Sabtu, Mei 05, 2012

Kekeliruan tarhim sebelum Subuh.


Sekilas tentang Shalawat Tarhim
Menurut investigasi Mr. Google, shalawat ini pertama kali dipopulerkan di Indonesia melalui Radio Yasmara (Yayasan Masjid Rahmat), Surabaya pada akhir tahun 1960′an. Penciptanya adalah Shaykh Mahmoud Khalil Al Hussary, ketua Jam’iyyatul Qurro’ di Kairo, Mesir. Bagaimana asal mula ceritanya shalawat tarhim ini akhirnya bisa sampai ke musholla di dekat rumah saya? Menurut Cak Nun Syaikh Al Hussary pernah berkunjung ke Indonesiamisi belum diketahui, mungkin dalam rangka study tour—dan beliau ‘dibajak’ di Lokananta, Solo untuk rekaman shalawat tarhim ini. Demikian sekilas info
Syaikh Mahmoud Al-Hussary (1917-1980, محمود خليل الحصري) adalah ulama lulusan Universitas Al-Azhar dan merupakan salah satu Qâri’  (pembaca Quran) paling ternama di jamannya, sampai-sampai ia digelari Shaykh al-Maqâri (sing ahli qiroah). Syaikh Al-Hussary dikenal karena kepiawaiannya dalam membaca Qur’an secara tartîl. Ia mengatakan bahwa membaca Qur’an bukan semata-mata tentang irama (lagu) atau seni bacaannya, yang paling penting adalah tartîl: memahami bacaan Qur’an dengan baik dan benar, yaitu melalui studi kebahasaan (linguistik) dan dialek Arab kuno, serta penguasaan teknik pelafalan huruf maupun kata-perkata dalam Quran. Dengan begitu bisa dicapai tingkat kemurnian (keaslian makna) yang tinggi dalam membaca Al-Qur’an.
Pantes saja setiap kali dengar shalawat tarhim bawaannya pengen meweks mulu.. jadi ingat kezuhudan, kemurah hatian dan kemuliaan akhlak Nabi (T__T). Menurut saya shalawat tarhim adalah salah satu karya terbaik Syaikh Hussary, buktinya sampai sekarang masih eksis diputar di masjid-masjid dan musholla di pelosok Indonesia. Shalawat ini selalu berhasil mengingatkan saya bahwa tak berguna sama sekali yang namanya sombong, riya’ dan kekayaan duniawi jika dibandingkan dengan keteguhan iman serta keikhlasan hati dalam mentaati perintah Nya (memang tak mudah, tapi harus diniatkan dan diupayakan sekuat tenaga). Cak Nun pernah membahas secara khusus tentang shalawat tarhim ini dalam sebuah pengajian, beliau juga mbrebes mili waktu membacakannya (bisa dilihat di sini).
Video qiraah Syaikh Al-Hussary di Masjid Namirah, Mekkah (1958)
Bagi saya shalawat tarhim karya Syaikh Al-Hussary memang khas, sangat berkesan dan enak sekali didengar. Khas karena shalawat ini identik dengan suasana subuh, dan (mungkin) hanya populer di Indonesia; berkesan karena mengingatkan saya kepada beberapa hal:
  • Surau (langgar) di depan rumah lama saya, namanya “Darussalam”. Di surau ini saya mulai belajar membaca Al-Qur’an dan Tajwid.
  • Bulan Puasa (Ramadhan), terutama saat makan sahur. “Poro bapak poro ibu monggo enggal-enggal sahur sakmeniko imsak kirang 10 jam” :D
  • Nenek saya yang dulu sering membangunkan saya (waktu masih kecil) untuk sholat subuh berjamaah di surau depan rumah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya serta memberinya tempat yang lapang di sisiNya. Amiin.
  • Kisah hidup dan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad saw. Shalawat tarhim ini berisi pujian kepada Nabi, lirik dan irama bacaannya sangat indah dan menyentuh hati.

 Lirik shalawat tarhim:
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ imâmal mujâhidîn yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral hudâ yâ khayra khalqillâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral haqqi yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu
Wa taqaddamta lish-shalâti fashallâ kulu man fis-samâi wa antal imâmu
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman wa sai’tan nidâ ‘alaykas salâm
Yâ karîmal akhlâq yâ Rasûlallâh
Shallallâhu ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ashhâbika ajma’în
(untuk teks Arabnya bisa dilihat di sini):
Arti (terjemahan) shalawat tarhim:
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
Duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
Duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik
Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu
Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi
Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur
Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu dan engkau menjadi imam
Engkau diberangkatkan ke Sitratul Muntaha karena kemuliaanmu
Dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu
Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah
Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.
(file mp3 shalawat tarhim bisa didownload di sini):
Kesimpulan:
Shalawat tarhim ini enak didengarkan kapan saja, menurut saya yang paling enak pas malam hari atau menjelang subuh. Manfaat yang didapat dari mendengar shalawat tarhim, selain membangkitkan keterikatan emosional antara diri kita dengan Nabi saw, menenangkan pikiran yang jenuh dan hati yang kalut, juga bisa sebagai tombo kangen keluarga di rumah (di desa, kampung) dan orang-orang tercinta yang sudah tiada.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Tentang tarhim sendiri yang di lakukan ketika akan adzan Subuh itu kebidahan yang nyata, bukan tuntunan yang berdalil, Rasul, para sahabat dan ulama salaf tidak menjalankannya. Ia hanya di lakukan kalangan ahli bid`ah yang anti tuntunan, suka menyelisihi tuntunan, senang kebid`ahan dan tidak mau dengan tuntunan yang asli., karena itu , tarhim di Mekkah maupun Medinah tidak ada, mulai zaman Nabi Muhammad sampai sekarang. Ahli bid`ah tidak mau melakukan adzan pertama Subuh yang cocok dengan tuntunan, tapi buang tuntunan untuk mengambil kebid`ahan tarhim, syair tanpa weton dll.
 Tentang  Rasul menjadi imam dan para malaikat yang menjadi makmum ini perlu dalil dan saya tidak menjumpai dalilnya. Insya Allah ini kekeliruan tarhim yang nyata bukan kebenarannya yang samar.



Artikel Terkait

65 komentar:

  1. Assalamu Alaikum
    shalawat ini betul2 membumi di indonesia,sangat jelas ke bid'ahanya,aku pikir cuma ada di sulsel ternyata ada juga di jawa sana

    BalasHapus
  2. Kenapa anda pakai blog ini???ini adalah bid'ah bung!! , nabi dalam berdakwah tidak pakai blog!!lebih baik mulai sekarang anda buang seluruh alat transportasi dan berganti menjadi onta??. Saya bukan Jil, namun saya juga tidak setuju dengan cara seperti pembidahan seperti ini.
    Apa yang anda lakukan banyak sekali bid'ahnya jadi lebih baik mengkoreksi diri anda sendiri jauh lebih baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. ha... 3x, woles bro, gak usah sewot. boleh dong beda pendapat. kalau gak sependapat bikin blog tandingan aja.

      Hapus
  3. Untuk blogku
    Masalah sarana itu bukan bid`ah buang, bedakan antara sarana dan ibadah atau sariat> belajarlah ke guru ahlus sunnah, jangan ke murid ahli bid`ah
    Bacalah lagi disini:
    MANTAN KYAI NU: Internet dan laptop bid`ah menurut orang bodoh
    25 Jul 2011

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Ust, Tahrim yg diputarkan itu kan di ciptakan oleh Syech Kholil Al Hussary..............apa hubunganbya dg zaman nabi. Dan ini kan bukan ibadah.....sy heran dg orang yg mengatakan semua yg tidak ada pada zaman nabi itu bid'ah, Sekarang semua orang pakai hp, ahli bid'ah pun memakainya.......banyak lagi yg lain2........

      Hapus
    2. sepengetahuan ane.. Bid'ah itu hanya untuk ibadah mahdhoh.. seperti sholawat apakah itu masuk ibadah mahdhoh? jadiii ga masalah asal tidak melanggar ibadah mahdhoh atau ibadah wajib :D

      Hapus
  4. "seakan-akan mereka itu pernah hidup pada zamannya Rasulallah saw. atau zamannya para sahabat beliau saw. sehingga menyaksikan dengan mata kepala sendiri amalan-amalan yang diamalkan oleh Nabi saw. dan para sahabat beliau Rasulullah, bahwa Allah swt. berfirman: “Apa saja yang didatangkan oleh Rasul kepadamu, maka ambillah dia dan apa saja yang kamu dilarang daripadanya, maka berhentilah (mengamalkannya)”. (QS. Al-Hasyr : 7). Dalam ayat ini tidak dikatakan: ‘Dan apa saja yang tidak pernah di kerjakannya (oleh Rasulallah), maka berhentilah (mengerjakannya)’.

    Begitu juga hadits Rasulallah saw.: “Jika aku menyuruhmu melakukan sesuatu, maka lakukanlah semampumu dan jika aku melarangmu melakukan sesuatu, maka jauhilah dia”! (HR.Bukhari). Dalam hadits ini Rasulallah saw. tidak bersabda; ’Apabila sesuatu itu tidak pernah aku kerjakan, maka jauhilah dia’.

    Dengan demikian memahami makna ayat dan hadits yang terakhir diatas itu, kita bisa mengambil kesimpulan: Dalil untuk mengharamkan sesuatu perbuat- an haruslah menggunakan nash yang jelas, baik itu dari Al-Qur’an mau pun Hadits yang melarang dan mengingkari perbuatan tersebut. Jadi bukan seenak nya menurut pemikirannya sebagian orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagi kita yang hidup di akhir zaman jelas tidak melihat (dgn mata) apa yang dikerjakan oleh Rasulullah, tapi kita bisa melihatnya (melalui riwayat dalam sabda beliau).
      kalau ada yang di contoh kan oleh Rasulullah mengapa ditinggalkan dan justru mengerjakan sesuatu yang tidak tuntunan.

      Hapus
    2. Apa yang di sampaikan fashier putih sudah benar ..Apa yang di perintahkan Rasul kerjakanlah dan apa yang di larang Rasul tinggalkanlah ". Jadi kita harus bijaksana ,boleh tidak suka tapi jangan membenci.Karena tidak terdapat satu Hadist-pun yang melarang umat Islam ber-tarhim , baik malam hari atau ,menjelang subuh.

      Hapus
  5. Untuk Fashier Puteh
    Pemahaman yang anda katakan itu pemahamanmu sendiri,tanpa ada landasannya. Karena itu, ulama dari lalangan sahabat sampai tabiin dan di kitab - kitab tidak ada yang memiliki pemahaman seperti itu. Itu pemahaman yang bid`ah sekali dalam ajaran agama.

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum ust mahrus ali,afwan sebelumnya,terusterang di tempat ana di sum sel,tepatnya dikota pagar alam, masih banyak sekali yg melakukannya,padahal ana uda mengingatkannya,seperti yg ust tadi katakan mereka hanya mengatakan tanpa landasan,memahami dengan pemahaman mereka,tidak mau merujuk kepada pemahaman shalafushalih,sedemikian rupa mereka mempertahankan kebid'ahan mereka..semoga Allah tabaroka wata'ala sll memberikan hidayah....
    untuk ustadz mahrus ali teruslah bersemangat untuk selalu berbagi ilmu dan pengetahuan ...
    barokallahu fik...

    BalasHapus
  7. menurut pendapatku amalkan apa yang kita yakini benar dan pas, yang yakin sepaham dengan kyai mahrus ali ya amalkan saja, yang sepaham dengan pendapat pada umumnya ya amalkan saja menurut keyakinan kalian. Toh nanti hakimnya Allah sendiri, mana yang yang diterima dan mana yang ditolak, atau diterima dua-duanya. Lana a`maluna wa lakum a`malakum. Tetapi lebih hati2 itu lebih baik daripada yang ngawur dan menuruti nafsu tanpa tuntunan atau menuruti prasangka belaka. Sekian

    BalasHapus
  8. bid'ah itu berlaku untuk ibadah mahdhoh dan aqidah.
    kalau antum membahas tarhim itu bid'ah ya bukan; orang tarhim bukan termasuk ibadah mahdhoh.
    jangan jangan antum gak pernah dengar syair; ngarang syair;
    saya malah kyaiinsyaf bukan mantan kyai NU ;-D

    BalasHapus
  9. UNtuk Mahasin
    Menurutmu , syairan sebelum salat, tarhim, atau syairan sesudahnya tidak termasuk bid`ah, tapi sunnah. Ini yang tidak di katakan oleh seluruh ulama ahlus sunnah kecuali kamu.

    BalasHapus
  10. Bid'ah itu apa sih artinya ?
    Kalo Ahli Bid'ah apa juga artinya ?

    BalasHapus
  11. tarhim adl bid'ah hasanah(yg baik),, & sgt brmnfaat bagi kaum muslim,, rosululoh mmbolehkn selama itu adk bid'ah yag baik,, jadi tetap lanjutkan tradisi tarhim ini......!!!

    BalasHapus
  12. tarhim adl trmsuk bid'ah hasanah(baik), & sgt brmnfaat bgi kaum muslim,.. rosululloh membolehkan slma itu adl bid'ah yag baik,, jdi tetap lanjutkan tradisi tarhim ini...!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. benarkah Rasululloh saw membolehkan bid'ah selama itu hasanah/baik?
      Perasaan baru dengar ada dalil sperti itu.
      Waduh siapa yg ngeluarin dalilnya ya?

      Hapus
    2. "Rasulullah SAW membolehkan selama bid'ah yg baik?"
      baru dengar ada dalil sperti itu, nggak salah tuh?
      Awas hati2 berdusta atas nama Rasulullah SAW sama saja mengambil tempat duduk dlm neraka, Naudzubillah.

      Hapus
    3. Nur Chafid Zaenuri :
      " Barang siapa membuat satu perkara baru yang buruk dalam agamaku , dan dia tidak bersumber dari yang dua ( Qur'an dan hadist ) maka dia mendapatkan dosa'a dan dosa-dosa mereka yang melakukan sesudah'a tanpa berkurang sedikitpun. Dan barang siapa yang membuat satu perkara yang baik dalam agamaku dan dia bersumber dari yang dua, maka dia memperoleh pahala'a dan pahala orang-orang yang melakukan sesudah'a, tanpa di kurangi sedikitpun. ( Sumber :Agar lebih mengerti anda cari tahu sendiri ea )

      Hapus
    4. Nur Chafid Zaenuri :

      " Barang siapa yang membuat perkara baru ( buruk ) dalam agamaku ini dan dia tidak bersumber dari yang dua ( Qur'an & Hadist ) maka dia memperoleh doisa'a dan dosa2 orang yang melakukan sesudah'a tanpa di kurangi sedikitpun. Dan Barang siapa yang membuat perkara baru ( Baik ) dalam agamaku ini , dan dia bersumber dari yang dua ( Qur'an & Hadist ) maka dia memperoleh pahala'a dan pahala orang2 yang melakukan sesudah'a,tanpa di kurangi sedikitpun " Sumber'a bisa anda cari sendiri agar anda lebih cerdas dan lebih arif Lagi. Ada banyak contoh Bid'ah hasanah yang di lakukan para sahabat dan ulama sesudah'a. Bahkan ada Bid'ah yg di lakukan langsung sahabat di dekat Rasul ,tapi rasul tidak menegur'a ,malah mengatakan " Sungguh aku melihat 30 malaikat berebut menulis pahala'a )

      Hapus
  13. UNtuk ponpes manbaul hikmah
    Bacalah dalam bab: Tiada bid`ah hasanah

    BalasHapus
  14. kullu bid'atin dholalah artinya semua bid'ah itu sesat. senada dengan
    kullu nafsin dzaaiqotul maut artinya semua yg bernafas/bernyawa pasti mati. trus mana dalil dari Rosulullah yg membagi bid'ah???
    kalau kamu sekalian berselisih dalam urusan agama maka kembalilah kepada ALLAh (Al-Qur'an) dan ROSUL (AsSunnah)

    BalasHapus
  15. kullu bid'atin dholalah = semua bid'ah itu sesat. senada dengan
    kullu nafsin dzaaiqotul maut = semua yg bernafas/bernyawa pasti mati.
    mana dalil dari Rosul yg membagi bid'ah jadi beberapa???
    kalau kamu berselisih tentang urusan agama maka kembalikan kepada Al-Qur'an dan AsSunnah.

    BalasHapus
  16. bidah menurut pembagiannya sendiri itu ada dua
    yang pertama bidah hasanah yang kedua bidah dholalah,,jadi no problem baca tarhim itu memang bidah tapi bidah hasanah,, yang di maksud hadis kullu bid'atin dholalah adalah menambah nambahkan hukum atau cara ibadah yang memang dalam ibadah tersebut sudah paten seperti sholat, rukunnya ditambah , wajibnya ditambah itu yang disebut hadist tersubut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bid`ah hasanah itu tidak ada, klik disini:
      http://mantankyainu.blogspot.com/2013/01/tiada-bidah-hasanah.html
      http://mantankyainu.blogspot.com/2013/02/tiada-bidah-hasanah.html
      http://mantankyainu.blogspot.com/2013/02/tiada-bidah-hasanah-ke-2.html

      Hapus
  17. titik dan harakah dalam qur'an bidah juga.???
    qiraat dalam quran bid ah juga.???
    pembangunan mekkah jadi megapolitan dan penghapusan tempat historis islam ga bidah.????
    halaqah pengajian di mesjid nabawi bukan bid ah.???
    qasidah di kubur nabi bid ah ???

    NT kapan jadi kiyai ??? kok ada kiyai mantan?? kaya pejabat......cuma ulama pemerintah saudi doang yg begitu, ulama alazhar, yaman, pakistan, india , indonesia, dan lainnya termasuk ulama2 mekkah dan madinah yg bukan antek pemerintah saudi ga ada yang mantan........... ntar lanjut mantan guru ane, mantan orang tua ana,...mantan?????

    BalasHapus
  18. Kebanyakan yang kamu sebutkan itu bukan sariat, jadi tidak ada bid`ah disitu. Kamu ternyata bukan ahlinya dan belum ngerti tentang bid`ah atau sunnah. Belajarlah yang sungguh.
    Bila saya bukan mantan kiyai nu dan buku, blog saya sudah dikenal, sudah tentu pengurus NU di kampung saya akan marah pada saya. Buktinya tidak ada yang marah dan mereka menyadari tentang hal itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. maka andalah mantan kyai nu yang keras kepala, ngeyel sok tau bid'ah hadits sunnah. sampai2 orang terdekatmu tidak ada yang menegurmu.......
      apalagi orang2 NU gak mau mereka menegurmu, orang NU cinta damai asal tidak melanggar syariat tidak masalah.........
      nyatanya kerukunan pada islam NU tetap terjaga. Dzikir, Istighotsah, Sholawatan.......
      NU bukan hanya bisa berdakwah saja tetapi mengajarkan bagaimana mencari ketenangan hati dalam dunia dan akhirat....

      Hapus
    2. Jangan berdusta, pergilah ke kampung saya, tanyakan sendiri kepada penduduk ditempat saya. Ingat ayat ini:
      Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, 70 Ahzab

      Hapus
    3. Anu tan yai NU,, mau nanya apa yang dulu2 car2 yang dilakukan oleh para Wali Allah itu juga bid'ah dalam meng Islamkan hampir seluruh penduduk Indonesia tentunya termasuk njenengan pastinya..., tapi bukanya beliau - beliau itu merupakan kumpulan orang yang zuhud dan pastinya beliau (para Wali Allah) orang pilihan yang mendapat karomah dari Allah langsung. Kenapa untuk urusan seperti Shalawat Tarhim terlalu heboh, dan seolah - olah ilmu njenengan lebih hebat dari yang membuat Shalawat Tarhim dan para Wali Allah..., ngapunten yai, cuman iseng berhadiah

      Hapus
    4. mengamalkan sesuatu syariat jangan melihat apa yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu sebab itu bukan sumber hukum, tapi harus berpedoman pada quran dan sunnah.

      Hapus
  19. INNALLADZIINA FATANUUL MU'MINIINA WAL MU'MINAATI TSUMMA LAM YATUUBU FALAHUM ADZAABU JAHANNAMA WA LAHUM ADZAABUL HARIIQ...
    puas-puas lah kalian fitnah...
    apa itu fitnah..?
    belajar dulu tentang fitnah...
    Yang mensyi'arkan Sholawat Tarhim masuk neraka..? Jangan pake jubah Hakim... kalo ente bukan Hakim... Tiada Hakim dalam masalah ini kecuali Allah...

    BalasHapus
  20. Please jangan saling memfitnah saling menyalahkan, pantas kita umat islam gampang diadu domba dan dianggap remeh umat lain.
    semua hal yang bersifat syiar Islam selama dengan cara yang baik tentu akan membawa kebaikan dan citra yang baik bagi agama ini.
    kalau tarhim subuh ini dianggap bid'ah yg buruk dan membawa orang yang mensyiarkan ke neraka, maka wali songo yang mensyiarkan islam di jawa dan juga seluruh penganut islam di jawa kelak akan ke neraka juga donk, begitu?

    BalasHapus
  21. Please jangan saling memfitnah dan menyalahkan, pantas kita umat islam gampang diadu domba dan di remehkan umat lain karena selalu bertengkar di dalam kita sendiri, ini melemahkan.
    segala bentuk kegiatan syiar yang dilakukan dengan cara yang baik, apalagi shalawat kepada nabi atau juga pengagungan kepada Allah SWT insya Allah akan membawa kebaikan dan citra yg baik bagi agama ini, sehingga umat lain akan lebih hormat dan menghargai islam dan bahkan tertarik untuk mempelajarinya sampai memeluknya juga sebagai dienul haq bagi hidupnya.
    Please jangan berpikiran sempit brothers. kita harus solid dan jangan mempersoalkan dan membuat polemik. sebaiknya kita cek diri kita masing2 sudah seberapa disiplin shalat fardhu kita terutama subuh, dan sunnah2 yang jelas2 seperti shalat tahajjud, rawatib, puasa sunnnah senin kamis, puasa daud, seberapa banyak kita sudah dan mau berkorban tenaga, pikiran dan harta kita untuk syiar dan kejayaan agama ini ???
    Kalau shalawat tarhim dianggap bidah dan membawa yg menyiarkan ke neraka, tentu walisongo dengan dakwah dan syiar nya yg memadukan unsur jawa (wayang,gamelan, dll) sampai buya Hamka juga mungkin akan ke neraka juga donk?
    coba di renungkan dengan hati dan fikiran yang tenang dan tidak emosional .......apakah kita hakimnya bagi mereka ituatau Allah azza wa jalla ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita dalam rangka amar ma`ruf dan nahi munkar, apakah kita diam terhadap kemungkaran? lalu masarakat akan sesat. Dan anda harus tahu, tarhim itu pertama kali dilakukan dan dikumandangkan oleh radio Yasmara bukan wali songo

      Hapus
  22. Mohon jangan saling memfitnah, mengejek dan saling menyalahkan....umat islam harus Solid

    BalasHapus
    Balasan
    1. KIta hanya ingin menunjukkan kesalahan bukan membiarkannya laliu di ganti yang lebih baik untuk kemaslahatan umat didunia sampai di akhirat

      Hapus
  23. yang namanya syiar agama itu dilihat tempat dan situasinya, ibarat kita mau memegang sapi, supaya sapi itu mendekat ya bagaimana caranya. kita liat dulu apa kesukaan sapi, kasih rumput yang hijau maka akan mendekatlah ia. kalu ditempat mantan kiai NU itu masyarakatnya tidak suka Tarkiman ya jangan dipaksakan, sementara ada sebagian besar masyarakat Indonesia yang cinta akan Nabinya dan mengalirlah ikatan bathin bila mendengar Sholawat Tarkim ini dan timbullah ghiroh yang kuat untuk meneladani Nabinya, bangkitlah semangat segera berjama'ah ke mesjid, itu malah lebih bagus. mekaten menurut pemanggih kawulo tiyang bodo niki menggah petunjuk saking Kiai kulo. matur nuwun

    BalasHapus
  24. kalaulah internet dan laptop adalah sarana yg baik untuk dakwah, pastilah salafus soleh telah mendahuluinya

    itu saja dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaimana mereka mendahului untuk memakai internet dan laptop, sedang internet dan laptop nya baru ada di zaman akhir ini

      Hapus
  25. tarhim tidaklah kliru,
    hanya orng yg kurng ilmu saja yg mengatakan kliru.
    itu saja.

    ===================
    tidaklah postinagn di atas di buat, kecuali rasa kebencian yg mengtasnamkana kebenaran.

    sebab.
    tidak ada kebenaran, yg di tulis dg kebencian. kepada sesuatu yg telah besar..


    ==================
    agama seseorang akan di katakan baik jika bisa menunjukkan moral baiknya dan penghargaanny kepada yg lain.

    apabila wahabi. menyerang dg cacian, maka mau atau tidak, keburukan semuanya akan kembali kepada wahabi, dan tentu saja akibat coretan si mahrus pengikut wahabi yg pandai bicara tp tanpa ilmu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUkan benci tapi saya kasih sayang kepada umat agar tidak berbuat kebid`ahan seperti itu. Kita mau mengingatkan itu sudah termasuk bermoral yang baik, tapi yang diam saja kepada kemungkaran dan dia mengerti, itulah yang bermoral jelek. Nah kalau kamu berilmu tolong tunjukkan mana yang keliru

      Hapus
  26. Buat saya bid'ah atau tidak bid'ah, selama yang dikumandangkan itu menyentuh ke bathin saya dan saya pingin bersegera mendekat kepada sang KHOLIQ...adalah sesuatu yang sangat tidak ternilai harganya. Ya ALLAH ampunilah semua yang berselisih paham tentang Sholawat Tarhim ini , karena semuanya masih saudara saya yang seiman dan seagama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belajarlah lagi, pemahaman anda ini hanya akal akalan tanpa dalil dari Quran atau hadis, sangat keliru bukan agak benar, mirip dengan pemahaman sufi, kelnik

      Hapus
  27. Subahnallah wahai saudaraku Seberapa besar manfaatnya anda tetap bersikukuh klo itu "bidah"....sebera besar manfaatnya kalau anda menyebut diri anda Mantan Kiyai NU....bukankan itu bidah yang menimbulkan fitnah dan bukan merupakan Ahlaq Rasul....AstagfiruAllah...Sholawat (dalam bentuk apapun) memang hanya akan menyentuh hati orang-orang mencintai dan di cintai Oleh Rasul SAW.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebenaran itu yang cocok dengan dalil, sekalipun hati merasa tidak suka seperti perintah perang, hati sakit, tapi harus di taati. Jangan seperti pendeta yang bersemedi, hati nya gembira, ayem, tentrem, tapi sesat

      Hapus
  28. tak ada yang salah dengan posting Mantan kiyai NU tentang shalawat tahrim. Ini bagian dari kebebasan berpendapat. Jika sekiranya bertentangan dengan pendapat seseorang atau golongan bukan berarti pendapat Mantan kiyai NU pasti salah. Apa yang disampaikan oleh Mantau kiyai NU bagian dari upaya memberikan perbandingan bagi orang-orang yang ingin mencari kebenaran.
    Bagi yang tidak sepaham silahkan dijawab dengan dalil yang menguatkan paham anda, bukan dengan perkataan tidak simpatik dan jauh dari pencerahan.
    Bagi siapa saja yang mencari kebenaran silahkan pergunakan pikiran jernih anda ketika berhadapan dengan perbedaan pendapat. Segala sesuatu yang bersumber dari quran dan sunnah pasti benar, begitu sebaliknya.
    Keselamatan anda diakhirat kelak ada ditangan anda sendiri, sebab anda hanya akan memperolah ganjaran atas amalan yang anda kerjakan dan akan disiksa atas dosa yang anda perbuat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. anda paham berapa ayat di al quran, berapa hadist ...........karena itu syarat anda untuk untuk mengklaim anda yang paling benar...........

      Hapus
  29. Assalamu alaikum wr wb
    saya cuma ingin bertanya, jika Rasulullah bersabda ..setiap bid'ah adalah sesat, lalu ada bid'ah hasanah berarti sesat hasanah. Sesat menurut Rasulullah itu apa artinya ? kalau sesat itu mengartikan keburukan, kenapa harus ada keburukan yang baik ? jadi bingung saya, Rasulullah itu kan maksum (terpelihara dari kesalahan), tidak mungkin sabdanya mempunyai dua arti dan tidak tegas. Jika sesat itu keluar dari jalan yang lurus, kenapa harus dicari2 jalan yang tidak lurus itu dan mengerjakannya terus menerus ? kenapa tidak ditinggalkan saja, sunnah (yang diajarkan Rasulullah itu kan banyak sekali, dari kita bangun tidur, sampai kita mau tidur lagi, sampai mau buang air kecil pun ada summah nya, harusnya bid'ah itu sudah tidak ada ruang,
    Wassalamu alaikum

    BalasHapus
  30. Sholawat Tarkhim salah satu penyambung penyejuk hati PRIBADI saya sendiri utk mencintai Rasulullah SAW selain dengan Al-qur'an dan Hadits.
    Mantan kyai NU: Lakum diinukum wal yadiin.

    BalasHapus
  31. Untuk gus ploso: Kebenaran itu bukan yang menyejukkan hati tapi yang cocok dengan dalil dan tuntunan. Orang diperintah untuk perang itu banyak yang tidak suka. Tapi itu perintah yang harus di jalankan, bukan mengambil ajaran yang menyejukkan saja lalu meninggalkan ajaran yang menyakitkan hati.Lihat ayat ini:
    Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. al Baqarah 217

    BalasHapus
  32. Dalam sebuah hadist Rasulullah menyatakan :
    Ada satu bagian diri yang bila ia jelek maka seluruh tubuh ikut jelek, dan bila ia baik, maka seluruh tubuh juga ikut baik. Bagian diri itu adalah ‘hati’

    Kebenaran hakiki sudah ‘build-up’ saat penciptaan manusia.

    Hati terdalam pada diri seorang perampok terjahat, tetap akan membenarkan bahwa merampok adalah tidak benar. Demikian juga pelacur atau apapun atau siapapun.

    Tapi manusia jua yang membohongi kebenaran hakiki. Maka mereka (manusia) menciptakan bagi nafsu-nya ‘kebenaran’ versi dirinya, versi nafsu-nya

    Jangan juga tanyakan kebenaran pada indera. Ia cenderung akan mengelabui

    Coba lihatlah bintang. Tampak kecil bagimu, bahkan lebih kecil dari tombol keyboard dihadapanmu. Itulah ‘kebenaran’ indera.

    Jadi, jika hatimu yang terdalam tenang dan makin cinta akan Allah dan Rasul setelah mendengar tarhim, Insya Allah itu punya nilai yang penting bagi perjalanan agamamu.

    Saya, dalam periode tertentu, pernah secara gampang membid'ahkan segala sesuatu, di antaranya tahlil, niat shalat yang dibunyikan, tarhim, dan sejenisnya. Tapi, seiring berjalannya waktu, juga seiring dengan bacaan-bacaan dari sejumlah literatur, akhirnya saya berkesimpulan bhw terlalu mudah membid'ahkan hal-hal yang sebetulnya merupakan bagian dari syi'ar, silaturrahim, dll justru menunjukkan kedangkalan dalam berpikir. Padahal, Allah memerintahkan kita untuk menggunakan pikiran dan akal kita. Bahkan, Allah menyindir orang-orang yang tak mau menggunakan pikiran dan akal dengan kalimat: afalaa ta'qiluun...afalaa tatafakkaruun..

    BalasHapus
    Balasan
    1. UNtuk Abdul Kohar Kohar
      Belajarlah bahasa arab dulu, biar tahu artinya

      Hapus
  33. Nah sekarang pertanyaannya???,, tarhim itu di buat pada saat jaman rasulullah ato setelahnya?? Trus apakah pada saat mendengarkan trus kepala kalian pada mau peccah??? Apakah arti syairnya menjelek2kan suatu pihak???,,, trus knapa kalian tidak memutar rekaman rasulullah ato para sahabatnya??? Bingung kan??? Aneh kalian ini,,,,allah yang menentukan di hari kelak nanti,,, klo memang allah gak suka dengan tarhim nya,, knapa dia tidak menghancurkan saja s3mua kaset2 rekaman yg ada,,,, orang yg pertama kali m3nyampaikan bahwa itu tidak benar perlu di cari tau tentang masalah pribadinya,,, bisa saja dia mengatakan itu padamu krna kaset rekamannya gak laku di pasaran,,,, percaya barang siapa saja yg mendengarkan tarhim di masjid pasti hatinya tersentuh dan seolah pengen rontok badan ini, dan menurut saya lebih ampuh di banding suara2 azan kalian yg gak jelas lantunannnya,,,,, trimakasih,,,,

    BalasHapus
  34. UNtuk Rudianto Brugman
    Jawablah dengan dalil , jangan akal - akalan dan perasaan gitu

    BalasHapus
  35. dikit2 dalil , dalil koq dikit2 :),,gamapang koq, yang suka tarhim dan tau makna serta monggo dilanjutkan, orang anda adzan subuh dengan atau tanpa tarhim aja mungkin datang ke masjid apa ndak, malah skrng mem-bid'ahkannya hehe..tarhim itu bisa memacu semangat jam'aah kang, :) coba dech..

    BalasHapus
  36. Ya sudah anggap saja tarkhim itu bagian dari cara utk membangunkan orang dari tidur. Daripada bengak bengok gak jelas di speaker, kalo pake tarkhim pasti bangun. That's all.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Lila Ratnaningrum
      Ikutilah tata cara Rasul dengan melakukan adzan pertama

      Hapus
  37. Betul dari pada tarhim yang tidak jelas dalilnya...mending sebelum subuh putar OPLOSAN..pasti meriah dan gak akan ada yang memperdebatkan dalil..okey
    Saya juga mantan ustadz..

    BalasHapus
  38. jngn merasa diri lebih pintar...itu tandanya sombong , dan itu lebih buruk dari pada Bid'ah yang anda sebutkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Lila Ratnaningrum
      Aneh orang menjelaskan kebenaran kok dibilangin sombong, apakah tidak boleh?

      Hapus
  39. sekarang sholawatan udah jadi bid'ah ya,, mantan kiyai NU..?

    BalasHapus
  40. perjelas dlu mnurut pak mantan sejauh mn ruang gerak bid'ah dlm mnyentuh urusan ibadah, biar gk nggamblyar diskusinya, ap sebatas ibadah mahdloh ato gmn mnurut pk mantan....?

    BalasHapus
  41. Untuk agung sutrisno
    Ada dalilnya tentang perkataanmu itu ?

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan