1425 - " إِذَا وَلِيَ
أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُحْسِنْ كَفْنَهُ ، فَإِنَّهُمْ يُبْعَثُوْنَ فيِ أَكْفَانِهِمْ
وَ يَتَزَاوَرُوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ
Bila seseorang di antaramu mendapat kekuasaan untuk merawat jenazah
saudaranya hendaklah memberinya kafan
yang baik. Sesungguhnya mereka di
bangkitkan dalam kain kafan mereka dan
saling berziarah di dalam kuburan
mereka.
Al albani menyatakan: Hadis tsb
diriwayatkan oleh Al Khathib dalam kitab Attarikh 80/9
dari jalur Said bin Salam Al Atthar yang berkata: Bercerita kepada kami Abu
Maisarah dari Qatadah dari Anas ra ………………..
Saya katakan: Ini adalah sanad yang rusak. Said bin Salam di
nyatakan pembohong oleh Ibnu Numair.
Bukhari berkata: Dia pemalsu hadis.
Abu Maisarah sebaagi perawi hadis tsb tidak dikenal.
Ibnul Jauzi mencantumkan hadis tsb dalam kitab kumpulan hadis palsu.
Dalam kitab Tadzkirotul maudhu`at di katakan, hadis orang – orang yang mati saling
berkunjung adalah lemah karena ada
perawi pendusta[1]
Hadis tsb juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah tapi lemah karena ada
perawi bernama Sulaiman bin Arqam, menurut Daroquthni, Abu Dawud dan Nasai, dia perawi yang di tinggalkan hadisnya.
Ia juga diriwayatkan oleh Anas, tapi terdapat perawi bernama Sa`dun bin Salam.
Imam Ahmad dan Muhammad bin Abdillah bin Numair menyatakan: Dia ( Sa`dun bin salam )
pendusta
Imam Bukhari berkata: Dia pemalsu hadis.
Daroquthni bilang: Dia sering meriwayatkan hadis – hadis lemah
Hadis tersebut menyatakan bahwa mayat itu akan bangkit dengan kain
kafannya bertentangan dengan hadis sahih sbb:
Rasulullah SAW berhutbah lalu
bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ
مَحْشُورُونَ إِلَى اللهِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً ثُمَّ قَالَ ( كَمَا بَدَأْنَا
أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ ) إِلَى
آخِرِ الْآيَةِ ثُمَّ قَالَ أَلاَ وَإِنَّ أَوَّلَ الْخَلاَئِقِ يُكْسَى يَوْمَ
الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيمُ
Wahai manusia ! Sesungguhnya
kamu akan di giring kepada Allah dalamkeadaan
tidak beralas kaki, telanjang dan
belum sunat, lalu beliau membaca ayat
Allah:
كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ
نُعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ
Sebagaimana kami
menciptakan semula, kami
yang akan membangkitkan lagi.begitulah janji Kami dan Kamilah yang melakukannya.[2]
Bagaimanakah mereka saling
berziarah, Pada hal di kuburan mereka
tidur dan tidak mengerti ketika kiamat
datang lalu di bangunkan
sebagaimana ayat:
وَنُفِخَ
فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ اْلأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ قَالُوا
يَاوَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ
وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ إِنْ
كَانَتْ إِلاَّ صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ
Dan
ditiuplah sangkakala, tiba-tiba mereka
ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.Mereka
berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari
tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha
Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). Cukup satu teriakan, tiba-tiba mereka
semua dikumpulkan kepada Kami.[3]
Artikel Terkait
hadis lemah
- Hadis lemah dari grup pakar ahli hadis
- Jawabanku untuk Ust Husni
- Hadis yg tafarrud adalah cacat
- Fanatik ke Imam Bukhari sebagaimana ahli fikih ke Imam Syafii adalah bahaya sekali
- Mengkompromikan ayat yg bertentangan dengan hadis jalan yg keliru
- Kisah pedét ajaib
- Prof Dr Muhibbin: Hadis Palsu dan Lemah dalam Sahih Bukhari
- Hadis - hadis lemah. Kajianku ke 61
- Tetangga empat puluh rumah
- Hadis - hadis lemah. Kajianku ke 60
- Hadis - hadis lemah - kajianku ke 59
- Hadis lemah ke 58
- Kelemahan hadis amal perbuatan terserah niatnya
- Hadis lemah ke 57
- Hadis lemah ke 56
- Hadis lemah ke 55
- Hadis lemah ke 55
- Hadis lemah ke 54
- Keturunan Rasul
- Hadis lemah dipegang atau dibuang
- Hadis lemah ke 53
- Hadis lemah ke 53
- Hadis populer tapi lemah ke 52
- Hadis - hadis populer tapi lemah ke 51
- hadis - hadis populer tapi lemah ke 50
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan