Sikap
kita ini adalah mengikuti quran dan
hadis.
Jg ngoreksi
kesalahan ulama dan juhala dulu lalu mengikuti pendapat mereka yg benar.
Pendapat
imam Madzhab empat jg kadang salah kadang benar.
Bila benar
kita ikuti dan bila salah kita buang.
Liht perkataan Imam madzhab sendiri sbb:
Imam Malik berkata :
إنَّمَا
أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ
وَالسُّنَّةِ
Aku hanyalah manusia , terkadang pendapatku benar , di lain waktu kadang salah
. Karena itu , cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah
.
لاَ تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ
يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا .
Dalam masalah agama,jangan ikut
orang , sebab mereka mungkin juga salah.Ali ra berkata :
مَا
كُنْتُ لِأَدَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِ
أَحَدٍ *
Aku tidak akan meninggalkan
sunah Nabi S.A.W. karena perkataan orang “. [1]Imam Syafii yang menyatakan :
إذَا
صَحَّ الْحَدِيثُ فَاضْرِبُوا بِقَوْلِي الْحَائِطَ وَإِذَا رَأَيْت الْحُجَّةَ
مَوْضُوعَةً عَلَى الطَّرِيقِ فَهِيَ قَوْلِي .
Bila ada hadis sahih , maka
lemparkan perkataanku ke tembok . Bila kamu lihat hujjah telah berada di jalan
, maka itulah perkataan ku
Pendapat
pendiri madzhab sendiri kdg keliru
kadang benar.
Salah
semua tdk , benar semua jg tidak.
Imam Abu Hanifah berkata:
لاَ
يَحِلُّ ِلأَحَدٍ أَنْ يَأْخُذَ بِقَوْلِنَا؛ مَا لَمْ يَعْلَمْ مِنْ أَيْنَ
أَخَذْنَاهُ
"Tidak halal bagi siapapun
mengambil pendapat kami, selama ia tidak tahu darimana kami mengambilnya
(dalilnya)"[Diriwayatkan Ibnu 'Abdil Barr dalam Al Intiqa 145, Hasyiah Ibnu 'Abidin 6/293]
→ Imam Ahmad bin Hambal berkata:
لاَ
تُقَلِّدْنِي، وَلاَ تُقَلِّدْ مَالِكاً، وَلاَ الشَّافِعِيَّ، وَلاَ
اْلأَوْزَاعِيَ، وَلاَ الثَّوْرِي، وَخُذْ مِنْ حَيْثُ أَخَذُوا
"Jangan taqlid kepada
pendapatku, juga pendapat Malik, Asy Syafi'i, Al Auza'i maupun Ats Tsauri.
Ambilah darimana mereka mengambil (dalil)"[Diriwayatkan oleh Ibnul Qayyim dalam Al I'lam 2/302]
→ Imam Asy Syafi'i berkata:
أَجْمَعَ
النَّاسُ عَلَى أَنَّ مَنِ اسْتَبَانَتْ لَهُ سُنَّةُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ لَهُ أَنْ يَدَعَهَا لِقَوْلِ أَحَدٍ مِنَ
النَّاِس
"[Diriwayatkan oleh Ibnul Qayyim dalam Al I'lam 2/361]
Kita ikut sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan al kitab, bukan madzhab empat.
Realitanya pengikut madzhab empat di
Artikel Terkait
Komentar Ulama Saudi tentang Burdah
- Perjuangan Ulama-Ulama Indonesia Saat Revolusi Fisik Melawan Penjajah
- Komentarku untuk Imam Ramli
- Jawabanku untuk K Thobari Syadzili
- Komentarku pd Syaikh Muhammad Al amin al Kurdi
- Terkenal wali tp syirik
- Polemik ke dua dengan Ahmad Haidar Humam
- Cuitan Twitter Syaikh Al-Qarni Setelah Penembakan: Saya Ok dan Baik, Alhamdulillah!
- Nasehat Berharga Dari Seorang Ulama Kepada Anaknya.
- Donny Stefen Wattimury
- Jawabanku untuk Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
- STOP Memberi Nama Ibnu Sina! Ini Penjelasannya
- Ayo Sambut Kedatangan Ulama Dunia Ini di Istiqlal!
- Kesalahan ulama ke 32 ( Kelemahan hadis keridaan Allah terserah keridaan orang tua )
- Kesalahan ulama ke 29
- Kesalahan ulama ke 28
- Kesalahan ulama ke 27
- Kesalahan ulama ke 26
- Kesalahan ulama ke 25
- Kesalahan ulama ke 24
- Kesalahan ulama ke 47
- Kesalahan ulama ke 20
- Kesalahan ulama ke 19
- Kesalahan ulama ke 18
- kesalahan ulama ke 17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan