Kamis, Mei 26, 2011

Kesyirikan dalam amaliyah wahidiyah

MUI Luruskan Wahidiyah
( Amalan wahidiyah yang syirik )


TASIKMALAYA, (PR).-
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) Jawa Barat menyatakan, kelompok Wahidiyah yang ada di Desa Purwarahayu, Kec. Taraju, Kab. Tasikmalaya, bukan jemaahnya. Hal itu, berdasarkan laporan tim pencari fakta yang dikirim oleh DPW PSW Jabar, ke daerah Taraju.
Sebelumnya, PSW Jabar me­ngancam akan menggugat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Tasikmalaya, jika tidak mencabut fatwa yang menyebutkan Wahidiyah Taraju, sesat, dan menyesatkan. MUI Tasikmalaya sendiri tidak akan mencabut fatwa tersebut.
Ketua MUI Kab. Tasikmalaya, K.H. Dudung Abdul Salam, Selasa (12/6), mengatakan, DPW PSW Jabar telah mengirim surat ke MUI Tasikmalaya tertanggal 9 Juni 2007. Isinya menyebutkan bahwa Wahidiyah Taraju bukan kelompoknya. Alasannya, Wahidiyah Taraju berasal dari Pengamal Sholawat Wahidiyah yang mengatasnamakan dari Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pontren Kedunglo, Ke­diri pimpinan Kiai Abdul Latif Madjid.
Namun, MUI Kab. Tasikmalaya tidak ingin terlalu jauh, campur tangan masalah yang disampaikan oleh DPW PSW Jabar dengan Wahidiyah Taraju. Sikap MUI sudah jelas, bahwa Wahidiyah di Taraju itu sesat dan menyesatkan, sebagaimana hasil kajian dari Tim Fatwa MUI Tasikmalaya.
Langkah yang akan dilakukan oleh MUI Kab. Tasikmalaya adalah melakukan pendekatan terhadap anggota Wahidiyah Taraju. Mereka akan diajak dialog serta diluruskan terkait ajaran yang menyimpangnya. Sehingga, bisa kembali ke ajaran Alquran dan Al Hadis, yang sebenarnya.
"Kita akan melakukan pendekatan secara baik, dan merangkul mereka. Kita yakin, dengan pendekatan yang baik, bisa menghapuskan atau meninggalkan ajaran yang menyimpangnya," kata Dudung.
"Sebenarnya, keputusan MUI Kab. Tasikmalaya, agak terlambat dibandingkan dengan MUI Kota Tasikmalaya, yang telah mengeluarkan fatwanya dua tahun lalu," katanya. (A-97)***[1]
Pengurus Yayasan Perjuangan Wahidiyah, Minggu (7/10) sore, bertemu dengan Ketua MUI Kota Tasikmalaya, K.H. Dudung Aksah, di kantor Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya. Pada pertemuan itu, Wahidiyah menolak dianggap sesat serta minta MUI Kota Tasikmalaya mencabut keputusan yang menyebutkan ajaran Wahidiyah bertentangan dengan akidah Islam.


Namun, Ketua MUI Kota Tasikmalaya menolak untuk mencabut keputusan tersebut. MUI masih perlu melakukan dialog lebih lanjut untuk mengkaji kembali ajaran yang disampaikan Wahidiyah, terutama terkait dengan ceramah atau teks kuliah Wahidiyah, yang dinilai keluar dari akidah.
PKB Kota Tasikmalaya sendiri minta kepada MUI menjelaskan, Wahidiyah adalah organisasi legal. Lalu, minta ke semua pihak agar kekerasan terhadap Wahidiyah dihentikan.
Demikian benang merah pertemuan, yang dihadiri juga oleh para pengikut Wahidiyah yang ada di Kota Tasikmalaya. Hadir dalam pertemuan itu, pengurus pusat Wahidiyah Zainudin, Ihwan, dan lainnya. Dari PKB, hadir Wakil Sekjen PKB Abdul Muis, dan Ketua PKB Kota Tasikmalaya Dindin Noerdin.
Ketua MUI Kota Tasikmalaya Kiai Dudung Akasah mengatakan, tidak mengeluarkan fatwa bahwa Wahidiyah sesat. Keputusan dikeluarkan MUI, yaitu sebagian ajaran Wahidiyah, bertentangan dengan prinsip ajaran akidah Islamiyah. Hal itu, setelah mengkaji doktrin kumpulan kuliah Wahidiyah. Dalam kumpulan itu disampaikan bahwa doa kepada Allah tidak akan sampai kalau tidak melalui terlebih dahulu Gauts (H. Abdul Madjid, pimpinan Wahidiyah). (A-97)***
 Sholawat Wahidiyah adalah sholawat yang oleh Al Maghfur lahu KH. Mahrus Ali Lirboyo Kediri, pada waktu beliau menjabat sebagai Ra'is Syuriyah NU Jawa Timur, dilarang untuk diamalkan oleh warga NU, karena di dalamnya terdapat ketentuan-ketentuan atau ajaran-ajaran yang sama sekali tidak ada dasarnya dalam syari'at agama Islam, antara lain:
1.  Pada waktu pertama kali sholawat wahidiyah tersebut disebar luaskan oleh pendirinya, yaitu KH. Abdul Majid (almarhum), beliau membuat selebaran tertulis yang menyatakan bahwa barangsiapa yang mengamalkan sholawat wahidiyah selama 40 hari, permintaannya pasti terkabul. Dan jika ternyata tidak terkabul, beliau berani dituntut di dunia dan di akhirat. Dan pada waktu di masjid Bululawang Malang beliau saya taanya tentang dasar dari pernyataan ini, ternyata beliau tidak dapat menjawab dengan jawaban yang benar.
2.  Setelah beliau wafat, para murid beliau, yaitu orang-orang yang mengamalkan sholawat wahidiyah juga membawa selebaran yang menyatakan bahwa barangsiapa yang mengamalkan sholawat wahidiyah, maka dia akan menjadi ahli ma'rifat. Dan di antara mereka ini pada waktu dialog dengan saya juga tidak dapat memberikan dasar nasnya. [2]



FPI Merusak Rumah Wahidiyah
Liputan6.com, Tasikmalaya: Seratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi salah satu rumah yang dianggap sebagai pusat pertemuan kelompok Wahidiyah di Kampung Keretek, Mangkubumi, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (11/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Kepada warga setempat, FPI menyatakan akan membersihkan daerah itu karena Wahidiyah dinilah telah merusak kesucian Islam.
Di rumah tersebut, FPI tidak menemukan anggota Wahidiyah. Anggota FPI kemudian mencabut spanduk berlambang Wahidiyah dan membakarnya. Aksi pembakaran ini didiamkan oleh polisi yang berjaga di rumah itu. Usai aksi pembakaran, anggota FPI melempari rumah itu dengan batu serta telur busuk. Melihat itu, polisi pun segera menghentikan dan kelompok FPI segera membubarkan diri.
Untuk diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan Wahidiyah sebagai aliran sesat. Salah satu alasannya, karena pimpinan Wahidiyah bisa menentukan keimanan seseorang.(BOG/Eko Saktyabudi)[3]
Gus Dur: Sumber Masalah Di Tasikmalaya Itu Kelompok Wahidiyah 2-7-2007

Jakarta- Kasus penyerangan terhadap Jamaah Ahmadiyah di Tasikmalaya 19 Juni 2007 lalu yang dilakukan oleh sekelompok orang berseragam FPI, mengaku Taliban, dan mengatasnamakan GERAK, tampaknya membuat KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab di sapa Gus Dur geram. Gus Dur mengatakan bahwa sumber masalah dalam kasus ini adalah kelompok Wahidiyah.
Menurut Gus Dur, dirinya sudah bilang berkali-kali kepada kelompok ini, namun tetap saja memakai cara kekerasan. Saking jengkelnya, Gus Dur pun menyebut kelompok satu ini adalah kelompok tolol, muski keberadaannya tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.
"Saya ya tahu, itu berdasarkan Undang-Undang Dasar memang enggak ada masalah. Tapi orang-orang itu tolol. Ya sudah, mau diapain. Makanya bolak-balik saya bilang pada mereka: tancap itu hati bersih. Selesai. Bolak-balik ya dia lagi, dia lagi,".
Kekesalan itu diungkapkan Gus Dur dalam acara Kongkow Bareng Gus Dur yang digelar di Kedai Tempo Utankayu Sabtu, 30 Juni 2007. Ungkapan ini sekaligus untuk mengomentari paparan Pembela Hukum dan Anggota Jamaah Ahmadiyah Mubarik mengenai kasus penyerangan Jamaah Ahmadiyah di Tasikmalaya.
Acara ini disiarkan oleh radio Utankayu 89,2 FM dan dipancarluaskan oleh jaringan KBR 68H dari Aceh sampai Papua. Sudah minggu ini acara yang digelar di Kedai Tempo Jakarta ini ditayangkan di beberapa televisi lokal, yaitu JTV (Jawa Timur), Kendari TV (Sulawesi Tenggara), Bengkulu TV (kalimantan Timur).
Kenapa bisa terjadi gerakan seperti demikian? Dalam konteks ini, pertama-tama, Gus Dur melihat perjalanan tasawuf di Indonesia. Menurutnya, tasawuf di negeri ini berkembang menjadi dua cangkok: cangkok Tariqah dan cangkok Shalawat.
Bedanya? "Dalam Tariqah ini ada yang dinamakan persetujuan dari Rasul. Nah Shalawat ini enggak ada yang ke Rasullullah. Ini yang paling jadi ujung pangkal masalahnya," jelas Gus Dur.
Dalam menghadapi kelompok yang pusat gerakannya di pesantren kuno, Wahidiyah, Kediri Jawa Timur ini, Gus Dur tampaknya kehilangan akal.
"Menurut saya ya sudah. Tapi orang-orang kayak gitu sebaiknya dihilangkan dalam Islam," kata Gus Dur dengan nada kuat.[][4]

Amalan wahidiyah :
إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   اْلفَاتِحَة

 ILAA HADLROTI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU 'ALAIHI WASALLAM, AL FAATIHAH !  (Baca  Fatihah 7x).


Kami hadiyahkan ke  haribaan Pemimpin kami Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wasallam, bacaan Fatihah. (Membaca Surat Fatihah 7 kali)

وَإِلَىحَضْرَةِ غَوْثِ هَذَاالزَّمَانِ وَأَعْوَانِهِ وَسَائِِرِ أَوْلِيَاءِ اللهِ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمْ   اَلْفَاتِحَة  
 WA ILAA HADLROTI GHOUTSI HAADZAZ-ZAMAAN WA A’WAANIHI WA SAA-IRI AULIYAA ILLAAHI RODLIYALLOOHU  TA’AALA 'ANHUM,  AL FAATIHAH !  (Baca Fatihah 7x).  
Dan kami hadiyahkan ke pangkuan Ghoutsi Hadzaz Zaman, Para Pembantu Beliau dan segenap Kekasih ALLOH, Radliyallohu Ta’ala 'anhum, bacaan Fatihah. (Baca Fatihah 7 kali).

 اَلَّلهُمَّ يَاوَاحِدُ يَا أَحَدُ يَا وَاجِدُ يَا جَوَّادُ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمَاتِ اللهِ وَفُيُوْضَاتِهِ وَأَمْدَادِهِ ×100  

ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI  WASALLIM WABAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW - WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW-WANAFASIM-BI’ADADI MA’LUUMAATILLAAHI WAFUYUUDLOOTIHII, WA AMDAADIH. (100 x).  

Yaa ALLOH, yaa Tuhan Maha Esa, yaa Tuhan Maha Satu, yaa Tuhan Maha Menemukan, yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpahkanlah shalawat, salam, barokah atas Junjungan kami Baginda Nabi Muhammad dan atas Keluarga Baginda Nabi Muhammad pada setiap berkedipnya mata dan naik turunnya nafas, sebanyak bilangan segala yang ALLOH Maha Mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian serta kelestarian pemeliharaan-Nya.
اَللَّهُمَّ كَمَا أَنْتَ أَهْلُهُ  صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا وَشَفِيْعِنَاوَحَبِيْبِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا هُوَ أَهْلُهُ نَسْأَلُكَ الَّلهُمَّ بِحَقِّهِ أَنْ تُغْرِقَنَا فِى لُجَّةِ بَحْرِ اْلوَحْدَةِ حَتىَّ لاَ نَرَى وَلاَ نَسْمَعَ وَلاَ نَجِدَ وَلاَ نَحُسَّ وَلاَ نَتَحَرَّكَ وَلاَ نَسْكُنَ إِلاَّ بِهَا وَتَرْزُقَنَا تَمَامَ مَغْفِرَتِكَ يَا اللهُ وَتَمَامَ مَحَبَّتَكَ يَا اللهُ وَتَمَامَ رِضْوَانِكَ يَااللهُ وَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَىآلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ مَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ وَأَحْصَاهُ كِتَابُكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ ×7


ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA WAMAULAANAA, WASYAFII’INAA, WAHABIIBINAA, WAQURROTI A’YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU 'ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH; NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHII ANTUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTAA LAA NAROO  WALAA NASMA’A, WALAA NAJIDA, WALAA NUHISSA, WALAA  NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA; WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOOH; WATAMAAMA NI’MATIKA YAA ALLOOH, WATAMAAMA MA’RIFATIKA YAA ALLOOH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLOOH; WATAMAAMA RIDLWAANIKA YAA ALLOOH; WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA ‘ALAA AALIHII WASHOHBIH. ‘ADADA MAA AHAATHO BIHII ‘ILMUKA WA AHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBBIL ‘AALAMIIN. ( 7 x ).
 “Yaa Allah, sebagaimana keahlian ada pada-MU, limpahkanlah shalawat salam barokah atas Junjungan kami, Pemimpin kami, Pemberi syafa’at kami, Kecintaan kami dan Buah-jantung–hati kami Baginda Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi  wasallam yang sepadan dengan keahlian Beliau;  Kami bermohon  kepada-MU  yaa ALLOH, dengan Hak kemuliaan Beliau, tenggelamkan kami di dalam pusat-dasar-samodra Ke-Esaan-MU, sedemikian rupa sehingga tiada kami melihat dan mendengar, tiada kami menemukan dan merasa, tiada kami bergerak ataupun berdiam, melainkan senantiasa merasa di dalam Samodra Tauhid-MU; dan kami bermohon kepada-MU yaa ALLOH, limpahilah kami ampunan-MU yang sempurna yaa ALLOH, ni’mat karunia-MU yang sempurna yaa ALLOH, sadar ma’rifat kepada-MU yang sempurna yaa ALLOH, cinta kepada-MU dan mejadi kecintaan-MU yang sempurna yaa ALLOH, ridlo kepada-MU serta memperoleh ridlo-MU yang sempurna pula yaa ALLOH.
        Dan sekali lagi yaa ALLOH, limpahkanlah shalawat salam dan barokah atas Baginda Nabi dan atas Keluarga serta Sahabat Beliau, sebanyak bilangan segala yang diliputi oleh Ilmu-MU dan  termuat  di dalam  Kitab-MU; dengan rahmat-MU yaa Tuhan Maha Pengasih dari seluruh Pengasih ; Segala puji bagi ALLOH Tuhan Seru Sekalian Alam
 يَا شَافِعَ الْخَلْقِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ نُوْرَ الْخَلْقِ هَادِيَ اْلاَنَامِ وَأَصْلَهُ وَرُوْحَهُ أَدْرِكْنِي فَقَدْ ظَلَمْتُ أَبَدًا وَرَبِّنِي وَلَيْسَ لِي يَا سَيِّدِي سِوَاكَ فَإِنْ تَرُدَّ كُنْتُ شَخْصًا هَالِكاً يَا سَيِّدِي يَا رَسُوْلَ الله  ×7

YAA SYAAFI’AL-KHOLQISH-SHOLAATU WASSALAAM

ALAIKA  NUUROL KHOLQI  HAADIYAL ANAAM
WA-ASHLAHUU  WA RUUHAHUU  ADRIKNII 

FAQOD  DHOLAMTU  ABADAW-WAROBBINII
WALAISA  LII  YAA SAYYIDII  SIWAAKAA 

FA-IN TARUDDA  KUNTU  SYAKHSHON  HAALIKAA
YAA  SAYYIDII   YAA  ROSUULALLOOH  !  ( 7 X )



Duhai Baginda Nabi Pemberi  syafa’at makhluq; ke pangkuanmu shalawat  dan salam ALLOH  ku sanjungkan,  Duhai Nur-cahaya mahluq, Pembimbing manusia.

Duhai Unsur dan Jiwa makhluq; Bimbing, bimbing, dan didiklah diriku. Sungguh, aku manusia yang dholim selalu;

Tiada arti diriku tanpa Engkau duhai Sayyidii, Jika Engkau hindari aku (akibat keterlaluan berlarut-larutku), pastilah, pastilah, pasti ‘ku ‘kan hancur binasa .

Duhai Pemimpin kami, Duhai Utusan Alloh !

 يَا أَيُّهَا اْلغَوْثُ سَلاَمُ اللهِ عَلَيْكَ رَبِّنِي بِإِذْنِ اللهِ وَانْظُرْإِلَيَّ سَيِّدِي بِنَظْرَةٍ مُوْصِلَةٍ لِلْحَضْرَةِ اْلعَالِيَةِ

YAA AYYUHAL – GHOUTSU  SALAAMULLOOH 

ALAIKA  ROBBINII  BI – IDZNILLAAH
WANDHUR  ILAYYA  SAYYIDII  BINADHROH

MUUSHILATIL-LIL- HADLROTIL ‘ALIYYAH



“Duhai Ghoutsu Zaman, ke pangkuanmu salam Allah ku haturkan; Bimbing, bimbing dan didiklah diriku dengan idzin Allah;

Dan arahkan pancaran sinar-nadhrohmu kepadaku yaa Sayyidi, radiasi batin yang mewushulkan aku, sadar ke Hadlirot Maha Luhur Tuhanku.”

 يَاشَافِعَ الْخَلْقِ حَبِيْبَ اللهِ صَلاَتُهُ عَلَيْكَ مَعْ سَلاَمِهِ ضَلَّتْ وَضَلَّتْ حِيْلَتِي فِي بَلْدَتِي خُذْ بِيَدِي يَاسَيِّدِي وَاْلاُمَّةِ يَاسَيِّدِي يَارَسُوْلَ اللهِ ×7

 
YAA SYAAFI’AL- KHOLQI  HABIIBALLOOHI 
SHOLAATUHUU  ‘ALAIKA  MA’  SALAAMIHII
DLOLLAT  WADLOLLAT  HIILATII  FII BALDATII  
KHUDZ BIYADII YAA SAYYIDII WAL UMMATI
YAA  SAYYIDII   YAA  ROSUULALLOOH  !  ( 7 X )
   
Duhai Baginda  Nabi Pemberi syafa’at  makhluq, duhai Baginda  Nabi Kekasih Allah. Ke pangkuanmu sholawat dan salam Allah ku sanjungkan  !;
“Jalanku buntu, usahaku tak menentu buat kesejahteraan negeriku. Cepat, cepat, cepat raihlah tanganku yaa Sayyidii, tolonglah diriku dan seluruh ummat  ini !”

“Duhai Pemimpin kami,  duhai Utusan Allah !”
يَا رَبَّنَا اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ شَفِيْعِ اْلاُمَمِ وَاْلآلِ وَاجْعَلِ اْلأَنَامَ مُسْرِعِيْنَ بِالْوَحْدِيَّةِ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ يَا رَبَّنَا اغْفِرْ يَسِّرْ اِفْتَحْ وَاهْدِنَا قَرِّبْ وَأَلِّفْ بَيْنَنَا يَا رَبَّنَا
 

YAA ROBBANAALLOOHUMMA  SHOLLI  SALLIMI 

ALAA MUHAMMADIN  SYAFII’IL UMAMI
WAL –AALI  WAJ’ALIL ANAAMA  MUSRI’IIN

BIL-WAAHIDIYYATI   LIROBBIL ‘AALAMIIN
YAA ROBBANAGHFIR  YASSIR IFTAH WAHDINAA

QORRIB  WA-ALLIF BAINANAA  YAA ROBBANAA
 


“Yaa Tuhan kami yaa Allah, limpahkanlah sholawat  salam atas Baginda Nabi Muhammad Pemberi syafa’at ummat;

dan atas Keluarga Beliau; Dan jadikanlah ummat manusia cepat-cepat lari kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Tuhan Semesta Alam.

Yaa tuhan kami, ampunilah segala dosa-dosa kami, permudahlah segala urusan kami, bukakanlah hati dan jalan kami, dan tunjukilah kami, pereratlah persaudaraan dan persatuan di antara kami, yaa Tuhan kami!”
   
 اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْمَا خَلَقْتَ وَهَذِهِ اْلبَلْدَةَ يَااللهُ وَفِى هٰذِهِ الْمُجَاهَدَةِ يَاالله ×7  
ALLOOHUMMA  BAARIK  FIIMAA KHOLAQTA  WAHAADZIHIL BALDAH  YAA ALLOOH,  WAFII HAADZIHIL MUJAAHADAH   YAA ALLOOH !  ( 7 x )
   
Yaa Allah, limpahkanlah berkah di dalam segala makhluq yang Engkau ciptakan dan di dalam negeri ini yaa Allah, dan di dalam mujahadah ini, yaa Allah!”
   
ISTIGHROOQ  ! : (Diam tidak membaca apa-apa, segenap perhatian lahir batin, fikiran dan perasaan   dipusatkan hanya kepada ALLOH ! tidak ada acara selain ALLOH !).
   
AL-FAATIHAH ! (1x), Kemudian membaca do’a di bawah ini.
 
 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلَّلهُمَّ بِحَقِّ اِسْمِكَ اْلأَعْظَمِ وَبِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِبَرَكَةِ غَوْثِ هٰذَا الزَّمَانِ وَأَعْوَانِهِ وَسَائِرِ أَوْلِيَاءِكَ يَا الله يا الله يا الله رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمْ ×3 بَلِّغْ جَمِيْعَ اْلعَالَمِيْنَ نِدَاءَنَا هٰذَا وَاجْعَلْ فِيْهِ تَكْثِيْرًا بَلِيْغًا ×3 فَإِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌوَبِاْلإِجَابَةِ جَدِيْرٌ ×3
    BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM,    
ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL-A’DHOM,   WABIJAAHI SAYYIDINAA  MUHAMMADING  SHOLLALLOOHU 'ALAIHI WASALLAM,    WABIBAROKATI  GHOUTSI  HAADZAZ ZAMAAN   WA A’WAANIHII  WASAA-IRI  AULIYAA-IKA  YAA ALLOOH,  YAA ALLOOH, YAA ALLOOH,  RODLIYALLOOHU TA’AALAA  'ANHUM 3 x ).   ( BALLIGH JAMII’AL ‘AALAMIIN  NIDAA-ANAA  HAADZAA WAJ’AL FIIHI  TAKTSIIROM-BALIIGHOO  [3 x]  [ FA-INNAKA  ‘ALAA  KULLI  SYAI-ING  QODIIR,  WABIL- IJAABATI JADIIR  3 x ).
   
“Dengan Asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
         Yaa Allah, dengan Hak kebesaran Asma-MU,  dan dengan kemuliaan serta Keagungan Baginda Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam, dan dengan barokah Ghoutsu Haadza-Zaman wa A’waanihi serta segenap Auliya Kekasih-MU yaa Allah, yaa Allah, yaa Allah, Rodliyalloohu Ta’ala ‘anhum, sampaikanlah seruan kami ini kepada jamii’al ‘alamiin dan letakkanlah kesan yang merangsang di dalamnya; Maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa berbuat segala sesuatu dan Maha Ahli memberi ijabah!”
   
 
فَفِرُّوا إِلَى الله ×7
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ اْلبَاطِلُ إِنَّ اْلبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا ×3
FAFIRRUU ILALLOOH   !  ( 7 x )
WAQUL JAA-AL HAQQU WAZAHAQOL BAATHIL;  INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQOO ( 3 x )

 
Larilah kembali kepada ALLOH  !
“Dan katakanlah (wahai Muhammad) perkara yang haq telah datang dan musnahlah perkara yang batal; Sesungguhnya perkara yang batal itu pasti musnah”.
 “AL FAATIHAH”  !   (Baca Fatihah satu kali).
   

    KETERANGAN:    
1.
Kalimah FAFIRUU ILALLOOH” dan “WAQUL JAA-AL HAQUU…..” dibaca bersama-sama antara imam dan makmum. Dirinya sendiri terutama supaya dirasa termasuk di dalam ajakan itu dengan getaran hati yang kuat.
2.
FAFIRRUU ILALLOOH” maksudnya, mengajak secara bathiniyah agar supaya kita dan masyarakat kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Alloh wa Rasulihi Shollalloohualaihi wasallam. Secara umum yaitu dengan menjalankan hal-hal yang diridloi Alloh wa Rasulihi Shollalloohualaihi wasallam, dan menghindarkan diri atau meninggalkan perbuatan-perbuatan yang merugikan diri pribadi, keluarga dan masyarakat.


Nida’ (panggilan) pada tiap arah tersebut adalah :

AL-FAATIHAH (membaca Surat al-Fatihah satu kali) FAFIRRUU ILALLOOH (3 kali) WAQUL JAA-AL HAQQU … (satu kali)


 

 
Bagi yang berminat untuk mengetahui lebih jelas tentang Pengamalan Sholawat Wahidiyah, silakan menghubungi Pengurus PSW / Pengamal Wahidiyah terdekat, atau menghubungi ke Sekretariat DPP PSW  di bawah.
   
Berkonsultasi langsung / sms :
 081556666930 / 081556666931 / 081556666932 / 081556666933 / 081556666935 / 081331259111 / 081555615514 / 081553355377 / 081335577399 /

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Dalam amalan jamaah wahidiyah tercantum kalimat sbb:
   إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   اْلفَاتِحَة
Fatihah yang pahalanya di kirimkan untuk Nabi SAW , saya belum mengetahui hadisnya , dan tiada sahabat , atau tabiin yang melakukan seperti itu . Jadi saya masih  ikut kepada mereka karena  ada hadis :
خَيْرُكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
Orang yang terbaik diantaramu adalah masaku kemudian  orang – orang setelah mereka lalu generasi sesudahnya [5]
Jadi kirim fatihah untuk Rasulullah SAW  ajaran baru dan tertolak . Rasulullah SAW  bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ *
Barang siapa yang menjalankan sesuatu yang tidak cocok dengan urusan kami maka tertolak .[6] 
Syekh Husnain Muhammad Makhluf berkata:
-    مَذْهَبُ الشَّافِعِيَّةِ فِى الْعِبَادَاتِ الْبَدَنِيَّةِ الْمَحْضَةِ عَدَمُ وُصُوْلِ ثَوَابِهَا إِلَى الْمَيِّتِ وَلَوْ كَانَتْ تَبَرُّعًا كَالصَّلاَةِ وَتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ.  وَهَذَا هُوَ اْلمَشْهُوْرُ عِنْدَهُمْ
Menurut madzhab syafii dalam ibadah fisik, pahalanya tidak bisa sampai kepada mayat sekalipun suka rela di berikan kepadanya seperti salat , atau baca al Quran . Inilah yang mashur di kalangan mereka.
-    قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ عِنْدَ اْلمَالِكِيَّةِ مَكْرُوْهَةٌ لِلْمَوْتَى
Membaca al Quran untuk mayat menurut madzhab maliki makruh. [7]
Syekh Ibrahim berkata : “ Syekh Abdul wahhab Al warraq , Abu Hafes berkata :
وَقَالَ الَأكْثَرُ لاَيَصِلُ إلَىالميِت ثوابُ القِراءةِوانّ ذَلكَ لِفَاعِله
Mayoritas ulama` menyatakan: Pahala baca  Al Quran  tidak akan sampai ke mayat , ia hanya untuk pembaca. [8]

Dalam amaliyah jamaah wahidiyah biasanya  di adakan pula fatihah  untuk gurunya dengan kalimat sbb:
وَإِلَىحَضْرَةِ غَوْثِ هَذَاالزَّمَانِ وَأَعْوَانِهِ وَسَائِِرِ أَوْلِيَاءِ اللهِ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمْ   اَلْفَاتِحَة
Kirim fatihah kali ini kepada pengarang sholwat wahidiyah KH. Abdul Majid dan  tidak ada orang dari kuburan yang menyatakan bahwa kiriman fatihah sampai kepadanya.
Ghoutsu hadzaz zaman adalah istilah yang populer di kalangan  orang – orang ahli bid`ah  yaitu istilah derajat wali . Ada seorang penyair melantunkan lagi sbb:
بِحُرْمَةِ غَوْثِ الزَّمَانِ الْقَرِيْب   وَكُلِّ وَلِيٍّ مِنَ الصَّالِحِين
Dengan kehurmatan penyelamat zaman yang dekat dan setiap wali dari orang – orang saleh. ( kasidah ini syirik )
Lantas siapakah yang menyatakan bahwa KH. Abdul Majid dari Kediri itu menjadi waliyullah yang punya derajat ghouts. Wali yang berderajat seperti itu atau wali ghouts tidak ada dalam  hadis atau ayat al Quran .
Ada lagi amalan jama`ah wahidiyah yaitu bacaan sbb:  
اَلَّلهُمَّ يَاوَاحِدُ يَا أَحَدُ يَا وَاجِدُ يَا جَوَّادُ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمَاتِ اللهِ وَفُيُوْضَاتِهِ وَأَمْدَادِهِ ×100  
Yaa ALLOH, yaa Tuhan Maha Esa, yaa Tuhan Maha Satu, yaa Tuhan Maha Menemukan, yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpahkanlah shalawat, salam, barokah atas Junjungan kami Baginda Nabi Muhammad dan atas Keluarga Baginda Nabi Muhammad pada setiap berkedipnya mata dan naik turunnya nafas, sebanyak bilangan segala yang ALLOH Maha Mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian serta kelestarian pemeliharaan-Nya.
Saya katakan :
 Sholawat dengan redaksi seperti di atas , tidak saya jumpai di buku dan kitab refrensi saya dan bukan sholawat tuntunan Rasulullah SAW . Ia karangan KH. Abdul Majid sendiri. Bila  ada yang menyatakan sholawat itu di berikan kepada KH. Abdul Majid dari Rasulullah SAW  maka tidak heran tiap pengarang sholawat ingin memasarkan karangannya  sebagaimana  pembuat produk saus , dan tiada kecap yang nomer dua . Kecap mesti nomer satu. Saya lebih suka mengikuti sholawat yang cocok dengan tuntunan. Ikutilah hadis sbb:
- حَدِيْثُ  كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى، قَالَ: لَقِيَنِي كَعْبُ بْن عُجْرَةَ؛ فَقَالَ: أَلاَ أُهْدِي لَكَ هَدِيَّةً سَمِعْتُهَا مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  فَقُلْتُ: بَلَى فَأَهْدِهَا لِي فَقَالَ: سَأَلْنَا رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ الصَّلاَةُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ فَإِنَّ اللهَ قَدْ عَلَّمَنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكُمْ، قَالَ: قُوْلُوْا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى  مُحَمَّدٍ وَعَلَى  آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى  إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى  آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللهُمَّ بَارِكْ عَلَى  مُحَمَّدٍ وَعَلَى  آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى  إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى  آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Abdurrahman ibnu Abi Laila berkata: “Aku pernah bertemu dengan Ka’ab ibnu ‘Ujrah dan ia berkata kepadaku: “Maukah engkau aku beri hadiah sebuah hadits yang aku dengar dari Nabi saw?”
Kataku: “Ya, berikanlah ia kepadaku sebagai hadiah.”
Kata Ka’ab ibnu ‘Ujrah: “Kami pernah bertanya kepada Rasulullah saw: “Ya Rasulullah, bagaimanakah cara bershalawat kepada kepada kalian, Ahlul Bait? Sesungguhnya Allah telah mengajari kami cara bersalam kepada kalian.”
Sabda beliau saw: “Ucapkanlah: “Allah-humma shalli ‘alla muhammadin wa ‘alaa aalihi muhammad, kamaa  shallaita ‘alaa ibrahim wa ‘alaa aali ibrahim innaka hamiidun majiid, Allah-humma baarik ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarakta ‘alaa ibrahiima wa ‘alaa aali ibrahim innaka hamiidun majiid.” (“Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana engkau melimpahkan shalat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya, Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, limpahkan berkah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana engkau melimpahkan berkah kepada Ibrahim dna kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya, Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia)”.[9]
حَدِيْثُ  أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، أَنَّهُمْ قَالُوْا: يَا رَسُولَ اللهِ كَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : قُوْلُوْا: اللهُمَّ صَلِّ عَلَى  مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى  آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى  مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى  آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ


.Abu Humaid Ash Sa’idi ra berkata: “Mereka berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana cara bershalawat kepadamu?”
Sabda beliau saw: “Ucapkan: “Allah-humma shalli ‘alla muhammadin wa ajwajihi wa dzurriyatihi kamaa shalaita ‘alaa aali ibrahim wabaarik ‘alaa muhammadin wa ajwajihi wa dzurriyyatii, kamaa barakta ‘alaa aali ibrahim innaka hamiidun majiid.” (“Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad, beserta isteri-isterinya dan anak cucunya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah limpahkan berkah kepada Muhammad berserta isteri-isterinya dan anak cucunya, sebagaimana Engkau melimpahkan berkah kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia”). [10]
Ada bacaan jamaah wahidiyah sbb:

اَللَّهُمَّ كَمَا أَنْتَ أَهْلُهُ  الَّلهُمَّ بِحَقِّهِ أَنْ تُغْرِقَنَا فِى لُجَّةِ بَحْرِ اْلوَحْدَةِ حَتىَّ لاَ نَرَى وَلاَ نَسْمَعَ وَلاَ نَجِدَ وَلاَ نَحُسَّ وَلاَ نَتَحَرَّكَ وَلاَ نَسْكُنَ إِلاَّ بِهَا
 “Yaa Allah, sebagaimana keahlian ada pada-MUKami bermohon  kepada-MU  yaa ALLOH, dengan Hak kemuliaan Beliau, tenggelamkan kami di dalam pusat-dasar-samodra Ke-Esaan-MU, sedemikian rupa sehingga tiada kami melihat dan mendengar, tiada kami menemukan dan merasa, tiada kami bergerak ataupun berdiam, melainkan senantiasa merasa di dalam Samodra Tauhid-MU;
Penulis buku berkomentar : Redaksi : “Yaa Allah, sebagaimana keahlian ada pada-MUKami " merupakan kalimat doa  yang belum saya jumpai Rasulullah SAW  berdoa dengan  kalimat tsb selama hidupnya , begitu juga para sahabatnya .
Begitu juga berdoa dengan  hak para nabi , wali dan orang – orang saleh  tidak di perkenankan .Allah berfirman :
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلاَ تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu berdoa kepada  seseorangpun di dalamnya di samping berdoa kepada Allah.[11]
Taimiyah berkata :  Orang yang berdoa dengan menggunakan
 بِحقِّ مَلائكتِكَ أو بحقّ أَنْبِيائِكَ أو بِنبيّكَ فلان أو بِرَسُولِك فلان أو بالبَيْتِ الحَرَامِ أو بزَمْزَمَ والمقام أو بالطُّوْرِ والبيتِ المَعْمُور
Doa seperti itu tidak dilakukan oleh Nabi SAW, sahabat dan para tabiin. Bahkan Imam  Abu Hanifah dan  pengikutnya seperti  Abu Yusuf menyatakan tidak boleh[12] Menurut mereka sama dengan bersumpah dengan  mahluk yang jelas di larang.
Syekh Muhammad bin Abu bakar  Addimasyqi berkata : Terkadang orang berdoa , lalu menggunakan  pangkat tokoh ulama` atau auliya` . Pada hal mereka tidak memerintahkan  , bahkan pernyataan mereka melarangnya . [13]
Dalam amalan sholawat wahidiyah ada kalimat sbb:
 هَادِيَ اْلاَنَامِ وَأَصْلَهُ وَرُوْحَهُ
Penunjuk manusia , asal dan rohnya .
Komenter penulis buku : Saya sulit mengerti apa maksud kalimat tsb. Mungkin maksud inti atau tokoh paling utama manusia .
 أَدْرِكْنِي فَقَدْ ظَلَمْتُ أَبَدًا وَرَبِّنِي وَلَيْسَ لِي يَا سَيِّدِي سِوَاكَ
Duhai Unsur dan Jiwa makhluq; Bimbing, bimbing, dan didiklah diriku. Sungguh, aku manusia yang dholim selalu;
Tiada arti diriku tanpa Engkau duhai Sayyidii, Jika Engkau hindari aku (akibat keterlaluan berlarut-larutku), pastilah, pastilah, pasti ‘ku ‘kan hancur binasa .
Komentarku ( Mahrus ali ) :
 Kalimat tsb adalah kesyirikan yang nyata karena tidak minta – minta kepada Allah tapi kepada Nabi SAW  dan siapakah yang memerintah untuk membaca kalimat seperti itu . Bila tidak ada yang memerintah , ber arti bid`ah dan Allah  tidak akan mem berikan pahala kepada pembacanya . Dalam suatu hadis di jelaskan :
أَبَى اللَّهُ أَنْ يَقْبَلَ عَمَلَ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعَ بِدْعَتَهُ
  Allah  tidak akan menerima  amal perbuatan ahli bid`ah hingga meninggalkan bid`ahnya . [14]
Ada bacaan lagi sbb:
 يَا أَيُّهَا اْلغَوْثُ سَلاَمُ اللهِ عَلَيْكَ رَبِّنِي بِإِذْنِ اللهِ وَانْظُرْإِلَيَّ سَيِّدِي بِنَظْرَةٍ مُوْصِلَةٍ لِلْحَضْرَةِ اْلعَالِيَةِ

“Duhai Ghoutsu Zaman, ke pangkuanmu salam Allah ku haturkan; Bimbing, bimbing dan didiklah diriku dengan idzin Allah;

Dan arahkan pancaran sinar-nadhrohmu kepadaku yaa Sayyidi, radiasi batin yang mewushulkan aku, sadar ke Hadlirot Maha Luhur Tuhanku.”

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ini suatu hal yang mengherankan , dimana mursyid yang sudah meningal dunia , malah di suruh membimbing atau membantu agar bisa  mendekat kepada Allah . Ini lah suatu kesyirikan karena minta – minta pada mayat langsung .  Allah berfirman :
وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلاَ أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ
Dan orang – orang  yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri."  [15]

Ada bacaan lagi :
 يَاشَافِعَ الْخَلْقِ حَبِيْبَ اللهِ صَلاَتُهُ عَلَيْكَ مَعْ سَلاَمِهِ ضَلَّتْ وَضَلَّتْ حِيْلَتِي فِي بَلْدَتِي خُذْ بِيَدِي يَاسَيِّدِي وَاْلاُمَّةِ يَاسَيِّدِي يَارَسُوْلَ اللهِ ×7
Duhai Baginda  Nabi Pemberi syafa’at  makhluq, duhai Baginda  Nabi Kekasih Allah. Ke pangkuanmu sholawat dan salam Allah ku sanjungkan  !;
“Jalanku buntu, usahaku tak menentu buat kesejahteraan negeriku. Cepat, cepat, cepat raihlah tanganku yaa Sayyidii, tolonglah diriku dan seluruh ummat  ini !”
“Duhai Pemimpin kami,  duhai Utusan Allah !”


Komentarku ( Mahrus ali ) :
    Doa terahir ini juga syirik karena  tidak mohon kepada Allah tapi minta sesuatu kepada Nabi SAW yang sudah berada di bawah pusara . Apakah ada  dalilnya  , atau kesyirikan yang di hiasi setan lalu dianggap tauhid dan cinta Nabi SAW. Allah  berfirman :
أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلاَ تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.[16]
Lalu mereka baca :

اَلَّلهُمَّ بِحَقِّ اِسْمِكَ اْلأَعْظَمِ وَبِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِبَرَكَةِ غَوْثِ هٰذَا الزَّمَانِ وَأَعْوَانِهِ وَسَائِرِ أَوْلِيَاءِكَ يَا الله يا الله يا الله رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمْ ×3 بَلِّغْ جَمِيْعَ اْلعَالَمِيْنَ نِدَاءَنَا هٰذَا وَاجْعَلْ فِيْهِ تَكْثِيْرًا بَلِيْغًا ×3 فَإِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌوَبِاْلإِجَابَةِ جَدِيْرٌ ×3
“Dengan Asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
         Yaa Allah, dengan Hak kebesaran Asma-MU,  dan dengan kemuliaan serta Keagungan Baginda Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam, dan dengan barokah Ghoutsu Haadza-Zaman wa A’waanihi serta segenap Auliya Kekasih-MU yaa Allah, yaa Allah, yaa Allah, Rodliyalloohu Ta’ala ‘anhum, sampaikanlah seruan kami ini kepada jamii’al ‘alamiin dan letakkanlah kesan yang merangsang di dalamnya; Maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa berbuat segala sesuatu dan Maha Ahli memberi ijabah!”

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Doa terahir ini juga kesyirikan karena berdoa dengan perantara  pangkat Nabi SAW dan berkah mursyid  KH Abd Majid . Doa ini  tidak pernah di ajarkan  oleh para sahabat , ulama  salaf maupun kholaf . Dan sayang sekali telah beredar dan memang kesyirikan itu mudah tersebar , lalu tauhid terkalahkan . Rasulullah SAW  bersabda :
فَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ فِي خِفَّةِ الطَّيْرِ وَأَحْلاَمِ السِّبَاعِ لاَ يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا وَلاَ يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا
  Lantas manusia terjelek  yang masih hidup,mereka cekatan seperti  burung terbang , angan – angan mereka laksana binatang buas , tidak menganggap baik perkara yang  ma`ruf, tidak ingkar kepada kemungkaran[17]   

                                   Komisi fatwa dan irsyad kerajaan Saudi menyatakan:

أَنْ يَسْأَلَ الله بِجَاهِ أَنْبِيَائِهِ أَوْ وَلِيٍّ مِنْ َأوْلِيَائِهِ بِأَنْ يَقُوْلَ: (الَّلهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِجَاهِ نَبِيِّكَ أَوْ بِجَاهِ الْحُسَيْنِ) مَثَلاً فَهَذاَ لاَ يَجُوْزُ؛ لِأَنَّ جَاهَ أَوْلِيَاِء الله وَإِنْ كَانَ عَظِيْمًا عِنْدَ الله وَخَاصَّةً حَبِيْبُنَا مُحَمَّدٌ صلى الله عليه وسلم غَيْرَ أَنَّهُ لَيْسَ سَبَبًا شَرْعِيًّا وَلاَ عَادِيًّا لِاسْتِجَابَةِ الدُّعَاءِ؛ وَلِهَذاَ عَدَلَ الصَّحَابَةُ حِيْنَماَ أَجْدَبُوا عَنِ التَّوَسُّلِ بِجَاهِهِ صلى الله عليه وسلم فيِ دُعَاءِ اْلاِسْتِسْقَاءِ إِلَى التَّوَسُّلِ بِدُعَاءِ عَمِّهِ اْلعَبَّاسِ مَعَ أَنَّ جَاهَهُ عليه الصلاة والسلام فَوْقَ كُلِّ جَاهٍ، وَلمَ ْيُعْرَفْ عَنِ الصَّحَابَةِ رضي الله عنهم أَنَّهُمْ تَوَسَّلوُا بِهِ صلى الله عليه وسلم بَعْدَ وَفَاتِهِ وَهُمْ خَيْرُ اْلقُرُوْنِ وَأَعْرَفُ النَّاسِ بِحَقِّهِ وِأَحَبُّهُمْ لَهُ.
Seseorang minta pada Allah dengan pangkat nabi – nabiNya atau wali – waliNya. Dia berkata : Ya Allah ! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu  dengan pangkat NabiMu atau pangkat Husain …….. ini tidak boleh. Sebab pangkat wali – wali Allah sekalipun agung disisi Allah , lebih – lebih kekasih kita Muhammad SAW, tapi tidak merupakan sebab syar`i atau tradisi  untuk  doa yang di kabulkan. Karena itu , para sahabat ketika musim peceklek  tidak bertawassul kepada Nabi waktu doa istisqa` tapi minta doa kepada pamannya Al abbas  pada hal pangkat Nabi di atas seluruh pangkat. Dan tidak dikenal di kalangan sahabat bahwa mereka bertawassul kepada Nabi SAW setelah wafatnya . Pada hal mereka hidup dimasa terbaik dan manusia yang lebih mengerti tentang hak Nabi SAW  dan paling senang kepadanya. [18]







[1] www.pikiran-rakyat.com
[2] pesantren.or.id
[3] www.liputan6.com
[4] Oleh : MUHAMMAD KODIM/SYIRAH , ahmadiyah.info

[5] Muttafaq alaih  2651
[6] Sahih Bukhori
[7] Fatwa darul ifta` Mesir   682
[8]  Al mubdi` karya Ibrahim bin Muhammad , terbitan Al maktabul islami  Beirut  281/2.
[9](Bukhari, 60, kitabul Anbiya’, 10, bab kami dibritahu Musa ibnu Ismail).
 Allu`lu` wal marjan 122/1 , Al albani berkata : Muttafaq alaih .
Lihat di kitab karyanya : Misyaktul  mashobih  201/1 - nomer hadis 919

[10] Bukhari, 60, kitabul Anbiya’, 10, bab kami diberitahu oleh Musa ibnu Ismail
Allu`lu` wal marjan 123/1 . Al albani berkata : Muttafaq alaih
Lihat di kitab karyanya : Misyaktul  mashobih  201/1 - nomer hadis  920

[11] Jin 18
[12] Majmuk fatawa libni Taimiyah /133/27.
[13]  Atthuruq alhukmiyah  cetakan Al madani Kaero  336/1
[14] HR Ibnu Majah  50
[15] Al a`raf  197 
[16] Fathir 8  .
[17] HR Muslim 2940
[18] Komisi fatwa dan irsyad kerajaan Saudi 4217

Artikel Terkait

229 komentar:

  1. woooi kalo gue syirik masalah buat elo?
    monggo kalau mo ke surga gue kagak ikut, kalo bisa ya allah lancarkan jalan mantan kyai nu ini ke surga, dan kalo bisa sekarang juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bajingan ini IBLIS nya wahidiyah

      Hapus
    2. salahnya dimana mas kalo saya mengamalkan sholawat wahidiyah ? sya orang jogja ketemuan aja gmna?? https://www.facebook.com/dedi.wijaya.54

      Hapus
    3. jangan mudah menyalahkan,, apa lagi sampai anda menyirikkan... kita semua adalah ciptaan Alloh... jika boleh bertanya kepada smean,, PERNAHKAH SMEAN DUDUK BERSAMA DAN SHERING DENGAN PARA PENGAMAL SHOLAWAT WAHIDIYAH?? Jika belum, ak cuma bisa bilang ASTAUGFIRRULLOHAL ADZIM..

      Hapus
  2. mungkin anda punya banyak informasi untuk mematahkan semua yang di anggap pengamal sholawat wahidiyah benar, tapi anda harus hati2 karna informasi yang anda punya bisa membuat anda jauh dan tidak bisa mengenal siapa Kholiq anda ...!!!

    BalasHapus
  3. Untuk mien amien
    Jangan bela kesalahan, belalah kebenaran, masalah nya sudah jelas tidak samar lagi. Datanya lengkap, jangan hiraukan data itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg benar itu seperti apa? orang data anda juga bohong !!! ni liat videonya gusdur membala jamaah wahidiyah http://www.youtube.com/watch?v=nvo3-uEBDz0

      Hapus
  4. Apakah Anda pantas disebut kyai?

    BalasHapus
  5. Untuk Manusia Biasa
    Saya tidak pantas di panggil kiyai menurut pengikut wahidiyah yang syirik atau menurut ahli bid`ah, bukan menurut ahli hadis.

    BalasHapus
  6. bos mau tanya apakah islam itu berdasarkan akal fikiran manusia saja?..
    bagaimana pendapat anda tentang mimpi para Nabi dan Rosul ALLOH... yg di jadikan dasar untuk syari;at islam. seperti mimpinya Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Ismail... dan sampai sekarang ini menjadi syari'at untuk berkurban. yg saya ingin tanyakan hanya mengenai mimpi ini apakah bisa dijadikan dalil dalam bersyari'at....

    BalasHapus
  7. Untuk Mustofa ali fikri
    Mimpi kadang benar, kadang keliru, kadang dari setan , kadang dari Allah. Ia bukan dalil, juga bukan hujjah. tiada kaitannya dengan hukum agama.

    BalasHapus
  8. Ass..wr.wb anda bebas dalam mengutarakan pendapat dan anda bebas dalam menuliskan artikel di blog anda..... yg jelas bagi kami adalah,kami berusaha untuk mengucapkan rasa terima kasih kami kepada KEKASIH ALLOH yaitu Nabi MUHAMMAD SAW sebanyak - banyaknya melalui bersholawat,tanpa adanya BELIAU ROSULLALLOH manusia tidak akan pernah mengenal ALLOH... jika anda merasa bisa berhubungan langsung dgn ALLOH,ya silahkan... jika anda mengatakan sesat,ya silahkan... kami pengamal SHOLAWAT WAHIDIYAH tidak merasa adanya penyimpangan di SHOLAWAT ini... emosi bukanlah tindakan kami,tapi kejernihan hati yg kami cari.... manusia adalah tempatnya salah,

    BalasHapus
  9. Untuk Wawan JW Avisena
    Bila anda merasa jernih hatimu dengan membaca solawat wahidiyah, maka orang yang semedipun merasakan begitu. Hakikatnya dia syirik, najis. Dia jernih hatinya , amalannya menyimpang jauh, tidak cocok dengan ajaran Islam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ass wr wb. duhai Manatan kiyai NU. ini sudah 1 tahun berselang , semoga anda masih tetap mengagumkan . kelihatannya anda mampu menentukan syiriq dan najis. aku orang tak mampu. akau orang tak kenal Alloh , aku buta urusan tuhan. aku kagum dengan anda. kelihatannya anda sudah kenal alloh .

      Hapus
  10. Ass..wr.wb apa anda sudah merasa paling benar & merasa paling hebat bahwa umat manusia yg mau mengungkapkan rasa terima kasih sebanyak - banyaknya kepada ROSULALLOH... org bersemedi adalah org yg punya niatan/maksud tertentu... sedangkan kami jamaah wahidiyah bersholawat hya satu tujuan yaitu mengucapkan rasa terima kasih kepada BAGINDA BESAR NABI MUHAMMAD SAW atas apa yg sudah di perjuangkan untuk org muslim.... Tanpa NABI MUHAMMAD,saya tidak mengenal dunia ini dan ALLAH SANG MAHA PENCIPTA....

    BalasHapus
  11. Saya Tunggu Komentar anda di blog saya di rhacell.blogspot.com.....

    BalasHapus
  12. Untuk Wawan JW Avisena
    Tirulah para sahabat dalam berterima kasih kepada Rasul tanpa baca solawat wahidiyah yang syirik, bukan tauhid, berbahaya di akherat, tidak menyelamatkan, ngaku benar, tapi keliru

    BalasHapus
  13. Untuk Wawan JW Avisena
    Saya lihat hanya foto - foto, tidak saya jumpai artikelnya. .............apanya yang dikomentari

    BalasHapus
  14. Untuk Kiyai NU Baca disini:
    http://aliwahidiyah.blogspot.com/2010/07/hal-ghauts-hadzaz-zaman.html
    http://ghoffar-new.blogspot.com/p/hadratusy-syaikh-kh-abdlul-madjid.html
    http://pengamalwahidiyah.org/sejarah.htm

    Jika anda merasa pendapat anda benar kenapa tidak datang saja ke pondok pesanren kedunglo? adu argumen dgn Kanjeng Romo Kiai Abdul Latif Madjid RA. Setiap hari anda bisa jadi tamu disana (sowan) dan pasti ditemui. Silahkan buktikan disana jika anda memang serius dgn pendapat anda.

    Tokoh besar era skrg yg pernah berhubungan dgn wahidiyah:
    Gusdur mantar presiden RI, Sby Presiden RI dll(ada dokumentasinya).

    Dan jika shalawat wahidiyah itu sesat kenapa MUI Pusat tidak mengeluarkan ketetapan sesat hingga sekarang. Hanya anda saja kan.. dan siapa orang yg mendukung pendapat anda?

    Jika anda serius anda akan meladeni setiap tulisan saya diatas dan membuktikanya..

    BalasHapus
  15. Untuk Baz's Imagine
    Lebih ilmiyah, jawablah dengan buku, nanti akan saya jawab lagi dan saya tunjukkan bahwa sholawat wahidiyah adalah syirik bukan tauhid, berbahaya bukan membikin selamat di akhirat.
    Silahkan pergi ke tempat saya untuk berdialog dan rekamlah, terbuka untuk siapapun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. klaim klaim anda menunjukkan kedangkalan kajian anda.......ya pantas lawong mantan kiyai.....ajajil dulu juga mantan hamba Allah yang taatnya melebihi malaikat.

      Hapus
  16. di blog saya ada artikel tentang wahidiyah,coba anda lihat ke bawah yg bulan juli 2012.... anda bisa liat dari perjalanan&riwayat Mu'alif Sholawat Wahidiyah.. sya curiga bahwa anda bukanlah seorang mantan kyai NU.... atau jika anda bersedia silahkan anda datang ke tempat kami di jakarta selatan..

    BalasHapus
  17. Untuk Wawan JW Avisena
    Saya tahu pencipta sholawat Wahidiyah, orang Kediri - yang sangat di benci oleh KH Mahrus ali pengasuh pondok Lirboyo Kediri. Dia tokoh kesyirikan bukan tokoh tauhid.
    Kalau saya bukan mantan kiyai NU , maka orang kampung saya akan marah pada saya ketika disebut dalam buku dan blog saya mantan kiyai NU.
    Jawablah buku dan artikel saya yang mensyirikkan sholawat wahidiyah itu.

    BalasHapus
  18. berarti anda murid dari mahrus ali.... kalau anda memang benar seorang mantan kyai NU,pastinya anda tau betul siapa KH Abdul Majid Ma'ruf itu.... bagi saya anda hanya mementingkan pendaringan anda saja..... anda seorg mantan kyai NU atau bukan,hya Allah yg tau... Wass...

    BalasHapus
  19. alhamdulillah saya mantan anggota wahidiyah yang sesat dan sirik bin bid`ah dholalah mendukung mantan kyai nu. kebenaran bukan urusan hati dan perasaan, tapi dalil.

    hai pembela kesesatan, merenunglah sejenak anda akan sadar jika sesuatu yang sesat akan tetap sesat selamanya.

    BalasHapus
  20. Untuk Wawan JW Avisena
    Banyak dan tidak sedikit kiyai NU yang tidak kenal KH Abd Majid Ma`ruf dari Kediri. saya ingatkan kepada murid - murid wahidiyah secepatnya, jangan ditunda lagi untuk meninggalkan salawat wahidiyah yang syirik , ganti saja dengan salawat yang di ajarkan oleh Nabi yang bertauhid

    BalasHapus
  21. Setuju,, sudah beberapa Kyai maupun ustad yg prnah saya tanya. Bahwa Ajaran wahidiyah adl Bid'ah..
    Jujur,, suami saya adl seseorg penganut Wahidiyah, serta seluruh keluargany. Tetapi saya merasa ada kjanggalan dr sholawat tsb, maka saya bertanya kepada Kyai maupun ustad2 yg lebih paham.
    Bahwa ada unsur kesyirikan.

    Pondok pesantren disekitar daerah kediri maupun Jember sendiri melarang keras ajaran Wahidiyah bagi para murid2ny.
    Karna saya punya kenalan Habib asal Jember.

    Saya sendiri yg melihat lingkup suami saya mengamalkan wahidiyah, selain membaca sholawat wahidiyah, suami saya hampir tdk prnh membaca Al-Qur'an maupun surat Yasin, bahkan bersholawat "allahumma sholli 'alla sayyidina muhammad" itu sangat jarang.

    Bahkan,, pernah saya mendengar ungkapan dari Mertua saya yg dekat sekali hubunganny dgn "Romo Yahi", sebutan yg sering saya dengar.
    Beliau Romo Yahi berpesan kpd Mertua saya, pd saat Mertua saya Sowan kepangkuan Beliau.
    " 'R'(inisial suami saya), saya melihat sudah jarang mujahadahny setelah menikah, bagaimana nanti si 'R' mau masuk Surga, kalau jarang mujahadahny". -- Nah lho?? mana ada manusia yg bs menjamin bahwa org yg mengamalkan sholawat wahidiyah, pasti akan masuk surga??
    ----jujur,, saya menyampaikan hal ini, bkn bermaksud utk menjelekkan ajaran wahidiyah, ttpi saya dgr sendiri dr ucapan Mertua saya----

    Dan,, mengapa beliau bs berpesan seperti itu, mngkin krn beliau merupakan org pintar yg mempunyai kemampuan dapat melihat org dr jauh..

    Jujur,, stlh saya tahu ttg ajaran tsb tdk baik, saya sedikit demi sedikit menjauhkan suami saya bersholawat wahidiyah. Saya lebih menekankan dy utk membaca Yasin setiap malam jum'at dan bersholawat ala Rosulullah. Dan suami saya menjadi lebih baik krn watak'ny pun dulu yg keras, menjadi lebih lunak.

    Tp,, skrg suami saya bekerja di Bogor, dan kami jrg bertemu. Dy plg krmh ortu'ny. Dan pada saat itu dy mulai lg dgn Mujahadahny, watakny pun mulai keras lagi. Dy pun kpd anak mwpun saya sndri sbg istri, sangat jarang sekali mendapat perhatianny.
    Menurut Kyai, ustad mwpun Habib yg prnh saya tanya, itu scr tdk langsung dpt merubah tabiat seseorg menjadi KERAS, krn sholawat wahidiyah itu bkerja seperti SIHIR..

    Menurut saya, walaupun simple dan pendek shalawat "Allahumma sholli alla sayyidina Muhammad", itu lebih ampuh drpd qta berjam2 baca sholawat lain.


    Ini hanya sekedar share dr saya.
    Terima Kasih..


    -ada baikny,, para pengamal wahidiyah yg memang blm tau asal usul sholawat ini, sebaikny bs bertanya2 ke beberapa ulama, kyai, ustad, dan sejenisny yg lebih paham mengenai ajaran bid'ah. Dengan catatan, org tsb bukan dr lingkup Pengamal Wahidiyah melainkan ustad, kyai, ulama yg bs dibilang NETRAL...
    Smoga dgn bertanya kebeberapa ulama2 tsb, jd bs mngetahui mana yg benar maupun yg menyimpang.

    Smoga masukan saya bermanfaat. Maaf jika prnyataan saya mmbuat pengamal lain jd geram dan sbg'ny.

    BalasHapus
  22. astagfirullahaladzim sekarang jelas sekali keterangannya dari tanya jawab ini, jadi selama ini saya telah mengerjakan perbuatan bid'ah yang sangat inkar. pantas para pengamal di kampung saya sangat keras menentang orang yang memberi pengertian tentang kebenaran agama. kalau difikir secara logika mana ada wali turun temurun kaya di kedung lo besok yang jadi wali pasti anaknya si agus..astagfirulloh.

    BalasHapus
  23. lupakah engkau bahwa di atas langit masih ada langit...????
    mahrus ali berlagak tuhan yg slalu mengklaim seseorang bid'ah dan syirik..sesuai pemikirannya..
    dalamnya hati siapa yg tau..

    BalasHapus
  24. @Mikhamikum,,
    Asskum, iya, benar sekali. Jujur, kalau saya tau dr awal jika suami saya penganut wahidiyah, mngkn saya tdk akan menikahi dy. Krn,, apabila org yg mengamalkan wahidiyah, slain watak menjadi sangat keras, terlebih tdk mau mengalah dan perhatian kpd anak mwpun istri sgt kurang. Ini adl kenyataan yg saya alami.
    Pernah suatu ketika, Mertua saya dtg utk Mujahadah Kubro ke Kedunglo dan Sowan kpd Romo Yahi, Ayah Mertua saya dberikan Handphone oleh Romo Yahi, hp tsb bekas kpunyaan dr salah satu anak Romo Yahi tsb.
    Stlh Mertua saya sampai rmh, mertua saya brkata kpd anak2'ny bhwa Romo Yahi memberikan Hp. Dan apa coba pernyataan yg mereka katakan?? "Waahh,, berkah tuh HP dr Romo Yahi.", Jujur saya smp mengerutkan kening stlh dberitahu oleh suami saya. Krn HP tsb dberikan kpd suami saya oleh ayahny. Dan suami saya blg, "HP ini g akan prnh dia jual, krn bawa berkah". Masya Allah,, saya menyebutkaan istighfar dlm hati. Bagaimana mngkn dr sebuah hp qta bs NGALAP BERKAH??
    Berkah itu hanya rezeki dr Allah.

    Dan yg menjadi pertanyaan saya slm ini, "mengapa stiap ada Mujahadah Kubro atau Mujahadah lain yg dihadiri Romo Yahi, stiap kedatangan beliau, sllu menggunakan mobil mewah dan stiap Sowan, org2 memberikan uang dan di geletakkan disamping ROMO. Apa itu yg disebut kesederhanaan?"

    Saya prnh kenal seorg Kyai ddaerah Cirebon. Beliau memiliki pesantren. Pesantren yg msh sangat kental dgn nuansa kampung. Tentram..
    Dpesantren itu dwajibkan kpd para santri'ny, stlh shalat maghrib harus membaca yasin 3x sampai menunggu waktu Isya.
    Stiap Malam jum'at diadakan yasinan bersama.
    Dan stiap malam Jum'at kliwon, beliau mengadakan pengjian kubro yg acara'ny berisi dzikiran2 yg sudah sangat umum qta dgr, tetapi lbh diperdalam.

    Disamping itu, Beliau jg sangat bersahaja dan sederhana. Bkn berarti beliau tdk bs maju ataupun tdk ingin kaya. Dy hanya memiliki 1mobil yg bs dibilang, sdh tua (mobil jadul).
    Pernah saya tanya beliau, "Ki,, knp kok mobilny ga diganti dengan yg lebih baik??", lalu beliau emnjawab "utk apa beli baru, yg drmh saja jrg dipakai dan kondisi mesinny pun msh bagus dan terawat. Bukan tdk mau saya ganti baru, tp kalau mw menuruti duniawi saja, tdk akan ada habisny."
    Saat saya mendengar jawaban beliau, sungguh saya sgt kagum.

    Pernah beliau berkata.. "Jujur, saya takut mati, karena tabungan untuk kembali kpd Allah blm cukup. Jd saya harus terus menabung utk akhirat." ---- Subhanallahu,, qta manusia saja mngkn jaman skrg jarang skali berfikir sprti itu.

    ---Ini hanya sekedar share dr saya. Saya hanya bs berharap smua org yg melihat tulisan saya dpt mengerti, bkn malah geram ataupun marah. Krn,ini adl pengalaman saya.----


    Stiap kali saya bertanya kpd suami saya mengenai wahidiyah, apa saja keunggulanny. Dan mengapa saya harus mengamalkanny??
    Dy hanya bs berkata, "krn dstu ada makna Lillah, billah, lirrosul, birrosul. Dan isi sholawat tsb dkutip dr Al-Qr'an dan Hadist." --- tp,, dbagian mana'ny ya??

    hmm... prnh suatu ketika saya bertanya yg membuat dy marah. "dari mana pacuan itu smua?? lalu, prnhkah km brtanya kpd ustad mwpun kyai yg bs dbilang NETRAL mengenai kebaikan dr shalawat wahidiyah itu??"
    Suami saya menjawab, "Kan udh prnh aq blg, klo itu smua pacuan dr Al Qur'an dan Al Hadist. Knp sih km nnya kya gitu?? Klo ga mau diikutin,, ya blg aja. G prlu jelek2in wahidiyah.", *Nah lho,, org saya mw nnya mngenai hal tsb, knp hrs djawab dgn kata2 yg keras??

    Hmmm... biarlah smua itu kmbali kpd diri kita masing2. Tp,, alangkah baikny jka qta bershalawat dgn isi shalawat yg memang dhadiahkan utk nabi kita dan itu smua org[pun tw..

    BalasHapus
  25. kalau anda percaya doa/hadiah fatihah kpd ahli kubur gak akan nyampai, nanti aku akan pesan kpd istri dan anak2 anda agar seantiasa mendoakan masuk neraka. dan dimohon para jamaah wahidiyah juga ikut mendoakan. smoga nyampai ya kyaiii
    by. gus hamdan, mahasiswa pasca sarjana IAIN surabaya jurusan pamikiran islam.

    BalasHapus
  26. Untuk gus hamdan
    Anda salah paham, pemahaman anda tidak benar. Doa dari orang hidup untuk orang yang hidup atau mati bisa sampai, lihat ayat 10 Hasyer.Kalau doa orang mati untuk orang hidup tiada dalilnya. Ini hanya pemahaman ahli bid`ah bukan ahlis sunnah, maaf.

    BalasHapus
  27. sekarang kontradiksi dengan artikel yg anda tulis. coba anda urai kembali tulisan2 anda , semua mengarah untuk mengkritik dan mengharamkan ajaran2 NU. udah deh ganti aj nama anda, jgn mantan kyai NU, tulis aj kyai wahabi.

    BalasHapus
  28. Untuk gus hamdan
    bersikaplah yang dewasa, bukan kanak - kanak, atau emosional, bukan rasional. Mana artikel saya yang keliru, tolong tunjukkan, jangan diam saja, lalu di simpan di hati, lalu mencaci maki, bukan memberikan keterangan yang rasional.

    BalasHapus
  29. Alhamdllh...
    Ternyata kebimbanganq tentang ajaran wahidyah terjawab sudah.
    Istriq dan keluaragany jg penganut solawat wahidiyah...
    Dari istriq dan keluarganyalah lah saya mengetahui sedikit tentang wahiyah.pertama kali saya melihat bacaan bacaan yang diamalkan sudah ada yang ganjil.rasa penasaran saya pun bertambah,saya lanjutkan baca buku, cari dintenet tentang info solawat wahidiyah.kebanyakan para Kiyai menyatakan bahwa warga nu jgn menganjurkn jangan mengamalkan ajaran solawat wahidiyah..
    Setuju ...

    BalasHapus
  30. KALAO MEMPELAJARI SESUATU JANGAN SETENGAH2 ,,,,,,,,,WONG BARU TAU LUARNYA AJA QOK BERANI KOMENTAR ,,BISA2 CUMA MENGUMBAR FITNAH,,,,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk queen lee
      Taatlah pada dalil, jangan mbandel, saya ingatkan pumpung masih hidup, belum mati. Sholawat wahidiyah itu memang syirik, sepi dari tauhid.

      Hapus
  31. janganlah membatasi kebesaran ALLOH SWT,hanya karena kebodohan kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk sigit ito
      Wong MUI, FPI dan banyak kiyai NU yang menyatakan kesesatan shalawat Wahidiyah, dan saya sendiri juga menyatakan begitu, mestinya al hamdulillah di beri petunjuk sesama muslim sebelum mati. Dan kita ini punya tanggung jawab untuk meluruskan kekeliruan saudara kita, terimalah dengan baik dan jangan ditolak dengan jelek.

      Hapus
  32. indonesia kah ini
    beragam agama kah ini
    mana ukhuwah islam kita
    lebih kafir mana katholik kristen hindu dsb agama yg ada di indonesia dibandingkan dengan wahidiyah
    sadarlah kita semua kurang ilmu jangan menghina sesama umat islam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di indonesia beragam agama atau satu agama, saya hanya menjelaskan kesyirikan shalawat wahidiyah yang membahayakan umat agar mereka bisa selamat didunia dan akhirat- pumpung mereka masih hidup. Anda menerima, silahkan. Tidak menerima, urusan anda sendiri nanti di akhirat. Tidak usah menyalahkan keterangan yang berdalil lalu anda mengikuti amalan tanpa dalil.

      Hapus
  33. KASIHAN NU AMA WAHIDIYAH DI ADU DOMBA SI KIAI.KAPANNNNN INDONESIA MAJU KL NGURUSI BLOG INI

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kesyirikan yang membahayakan umat dibiarkan ber arti mempersatukan umat. Ini pemahaman yang membahayakan bukan menyelamatkan. INgatlah ayat ini:
      فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ(94)
      Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Al Hijr

      Hapus
    2. Saya menanggapi artikel ini lebih sebagai pemaparan bukti kepada publik dan internalnya sendiri, bukan adu domba seperti yang anda utarakan...

      Hapus
  34. barusan saja saya ngobrol sama pendukung wahidiyah..... setiap saya ngomong selalu di selah.. tetapi kl dia ngomong ga mau diselah... mau menang sendiri... akhirnya saya ngomong knp anda tidak mau menerima masukan dari orang lain.. pdhal anda sendiri mengakui kl anda msh selalu butuh hidayah.... jawabannya cm satu ... hidayah cm ada di sholawat wahidiyah....
    hal ini menjadi semakin yakin kl ajaran sholawat wahidiyah ini sangat sesat... tingkat kesesatan sama dengan Syi'ah...
    ayo umat islam bangun... sadarkan mereka...

    BalasHapus
  35. ajaran sesat... umatnya membatasi adanya hidayah....

    BalasHapus
  36. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  37. Mohon maaf dulur2, kita tdk perlu mengklaim keyakinan kita yg paling benar wong kita juga tdk kenal yg namanya 'benar'. Semua hanya dr yg kita lihat, baca, atau dengar, lantas apa jaminannya bahwa itu 'benar'? Simple saja, Tuhan yg menciptakan perbedaan dan Tuhan yg memelihara perbedaan tsb.

    Namun saya pribadi sgt bersyukur kpd Alloh dan Rasulnya krn telah ditakdirkan utk mengenal Beliau Romo Yahi Abdul Latif. Sebab dgn bimbingan Beliau saya bisa bertemu dan mengenal Rasululloh SAW beserta para Nabi dan Wali-wali Alloh. Demi Alloh saya tdk akan pernah mampu membalas kebaikan2 Romo Yahi.

    Adl wajar dlm mencapai kesucian hati tiap orang mengalami proses yg berbeda2. Semua tergantung dari kesungguhan dan Kehendak Alloh sendiri.

    Mari kita sebagai manusia bersama2 berusaha menjadi yg terbaik dan termulia di alam ini. Smoga semua manusia termasuk dulur2 semua bisa masuk ke sorgaNya Alloh. Cukup saya saja yg menempati neraka, karena neraka harus ada yg ngisi. Kabahagiaan saya bertemu dgn Rasululloh Insya Alloh akan mampu meredam penderitaan saya di neraka.

    Saya hanyalah orang bodoh yg berlumuran dosa. Jika berkenan mohon semua kritikan, makian, maupun hujatan ditujukan kpd saya saja. Sekiranya ada yg paling pantas utk dihujat, saya yakin sayalah orangnya.

    Nyuwun ngapunten, Kanjeng Romo.

    BalasHapus
  38. Assalamu'alaikum.

    Mari kita saling berbesar hati utk menerima dan mencintai perbedaan atau keanekaragaman. Karena Alloh yg menciptakan perbedaan dan Alloh pula yg memeliharanya. Bayangkan bila alam semesta ini berwarna merah semua, atau hijau semua, tentunya tidak akan bermakna sama sekali. Keanekaragaman adalah hal yg patut kita syukuri, apa yg berada di dlm fikiran kita sama sekali tdk mewakili kebenaran sejati.

    Alloh berkehendak memberikan ilmunya kepada apapun dan siapapun di alam ini, semuanya adalah benar sesuai alamnya masing2. Ikan tdk bisa dipaksa utk terbang, demikian halnya burung tdk bisa dipaksa utk berenang. Ahli fikir tdk bisa dipaksa utk memahami wilayah hati, demikian halnya ahli rasa tdk mungkin dipaksa utk menggunakan logika semata.

    Puluhan tahun saya berganti guru2 utk mengenal kesejatian hidup, namun belum saya temukan. Apa yg pernah disampaikan Rasululloh sekarang ini hanya berhenti sebatas cerita dan dongeng saja, hanya sbg bacaan, hanya sbg ritual hampa, tdk berwujud dan tdk nyata. Sehingga segala bentuk peribadatan yg kita lakukan hanya mendapatkan lelah, tanpa pernah mengetahui kenyataan yg sebenarnya. Kita beragama hanya berdasarkan tafsir dan kira2, tdk benar mutlak, berarti bisa juga salah.

    Akhirnya Alloh mentakdirkan saya mengenal Beliau Romo Yahi Abdul Latif Majid, dan saya pun berguru kpd Beliau. Alhamdulillah, dengan bimbingan Beliau dan Kehendak Alloh, tdk sampai dua bulan saya diRawuhi oleh Rasululloh SAW beserta ribuan Nabi dan Rasul. Sungguh sebuah kebahagiaan yg tdk mungkin utk diutarakan dgn kalimat. Bahkan oleh Rasululloh saya juga dibukakan hakikat segala sesuatu, gamblang dan sgt jelas. Malaikat tdk gaib lagi, Iblis tdk gaib lagi, Syaitan tdk gaib lagi, Lailatul Qadr tdk gaib lagi, surga dan neraka tdk gaib lagi. Matursuwun sanget Gusti, matursuwun sanget Rasululloh, matursuwun sanget Kanjeng Romo.

    Adl sangat wajar dalam sebuah pendakian kesucian tiap orang mengalami proses yg berbeda-beda. Semua tergantung kpd niat, kesungguhan, dan Kehendak Alloh. Tdk semua yg kuliah arsitek akan menjadi seorang arsitek. Tdk semua yg kuliah kedokteran akan menjadi seorang dokter. Bahkan arsitek dan dokter pun masih mempunyai tingkatan2. Seperti halnya tdk semua orang yg mengaku Islam adalah umat Rasululloh, karena Islam bukan artribut, melainkan kenyataan dari akhlak seseorang.

    Saya yg bodoh dan berlumuran dosa ini ingin mengajak saudara2 semua utk bersungguh2 menjadi manusia yg baik, manusia yg diRidhoi oleh Alloh dan RasulNya. Jika di dunia ini ada manusia yg paling pantas utk dihujat, saya yakin itu adalah saya. Saya berdoa smoga semua manusia mampu menjadi baik dan mendapatkan Sorga. Biarlah saya saja yg menempati neraka, karena neraka harus ada yg ngisi. Insya Alloh kebahagiaan saya karena sering bertemu dgn Rasululloh mampu mengalahkan penderitaan saya di neraka. Amin.

    Nyuwun ngapunten Gusti, nyuwun ngapunten Rasululloh, nyuwun ngapunten Kanjeng Romo.

    Wassalamu'alaikum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberi hidayah sama antum kembali ke ajarasan islam yg sebenarnya sesuai Al Quran dan Hadits shahih...antum sudah ghuluw/berlebihan/lebay...antum bilang"Insya Alloh kebahagiaan saya karena sering bertemu dgn Rasululloh mampu mengalahkan penderitaan saya di neraka".ini kah ajaran dari Islam?antum pernah bertemu nabi SAW di mana?dimimpi? apakah pertemuan antum di mimpi sudah menjamin antum mengalahkan siksa neraka yg amat pedih?coba sekiranya antum pernah bertemu dengan Nabi SAW seperti apa rupannya dan ngapain aja?ceritain dunk...

      Hapus
  39. Naudzubillah dengan doa ingin berada di Neraka, saya hawatir doa itu dikabulkan. Seorang yang mengamalkan shalawat wahidiyah jelas syiriknya , sepi dari tauhid. Tapi karena setan yang menghiasinya, lalu dikira baik. Allah berfirman;
    Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.Fatir 8.
    Tobatlah wahai saudaraku, saya kasihan kepadamu, bukan benci.Semoga Allah masih tetap memberikan petunjuk kepadamu

    BalasHapus
    Balasan
    1. SUFI itu ajaran Rosululloh bukan akhi???
      Mohon Firman serta Hadist shokek nya

      Hapus
  40. Assalamu'alaikum

    Terimakasih atas kasih sayang Kiyai terhadap saya, namun tidak usah mengkhawatirkan saya yg berada di neraka. Neraka hanya makhluk, tdk perlu ditakuti, seperti halnya surga juga makhluk. Sulit utk menggambarkan kebahagiaan bertemu dgn Rasululloh secara hakiki mampu menyingkirkan kekhawatiran saya akan siksa neraka.

    Saya kasih perumpamaan : Seorang pemuda yg sedang tergila2 thd kekasih idamannya, tdk akan peduli dgn semua kesusahan yg akan ia hadapi sepanjang ia bisa selalu bersama kekasihnya tsb. Padahal itu baru cinta terhadap manusia biasa yg penuh cacat. Bayangkan bagaimana rasanya bisa selalu bersama Rasululloh yg sangat sempurna?

    Utk kelas awal, manusia memang perlu ditakut2i dgn neraka dan di janjikan surga, seperti anak SD yg ditakut2i tidak dpt uang jajan dan dijanjikan sepeda bila naik kelas. Utk kelas manusia2 suci (yg jelas saya tdk termasuk), yg ada di dalam hati mereka hanya mahabbah yg luar biasa thd TuhanNya, surga dan neraka sudah lewat bagi mereka.

    Mohon maaf yg sebesar-besarnya Kiyai, semoga silaturahmi kita semua selalu terjalin baik meskipun berbeda alam pemahaman. Bagaimanapun saya yakin perjuangan Anda thd umat tdk bisa dianggap enteng. Menurut Rasululloh sebaik-baik manusia adalah yg paling byk manfaatnya bagi sesamanya. Doa saya tdk berubah, Kiyai. Saya hanya tidak tega menyaksikan orang tua, keluarga, saudara2, sahabat2 dan siapa saja mengalami penderitaan neraka. Cukup saya saja.

    Wassalamu'alaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ(85)
      dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh keni`matan, Syu`ara`
      Nabi Ibrahim saja minta dimasukkan ke dalam surga bukan anak kecil dan tingkatan iman Nabi Ibrahim itu tinggi sekali, masih kinta surga. Apa yang anda tulis itu bukan bersumber dari al Quran tapi dari ajaran sufy yang mirip kelnik.

      Hapus
    2. maaf pak amin karyo

      saya kurang setuju kalo menggahrap surganya Allah dan mengharap dijuhkan dari neraka adalah amalan anak SD..

      saya pernah baca siroh nabi bahwa ada seorang sahabat yang ingin kenikmatan surga beliau iku berperang. dan ketika shahid Rosulullah mengaminkannya bahwa beliau disambut para bidadari. tapi saya lupa nama shahabat Nabi itu.

      Hapus
    3. masa' sih mengharap surga dan dijauhkan dari neraka adalah amalan anak SD ?

      tapi kok saya pernah baca beberapa profil sahabat yang mengharap sahid dan agar dimasukkan surga..

      wah ini wahidiyah dan ornag sucinya apa sudah lebih hebat dari Beliau beliau para sahabat rosulullah SAW ya ?

      Hapus
  41. Kesesatan atau tidak ,,,biarlah Alloh Swt saja yg menilainya.
    Kita sesama manusia ,sesama hamba Alloh Swt yg miliki keterbatasan,,memang seyogyanya tak pantas menilai amal seseorang....
    Walaupun sholawat wahidiyah sesat,,,itu toh yg menanggung dosa mereka sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manusia bisa menilai kebenaran dengan standar al Quran, bukan akal - akalan atau mana yang cocok dengan hati sekalipun beda dengan al Quran. Jangan sampai baru tahu kebenaran ketika berada di akhirat. Tapi ketahuilah kebenaran ketika didunia dengan belajar kepada ahlul quran bukan ahli kitab kuning atau ahli syirik

      Hapus
    2. maaf saya mau tanya kalo sesuai dengan standar alqur'an itu yang bagaimana? apakah anda belajar kepada ahlul qur'an mohon beritahukan siapa saja beliau? terima kasih, wassalamualaikum wr wb

      Hapus
  42. Assalamu'allaikum Wr W......mas mantan kiyai Nu,,,boleh tanya g???
    Sufi / Tasyawuf itu ajaran Rosululloh bukan???
    Mohon Firman dan HAdist shokehnya,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tasawwuf tidak dikenal dikalangan sahabat, tabiin dan Islam. Ia dikenal dalam ajaran kekufuran, kelnik dll, tidak dikenal di kalangan ahli hadis, ia populer dikalangan ahli bid`ah.

      Hapus
  43. Dengan Nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyanyang
    menurut saya alangkah baiknya bila kita lbih mnjga hubungan kita trhadap Allah dan sesama kita mnusia, krena tjuan kita adalh satu, ialah mncari Ridho Allah yang maha Kuasa Atas segalanya,
    dan jangan sekali - kali mnduakan Allah Yang Maha Esa, serta meminta kpda selain Allah, krena sesungguhnya Allah adalah tempat segala meminta,
    trimakasih sdulur kabeh... bnyak hal yg bsa sya petik dri smua dialog di atas.. smga bermanfaat, dan kita smua dpat mnyikapi scra kritis..

    BalasHapus
  44. Allah maha sempurna...
    mka jgalah hubungan kpada Allah dan sesamanya..
    dan jangan skali - kali mnduakan Allah sang pncipta alam ini...
    ssungguhnya Allah tempat segala meminta..

    BalasHapus
  45. Asslamualaikum.... orang yang berilmu adalah orang yang tidak pernah merasa dirinya berilmu..,karena yang mempunyai sifat ilmu itu hanya ALLOH SWT SANG MAHA PENCIPTA..,wahai saudara q....janganlah kita suka mengklaim seseorang/kelompok tertentu..,karena belom tentu kita lebih baik dari pada apa yg kita klaim tersebut.

    BalasHapus
  46. Orang yang paling merasa dirinya paling berilmu, dan mengatakan kepada manusia sedemikian apakah tidak berdusta? Dan orang yang paling bodoh merasa tidak bodoh gitu. Bagaimana dengan ayat: Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah adalah ulama ya`ni orang - orang yang berilmu bukan juhala`

    BalasHapus
  47. Islam ini sebenarnya mudah, apa2 yg kamu dapati dari rosul ikutilah, qul in kuntum tukhibbunalloh fatabi'uni, jika kalian mencintai Alloh maka ikutilah aku...
    Tegakkan tauhid dan sunnah, gempur kesyirikan dan bid'ah, semoga Alloh senantiasa melindungi hamba-Nya yang bertauhid dan memurnikan ke-Esa'an-Nya...

    BalasHapus
  48. mohon maaf ya mantan kyai...,tapi sepengetahuan saya tidak ada seorang ulama yang merasa beliau berilmu..,dan semenjak dari saya kecil sampe sekarang belom ada ajaran islam yang membolehkan kita untuk mengklaim seseorang/kelompok itu sesat..,bahkan beliau RASULULLOH SAW sendiri masih menghormati orang-orang selain islam di masa beliau...,bagaimana dengan diri kita sekarang...,sudahkah kita meneladani akhlaq-akhlaq beliau secara kaffah...????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tunjukkan dalilnya bahwa Rasul menghormati orang kafir bukan memeranginya? Mana dalilnya larangan mengklaim sesat pada golongan lain?

      Hapus
    2. sekali lagi saya mohon maaf sekali ya mantan kyai.....,mungkin jawaban saya ini kurang memuaskan pak mantan kyai..,karena saya ini orang yang awam dan bodoh..,saya pernah mendengar pengajian bahwa pada suatu ketika ada segerombolan orang sedang mengiring jenazah orang nasrani..,pas kebetulan RASULULLOH dan para sahabat sedang duduk di pinggir jalan..,spontan saja beliau langsung berdiri..,kemudian para sahabatpun bertanya...? kenapa wahai ROSUL sampean berdiri...?bukankah jenazah itu orang nasrani...??kemudian RASULULLAH SAW menjawab:saya menghormatinya karena dia seorang manusia.dan saya pernah membaca suatu hadits:LAISAL MU"MINU BITHO"AANIN WALAA LA"AANIN WALAA FAAKHISYAIN WALAA BADZIIIN.(H.R MUSLIM)tentunya sampean lebih tahu makna dari hadits tersebut pak mantan kyai.....

      Hapus
    3. Gini masbro, masalah pengelompokan ajaran itu sesat ada kriterianya...
      Misalkan masalah amalan, amalan itu dilakukan oleh kelompok, nah amalan ini meyelisihi masalah tauhid, dalam hal ini mengandung unsur syirik, itu jelas amalan sesat, nah kelompok yang melakukan amalan itu pun jelas ikut tercatut sesat. Kenapa? Karena masalah Tauhid itu adalah pokok ajaran para Rosul...

      Hapus
    4. Gini masbro, masalah pengelompokan ajaran itu sesat ada kriterianya...
      Misalkan masalah amalan, amalan itu dilakukan oleh kelompok, nah amalan ini meyelisihi masalah tauhid, dalam hal ini mengandung unsur syirik, itu jelas amalan sesat, nah kelompok yang melakukan amalan itu pun jelas ikut tercatut sesat. Kenapa? Karena masalah Tauhid itu adalah pokok ajaran para Rosul...

      Hapus
    5. Kalo ibadah yg diada adakan itu menyelisihi konsep tauhid, ya sesat, pelakunya juga sesat, kelompok2 dimana orang itu yg juga melakukan ya sesat juga...

      Hapus
    6. mohon maaf ya mas angga...,kalo boleh tanya dalam SHOLAWAT WAHIDIYAH bagian mana yang menyelisihi masalah tauhid...?? kalo saya fahami malah justru semua mengarah kepada ketauhidan..,dan kalo boleh q tahu apa sih penjabaran tauhid itu sendiri...?? dan syirik menurut versi anda itu yang seperti apa sih..??

      Hapus
    7. Ini kalimat yang syirik
      Duhai Baginda Nabi Pemberi syafa’at makhluq; ke pangkuanmu shalawat dan salam ALLOH ku sanjungkan, Duhai Nur-cahaya mahluq, Pembimbing manusia.


      Duhai Unsur dan Jiwa makhluq; tolonglah aku, dan didiklah diriku. Sungguh, aku manusia yang dholim selalu;

      Tiada arti diriku tanpa Engkau duhai Sayyidii, Jika Engkau hindari aku (akibat keterlaluan berlarut-larutku), pastilah, pastilah, pasti ‘ku ‘kan hancur binasa .



      “Duhai Ghoutsu Zaman, ke pangkuanmu salam Allah ku haturkan; Bimbing, bimbing dan didiklah diriku dengan idzin Allah;

      Dan arahkan pancaran sinar-nadhrohmu kepadaku yaa Sayyidi, radiasi batin yang mewushulkan aku, sadar ke Hadlirot Maha Luhur Tuhanku


      “Jalanku buntu, usahaku tak menentu buat kesejahteraan negeriku. Cepat, cepat, cepat raihlah tanganku yaa Sayyidii, tolonglah diriku dan seluruh ummat ini !”

      Seluruhnya minta - minta pada nabi, bukan kepada Allah. Ini namanya syirik , sepi dari tauhid. Lihat sana dikitab - kitab tauhid

      Hapus
    8. Untuk surya kamu mengatakan:
      sekali lagi saya mohon maaf sekali ya mantan kyai.....,mungkin jawaban saya ini kurang memuaskan pak mantan kyai..,karena saya ini orang yang awam dan bodoh..,saya pernah mendengar pengajian bahwa pada suatu ketika ada segerombolan orang sedang mengiring jenazah orang nasrani..,pas kebetulan RASULULLOH dan para sahabat sedang duduk di pinggir jalan..,spontan saja beliau langsung berdiri..,kemudian para sahabatpun bertanya...? kenapa wahai ROSUL sampean berdiri...?bukankah jenazah itu orang nasrani...??kemudian RASULULLAH SAW menjawab:saya menghormatinya karena dia seorang manusia.dan saya pernah membaca suatu hadits:LAISAL MU"MINU BITHO"AANIN WALAA LA"AANIN WALAA FAAKHISYAIN WALAA BADZIIIN.(H.R MUSLIM)tentunya sampean lebih tahu makna dari hadits tersebut pak mantan kyai.....

      Saya jawab :
      Bukan menghormat, tapi Rasul tidak ingin kepala beliau berada di bawah jenazah itu. Lihat hadisnya:
      مشكاة المصابيح – (ج 1 / ص 379)
      إنما مر بجنازة يهودي وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم على طريقها جالسا وكره أن تعلوا رأسه جنازة يهودي فقام .
      Sesungguhnya Jenazah Yahudi lewat. Dan Rasulullah SAW duduk di jalannya. Beliau tidak suka kepala beliau dibawah jenazah Yahudi, lalu beliau berdiri. HR Nasai
      Misykatul mashabih 379/1 sahih
      Mana kalimat menghormat kepada Yahudi ?
      Dlm riwayat lain di katakan:
      السلسلة الصحيحة - مختصرة - (ج 9 / ص 129)
      آذاني ريحها فقمت . يعني : جنازة يهودي
      Baunya menyakitkan aku , lalu aku berdiri – ya`ni jenazah yahudi.
      Lihat silsilah sahihah 129/9
      Kalimat ini mencela atau menghormat.
      Untuk melaknat, tunjukkan mana kalimat saya yang melaknat. Tunjukkan kata – kata saya yang melaknat yang kamu kritiki itu? Apakah kamu bikin fitnah?
      Al Ghazali berkata:
      مجلة المنار - (ج 8 / ص 625)
      وقد جعل حجة الإسلام الغزالي اللعن على ثلاث
      مراتب بحسب الصفات المقتضية للعن الأولى أن يلعن الكافرين أو المبتدعين أو
      الفاسقين جملة
      Hujjatul Islam al Ghozali menjadikan la`nat atas tiga tingkat menurut sifat yang menuntut untuk dilaknat- melaknat kaum kafir, ahli bid`ah dan kaum fasik secara global. Lihat majallatul manar 625/8.
      Komentarku ( Mahrus ali):
      Allah juga berfirman:
      لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ(78)
      Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Maidah
      إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا(64)
      Sesungguhnya Allah mela`nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), al ahzab.

      Orang yang membaca shalawat wahidiyah

      Hapus
  49. sekali lagi saya mohon maaf wahai saudara q pak mantan kyai...,hati-hati bila kita menyimpulkan maksud dari suatu HADITS/AYAT2 AL-QUR"AN.,jangan hanya di gunakan sesuai dengan akal kemauan kita sendiri...,saya khawatir nanti kita akan dituntut oleh yang punya yaitu ALLOH WA ROSULLIHI SAW..,karena tidak sesuai dengan apa yang di Wahyukan ALLOH SWT serta tidak sesuai tujuan Beliau BAGINDA ROSULULLOH SAW...,ASTAGHFIRULLOHAL 'AZHIIM....

    BalasHapus
  50. Untuk surya. hati hatilah kamu ketika mengamalkan shalawat wahidiyah yang syirik itu, dan tolong tunjukkan mana yang keliru, benarnya bagaimana

    BalasHapus
  51. Islam adalah Rohmatan lil alamin, dan Rasululloh tidak diutus melainkan sebagai suri tauladan utk membenahi akhlak manusia, bukan untuk memaksakan agama Islam. Rasululloh sangat welas asih terhadap semua ciptaan Tuhan. Semua perang yang dilalui oleh Beliau semata-mata hanya untuk mempertahankan diri, bukan untuk menggasak atau membumihanguskan.

    Beberapa riwayat sikap damai Rasululloh kepada nonmuslim :

    1. Pada waktu Rasululloh dikejar-kejar penduduk Thoif, Beliau ditolong oleh seorang Yahudi di mana Beliau bersembunyi di rumah orang Yahudi tersebut.

    2. Pada waktu Jibril menawarkan agar kota Thoif beserta penduduknya yang ingkar dimusnahkan, Rasululloh menolak karena Beliau diutus bukan untuk memusnahkan suatu kaum.

    3. Rasululloh selalu diludahi bila Beliau lewat rumah seorang tetangga Yahudi, namun saat tetangga tersebut sakit, Beliau yang pertama kali menjenguknya.

    4. Rasululloh pernah ditodong dengan sebuah pedang yang terhunus di leher Beliau oleh seorang musuh pada saat Beliau sedang beristirahat di bawah sebuah pohon. Berkat pertolongan Alloh, pedang itu terlepas dari tangan musuh dan gantian Beliau yang menodong. Namun Beliau memaafkan musuh tersebut dan menyuruhnya pergi begitu saja.

    5. Rasululloh pernah kedatangan rombongan musafir Nasrani yang dipimpin oleh seorang pendeta. Pendeta tersebut mohon izin kepada Beliau untuk diperbolehkan mengadakan Kebaktian di rumah Rasululloh. Rasululloh pun mengizinkannya.

    6. Penunjuk jalan Hijrah Rasululloh adalah seorang Nasrani.

    7. Rasululloh sering pergi ke pasar dan menyuapi roti kepada seorang yahudi yang buta di sudut pasar. Meskipun Yahudi tersebut sangat benci kepada Rasululloh.

    8. Saat Rasullloh kembali ke Mekah dengan membawa kemenangan kaum Muslimin, Beliau mengumumkan bahwa semua orang yang ingkar kepada Beliau dijamin keselamatannya selama tidak mengganggu atau memusuhi.

    Mungkin beberapa riwayat di atas hanya sekelumit dari welas asih Rasululloh kepada siapapun. Beliau sangat memberikan kebebasan kepada siapapun untuk meyakini apa yang mereka yakini dan Beliau menghargainya seperti yang tercantum dalam surat Al-Kafiirun.

    Biarkanlah orang memeluk Islam atas kesadaran akan kebaikan Islam. Karena orang-orang yang memeluk Islam semata-mata karena warisan atau doktrin hanya akan menumbuhkan jiwa-jiwa yang kerdil dan picik, tidak mampu melihat kesejatian hidup apalagi kesejatian Tuhan. Kita tunjukkan saja perilaku yang terpuji kepada siapapun seperti yang telah dicontohkan oleh Rasululloh, Insya Alloh semua hati yang kita temui akan melihat kebenaran sejati.

    Salam welas asih untuk semuanya dan mohon maaf yang sebesar-besarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ceerita Rasul dikejar di thaif itu dusta, klik disini:
      http://mantankyainu.blogspot.com/2011/07/dawah-rasulullah-ke-thaif-dusta-belaka.html
      Rasul diludahi itu juga dusta, gtiada ceriat seperti itu. UNtuk nomer lima, mana hadisnya?
      apakah tidak boleh mengingatkan kesyrikan wahidiyah sblm mereka mati?

      Hapus
  52. A.Safe-I.Kalau memang seorang Kyai,tolonglah tdk usah diperdebatkan lagi masalah keyaqinan seseorang, orang itu mau mengamalkan Wahidiyah atau tdk, mereka berbuat itu semua toh mereka sendiri yg menanggung akibatnya, jangan kita mencari kemenengan tapi carilah kebenaran.apalagi anda seorang Kyai dan tau bagaimana caranya kalau suatu permasalahan tdk ada titik temunya,lebih-lebih ini masalah tauhid atau Aqidah.seharusnya anda seorang kyai tanyakan saja langsung kpd ALLOH.SWT, apakah Wahidiyah itu menjerumuskan manusia kejurang kesyirikan atau justru sebaliknya menjadikan seseorang itu bertauhid kepada NYA.saya tdk berpihak kpd siapapun, hanya saya mohon dengan hormat kepada pa Kyai tanyakan semua atau masalah wahidiyah itu kepada Tuhan. agar saya tdk bingung,karena umat itu akan mengikuti apa kata kyai nya.saya yaqin kalau pa KYAI MENANYAKAN MASALAHNYA KEPADA ALLOH akan cepat terkabul karena sesuai dgn ilmunya yg dimiliki, setelah itu baru sampaikan kepada seluruh umat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah tidak boleh mengingatkan sebelum mati? Apakah tidak boleh amar ma`ruf.? Tanya pada Allah itu cukup tanya kpada Quran atau hadis. Anda itu termasuk ayat ini:
      ذَلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ(12)
      Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang diminta. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan, maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Ghafir

      Hapus
  53. Menurut saya.. biarlah ini menjadi pembelajaran bagi kita dan bagi umat pada umumnya.. Lakum dinukum waliyadin.. silahkan wahidiyah berjalan dengan keyakinannya dan kitapun sebagai umat Muhammad berjalan dengan keyakinan kita.. Allah yang Maha tau apa yang didepan dan dibelakang kita, diluar dan di dalam hati kita..

    BalasHapus
  54. Susah emang klw Ngomong dengan orang yang gak berilmu dan gak mau berfikir dengan akalnya..Astagfirullah, Allahuma shalli alla sayyidna muhammad wa alaalihi sayyidina muhammad...

    BalasHapus
  55. katanya gak ilmu tasawuf itu bukan ajaran dari nabi
    tp kamu kok mengutip pendapatnya ulama ahli tasawuf (imam ghojali)
    dasar munafiq loe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita ambil pendapat Ghozali yang baik dan kita buang yang salah. Renungi ayat ini untukmu sebelum mati:

      ذَلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ(12)
      Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang diminta. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan, maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Ghafir

      Hapus
    2. Sip.....
      Saya setuju gaya loe.
      pepatah Arab mengatakan ''KHUDZ MA SHOFA WA DA' MA KADARO''.
      tapi jangan cuma saya 'yang merenungi ayat itu'
      kamu juga,
      siapa tau kamu malah mati duluan sebelum aku

      sya mau tanya pak mahrus... Tlg di jwb
      bagaimana hukumnya(menurut al qur'an/al hadis)
      mencium tangan seorang yang kita anggap alim/cium tngan org tua kita/cium tngan org yg umur nya lebih tua di banding kita/cium tngan para habaib (walaupun habaib itu belum tentu org alim)
      ada yg cium tanganya di bolak balik maksudnya tlapak tangan luar & dalam di cium semua (wolak walek bhs jawa Red)
      ada juga yang cium pipi kanan kiri (cipika cipiki)

      sebelumnya saya ucapin mksh
      kalau ente mau jwb

      NB
      saya bukan pengikut aliran wahidiyah+bukan org NU apalagi mantan NU

      Hapus
    3. Seluruh cium tangan yang anda sebutkan itu tiada tuntunannya, tapi ada tontonannya. Untuk mu cukup berpegangan kepada ayat ini:

      لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
      Sesungguhnya Rasul lullah saw, ullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

      Hapus
    4. trus kalau gak ada tuntunanya hukumnya gimana donk pak....???
      Masalhnya saya biasa mencium tangan orang tua saya
      untuk menghormati nya(menurut tata cara saya)

      sebenernya ini sih inisiatip saya sendiri(cium tangan kpd kedua orang tua)
      bukan karna di suruh atau tau hukumnya

      maklum.... Saya masih SMP
      THANKS....

      Hapus
    5. Jangan dilakukan, dan taatlah kepada ibu dan ayahmu dengan sungguh.

      Hapus
  56. Hehehheeee....
    Ribut apa sich inii...
    sudah mending kita berpuisi ajaa...

    Puisi Untuk "Mu"

    Aku pergi tahlil..
    Kau bilang itu amalan jahil..
    Aku baca shalawat burdah..
    Kau bilang itu bid'ah..
    Lalu aku harus bagaimana?

    Aku tawasul dengan baik..
    Kau bilang aku musyrik..
    Aku ikut majlis zikir..
    Kau bilang aku kafir..
    Lalu aku harus bagaimana?

    Aku shalat pakai niat..
    Kau bilang aku sesat..
    Aku adakan maulid..
    Kau bilang tak ada dalil yang valid..
    Lalu aku harus bagaimana?

    Aku ziarah..
    Kau bilang aku ngalap berkah..
    Aku slametan..
    Kau bilang aku pemuja setan..
    Lalu aku harus bagaimana?

    Aku datangi yasinan..
    Kau bilang tak membawa kebaikan..
    Aku ikut tarekat sufi..
    Malah kau suruh aku menjauhi..

    Baiklah...baiklah....
    Aku ikut kalian saja :

    Kan kupakai celana cingkrang..
    Agar kau senang..
    Kan kupanjangkan jenggot..
    Agar dikira berbobot..
    Kan kuhitamkan jidad..
    Agar dikira ahli ijtihad..
    Aku akan sering menghujat..
    Siapapun, biar dikira hebat..
    Aku akan sering mencela..
    Biar dikira mulia....

    Ya sudahlah..... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip.... sip.... sip.... bagus puisi nya......

      Hapus
  57. Pak Yahi ,bagaimana cara menyelamatkan orang yg terkena ajaran sesat wahidiyah????
    Sebab banyak ulama yg menyatakan bila sholawat wahidiyah pemuja iblis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suruh jangan membaca shalawat wahidiyah. kalau masih tetap dibaca, maka setannya yang memberikan inspirasi padanya bahwa shalawat ini bagus dan banyak manfaatnya. Pengamal wahidiyah termasuk ayat ini:
      أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
      Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.( Fathir 8 ) ..

      Hapus
    2. Pak mantan...Tulisan Anda sangat berbahaya, membaca sholawat seperti sholawat wahidiyah dikatakan pemuja setan. Anda liat terjemahan dari sholawat tsb yg anda sendiri tulis, apakah disana ada pemujaan thd selain ALLAH? apakah pd ayat yg mengatakan malaikat dan Allah yg bersholawat kpd nabi jg dikatakan muja setan? Anda sebaiknya baca buku Pedoman Dzikir & Do'a tulisan Hasbi Assidiqy krn byk do'a dan sholawat yg senada dg sholawat wahidiyah dan dsna dicantumkan nash dan riwayatnya

      Hapus
    3. Shalawat itu syirik karena minta kepada Nabi bukan kepada Allah. Setan gembira, Allah benci. Lihat ayat sbb:
      وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ(117)
      Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. Surat Mukminun

      Hapus
    4. di sholawat wahidiyah ada minta minta kepada ghoust..

      siapa ghoust ? malaikat, jin, setan atau apa

      Hapus
    5. malang nasib kalian,dari aliran kejawen sampai ke aliran wahidyah.dari klenik dan ahmadiyah.Untung aku bukan dari sana.

      Hapus
  58. Hadits-Hadits Anjuran Bershalawat kepada Nabi n
    1. Dari Abu Hurairah z berkata, bersabda Rasulullah n:
    لاَ تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيْدًا وَلاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا وَصَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّ صَلَاتَكُم تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ
    “Jangan kalian menjadikan kuburan sebagai (tempat) berhari raya dan jangan kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan. Dan bershalawatlah kepadaku di mana pun kalian berada karena sesungguhnya shalawat kalian (itu) sampai kepadaku.” (HR. Abu Dawud no. 2042 dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani t)
    2. Dari Abu Hurairah z bahwa Rasulullah n bersabda:
    مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
    “Barang siapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan shalawat kepadanya 10 kali.” (Sahih, HR. Muslim no. 408)
    3. Dari Anas bin Malik z bahwa Rasulullah n bersabda:
    مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطَيَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
    “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bershalawat kepadanya 10 shalawat, dihapuskan darinya 10 kesalahan, dan diangkat untuknya 10 derajat.” (HR. an-Nasa’i, 3/50 dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani)
    Waktu yang Dianjurkan untuk Bershalawat
    1. Ketika nama beliau disebut
    Berdasarkan hadits al-Husain bin ‘Ali c bahwa Rasulullah n bersabda:
    الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ
    “Orang yang kikir adalah orang yang aku disebut di dekatnya, lalu dia tidak bershalawat kepadaku.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, dan lain-lain, disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani t dalam Irwa’ul Ghalil, 1/5)
    Juga dari hadits Abu Hurairah z bahwa Rasulullah n bersabda:
    رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ
    “Kehinaan bagi seseorang yang aku disebut di dekatnya, namun dia tidak bershalawat kepadaku.” (HR. at-Tirmidzi, al-Hakim dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani t dalam al-Irwa’,1/6)
    2. Pada hari Jum’at
    Berdasarkan hadits Aus bin Aus z, bahwa Rasulullah n bersabda:
    أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ. قَالُوا: كَيْفَ تُعْرَضُ عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ؟ قَالَ: إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ
    “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jum’at, kerena sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku.” Mereka bertanya, “Bagaimana bisa disampaikan (kepadamu sedang jasadmu telah hancur)?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah mengharamkan tanah untuk memakan jasad para nabi.” (HR. Abu Ishaq al-Harbi dalam Gharibul Hadits dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani t dalam al-Irwa’, 1/4 dan mempunyai syawahid [pendukung] yang lain)

    BalasHapus
  59. Hadits-Hadits Anjuran Bershalawat kepada Nabi n
    1. Dari Abu Hurairah z berkata, bersabda Rasulullah n:
    لاَ تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيْدًا وَلاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا وَصَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّ صَلَاتَكُم تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ
    “Jangan kalian menjadikan kuburan sebagai (tempat) berhari raya dan jangan kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan. Dan bershalawatlah kepadaku di mana pun kalian berada karena sesungguhnya shalawat kalian (itu) sampai kepadaku.” (HR. Abu Dawud no. 2042 dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani t)
    2. Dari Abu Hurairah z bahwa Rasulullah n bersabda:
    مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
    “Barang siapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan shalawat kepadanya 10 kali.” (Sahih, HR. Muslim no. 408)
    3. Dari Anas bin Malik z bahwa Rasulullah n bersabda:
    مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطَيَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
    “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bershalawat kepadanya 10 shalawat, dihapuskan darinya 10 kesalahan, dan diangkat untuknya 10 derajat.” (HR. an-Nasa’i, 3/50 dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani)
    Waktu yang Dianjurkan untuk Bershalawat
    1. Ketika nama beliau disebut
    Berdasarkan hadits al-Husain bin ‘Ali c bahwa Rasulullah n bersabda:
    الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ
    “Orang yang kikir adalah orang yang aku disebut di dekatnya, lalu dia tidak bershalawat kepadaku.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, dan lain-lain, disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani t dalam Irwa’ul Ghalil, 1/5)
    Juga dari hadits Abu Hurairah z bahwa Rasulullah n bersabda:
    رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ
    “Kehinaan bagi seseorang yang aku disebut di dekatnya, namun dia tidak bershalawat kepadaku.” (HR. at-Tirmidzi, al-Hakim dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani t dalam al-Irwa’,1/6)
    2. Pada hari Jum’at
    Berdasarkan hadits Aus bin Aus z, bahwa Rasulullah n bersabda:
    أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ. قَالُوا: كَيْفَ تُعْرَضُ عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ؟ قَالَ: إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ
    “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jum’at, kerena sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku.” Mereka bertanya, “Bagaimana bisa disampaikan (kepadamu sedang jasadmu telah hancur)?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah mengharamkan tanah untuk memakan jasad para nabi.” (HR. Abu Ishaq al-Harbi dalam Gharibul Hadits dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani t dalam al-Irwa’, 1/4 dan mempunyai syawahid [pendukung] yang lain)

    BalasHapus
  60. 3. Ketika masuk masjid
    Berdasarkan hadits Fathimah x, ia berkata bahwasanya Rasulullah n bila masuk masjid bershalawat untuk diri beliau sendiri dan berkata,
    رَبِّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
    “Wahai Rabb-ku, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu!” (HR. at-Tirmidzi, 2/314, dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani t)
    4. Saat berdoa
    Berdasarkan hadits Anas bin Malik z bahwa Rasulullah n bersabda:
    كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوبٌ حَتَّى يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ n
    “Setiap doa terhijab (tertutup) hingga bershalawat kepada Nabi n.” (HR. ad-Dailami dan dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani t)
    5. Di waktu pagi dan petang
    Berdasarkan hadits Abu Ad-Darda z bahwa Rasulullah n bersabda:
    مَنْ صَلَّى عَلَيَّ حِينَ يُصْبِحُ عَشْرًا وَحِينَ يُمْسِي عَشْرًا أَدْرَكَتْهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ
    “Barang siapa yang bershalawat kepadaku di pagi hari 10 kali dan di sore hari 10 kali, maka dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. ath-Thabrani dan dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani t dalam ash-Shahihul Jami’)
    Al-Munawi t berkata, “Dalam hadits ini terdapat dalil keutamaan shalawat dan salam kepada Rasulullah n. Hal tersebut termasuk amalan yang paling afdhal serta zikir yang paling agung dan mengikuti (perintah) Al-Jabbar (Allah l) dalam firman-Nya: ‘Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi’, kalau sekiranya tidak ada ganjaran lain bagi yang bershalawat kecuali mengharapkan syafaatnya, maka itu sudah cukup.” (Faidhul Qadir, hlm. 170—171)
    6. Ketika tasyahhud dalam shalat
    Berdasarkan hadits Fudhalah bin ‘Ubaid z, ia berkata, “Rasulullah n mendengar seorang laki-laki berdoa dalam shalatnya lalu tidak bershalawat kepada Nabi n. Maka beliau bersabda, “Orang ini tergesa-gesa.” Kemudian beliau memanggil dan berkata kepadanya:
    إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللهِ وَالثَّناءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لْيَصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ ثُمَّ لْيَدْعُ بِمَا شَاءَ
    “Jika salah seorang kalian shalat, maka hendaklah dia memulai dengan memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian bershalawatlah atas Nabi, lalu berdoa dengan apa yang dia kehendaki.” (HR. at-Tirmidzi, Abu Dawud, an-Nasa’i, dan disahihkan oleh asy-Syaikh Muqbil t dalam al-Jami’ ash-Shahih, 2/124)

    BalasHapus
  61. 7. Sesudah adzan
    Berdasarkan hadits Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash c bahwa Nabi n bersabda:
    إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ، ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللهِ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِي إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ
    “Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang dia ucapkan lalu bershalawatlah kalian kepadaku. Karena sesungguhnya barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali. Lalu mintalah wasilah untukku karena (wasilah) itu adalah satu kedudukan (yang tertinggi, red.) dalam jannah (surga) yang tidak sepantasnya (dimiliki) kecuali bagi seorang hamba di antara hamba-hamba Allah l. Dan aku berharap (hamba) itu adalah aku. Maka siapa yang memintakan wasilah tersebut untukku, maka halal baginya syafaat.” (Sahih, HR. Muslim)
    Cara Bershalawat
    Ada beberapa riwayat sahih yang datang dari Rasulullah n tentang tata cara bershalawat kepada beliau (lihat kitab Shifat Shalat an-Nabi karya asy-Syaikh al-Albani, hlm. 164—167).
    Di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 3370) dan Muslim (no. 406) dari Ka’b bin Ujrah z. Ia berkata, “Rasulullah n keluar menuju kami lalu kami pun berkata, ‘Kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?’ Beliau menjawab, “Ucapkanlah:
    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
    Diriwayatkan juga oleh Muslim (no. 405) dari hadits Abu Mas’ud z. Ia berkata, “Rasulullah n datang kepada kami dan kami bersama Sa’d bin ‘Ubadah. Lalu Basyir bin Sa’d berkata kepada beliau, ‘Allah l memerintahkan kami bershalawat kepadamu, wahai Rasulullah. Lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?’ Rasulullah n pun diam sehingga kami berangan-angan seandainya dia tidak menanyakannya. Lalu beliau bersabda, ‘Ucapkanlah:
    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
    Faedah
    An-Nawawi t berkata, “Apabila bershalawat kepada Nabi n, hendaklah menggabungkan antara shalawat dan salam, serta tidak mencukupkan salah satunya. Maka janganlah ia mengatakan, ‘shallallahu ‘alaihi’ saja, dan tidak pula (hanya mengatakan) ‘alaihis salam’ saja.” (lihat al-Adzkar hlm. 98, an-Nawawi)
    (bersambung)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hadis - hadis yang anda tulis itu menganjurkan baca shalawat, karena itu, bacalah shalawat bukan shalawat wahidiyah yang syirik. Kalau yang satu ini, buang saja agar kamu selamat dari kesyirikan yang membahayakan untuk berpegangan kepada tauhid yang menyelamatkan. Allah berfirman:

      لئن أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
      “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. ( 65 Azzumar )

      Hapus
  62. betul pak kiyai. mereka gunakan dalil perintah bersholawat secara umum.
    tapi penerapannya malah memakai sholawat bikinan pendiri wahidiyah. bukan shalawat dari Rosul.

    kalau mereka di peringatkan jawabnya- Wong sholawat kok dilarang ..!

    ini lak repot pak

    BalasHapus
  63. betul pak kiyai. mereka gunakan dalil perintah bersholawat secara umum.
    tapi penerapannya malah memakai sholawat bikinan pendiri wahidiyah. bukan shalawat dari Rosul.

    kalau mereka di peringatkan jawabnya- Wong sholawat kok dilarang ..!

    ini lak repot pak

    BalasHapus
  64. mending ente dateng langsu saja ke pusatnya di kediri atau di jombang, tanya dhtuh sampe ente bener bener paham, itupun kalau anda ingin tau yg sebenarnya ....,,,,bukan hanya di akal '

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah tetap salah , saya datang ke sana atau tidak. Jangan - jangan mereka yang ikut wahidiyah itu termasuk ayat ini:
      وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ(106)
      Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah ( syirik ). Yusuf

      Hapus
  65. Pada saat pemahaman seseorang masih berada di tingkat yang sangat rendah (maaf, seperti mantan Kyai NU ini), ia masih melihat perbedaan di sana-sini, di mana hal tersebut sering membuatnya marah dan mencela. Ia tidak sadar jika semuanya diciptakan dari zat yang satu dan ditetapkan oleh zat yang satu. Ia menganggap apa yang ada di dalam otaknya telah mewakili kebenaran sejati, dengan kata lain ia menganggap dirinya Tuhan. Ia merasa lebih hebat dari yang berbeda darinya, dan ini adalah sifat dasar Iblis yang mengira Adam lebih hina darinya (padahal sebaliknya). Padahal telah ditegaskan di Qur’an bahwa Alloh yang menciptakan segala sesuatu dan Alloh juga yang menetapkan/menggerakkan segala sesuatu.

    Orang yang seperti ini setiap saat akan selalu didera panas dalam dadanya bila ada yang berbeda darinya. Ia sangat getol sekali untuk membuat segala sesuatu harus cocok dengan pemahamannya. Dikiranya ia mampu memahami seluruh isi Qur'an dari membaca tafsir saja, padahal yang namanya tafsir adalah kira-kira dan yang menulis tafsirpun tidak paham seperti yang dipahami Alloh dan RasulNya. Satu-satunya alat untuk mampu memahami Qur'an dan Hadits hanyalah kesucian hati, karena kedua kitab itu berasal dari Yang Maha Suci dan Manusia Suci.

    Al Qur'an dan Haditsnya jelas sudah benar, namun pemahaman mantan Kyai ini tentang Qur'an dan Hadits yang sangat jauh dari kebenaran. Buktinya ia semakin arogan dengan bersanding kitab suci. Mana mungkin orang yang bersanding dengan kitab suci malah semakin menjadi buruk, yang salah kitabnya atau orangnya? Saya iba sekali dengan manusia yang seperti ini.

    Seiring dengan semakin meningkatnya pemahaman dan terutama kesucian seseorang maka ia semakin melihat bahwa semuanya adalah satu saja. Semua di-dalang-i oleh Alloh sendiri, ia melihat bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang harus dihargai. Semakin tinggi kesucian seseorang semakin nyata baginya bahwa tidak ada apa-apa di alam ini kecuali Alloh saja, maka yang ada hanyalah kebahagian sejati. Manusia yang telah mencapai demikian akan menjadi manusia yang Rohmatan lil alamin, manusia bijak dan welas asih kepada siapaun dan apapun tanpa pandang bulu, seperti Rasululloh SAW.

    Sholawat Wahidiyah adalah metode yang telah terbukti ampuh untuk membersihkan hati, selamat mencoba. Rasululloh sendiri yang telah menjamin bahwa semua Pengamal Sholawat Wahidiyah yang bersungguh-sungguh akan dijamin oleh Beliau selamat di akhirat! Silahkan tagih janji Rasululloh atau tagih saya di akhirat jika saya berdusta!

    Mohon maaf sebesar-besarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan Rasul berjanji, wahidiyah itu shalawt syirik? ingat ayat ini:
      (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.
      Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka. Baqarah 166-167

      Hapus
  66. coba http://sholawat-wahidiyah-miladiyah.blogspot.com/2012/12/sanggahan-masalah-masalah-dari-bapak.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sudah melihatnya, kayaknya banyak kesalahan dan bertentangan dengan al Quran dan hadis, tapi saya masih sibuk dan capek, hingga saya tidak memberi komentar yang memuaskan. Dan paling penting katakan bahwa shalawat wahidiyah syirik, buanglah bila ingin selamat didunia dan akhirat.

      Hapus
    2. lha ini buktinya. masa orang islam percaya ramalan. ini gimana pak kyai ya?

      ramalan jeanne dixon tentang sholawat wahidiyah
      Bpk. Syamsul Huda, purwosari, pada suatu pasowanan menghaturkan berita dari salah satu majalah bulanan. dalam berita itu termuat berita tentang seorang peramal barat yang ramalannya telah dipercaya oleh banyak negara d dunia dan jarang meleset. peramal itu bernama jeanne dixon. dia meramal bahwa di asia tenggara ini ada bayi yang baru lahir, bayi itu membawa ajaran suci yg apabila ajaran ini telah tersebar, akan terwujud perdamaian dunia.
      pada suatu resepsi, beliau muallif sholawat wahdiyah ra. mengutarakan berita tersebut dan mengomentarinya ''para hadlrin hadlirot, kita sebagai pengamal wahdiyah, kita khusnudhon bahwa bayi yang diramal itu sholawat wahidiyah dan ajarannya. sekarang yang jadi pertanyaan, kalau sholawat wahdyah sudah lahir dan juga sudah disiarkan lantas apa sebabnya perdamaian dunia belum terwujud ? jangan lagi perdamaian dunia, senegara kita sendiri, sekampung kita sendiri, serumah tangga kita sendri, seperjuangan kita sendiri belum terwujud. sekal lagi apa penyebabnya ? setiap pengamal yang seharusnya menjawab pertanyaan itu, yaitu tidak lain karena kita sendiri yang masih digulunng imperialis nafsu ".

      Hapus
    3. Atur negaramu sendiri(akal.angan.pikiran.cipta).

      Hapus
  67. assalamualaikum.. jika anda tidak suka dengan sholawat wahidiyah yg KAMI baca. tolong jangan mengganggu kami membaca sholawat.. saya manusia banyak dosa biarkan saya bersimpuh bersholawat kepada baginda Rosululloh SAW dan memohon ampunan Allah SWT.. Mungkin anda udah banyak pahala atau merasa tidak derdosa tapi, saya banyak dosa jadi biarkanlah saya memohon ampunan jangan ganggu kami.. tujuan kami FAFFIRUU ILALLOH.. kembali kepada Allah.
    kaau tidak suka jangan malecehkan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kasihan pada anda yang terjerumus dalam kesyirikan, tapi anda dihiasi setan hingga anda anggap baik. Lihat ayat ini, renungilah:
      Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Fathir 8

      Hapus
  68. http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/lapangkan-hatimu-dalam-menerima-nasehat-dan-kebenaran.html#

    BalasHapus
  69. Assalamu'alaikum " Wahai saudara2ku silahkan klik link dibawah ini " maaf bukannya menggurui hanya bermaksud untuk sharing saja, trims,
    http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/lapangkan-hatimu-dalam-menerima-nasehat-dan-kebenaran.html#

    BalasHapus
  70. Assalamua'laikum Pa Mantan Kyai,

    Peace "Saya sangat mendukung pernyataan anda" Allah saja memerintahkan mengucapkan Sholawat jika nama Nabi & Rosul Muhammad SAWA disebut. Tapi sholawatnya yang mana dulu, baca sholawat itu harus yang dianjurkan dan sesuai dengan hadist yang shoheh jadi bukan hasil rekayasa manusia di jaman yang sudah edan ini. Allahumma shalli a'laa sayyidina,wahabibina, wasyafi'ina,waqurrota a'yunina wamaulanaa Muhammad itu salah satunya.

    Manusia hanya meminta pertolongan kepada Allah SWT, namun tidak dipungkiri di akhirat kelak semua muslim membutuhkan syafa'at dari Rosulullah SAW.

    SATU PESAN SAYA UNTUK PENGAMAL WAHIDIYAH
    "Bertobat dan minta ampunlah kepada Allah SWT karena kekufuran yang sudah dilakukan, Allah Maha Pengampun dan kembalilah kepada Alquran dan As Sunnah".





    BalasHapus
    Balasan
    1. mas sholawat yg anda tulis itu buatan manusia ...karena redaksi awal shalawat dari allah ke rosul tidak pakai "Sayyidina" aduh gmn sih hahaha yg asli( allahumma sholli alaa muhammad wa alaa allihi muhammad )ulama yang menambahkan sayyidina aduh ....bagaimana dengan sholawat yg lain contoh sholawat nariyah , fatih dll....itu juga ada rekayasa manusia bukan turun dari allah langsung jd sholawat seperti itu
      @MANTAN bisa membuat tafsir qur'an, bisa memahami hadis,bisa ilmu nahwu ,paham bahasa qur'an..atau ilmu yg lain jangan2 baca terjemahan doank ya atau anda kaya wahabi yg merusak makam para ulama di arab....pak kalo tidak mengerti makna qur'an jg menghakimi orang apalagi orang yg bershalawat,qur,an itu dalam sangat dalam maknanya orang yg mampu segala macam ilmu qur'an aja ngak berani bilang ajaran
      sholawat ini bid'ah apalagi sesat ditambah lagi pake syetan2 an segala aduh..hahah..pak kalo anda tidak suka n ilmu anda belum hatam semua ilmu qur'an dan makna jangan di sebarkan cukup anda saja yg seperti itu kalo anda sebarkan kesemua orang akibatnya:
      kalo anda benar anda akan di cintai allah
      tapi kalo S A L A H ...
      anda n orang yg menghujat n tidak suka n melarang n membenci sholawat ini karena tulisan anda semuanya kebagian murka allah gratisss...dan anda akan menaggung dosa yg di akibat kan orang2 yg memembenci wahidiyah akibat tulisan anda ....kalo ajaran imam al gozali aja anda bilang bid'ah sesat atau ajaran tasawuf juga bid'ah sy bigung anda masuk islam baru kemarin atau jangan2 sama kaya orang yg membuat pemikiran sendiri n tampa guru yang bersambung hingga rosul....weleh2 doa saya sih semoga allah menunjukan mana yg benar dan yg salah....dan satu lg ajaran itu tidak bisa dinilai dari orang/orang ,dari tulisannya doank, dari satu sumber saja anda harus paham, mengerti n punya ilmu yg cukup jangan diluarnya saja ....>>>>>untuk yg menghujat sholawat anda pikirkan baik2 sebelum menghujat,mengkritik,n pemahaman anda n ilmu jg harus cukup jangan mau ke hasut dengan pemahaman yg dangkal salah2 jd bumerang buat anda M A U kaya MANTAN KYAI NU (katanya sih kyai nu abis ngak ada dalilnya SIH..) ....saya ogahhhh....kalo meningal ngak ada yg doain mau.......oggggaahhhhhh

      Hapus
    2. Kasiahn anda itu di ingatkan kok malah tidakkoreksi diri dan mencocokkan dengan al Quran dan hadis. Jadi kalau fanatik gitu ya tentu di ingatkan dengan pakai dalil , masih tetap membatu gitu. Kasihan

      Hapus
  71. Ass,
    Saya hanya ingin share saja.
    Alangkah indahnya islam jika tanpa adanya syiah, wahabi/salafy,ahmadiyah dan aliran sesat lainnya.
    Definisi sesat "keluar dari yang Alquran dan As Sunnah"

    Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah saw telah bersabda: Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan.

    Marilah kita istiqomah dan tawadlu dengan selalu berpegang teguh pada Alqur'an dan As Sunnah. Semoga kita semua yang berpegang teguh pada dua hal diatas menjadi golongan yang terselamatkan.

    "Buat teman2 wahidiyah segeralah kalian sadar dan taubatan nasuha, karena musyrik akan mendatangkan kekufuran. Apabila sudah kufur Allah SWT akan menutup hati kalian dan membuatnya keras menjadi batu, apakah kalian rela jika diakhir hayat bukan hanya nyawa saja yang dicabut tapi iman juga ikut dicabut (Naudzubillah tsumma naudzubillah)"

    Segala puji bagi Allah
    "Laa ilaaha illallah muhammadar rosulullah"

    Wassalam

    BalasHapus
  72. Inti dari artikel dan komentar yang saya baca di sini:
    1. Wahidiyah itu agak menyimpang karena : TIDAK BERSHOLAWAT YANG DIANJURKAN OLEH NABI BERDASARKAN HADIST DAN AL-QURAN, membuat sholawat LAIN yang tidak ada PEDOMAN HADITS ataupun AL-QUR'AN secara langsung.
    2. Pedoman kita itu SUNNAH RASUL, HADITS, AL-QUR'AN, selain itu SALAH.
    3. Kalau ada penganut wahidiyah yang mengatakan "SUDAH LAH KITA HANYA MAU BERSHOLAWAT YANG BENAR, GA USAH DIGANGGU" ayo kami tunjukkan sholawat yang benar berdasarkan DALIL AL-QUR'AN dan HADITS.
    4. INGAT!! Amalan yang tidak ada pedomannya dari Rasulullah dan tidak ada di Al-Qur'an adalah TERTOLAK dan SIA SIA.

    BalasHapus
  73. Inti dari isi artikel dan komentar di sini :

    1. WAHIDIYAH itu TIDAK mau mengikuti Sholawat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
    2. WAHIDIYAH itu MEMBUAT sholawat sendiri yang TIDAK ada dasar dari HADITS maupun AL-QUR'AN.
    3. Barang siapa yg melakukan amalan yang TIDAK diperintahkan ALLAH ataupun TIDAK pernah dicontohkan RASULULLAH adalah SESAT.
    4. Sholawat Wahidiyah JELAS BERBEDA dengan Sholawat yang dicontohkan NABI MUHAMMAD SAW.
    5. Ingin bersholawat dg khusyu' ? caranya ya UCAPKAN sholawat yg benar dengan hati yang KHUSYU', udah gitu aja, ga perlu dg sholawat yg BERBEDA dr RASULULLAH, malah MENYIMPANG.
    6. Coba baca komentar saya dg hati yg NETRAL, saya percaya dalam hati anda semua masih ada "ISLAM" dan "IMAN", jika anda ISLAM maka INSYAALLAH anda akan SADAR :)

    BalasHapus
  74. ass,, wr wb,,

    maaf saudara2ku, saya salah seorang pengamal wahidiyah, yg saya rasakan setelah ikut mengamalkan sholawat ini, watak saya yg dulu keras alhamdulillah sekarang lebih bisa terkontrol, dan saya tetap membaca al-qur'an (bkn hanya YASIN aja), membaca sholawat biasa pun sering saya lakukan, (insyaalloh ini bukan kesombongan).

    sebaiknya kita sesama umat muslim hrs saling jaga n saling menasihati (tp jgn saling menyalahkan), apabila ada perbedaan mari kita duduk bersama-sama, kita kan dan pada dewasa (kaya anak kecil rebutan permen aja,,).

    kita masing-masing kan mempunyai dalil/dasar dari apa yg kita yakini, menurut si A mungkin dalil ini salah/benar tp kan blm tentu menurut si B.

    saya akui ada yg mengaku bahwa mereka adalah pengamal wahidiyah tp sikap dan perilakunya kurang baik, sebaliknya pun demikian ada yang mengaku pengikut NU, Muhammadiyah, atau apapun itu bentuk organisasinya yg jg tidak sesuai ajaran ROSULALLOOH SAW, jd jgn merasa diri kita yg paling benar.

    jd daripada kita saling salahkan dengan cara yg tidak elegan ini, mendingan kita diskusi (bahasanya jgn debat atau adu argumen, ky musuh aja, hehehe,,,) secara baik, klo bisa kita saling berkunjung dan membahasnya secara santai tp serius, itupun kalau kita masih merasa bahwa kita adalah manusia yg bodoh/kurang ilmu (krn ilmu ALLOH SWT kan tak kan pernah habis, bukannya begitu,, hehehe,,,)

    MALU DONK SAMA ORANG-ORANG NON MUSLIM !!!

    MARI KITA CONTOH BELIAU ROSULALLOOH SAW dalam menyampaikan/memberikan nasehat/pencerahan (dgn lemah lembut dan tutur kata yg INDAH)

    wassalam,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salawat wahidiyah itu jelas syirik, tidak samar lagi kecuali bagi orang awam,banyak ulama NU yang anti kepadanya, bukan senang kepadanya. BIla anda merasa enak, orang semedipun merasa nyaman. Lihat ayat ini:
      Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.Fathir 8

      Hapus
  75. saya sangat setuju dengan pak ali,semoga dakwah anda selalu dilindungi oleh allah,dan semoga orang2 seperti anda yg memerangi kesyirikan,kebid'ahan bertambah,supaya umat selamat.....itulah tanda2 kepandaian syetan,kalau mau mengapa sama2 ada,sholawatnya,kok gak sholawatyg di ajarkan oleh rasul yg diamalkan...kan aneh.....inilah pandainya syetan.seperti halnya,kalau menimang2 anak untuk tidur,selalu menggunakan sholawat2 bidah,penuh syirik....kenapa tidak memakai sholawat yg di ajarkan oleh rasul,apakh ini orang2 yg mengaku mencintai rasul?.......

    BalasHapus
  76. saya setuju akan uraian pak ali

    BalasHapus
  77. islam emang beragam ajran........

    BalasHapus
  78. islam emang beragam ajaran.....

    BalasHapus
  79. kita harus memahami apa arti salawat itu dulu. ... apa salawat????

    apa itu arti ROSULALLOOH MUHAMAD SAW??? jelas artinya utusan allah... yang namanya utusan wajar kita besalawat padanya dalam doa kita. ,, dan wajar kita minta bimbingannya secara rohani karena utusan allah. karena memalu beliaulah kita MENGENAL ALLAH... JELAS SEMUANYA ATAS IZIN ALLAH..

    WALI ALLAH ..APA ARTINYA..JELAS WAKIL ALLAH UNTUK MENGENAL ALLAH JELAS JUGA ATAS KEHENDAK ALLAH , MAKANYA KITA MENGENAL PARA WALI ALLAH SEPERTI SYEK ABDUL QUDIR JALANI, SEBAGAI WAKIL RASULLAOLLAH.
    DAN JELAS WALIALLAH SELALU ADA SEPANJANG JAMAN.. JELAS GUNANYA JUGA SEBAGAI PEMBINBING MANUSIA UNTUK MENGENAL ALLAH... WAJAR KITA MINTA DIDIK SECARA ROHANI ATAS IZIN ALLAH...

    SEMUA TUJUANYA MAKMUM.. KEPADA PARA UTUSAN ALLAH...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jelas syirik kok dibela, ber arti anda tidak paham tauhid. Sholawat wahidoyah sudah di kataka syirik, jangan dibela, tinggalkan saja. Pengarang salawat wahidiyah itu bukan wali tapi musrik.

      Hapus
  80. MAAF SIAPA IMAM ANDA SEKARANG YANG MASIH HIDUP???? SEBAB KALAU MENGAKU ISLAM JELAS HARUS ADA IMAM YANG MASIH HIDUP YANG MENJADI PANUTAN SECARA ROHANI DAN JASMANI. KARENA YANG NAMANYA IBADAH INI HAL YANG GHOIB.. DAN HARUS DIAKUI OLEH BANYAK ORANG... BUKAN ANDA SENDIRI...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawab dulu , siapa imammu yang masih hidup?

      Hapus
    2. anda tidak punya imam masih hidup yaa...???? bingung memang.
      itulah dilema umat islam sekarang..seperti anak kehilangan induknya.

      pantas bila kita mempelajari ilmu agama terkesan akan semakin sesat bila tidak ada seorang yang menuntun guru/imam.

      Allah SWT sudah menurunkan para Walinya sebagai Wakilnya. jelas pasti ada gunanya tidak mungkin sia sia Allah SWT setiap seratus tahun Allah menurunkan para wali.
      jelas ada tujuanya untuk meneruskan ajaran islam yang disampaikan Nabi besar Muhamad SAW .. sebagai makmu dibelakangnya sebagai umatnya.

      Hapus
  81. saya tanya anda .. siapakah imam anda pak mantan??? kyai.. hidup tanpa imam sama saja gak ada pemimpin tohh?????

    BalasHapus
  82. IMAM/ GURU BESAR SAYA... Hadhiratul Mukarom Romo Kyai Haji abdul latief Madjib RA... saya meyakininya dengan riadho kepada allah.. dalam solat istiqhara kepada Allah swt...

    BalasHapus
  83. Maha artinya tiada bandingnya/ tidak mampu kita jangkau/tidak mampu kita bayangkan kuasanya.

    Allah Esa... Maha artinya tiada bandingnya kalau ada bandingnya bukan maha artinya.
    Allah juga maha Ada.. artinya tiada badingnya / tidak mampu kita bayangkan sunggu ada... makanya kita gak mampu menjangkaunya dengan mata jasmani yang ada ukuranya ini... hanya mata hati yang mampu merasakanya.

    AllahSWT saat ini memang belom mampu kita lihat makanya Islam butuh otak dan iman... bila tuhan sudah terlihat jelas iman dan otak kita sudah tidak ada gunanya lagi.
    wong tuhan sudah terlihat??? buat apa iman dan otak lagi?? makanya islam cocok untuk manusia yang beriman dan berpikir.

    karena saat ini Allah belom mampu kita lihat makanya kita butuh Firmanya. untuk mengenalnya melalu utusanya. bila Allah SWT sudah terlihat jelas kita gak butuh firman lagi untuk mengenalnya... wong sudah terlihat buat apa lagi kita mempelajari firmanya ..pasti kita patuh sepatuh patuhnya dan hidup ini bukan pilihan lagi.

    Disini jelas kita butuh seorang Utusan Allah untuk mengenal Allah. sebagai imam kita secara rohani... karena Nabi besar Muhamad SAW saat ini sudah wafat ..maka kita juga butuh imam secara Jasmani.. yang masih hidup untuk mengenal Utusanya/para nabi..jelas tujuanya satu untuk mengenal Allah

    di ajaran wahidiya kami diajarkan ..untuk mengenal Allah denga Adab yang benar ..sesuai konsef islam... harus ada titik pusat sebagai imam.. sama halnya titik pusat arah ibadah satu ka'bah... itulah islam dengan strukturnya yang jujur apa adanya...

    kita mengenal Allah melalui para nabi/rasul.. kita mengenal rasul melalu para waliallah.

    kita saja sebagai manusiawi mau berjumpa presiden saja memalui protokol/ aturan.. apa lagi mau menmui Allah SWT yang MAHA MULIA.. jelas harus melalui para rasulnya..
    bahkan kita masuk islam saja melalui Nabi Besar muhamad SAW.. ( “Asyhadu an-Laa Ilaaha Illallah wa Asyhadu an-Na Muhammadarrosuululloh.”) artinya wajar saja setiap doa kita juga melalui Baginda besar rasuk kita Muhamad SAW. karena jujur kita memang sebagai makmum dibelakangnya... maka wajar didalam solatpun ada salawatnya.

    untuk jumpa /mengenal baginda kita rasulullah.. jelas kita butuh imam yang masih hidup/ waliallah... sebagai guru pembimbing kita secara jasmani untuk mengantarkan kita berjumpa / mengenal ajaran rasullallah.. jelas tujuanya untuk metauhidkan Allah......

    itulah islam dengan strukturnya... kalau tidak kenapa tidak Allah SWT saja langsung berjumpa kita gak usa pakai utusan /para nabi/rasul/para waliallah lagi.. jelas kita gak butuh lagi otak apa lagi iman.



    .

    BalasHapus
  84. jadi wajar saja kita bermakmum dibelakang para utusan Allah SWT ...
    yang namanya wakil allah wajar kita mintak sampaikan doa kita kepada Allah..
    wong kita mengenal Allah lewat mereka... para utusanya... bahkan masuk islam melalalui perantara mereka...( “Asyhadu an-Laa Ilaaha Illallah wa Asyhadu an-Na Muhammadarrosuululloh.”)

    BalasHapus
  85. mohon maaf bila ada kesalahan... kepada Allah SWT saya mintak ampun hanya Allah SWT Yang maha mengetahui lagi maha sempurna dengan segala firmanya... amin..

    BalasHapus
  86. sebagai catatan.. sekarang kita sebagai umat islam ..memang krisis TOKOH yang di imami. makanya kita seperti anak ayam yang kehilangan induknya.. wasalam.

    BalasHapus
  87. maaf sedikit tambahan... memuliakan utusan ALLAH SWT artinya memuliakan ALLAH SWT... yang namanya utusan apalagi sebagai pemberi safaat yang di beri hak oleh ALLAH SWT wajar kita meminta kepadanya Safaat itu. karena kita memandang Baginda Besar Muhamad SAW.. sebagai utusanya.... UTUSAN. dan sekarang secara jasmani ALLAH SWT menurunkan juga WALIALLAH... wali artinya wakil ALLAH... coba KITA pahami arti WALI/WAKIL. kalau kta mengimani ada wakil ALLAH SWT.
    wajar kita minta bimbingannya. wong wakil ALLAH.. wasalm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Udin sedunia, anda adalah pengamal shalawat syirik dan yang kamu sebut wakil Allah ataua gurumu itu adalah wali setan, bertanyalah kepada ulama sebelum ngomong agar kamu tidak menyesatkan atau tersesat

      Hapus
    2. ULAMA SEKARANG.. SAJA TIDAK MEMPUNYA IMAM YANG JELAS SECARA JASMANI.... .. MEREKA SAJA BINGUNG SAYA TANYA. SEPERTI ANDA JUGA... BINGUNG.... SEBENARNYA AJARAN WAHIDIYA MENGEMBALIKAN ..KONSEF ISLAM YANG SEBENARNYA... KITA MEMANG MAKMUM KEPADA GURU/ RASUL. DAN WALIALLAH.

      Hapus
    3. ANDA PAHAM GAK APA ITU SOLAWAT?? SOLAWAT ITU DOA KITA KEPADA NABI.. HARAPAN KITA KEPADA ALLAH SWT .. AGAR KITA MERASA MAKMUM.. DI BELAKANGNYA.... UNTUK MENGIKUTINYA KEJALAN YANG LURUS..WAJAR KITA MINTA BIMBINGANYA SECARA ROHANI..

      Hapus
  88. Berikut adalah teks Syi’ir Tanpo Waton

    Astagfirullah robbal baroya…
    Astagfirulloh minal khootooya…
    Robbi zidni `ilmannaafii’a…
    Wawaffikni `amalansoliha…

    Yarosulalloh salammun’alaik…
    Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
    `atfatayaji rotall `aalami…
    Yauhailaljuu diwaalkaromi…

    Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
    Kelawan muji maring pengeran
    Kang paring rohmat lan kenikmatan
    Rino wengine tanpo petungan 2X

    Duh bolo konco priyo wanito
    Ojo mung ngaji syare’at bloko
    Gur pinter ndongeng nulis lan moco
    Tembe mburine bakal sangsoro 2X

    Akeh kang apal Qur’an haditse
    Seneng ngafirke marang liyane
    Kafire dewe dak digatekke
    Yen isih kotor ati akale 2X

    Gampang kabujuk nafsu angkoro
    Ing pepaese gebyare ndunyo
    Iri lan meri sugihe tonggo
    Mulo atine peteng lan nistho 2X

    Ayo sedulur jo nglaleake
    Wajibe ngaji sak pranatane
    Nggo ngandelake iman tauhite
    Baguse sangu mulyo matine 2X

    Kang aran soleh bagus atine
    Kerono mapan seri ngelmune
    Laku thoriqot lan ma’rifate
    Ugo hakekot manjing rasane 2 X

    Alquran qodim wahyu minulyo
    Tanpo ditulis biso diwoco
    Iku wejangan guru waskito
    Den tancepake ing jero dodo 2X

    Kumantil ati lan pikiran
    Mrasuk ing badan kabeh jeroan
    Mu’jizat rosul dadi pedoman
    Minongko dalan manjing iman 2 X

    Kelawan Alloh kang moho suci
    Kudu rangkulan rino lan wengi
    Ditirakati diriyadhohi
    Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X

    Uripe ayem rumongso aman
    Dununge roso tondo yen iman
    Sabar narimo najan pas pasan
    Kabeh tinakdir saking pengeran 2X

    Kelawan konco dulur lan tonggo
    Kang podho rukun podho trapsilo
    Iku sunnahe, Rasul kang mulyo
    Nabi Muhammad, Panutan Kito 2X

    Ayo nglakoni sakabehane
    Allah kang bakal ngangkat drajate
    Senajan ashor toto dhohire
    Ananging mulyo maqom drajate 2X

    Lamun palarasto ing pungkasane
    Ora kesasar roh lan sukmane
    Den gadang Allah swargo manggone
    Utuh mayite ugo ulese 2X

    Yarosulalloh salammun’alaik…
    Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
    `atfatayaji rotall `aalami…
    Yauhailaljuu diwaalkaromi…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klik disini:
      http://mantankyainu.blogspot.com/2011/06/syiir-menyesatkan.html
      Ia syi`ir yang sesat, baca buku saya tentang shalawat yang katanya dari Gus dur itu
      Lihat pula disini:
      http://tokobukuaiman.com/category/12293/penerbit-laa-tasyuki-press.html

      Hapus
  89. ANDA SADAR YAAAAAAA GAK PUNYA IMAM HAHAHAHAHAHAAHHAHAHA .. AJARAN WAHIDIYA.. JELAS MENDIDIK KITA MAKMUM... KEPADA GURU.. ITULAH KONSEF ISLAM...

    BalasHapus
  90. yg sesat di mnaxa tlong penjelasanya ea

    BalasHapus
  91. Maaf Mantan kyai NU
    anda menuliskan bahwa penulis shalawat wahidiyah adalah orang kediri yang sangat dibenci oleh KH. Machrus Ali. tp apakah anda tahu penyebabnya????
    Singkat cerita, KH. Machrus Ali adalah orang cirebon yg nyantri di pp. lirboyo, KH. Abdul MAdjid adalah putra pendiri PP. Kedunglo yg jg keponakan pendiri PP. Lorboyo & oleh pendiri PP.Lirboyo akan dijodohkan dg putrinya.
    mendengar hal itu, KH. Machrus Ali muda sangat marah alas cemburu, itulah awal ketidaksukaan lirboyo kepada wahidiyah.
    aku puya cerita selanjutnya yg sangat lengkap. tentang waidiyah yg anda bilang sesat, tp rupanya anda sendiri belum tahu kebenarannya,...
    Sudahlah... Silakan datang ke Kedunglo, investigasi yg benar... klw sudah investigasi di PP.Kedunglo spt orang dari MUI Pusat, PB. NU, PP. Muhammadiyah, PKS, FBI, dari kalangan akademisi dan para Ahli yg bertitel profesor itu, silakan anda menghakimi sesuatu yg anda angap salah....

    BalasHapus
  92. Anda mengatakan seperti itu tanpa refrensi atau rujukan. Jadi mungkin benar , juga mungkin salah. Kasih rujukannya agar akurat.

    BalasHapus
  93. BENAR MENURUT DIRINYA, TIDAK BENAR MENURUT YANG BERKOMENTAR, ITU HAL BIASA SEJAK ZAMAN KIBENEN, MAU DIPAKSA TIDAK BISA. JADI YANG HAQ (BENAR) ITU MANA, YANG HAQ ADALAH MENURUT ALLAH DAN RASULNYA, DISUNIA INI YANG BENAR (HAQ) ADALAH ALLAH SAJA DAN PARA RASUL MENGIKUTI JALAN ALLAH, MAKA BENAR MENURUT ALLAH, DAN CIRINYA MENTAUHIDKAN ALLAH SECARA HANIIF (MURNI) ADALAH HAQ ALLAH, MARILAH KITA BERSAMA MEMAHAMI ALQURAN KARENA MENURUT PANDANGAN ALLAH BELUM PADA BENAR, CIRINYA BERTENGKAR TERUS (JIDAL) NGIKUTIN EMOSI, MARILAH KITA IKUTI QURAN AEAUAI DENGAN KADAR KEMAMPUAN YANG KITA MILIKI, BILA INGIN DISEMPURNAKAN ALLAH, SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH WALAA ILAAHA ILLALLAHU WALLAAHU AKBAR PASTI BENAR MENURUT ALLAH

    BalasHapus
  94. orang-orang sebagian yang fatwa di atas(di MUI eks Tasikmalaya). banyak terjangkit VIRUS, buta pengkajian buta kitab-kitab, kok gampang bikin fatwa haram.......................gimana sih bikin repot orang awam.............dan masih banyak yang dipengaruhi nafsu individu, mbok yo ngaji disik sariat sama hakikat. feqih sama tauhid. ojo feqih aja....................kalau gak mampu turun aaja.................jangan-jangan dia yang sesat.............

    BalasHapus
  95. kalau bikin fatwa itu ngaji dulu yang benar jangan asal-asalan....ngaji bidang syariat dan hakikat. feqih dan tauhid. jangan mudah menyesatkan kelompok atau orang jangan jangan yang memberi fatwa itu sesat dan menyesatkan......apalagi membuat fatwa dalam keadaan marah/egois......tambah parah...................eks MUI Tasikmalaya. ngawur

    BalasHapus
  96. Syirik itu letaknya d hati, hanya ALloh yg mutlak mengetahui, kita mgkn hanya bs meraba-raba gejala syirik yg d tinjau dr qur'an dan hadist lewat keterbatasan pengetahuan kita thdp luasnya makna isi qur'an dan hadist, saya,sedulur2 , monggo utk saling berendah hati,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada syirik qauli, dan sholawat wahidiyah itu jelas syriknya bukan samar lagi. Pelakunya musrik bukan mukmin. Saya ingatkan bukan karena benci, tapi kasihan nanti di akhirat bila pengamal wahidiyah tidak bisa masuk surga selamanya, tapi di neraka selamanya.

      Hapus
  97. saya seorang driver..
    beberapa waktu lalau ada order untuk mengantar seseorang ke kediri. kedunglo tepatnya.
    belakangan baru aku tahu klo dia jama'ah di situ.
    mereka menawariku untuk ikut masuk dalam jama'ah itu... semula aku tertarik..
    tapi ada yg mengganjal dalam hatiku diantaranya adalah

    1.dalam pisowanan semua jama'ah merangkak sejauh 5m.dan waktu kembali tidak membelakangi alias merangkak mundur. untuk melakukan hal itu saya keberatan. karena apa.. orang yg paling pantas aku perlakukan seperti itu hanya ORANG TUA KITA terutama IBU....

    ganjalan yang ke 2.. jamaah bermujahadah sampai larut malam.. dan apa yg saya lihat waktu subuh.. gak tahu mereka bangun subuh atau tidak. banyak yg masih molor.. degan kata lain. gara2 bermujahadah yg wajib terlantar....

    yg jadi pertanyaan saya. yg jadi sesat itu jamaah yg terlalu memuja-muja kiai. atau itu memang perintah kiai...?????

    tpi setelah siang harinya(minggu pagi) ada pengajian kitab hikam...
    beliau juga menyingung soal subuhan "JANGAN KARENA BERSHOLAWAT SAMPAI MALAM SUBUHNYA HILANG"

    3.saya lebih tidak tertarik lagi setelah orang yg saya antar/penumpang mobil saya..
    menyebut kiai itu adalah SULTONUL AULIA...
    karena setahu saya yg pantas memberi gelar seperti itu hanya ALLAH bukan manusia.


    pertanyaan terbesar saya.. SIAPA YG SALAH????
    jamaahnya yg terlalu mengagungkan kiainya atau
    kiainya yg menyuruh seperti itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jamaah itu terserah wejangan kiyainya, lihat saja murid dari kiyai yang lain kan tidak ada yang melakukan seperti itu.

      Hapus
  98. sagala ajaran klo ada di AL-Qur'a danHadist pasti benar klo tidak ada di keduanya
    pasti sesat

    BalasHapus
  99. MANTAN KIYAI... SAYA TANYA IMAMMU YANG MASIH HIDUP SIAPA???

    BalasHapus
  100. SEKALI LAGI TOLONG DIJAWAB .. SIAPA IMAMMU YANG MASIH HIDUP.. MANTAN KYAI??? AJARAN WAHIDIYA JELAS MENGEMBALIKAN KITA PADA AJARAN ISLAM YANG SEBENARNYA... MENDIDIK KITA PUNYA IMAM YANG JELAS YANG MASIH HIDUP... JELAS SEKARANG INI UMAT ISLAM SEPERTI KEHILANGAN INDUK TIDAK PUNYA IMAM YANG JELAS SECARA JASMANI.

    BalasHapus
  101. SAYA SUDAH KELILING DARI PESANTREN KEPESANTREN BERTANYA PADA PARA KYAI SAYA TANYA IMAMMNYA SIAPA SEMUANYA GAK JELAS JAWABNYA.. ALIAS GAK PUNYA IMAM YANG MASIH HIDUP... PADAHAL KONSEF ISLAM HARUS PUNYA IMAM YANG DIDEPAN/ TERKEMUKA...

    WAJARLAH SEMAKIN KITA MENDALAMI IILMU AGAMA SEMAKIN BISA SESAT KALAU TIDAK ADA IMAM/ GURU YANG JELAS..... WAJAR PARA PETINGGI KITA YANG ILMU AGAMANYA TINGGI MASIH BISA KORUPSI KARENA GAK PUNYA IMAM/GURU YANG JELAS.

    BalasHapus
  102. tolong di postingkan komenku.. untuk pedidikan kita semua... bila saja benar katakan benar bila salah katakan salah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Udin, imam mu adalah musrik, bukan mukmin. Membawamu ke Neraka bukan ke surga. Imam saya, cukup Rasul sebagai uswah. Dan saya selalu berpegangan kepada al Quran dan hadisnya. Untuk apa, punya imam hidup, malah mengajak kesyirikan.

      Hapus
  103. rosulullah selalu hadir kepada orang yang bersungguh - sungguh membaca sholawat wahidiyah, banyak pengamal sholawat wahidiyah yang melihat rosulullah dengan keadaan terjaga bukan mimpi ketika membaca sholawat tersebut, jika anda tidak percaya silahkan buktikan sendiri, karena percuma jika anda bertanya pada yang lain anda tidak akan percaya

    BalasHapus
  104. ROSULLALLAH JELAS IMAM KITA ... SECARA ROHANI.. KITA HIDUP DI DUNIA NYATA. PASTI ADA IMAM/ GURU SECARA NYATA UNTUK MENGANTARKAN KITA KEJALAN YANG BENAR/ SEBAGAI GURU NYATA MENERUSKAN AJARAN RASULLAH UNTUK MENGENAL ALLAH... MAKANYA KITA KENAL IMAM/ GURU.

    TANPA GURU /IMAM. SEMAKIN ANDA MEMPERDALAM AGAMA AKAN SEMAKIN SESAT TIDAK ADA YANG MENGARAHKAN JALANMU....

    WAJAR ALLAH MENURUNKAN WALI ALLAH SEBAGAI IMAM.GURU... KITA SETIAP SERATUS TAHUN ..

    ANDA YANG SESAT TIDAK PUNYA IMAM YANG ANDA PILIH... ANDA SESAT TIDAK ADA PILIHAN... BERPIKIRLAH MANTAN KYAI..

    BalasHapus
  105. ... Hadhiratul Mukarom Romo Kyai Haji abdul latief Madjib RA.... ADALAH SEORANG ISLAM SEJATI.
    MENGAJAK KITA MAKMUM KEPADA RASULLAH... ITULAH KONSEF ISLAM SEJATI.

    BACA DAN RENUNGKANLAH SALAWAT WAHIDIYA ..SUNGGUH MENGAJAK KITA MAKMUM DI BELAKANG GURU /IMAM. . .. SEHINGGA TUJUAN KITA AKAN MENJADI JELAS MENTAUHIDKAN ALLAH..

    BalasHapus
  106. KAU SADAR ANDA BUTUH IMAM. KAU HANYA PATAH HATI SAJA...
    KARENA SEJUJURNYA KAU BERJALAN SEORANG DIRI TANPA IMAM YANG JELAS.

    INGAT KITA HIDUP DI DUNIA NYATA... IMAM/ GURU KITA JUGA HARUS NYATA. UNTUK MENGAJAK KITA LEBIH MENGENAL RASULLAH DAN JELAS SATU TUJUAN BERSAMA MEMULIAKAN ALLAH...

    KALAU TIDAK SESATLAH DIRIMU .. TIDAK ADA YANG MEMEGANG TANGANMU KEJALAN YANG BENAR.....

    ALLAH MENURUNKAN WALI ALLAH PASTI ADA GUNANYA TIDAK SIA SIA..

    BalasHapus
  107. SEMUA AJARAN WAHIDIYA BERPEGANG PADA ALQUR'AN DAN HADIST.

    KALAU KAU MAU BELAJAR SILAHKAN DATANG KEKEDUNGLO.. NANTI SAYA JELASKAN SEAKAR AKARNYA...

    BalasHapus
  108. tolong di postingkan siapa tahu ada masukan dari yang lain...

    BalasHapus
  109. pertanyakanlah dirimu bila kau jujur tidak punya guru/imam secara jasmani/nyata... konsef islam jelas berorganisasi... Allah SWT pun berorganisasi... kalau tidak Allah SWTsaja langsung hadir di hadapan kita secara nyata..
    jelas tidak perlu lagi malaikan rasul/para nabi../ para wali Allah SWT. atau kata kata makmum.

    BalasHapus
  110. tidak ada imam yang masih hidup sama saja hidupmu tidak ada pilihan.... NOL.

    BalasHapus
  111. Teman2, sepertinya sudah cukup pembelaan anda, berdebat disini dengan orang semacam ini tidak akan ada habisnya, hanya nantinya membuat kesal dalam hati/ mangkel, lebih lebih hanya bisa berlatarkan hawa nafsu.
    Saya jadi ingat cerita kejadian di Malang, ketika akan ada pengajian di suatu tempat (masjid malang) yang tidak diperbolehkan oleh salah satu kyai masjid tsb, dan akhirnya pindah tempat,,,,,,,,,,,,,,ringkas cerita, beliau Muallif bertanya mengapa tempatnya pindah?, jwb: karena tidak diperbolehkan kiai tersebut, terus belia berkata: Besar betul ya jasa kiai tersebut.

    Maka hendaklah kita arif dlm menyikapi kontra seperti ini.

    Jika ada yang ingin tahu ttg wahidiyah, coba dilihat web resmi:
    http://wahidiyah-center.org/
    Sekian, Maaf bila ada salah tututur kata dari saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Udin dan Rikad , kasihan deh, masih gelap, ngaku terang benderang, syirik ngaku tauhid. Ini ayat cocok untukmu:
      Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang dimintai. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. GHafir 12

      Hapus
    2. KITA HIDUP DI DUNIA NYATA
      KITA MINTA SESUATU PADA ORANG ORANG SEKITAR KITA.. BAIK KELUARGA FAMILY.DLL HAL YANG WAJAR.. APA LAGI KEPADA SEORANG GURU UNTUK MENDIDIK KITA..

      SESAMA MANUSIA SALING MEMINTA ITU HAL YANG BIASA BUKAN HAL YANG SYIRIK PAK.... MINTA TOLONG DI PINJAMI DUIT .. MINTA TOLONG DI PERBAIKI RUMAH..DLL... SAH SAH SAJA...

      Hapus
    3. TETAPI SEMUANYA JELAS PASTI ATAS IZIN ALLAH..

      Hapus
  112. tidak ada yang syirik kalau atas izin allah...

    BalasHapus
  113. SALAWAT WAHIDIYA .. SEMUANYA ATAS IZIN ALLAH.. DI AWALI DENGAN BISMILLAH HIROHMANIROHIM.. /ALFATEHA.

    AMALAN SOLAWAT ADALAH AMALAN SILAHTURAHMI.. KONSEF SEJATI ISLAM.

    BalasHapus
  114. 73 GOLONGAN ISLAM ..PILIHLAH... HIDUP INI PILIHAN PELAJARILAH..

    TANPA IMAM/ SEORANG PEMIMPIN YANG MASIH HIDUP..SAMA SAJA TIDAK ADA PILIHAN.... NOL.

    BalasHapus
  115. TANPA IMAM /PEMIMPIN YANG MASIH HIDUP SAMA SAJA HIDUP TIDAK ADA PEGANGAN.... MAU ARAH KEMANA...

    BalasHapus
  116. ALLAH SWT SUDAH BEGITU MAHA ADIL.. MENCIPTAKAN AKAL PIKIRAN/OTAK.
    TUHAN SAAT INI BELOM MAMPU KITA LIHAT MAKANYA KITA BUTUH IMAN. KITA BUTUH RASULLALH KITA BUTUH IMAM/WALI ALLAH..

    KALAU TUHAN SUDAH TERLIHAT JELAS KITA TIDAK BUTUH IMAN LAGI/ OTAK UNTUK BERPIKIR TENTANG TUHAN/ PILIHAN... PASTI SEMUANYA SAMA.

    ITULAH SEBABNYA ISLAM HANYA UNTUK MANUSIA YANG BERPIKIR.

    BalasHapus
  117. MANTAN KYAI NU INI TIDAK PUNYA IMAM YANG MASIH HIDUP... KASIHAN.
    SIAPA YANG DI PERCAYANYA PASTI TIDAK ADA.. PADA HAL KITA DI PERINTAHKAN ALLAH UNTUK MENGIMANI PARA RASUL DAN PARA WALIALLAH.

    BalasHapus
  118. HEBATNYA KONSEF WAHIDIYA... MENGEMBALIKAN KONSEF ISLAM PADA TEMPATNYA... PENYEGARAN.. ITULAH SALAH SATU TUGAS WALI ALLAH/ MUJADID.. MELURUSKAN LAGI SESUAI APA YANG DI PERJUANGKAN RASULLAH.

    INGAT SAAT INI ISLAM MEMANG SEPERTI ANAK AYAM KEHILANGAN INDUK DISADARI ATAU TIDAK DISADARI KITA BERJALAN SENDIRI SENDIRI... TIDAK ADA PEMIMPIN/IMAM YANG JELAS.

    WAJAR NILAI FATWA.. SAMAR. BULAN PUASA BEDA BEDA.. HARI RAYA BEDA BEDA... DLL.. KARENA MEMNAG TIDAK ADA PEMIMPIN .IMAM YANG JELAS.

    BalasHapus
  119. orang orang seperti anda yang membuat munculnya seorang imam/pemimpin umat.. mejadi samar... bagaimana kita tahu akan datang imam mahdi/nabi isa.. kembali kedunia kalau diri kita tidak dididik punya imam... /mempercayai wali allah itu ada.

    minta/ saling bantu. kepada siapapun sesama manusia wajar... karena kita hidup di dunia nyata. tetapi jelas semuanya atas izin Allah SWT...

    BalasHapus
    Balasan
    1. UNtuk udin sedunia, sayang imammu musrik, bukan mukmin, imam mu sesat, maaf saya hanya mengingatkan mu agar kamu sadar, bukan terus bela kesyirikan,menyalahkan tauhid

      Hapus
    2. kalau minta pada orang mati , jelas syirik

      Hapus
    3. Ghouts saya sekarang ada . Hadhiratul Mukarom Romo Kyai Haji abdul latief Madjib RA..tidak mati. ghouts/waliallah tetap selalu ada...
      ghouts di turunkan Allah swt setiap seratus tahun sekali...

      Hapus
    4. UNtuk Udin sedunia, pernyataanmu itu harus dibuang, menyesatkan. Gurumu H Abd latief Majid itu bukan ghaus - wali setan bukan waliyullah. Salawatnya saja syirik

      Hapus
  120. muhamadiyah siapa imamnya gak jelas??
    nu siapa imamnya gak jelas??
    MUI siapa imamnya gak jelas??? yang satu bilang sesat yang satu bilang tidak???

    konsef wahidiya jelas mengembalikan kita untuk mamkmum di belakang imam.guru yang jelas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Imammu musrik , ini yang harus di buang. Imam Wahidiyah pendusta. Dia berkata: Shalawat wahidiyah dari Nabi .

      Hapus
    2. percaya silahkan gak percaya silahkan..

      Hapus
    3. Cukup salawat dari nabi saja, bukan salawat dari mursyid yang musyrik

      Hapus
  121. ARTINYA ANDA PERCAYA SALAWAT DARI MURSYID JUGA... KALAU SYIRIK KAMULAH YANG SYIRIK.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mursyid wahidiyah itu pendusta dan musyrik, saya tidak percaya salawat itu dari Rasul

      Hapus
  122. SALAWAT ITU ..KONSEFNYA SILAHTURAHMI... PAS BANGET DENGAN AJARAN WAHIDIYA.

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan