Jumat, Maret 29, 2013

Pakar hadis malah musyrik



جُهُودُ عُلَمَاءِ الْحَنَفِيَّةِ فِي إِبْطَالِ عَقَائِدِ القُبُوْرِيَّةِ —( ج 3 / ص 1254 )
هَذَا الْجَوَابُ فِي غَايَةٍ مِنْ الدِّقَّةِ وَالتَّحْقِيقِ وَالْإِتْقَانِ ، فَقَدْ رَأَّيْتُ كَثِيرًا مِمَّنْ لُقِّبَ بِشَيْخِ الْقُرْآنِ ، وَشَيْخِ الْحَديثِ ، وَجَامِعِ الْمَعْقُولِ وَالْمَنْقُولِ ، وَمِنْ لَهُ اِطِّلاعٌ وَاسِعٌ عَلَى الْمَنْطِقِ وَالْفَلْسَفَةِ وَعِلْمِ الْكَلاَمِ ، وَمَنَّ لَهُ خِبْرَةٌ تَامَّةٌ عَلَى دَقائِقِ ' عِلْمِ الْفِقْهِ ' وَالْأُصولِ — مِنْ ' أعْظَمِ النَّاسِ ' إِشْراكًا بِاللهِ ، وَاِسْتِغاثَةَ بِالْأمواتِ عِنْدَ الْكُرْبَاتِ ، وَذَلِكَ جَرْيًا مِنْهُمْ عَلَى عَادَاتٍ وَعَوَائِدَ وَتَقاليدَ عَاشُوا عَلَيهَا ، فَصَارُوا مَعَ عُلُومِهُمْ الْوَاسِعَةِ ، كَالْْعوامِ الطَّغامِ * وَأَضَلُّ مِنْ الْأَنْعامِ *
Jawaban ini sangat akurat dengan   investigasi dan kesempurnaan. Saya telah melihat banyak dari mereka dengan gelar syekh Quran, Sheikh hadis, pakar dalil rasionalis dan dalil naqli,  memiliki pengetahuan yang luas tentang logika, filsafat dan teologi, dan pengalamannya cukup tentang ilmu  fikih dan ushul. Dia  termasuk orang yang paling syirik pada Allah. Minta tolong kepada mayat – mayat  ketika mendapat penderitaan. Hak itu karena  menjaga adat,  pendapatan  dan tradisi yang dia hidup di dalamnya, sehingga mereka dengan ilmu mereka yang luas seperti kebanyakan masarakat awam dan lebih sesat dari pada ternak  [1]

Komentarku ( Mahrus ali): 

  Tepat apa yang di nyatakan oleh Abu Abdillah Syamsuddin bin Muhammad bin Asyraf bin Qaishar al afghani, wafat  1420. pengarang kitab Juhud ulama al hanafiyah yang menyatakan bahwa banyak kalangan orang pakar ilmu kalam, logika, dan falsafah, guru Quran dan hadis malah syirik pada Allah, bahkan paling syirik.  Hal itu karena mereka tidak menggunakan ilmnya tapi berpegangan kepada  budaya lokal, dan tidak berani amar ma`ruf, hawatir dituduh ektrim dll. Ini sama dengan ayat:

ياأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ اْلأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.  Tobat 34
Di ayat lain, Allah berfirman:
وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. Baqarah 146


[1] Juhud ulama il hanafiyah 1254/3
Artikel Terkait

2 komentar:

  1. insyaf bro... anda sudah menuduh para ulama sebagai penyeru kepada kemusyrikan...ditambah lagi ayat yang anda jadikan argumen itu keliru dan fatal... ayat yang ditujukan kepada ahlul kitab dan orang kafir malah anda kalungkan kepada orang2 islam..

    BalasHapus
  2. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَرَاهُمْ شِرَارَ خَلْقِ اللَّهِ وَقَالَ إِنَّهُمْ انْطَلَقُوا إِلَى آيَاتٍ نَزَلَتْ فِي الْكُفَّارِ فَجَعَلُوهَا عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
    Ibnu Umar memandang khowarij manusia terjelek, lalu berkata : Mereka menggunakan ayat – ayat Allah untuk kaum kafiri , lalu di gunakan untuk kaum mukminin .

    Sepengetahuan kami hanya Imam Bukhari yang memuat perkataan Ibnu Umar tsb dari kalangan penyusun kutubut tis`ah . Dan tiada kitab di luar kutubut tis`ah yang mencantumkannya kecuali kitab Taghliqut taghliq dan tahdzibul atsar .jadi ia nyeleneh . Sanadnya sbb :
    وَقَالَ أَبُو جَعْفَر الطَّبَرِيّ فِي كتاب تَهْذِيب الْآثَار لَهُ ثَنَا يُونُس ثَنَا ابْن وهب أَخْبرنِي عَمْرو بن الْحَارِث أَن بكيرا حَدثهُ أَنه سَأَلَ نَافِعًا
    Abu Ja`far atthobari dalam kitab tahdzibul atsar menyatakan : Bercerita kepada kami Yunus , lalu berkata : Bercerita kepada kami ibn Wahab , lalu berkata : Bercerita kepada kami Amar bin Al Harits sesungguhnya Bukair bercerita kepadanya bahwa dia tanya kepada Nafi` ………………… [Taghliqut ta`liq 259 /5]

    Jadi kalimat tsb dari Ibnu Umar menurut kami adalah gharib sekali , karena perawi bernama Amar bin Al Harits suka meriwayatkan hadis – hadis nyeleneh dan ini salah satunya . Dan saya tidak mengetahui kecuali dari jalur itu . Cari riwayat pendukungnya kami tidak menjumpainya dan Imam Bukhari sendiri meriwayatkannya tanpa sanad .


    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan