Jumat, April 29, 2011

Syirik dalam istighosah

 Di tulis oleh H Mahrus ali

Dalam istighosah biasanya di baca kalimat sbb :
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيْلَتيِ أَدْرِكْنِي يَارَسُوْلَ الله
Allahumma sholli alaa sayyidinaa Muhammad  qad dhoqot hiilatii adriknii ya rasullallah
Ya Allah berilah rahmat kepada sayyiduna Muhammad , sungguh  upayaku telah sempit bantulah aku wahai Rasulullah .
  Dalam buku saya yang best seller berjudul  Mantam Kiyai NU Menggugat dzikir dan sholawat Syirik , kalimatnya tidak begitu tapi begini :
الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ رَسُوْلَ الله  ضَاقَتْ حِيْلَتيِ أَدْرِكْنِي يَارَسُوْلَ الله
Assholatu wassalaamu alaika ya Rasululloh, dhooqot hiilatii adriknii yaa rasululloh
Sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepadamu wahai Rasulullah ! upayaku telah habis, tolonglah aku wahai rasululloh !

    Kalimat terahir saya terima ijazah dari teman saya seorang habib di Bangil ketika  saya menjadi guru di PP  Yapi Bangil . Dia menyatakan bahwa bila kamu menghadapi kesulitan , jangan ragu  , ada doa mujarrab  yang sudah di coba  banyak orang dan sangat ampuh .
     Walaupun demikian , mulai di Bangil sampai di Mekkah   atau di Tambak Sumur Waru , saya tidak ingin melakukannya  . Tidak  terketuk dalam hatiku untuk menjalankannya . Pada hal dlm istighosah  bacaan tersebut  merupakan menu wiridan  di dalamnya .  Sholawat tersebut di katakan syirik karena minta – minta kepada Rasulullah SAW waktu kesulitan  sebagaimana  di kisahkan dalam ayat :
ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ
Yang (berbuat) demikian Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun selobang biji kurma. [1]
إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui [2]
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُون
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do`a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do`a mereka?[3]
   Sholawat tersebut syirik, rugi orang yang membacanya dan seluruh pahala kebaikannya akan  terhapus. Allah berfirman :
  لئن أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. ( 65 Azzumar )

Dalam istighosah juga di baca sholawat Nariyah / syrik. Sbb:
اللهُمَّ صَلِّ صَلاَةً دَائِمَةً وَسَلِّمْ سَلاَماً تَامّاً عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ العُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الكُرَبُ وَتُناَلُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَتُقْضَى بِهِ الحَوَائِجُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الغَماَمُ بِوَجْهِهِ الكَرِيِمِ عَدَ دَ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ
  Allahumma sholli sholaatan daaimah   wasallim salaaman tamman  alaa sayyidinaa Muhammadinil ladzii tanhallu bihil uqodu watanfariju bihil kurobu watunaalu bihir raghooibu   watuqdhoo bihil hawaaiju wahusnul khowatim  wayustasqal ghomaamu biwajhihil  kariimu  adada  kulli lamhatin  wanafasin ba adadi  kulli ma`lumin .
Ya  Allah berikan rahmat yang langgeng  dan  kesejahteraan yang sempurna kepada  sayyidina  Muhammad  yang dengannya  segala ikatan lepas (  segala kesulitan akan terselesaikan bukan dengan Allah)  dan segala  kesedihan akan lenyap karenanya ( jadi bukan karena  pertolongan , rahmat  atau karunia Allah )  , dan  dengan Nabi Muhammad  segala  cita – cita tercapai , segala kebutuhan  akan di raih  , husnul khotimah dan  awan menurunkan hujan  dengan nya ( dengan wajahnya Nabi Muhammad yang mulia  )  sejumlah tiap kedip atau  senafas  dan sebanyak  seluruh apa yang Engkau ketahui
    Kesyirikan sholawat tersebut telah kami terangkan di buku karya kami : Mantam kiyai NU menggugat  dzikir dan sholawat Syirik “. Bacalah di situ anda akan memahami beberapa hal baru dalam masalah kesyirikan .
   Kalimat bihi maksudnya dengam Muhammad segala kesulitan , penderitaan akan lenyap. Bila di baca akan membikin kita syirik.  Sebab kebahagiaan datang atau penderitaan yang menimpa kita sebetulnya  seluruhnya dari Allah . Allah berkehendak untuk menyenangkan orang atau membikinnya  sedih . Allah berfirman :
وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُمْ مَكْرٌ فِي ءَايَاتِنَا قُلِ اللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَ
Dan apabila kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah: “Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)”. Sesungguhnya malaikat Kami menuliskan tipu dayamu.[4]
Di ayat lain , Allah berfirman :
أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.[5]
Sholawat tersebut telah kami cari refrensinya , dan siapakah yang mulai mengedarkannya , ternyata  tiada satupun kitab yang mencantumkannya . Saya  bisa menemukan  sholawat nariyah itu  di kitab kumpulan  tahlil , yasinan , istighosah . Jadi bisa di ambil kesimpulan bahwa  di Timur tengah mulai zaman Nabi SAW   hingga era sekarang belum ada  yang mengamalkan sholawat tersebut sekalipun sholawat itu menu ahli bid`ah tiap harinya . Seolah ia sebagai  pintu rahmat Allah . Begitulah manusia karena  tidak belajar ilmu agama   , lalu sesat mengaku benar. Dan inilah yang paling tidak menguntungkan diri  didunia maupun diakhirat.
     Bila kalimat bihi dalam sholawat tersebut di baca bihaa , maka  maksudnya segala kebutuhan tercapai dan kesedihan lenyap dengan membaca sholawat itu . Hal ini boleh di katakan tawassul bil `a`mal tapi bila di teliti artinya   maka su`ul adab pada Allah . Yaitu membaca sholawat pada nabi dengan sarat agar selala kesedihan dan kesulitannya   di hilangkan . Jadi beribadah dengan sarat tertentu pada Allah .





[1] Fathir 12
[2]  ( Fathir 13-14 )
[3] Al ahqaf 5
[4] Yunus 21
[5]  Azzukhruf 32
Artikel Terkait

50 komentar:

  1. yang sholawat nariyah harusx gmna?

    BalasHapus
  2. Bertobatlah , jangan baca lagi, jangan ikut orang banyak tanpa ilmu .Nantinya akan terjerumus dalam kesesatan yang di bela dan berdosa. Lebih jelasnya bacalah di blog saya ini dengan judul sbb: MANTAN KYAI NU: Shalawat Nariyah yang syirik 30 Jan 2011
    SHALAWAT NARIYYAH, AL-FATIH DAN THIBB AL-‎QULUB dll01 Mei 2011
    Cd pengajian mantan kyai NU
    13 Apr 2011

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam kehidupan sehari -hari saya selalu bertawasul /berwasilah contoh
      ketika saya sakit saya bertawasul ke dokter,ketika belajar saya bertawaul ke guru saya ,ketika saya lapar saya beratwasul dengan makan nasi ds semuanya semata mata tujuanya Allah,dengan Allah dan dengan cara yg disyariatkan Allah apakah semuanya ini syirik ?

      Hapus
    2. Untuk Raihan Krisna purnama
      Boleh lakukan itu, tapi ketika berdoa jangan, berdoalah langsung sebagaimana ayat:
      Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".ghofir 60

      Hapus
  3. sholawat kok dibilang syirik

    BalasHapus
  4. Kalau syirik , mau di bilangi baik, tauhid , tidak syirik , kerjakan gitu ? Ber arti saya dusta pada umat, saya menyesatkan mereka , saya mendapat dosa banyak sebagaimana muballigh ahli bid`ah yang menyesatkan itu.

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah tambah ilmu...

    BalasHapus
  6. baca juga ini : http://kangdjalil.blogspot.com/2011/02/inilah-keseharian-dan-kenyataan-ajaran.html

    BalasHapus
  7. Banyak kedustaan , fitnah dlm berita tentang saya di situs tsb , dan begitulah ahli bid`ah dalam mengulas berita selalu menambah -mengurangi , mengomentari dengan komentar miring alias tidak jujur .Pada hal kejujuran adalah karaktris husus bagi orang mukmin . Non muslim tidak bisa berbuat jujur.

    BalasHapus
  8. assalamualaikum wr wb.
    kepada mantan kyai NU yang saya hormati..mohon maaf saya tidak mempercayai segala postingan anda, karena apa, anda memposting apa yang salah.. anda sebagai seorang kyai haruslah menyampaikan yang benar, dan janganlah memjelek jelekkan aliran lain.. aku yakin dengan apa yang dikatakn oleh seorang ulama maupun habib daripada postingan anda. merekalah gudang ilmu, merekalah wali ALLAH. mereka akan mengajarkan kebaikan,.. mngkin saat anda menjadi kyai,anda salah untuk mempelajari pentafsiran hadist maupun quran..mungkin anda hanya melihat buku hadist, mengolah dengan pikiran anda, dan menyebarluaskan kepada orang lain. mungkin saja anda tidak mengetahui dalam keadaan apa hadist maupun quran itu turun..ok,jika anda ingin menyebarluaskan alliran anda, namun maaf, saya hanya ingin melakukan apa yang telah menjadi aliran nenek moyang saya..NU adalah aliran saya..yang pnting kita itu masih TUHAN KITA ALLAH, MUHAMMAD RASULLULAH, QURAN KITAB KITA terserahlah anda membuat aliran tersendiri.. hidup NU,hidup tahlil,yasin,istoghosah,khunut,dan segala amalan para wali ALLAH..salam aswaja..semoga ALLAH memberi pencerahan bagi seluruh umat islam..AAMIIN..
    wassalamualaikum wr.wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalaamu'alaikum Mas Azis,

      Ingat kah tentang jawaban para kaum yang diturunkan kepada mereka nabi nabi Allah? Para Nabi Allah menyeru mereka kepada ajaran Tauhid dengan hanya menyembah Allah. Jawaban kaum kaum itu sama, yaitu :
      "apakah kamu menyuruh kami meninggalkan ajaran nenek moyang kami?"

      Anda mau ikuti kebenaran dari Allah?atau mau ikuti nenek moyang?sementara kita tahu bahwa masyarakat pendahulu kita ratusan tahun yang lalu di Indonesia adalah orang animisme, dinamisme, hindu, dll.
      Selamat mengikuti nenek moyang..Wassalam.

      Hapus
    2. Mas Azis,

      Ingatkah tentang jawaban para kaum terdahulu yang diturunkan kepada mereka nabi nabi Allah?Para nabi Allah mengajak mereka kepada ajaran tauhid dengan hanya menyembah Allah. Kita tahu bahwa banyak yang enggan dan diazab oleh Allah. Dan tahukah anda jawaban tiap tiap kaum tersebut?jawaban mereka atas ajakan para nabi itu sama, yaitu:

      "Apakah kamu mengajak kami untuk meninggalkan ajaran yang diwariskan nenek moyang kami?"

      Sekarang, anda mau ikuti kebenaran dari Allah atau nenek moyang anda? sementara, kita tahu sendiri bahwa masyarakat pendahulu kita di indonesia ratusan tahun yang lalu adalah penganut DINAMISME, ANIMISME, HINDU,DLL.
      Nabi Muhammad dan Nabi2 lain itu sungguh mulia, tapi tidak untuk diTuhankan, sekecil,setipis dan sesamar apapun caranya.
      Wassalaam.

      Hapus
    3. kang" berlomba-lombalah dalam kebaikan,,,

      Hapus
  9. Anda itu bila di katakan dengan jujur , anda mendustakan tanpa ilmu tapi ngawur sekedar ikut belaka . Bila di bohongi orang anda percaya tanpa ilmu , tapi dengan kebodohan dan taklid saja bukan mencari kebenaran dengan dalil tapi biar salah asal yang berkata itu para habaib atau kiyai atau ajaran yang cocok dengan nenek moyang. Anda seperti ayat ini:
    وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ
    Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". Mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? Luqman 21
    Baca lagi disini:
    Tarian Cakalele budaya leluhur yang jelek

    BalasHapus
  10. anda terlalu naif jadi manusia. lebih banyak mana yang ada di hati anda mengingat allah atau mengingat yang lainnya? saya 1 juta persen tidak yakin anda lebih banyak mengingat allah. jikalau dalam hati dan pikiran anda lebih banyak memikirkan ha2l lain daripada mengingat allah itu sama saja MENDUAKAN ALLAH YANG ARTINYA JUGA SYIRIK. JANGAN TERLALU MENUDUH ORANG ATAU APAPUN SYIRIK LIHAT DIRI SENDIRI DULU.

    BalasHapus
  11. Anda itu bicara tanpa ilmu, tanpa dalil, ibaratnya anda orang awam. Kritikan anda itu sulit di jawab oleh orang alim, tapi bisa di jawab sama orang bodohnya.

    BalasHapus
  12. asslamualaikum,,,,,
    apa benar anda kyai NU???
    maaf setau saya.para kyai NU tidak ada yang membidahkan sholawat????apalagi ini mensyrik kan shalawat,,,,,

    BalasHapus
  13. Belajarlah bahasa arab lagi, jangan berhenti, nanti kamu tidak bisa membedakan mana yang tauhid dan mana yang syirik, mana yang benar dan mana yang salah.

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah ,.. sodara diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu wata'ala,.. semoga lebih banyak lagi orang-orang yang telah diberi petunjuk seperti sodara supaya kemurnian Islam di negeriku berkibar.

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah, nambah lagi ilmu saya pak. Selama ini saya hanya ikut-ikutan tanpa menelaah lebih jauh....hanya hafalan belaka tanpa tau artinya...maklum orang awam.

    Tapi setelah tau artinya "SHOLAWAT NARIYAH" kok mengerikan...Jadi selama ini, klo saya bersholawat Nariyah sama aja Menyekutukan Allah. Astagfirullahaladzhimi. Ampunilah hambaMu ini Yaa Allah.

    BalasHapus
  16. Ini adalah kritikan bagi NU khususnya, jika memang kritik itu benar apa salahnya kita terima, mungkin kita lalai. dan utk kyai mahrus saya kira mengkritik bagus sekali, dan tidak usah takut ,mengapa hrs keluar dr NU, sepertinya Anda takut. Laa tahzan innAllaha ma'anaa.

    BalasHapus
  17. Alhamdulillah bapak orang yang gigih memperjuangkan agama Allah yang murni dan benar. karena sudah terlalu lama dan tidak sadar bahwa Agama Allah itu sudah sempurna maka tidak penlu ditambah tambah itu sama saja menghina Rasuluullah . wong kalau kita mau mengamalkan yang sudah ada tuntunannya saja masih banyak yang belum kita amalkan. mengapa mengamalkan yang belum jelas dalilnya.

    BalasHapus
  18. pak mantan kyai nu saya mau tanya: surat mana/ hadis sapa yg mengajarkan tata cara sholat dan bacaan** dalam sholat beserta cara** bersuci yg benar klo kita tidak mencontoh para ulama'** terdahulu

    BalasHapus
  19. Tentang wudul, bacalah disini:
    MANTAN KYAI NU: RUKUN WUDHU YANG SALAH TOTAL
    16 Agt 2011
    tentang salat bacalah bab polemik salat di tanah mulai satu sampai tiga enam.
    Lainnya tidak bisa di lihat di sini tapi lihatlah dalam buku - buku hadis dalam bab yang kamu maukan, kamu akan menjumpainya. Keterangan sulit di tulis di sini.

    BalasHapus
  20. terlihat jels naafsu ammaarah dalam diri anda pak kiyai.....

    BalasHapus
  21. @ Ust. H. Mahrus Ali : teruskan perjuanganmu !!!

    BalasHapus
  22. Untuk RUMAH MAKAN GRESIK,
    Ya, karena tidak sesuai dengan tradisi kebid`ahanmu. Yang benar menurut kamu adalah yang cocvk dengan nafsumu sekalipun tidak menggunakan dalil. Sudah ada baksonya yang enak apa nggak ? Tapi maaf sejak 2004 M saya tidak makan bakso karena takut daging oplosan sapi dan babi, juga ada micinnya. Maaf anda perlu belajar hadis dari guru ahli hadis bukan guru ahli bid`ah apa lagi tarekat.

    BalasHapus
  23. kalau mantan/bekas kiyai kayak kayaknya lebih mulia mantan perampok yang jadi kiyai dehhhhhhhhh ....tap[i ngak papa mantan kiyai selagi kebenaran yang di cari saya setuju aja ama pendapat antum yang terpenting tidak ada tendensi di balik ini semua karena paham yang antum buat ini tapi setidaknya antum bisa memebuat sanad yang rinci mengenai paham antum "Imam ‘Abdullah bin al-Mubarak pernah berkata, “Isnad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada isnad, seseorang akan bebas mengatakan apa yang dikehendakinya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam muqaddimah Shahihnya)" dan fatwa fatwa imam syafi'i diantaranya "idza shohhal hadits wadhribuu qaulie u'dhol jidar(lemparlah perkataanku pada dinding) dan idz shahhal hadits fahuwa imam (jika benat suatu hadits maka ia adalah imam"
    di karenakan kalimat yang antum bawakan tidak sama yang saya hafal bukan daimatan melainkan kamilatan wasalim salaman tamman dst .....

    BalasHapus
  24. saya baca tulisannya dari awal sampai akhir comment2nya juga... link2nya juga, cuma afwan yang youtube belum saya tontong (lemot modemnya hehe)...
    soal istighosah, itu adalah hal yang baru bagi saya karena saya dilahirkan dari keluarga yang tidak berafiliansi dengan ormas Islam apa pun... saya tidak bisa berkomen apa pun soal istighosah - karena Ia berbeda dengan sholat yang dari ormas manapun menyepakati kewajibannya (kecuali liberal)- ada yang memilih diam (karena mungkin takut akan dianggap memecah umat), ada yang menentang terang-terangan (karena ingin menyampaikan yang menurutnya haq)

    apapun itu saya memilih untuk mengikuti apa yang haq mendekati sunnah semoga, soal perbedaan sebatas saya hanya mampu mencegahnya dalam hati..
    namun saya ada pesan buat pembaca, asalkan saudara tidak fanatik, insyaAllah Allah akan menuntunkan jiwa ini kepada fitrahnya...

    BalasHapus
  25. Man yahdillah fala mudillalah waman yudlil fala hadialah.
    Al haqqu mirrabbika fala takunanna minal mumtarin.
    Man yutiir rosul faqod athoa 'llah waman tawalla fama arsalnaka alaihim hafidho.
    Mohon dijelaskan semua maksud ayat di atas , kyai. Semoga engkau panjang umur, amiin.

    BalasHapus
  26. Untuk muro
    ayat - ayat itu sudah jelas maksudnya, lihat saja di buku tafsir Depag.

    BalasHapus
  27. Mirip Ajaran Katholik meminta do'a melalui perantara santo dan santa

    Misalkan doa mereka:
    “melalui perantara Santa Agnes, kami berdoa pada Tuhan Allah Bapa yang Maha Kuasa……… dst

    BER ISLAM KOK SETENGAH-SETENGAH, SETENGAH ISLAM SETENGAH KRISTEN

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampean tau asal usul dalil itu g'?

      Hapus
    2. maksud anda bagaimana? tolong jelasin dong'

      Hapus
  28. admin saya suka penuturan anda rasional dan berdasarkan dalil,

    BalasHapus
  29. Sudah jelas, segala ritual yang dianggap sebagai ibadah adalah yang bersumber dari hadits nabi/sunnah Rasulullah SAW. Jika ada ritual yang dianggap berasal dari Islam namun tak ada rujukan Qur'an dan Sunnah Nabi SAW, tentu tak perlu di ikuti. Jika Istighasah tidak pernah ada sunnah dari Rasulullah SAW, atau lantas bertentangan dengan AL-Qur'an, buat apa dilakukan? Terima Kasih.

    BalasHapus
  30. alhamdulillah, maju terus pak Kyai, saya dulu jg sekolah di lembaga NU,banyak ajaran yg tdk sesuai dg sunnah Rasulullah saw, misalnya dianjurkan membaca sholawat buntung ("Allohuma shali'ala muhammad" saja tanpa meneruskan utk keluarga Nabi Saw), contoh lain adl tahlilan, padahal sebaik2 dan sebenar2nya contoh utk kita adl Rasulullah saw dan para sahabat, mereka tidak pernah tahlilan eh disini malah ada tahlilan, trus gurune sopo??? :D, alhamdulillah setelah belajar di Ustadz yg lurus (tidak mencampur aduk kan antara yg sunnah dg yg bid'ah) jadi tau banyak hal yg menyimpang dr ajaran NU. yg masih belum terbuka fikirannya, monggo sareng2 sinau malih, mari kita belajar lagi, belajar dg hati lapang dan dengan fikiran terbuk. semoga kita diberi petunjukkan pd jl yg lurus. aamin

    BalasHapus
  31. Dasar Hukum "Istighotsah"
    Dialog Allah SWT dan Malaikat tentang Orang-Orang yang Berdzikir dan Berdoa
    Suatu hari, Rasulullah menyampaikan berita kepada sahabat tentang adanya malaikat yang selalu berkeliling di jalan-jalan, berkeliling di muka bumi, untuk mencari orang yang selalu berdzikir, mencari majelis-majelis yang berdzikir. Jika malaikat itu menemukan apa yang dicari, maka dia akan berseru kepada malaikat lainnya, “Kemarilah, inilah hajat kalian!”
    Lalu para malaikat itu mengelilingi kaum yang sedang berdzikir tersebut, ikut duduk bersama mereka, dengan membentangkan sayap-sayap mereka sampai ke atas langit dunia. Jika orang-orang yang berdzikir tadi selesai melakukan dzikirnya, para malaikat naik ke langit. Pada saat itu Rabb bertanya kepada malaikat – dan Dia Lebih Mengetahui – :
    “Apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku?”
    “Mereka bertasbih kepada-Mu, bertakbir, bertahmid, dan mengagungkan-Mu” jawab para
    malaikat.
    “Apakah mereka melihat-Ku?” Allah SWT bertanya lagi.
    Malaikat : “Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu!”
    Allah SWT : “Apa yang mereka minta?”
    Malaikat : “Mereka meminta Surga kepada-Mu.”
    Allah SWT : “Apakah mereka pernah melihatnya?”
    Malaikat : “Tidak wahai Rabb, mereka belum pernah melihatnya!”
    Allah SWT : “Lantas bagaimana jika mereka melihatnya?”
    Malaikat : “Andaikan mereka melihatnya, niscaya mereka akan lebih sangat mendambakannya, lebih sangat menginginkannya, dan lebih senang kepadanya!”

    Allah SWT : “Lalu dari apa mereka meminta perlindungan?”
    Malaikat : “Mereka meminta perlindungan dari Neraka.”
    Allah SWT : “Apakah mereka pernah melihatnya?”
    Malaikat : “Tidak, demi Allah, mereka belum pernah melihatnya.”
    Allah SWT : “Bagaimana seandainya mereka melihatnya?”
    Malaikat : “Seandainya mereka pernah melihatnya, tentu mereka lebih menjauh daripadanya dan lebih takut daripadanya.”

    Lalu Allah SWT berfirman, “Saksikanlah oleh kalian bahwa Aku telah mengampuni untuk mereka.”
    Salah satu dari malaikat pun berkata, “Wahai Rabb, di tengah-tengah mereka ada seseorang yang bukan dari golongan mereka. Orang itu datang untuk suatu kepentingan (bukan untuk berdzikir)!”
    Allah SWT menanggapinya, “Mereka itu adalah kelompok orang yang tidak akan celaka, siapa pun yang ikut duduk dengan mereka!”
    ___
    Maraji’: Hadits Riwayat Bukhari – Muslim. Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. shalawatnya syirik, maaf bahaya, bukan menyelamatkan

      Hapus
  32. Dengan Sholawat Nariyah, sebenarnya kita tidak memohon kepada Rasulullah. Melainkan kepada Allah. Apabila kita mendoakan Rasulullah, maka Rasulullah pun akan mendoakan kita. Doa Rasulullah yang mustajabah itulah yang sebenarnya kita incar. Bukannya kita meminta kepada Rasulullah. Tapi kita meminta agar kita didoakan oleh Rasulullah kepada Allah.

    "Ya Allah berikan rahmat yang langgeng dan kesejahteraan yang sempurna kepada sayyidina Muhammad yang dengannya segala ikatan lepas"

    Itu sebenarnya bermaksud kita memohon kepada Allah dengan perantara Rasulullah. Karena Rasulullah adalah manusia yang paling dekat dengan Allah. Dengan kata lain kita meminta tolong kepada Rasulullah, agar Rasulullah mendoakan kita. Sama halnya dengan anak meminta doa restu kepada ibunya. Contohnya ketika anak akan berangkat ujian. "Doakan aku yan ibu, semoga aku bisa lulus". Seperti itulah gambaran kita memohon bantuan doa kepada Rasulullah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mayat tidak mendengar lihat Fathir 22 di al Quran sana

      Hapus
    2. ya heran mantan kyai kok menterjemahkannya seperti anak TK, betul2 keilmuwan yang dangkal wah kalo begini bahaya menafsiri ayat dan hadits, Nahnu penggemar tahlil tidak memaknainya sebagai minta kepada mayat, dankami menghormati dan mencintai nabi seakan- akan nabi madih hidup bersama2 ditengah umat sehinggs menjiwai semangat beragama kita, jadi bukan berarti secara wujud bicara ato berhubngan dg benda mati, cinta kita kpd nabi gak kan hilang dg wafatnya nabi, ini sangat maklum drasakan orang yang cinta, apa kiyai mahrus gak pernah jatuh cinta kepada Allah, nabi, kerabat dan orang2 terkasih atau mungkin maaf "sakit hati" hingga tertutup hatinya terhdp ahli tahlil, ya mahabbah memang sulid dimengerti, contoh ana saja gak bisa lupa dg kedua orang tua ana yang wafat misalnya saya ziarahi mkammeteka saya salam saya bicara maafkan saya bpk- ibuk, restui saya doakan saya itu ya karena cinta dan hormat dan bakti pd orang tua ana sangat sadar dan ana sangat ingat A llah dan kami tahu betul dan tidak menunggu jawaban orang tua yang sudah dalm kubur tapi hanya ekspresi mahabbah saja, kami tahu gak mungkin orang tuakami akan menjawab dan ana tidak butuh jawaban mendengar kalimat seperti orang yang hidup, waduh masak hal ini harus dijelasin ini soal rasa dan ini tidak bertentangan QURAN, sebab Alloh berfirman bahwa para syuhada dan sholihin walau telah wafat hasadnya tetapi sesungguhnya tetap hidup disisiNya.

      Hapus
    3. Untuk hamsi imanullah
      Arti yang anda katakan itu menyimpang dari makna aslinya

      Hapus
  33. Mudah saja kalau keyakinan dan argumen mantan kyai nu ini benar tentang dzikir dan salawat , matinya beliau pasti khusnul khatimah, tapi kalau keyakinan dan argumennya salah matinya pastinya dimurkai Allah dan meninggalkan kebencian dan permusuhan

    BalasHapus
  34. alim mna sama WALI 9, WALI 9 aja Tawasulan dan Istigosa,,
    klo sampean salahkn WALI 9,kaya nya PAHAM sampean blm bener,,
    NAHDATUL ULAMA itu aliran nya Mengikuti NENE MOYANG (WALI 9),,

    BalasHapus
  35. dalam Al Quran banyak pejelasan hubungan orang yg masih hidup dengan orang yg sudah wafat yang intinya sudah terputus kewajiban orang hidup mendoakan orang wafat agar diampuni dosanya dan diterima amalnya.bukannya minta didoakan orang yg sudah wafat.kalau masih hidup itu betul bisa kita minta didoakan tapi kalau sudah wafat tapi minta didoakan aneh sekali pemahamannya, sama saja menduakan Allah.tolong kalau tadarrus tapi tidak mengerti maksudnya baca juga terjemahan (depag) supaya bisa paham dan jangan memilah-milah coba mulai dari awal hingga akhir (alfatihah-Al Baqarah..........Annas) dan diulang-ulang supaya anda bisa memahami hubungan orang hidup dengan orang mati oke bro

    BalasHapus
  36. Saya ikut nimbrung bahas pernyataan Kang Restoe dan Hamsi Imanullah, tapi kok gak dipublikasikan ya? Katanya (muncul tulisan): akan dipublikasikan setelah disetujui......
    Kemudian lihat bagian paling bawah dari blog ini, ada iklan berita buku baruku. Judulnya sangat provokator sekali.... Kok seperti gak ada kerjaan lain selain membenci, membenci dan membenci (walaupun berdalih kebenaran tapi kalau dilandasi dengan kebencian apa Allah SWT setuju). Kalau mengkajinya seperti itu, maka agama atau aliran apapun di dunia ini tidak ada yang benar.......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Mulyono Wajib
      Jelas sekali, dan tidak samar lagi anda ini ahli bid`ah atau orang yang tidak paham dalil . Amar ma`ruf dg dalil di anggap benci dan yang membiarkan kemungkaran di anggap kasih sayang

      Hapus
  37. saya pernah belajar di kiai dan menemukan di kitab... jika amalan yang pasti diterima meskipun dia tidak ikhlas adalah SHOLAWAT... nah ini kok sholawat dikatakan syirik... ada yang bilang Bid'ah... apa-apa dikatakan Bid'ah... berarti pakai Kemeja, pakai celana, pakai Motor, naik mobil, pakai internet, pakai HP, bangun rumah dari semen, jalan di jalan ber aspal juga dikatakan BID'AH donk??? apalagi naik Pesawat?? itu lebih Bid'ah ya??? Sungguh Bodoh orang-orang yang percaya kalo apa2 yang tidak diajarkan Rasulullah dan Sahabatnya itu dikatakan Bid'ah.

    BalasHapus
  38. Imam Syafi'I pernah berkata: "inilah pendapatku, jika ada pendapat lain yg lebih shahih dan kuat maka saya akan mengikutinya". Ini pendapat ulama besar, mreka menyikapi ibadah berdasarkan dalil terkuat dan shahih, bukan karena hawa nafsu dan taklid buta apalagi tanpa ilmu.

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan