikut , hub 08883215524 . 
0852-7312-5077
0 857-8715-4455 
0812-3270-051
0812-4194-6733
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan