Rabu, Agustus 19, 2015

Densus 88 Lakukan Penangkapan Biadab terhadap 3 Aktivis Islam asal Solo

Kiriman dari Agantgr sbb:
SOLO (voa-islam.com) - Densus 88 kembali melakukan aksi penangkapan biadab kepada aktvis Islam di Solo. Setidaknya ada tiga orang yang dikabarkan menjadi korban penangkapan Densus 88 di sekitar Kampung Semanggi, Kota Surakarta, Jawa Tengah pada Rabu siang (12/8/2015).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivis Islam tersebut ditangkap dengan cara ditabrak dan dipukuli. Berikut ini kronologis penangkapannya.
“Pada hari Rabu, tanggal 12 Agustus 2015 sekitar pukul 13.00 di depan rumah Ekya Sih Hananto (Anggota FPDIP DPRD Kota Surakarta) dengan alamat Kampung Semanggi Rt 2/6, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta telah terjadi penangkapan terhadap Giyanto alias Giyanto Culek (Eks Ikhwan Laskar Tim Hisbah) oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Di tabrak jatuh ke selokan lalu dipukuli tiga orang. Salah seorang saksi yang tak mau disebutkan namanya mengatakan orang yang menangkap itu mengaku “saya polisi.”
Sebelumnya masyarakat berteriak atas penganiayaan tersebut namun polisi preman langsung keluarkan pistol.
Identitas tiga aktivis Islam yang menjadi korban penangkapan Densus 88 siang tadi, pada hari Rabu, 12 Agustus 2015 di Solo sebagai berikut:
1.Ibadurrahman, Tempat tanggal lahir: Sukoharjo, 25/11/1996, alamat: Semanggi Rt 06 Rw 04 Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta
2.Yus Karman, Tempat tanggal lahir : Surakarta, 7/7/1984, alamat: Semanggi Rt.05 Rw.03 Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta
3.Sugiyanto, Tempat tanggal lahir: Surakarta, 10/02/1980, alamat: Semanggi Rt.06 Rw.05 Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta
Demikian informasi yang dihimpun, kini Tim advokasi The Islamic Study and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono tengah melakukan investigas terkait penangkapan tersebut. [aw/panjimas]
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan