Minggu, Agustus 23, 2015

Tamu dari Bangkalan baca wiridan syirik

Seorang dari Bangkalan  datang  ke rumah saya . Dia bercerita  sering  di ancam bunuh hampir tujuh kali. Tp dia selamat.
Dia pernah  naik sepeda motor , lalu ada pemuda naik sepeda motor menabrak dia. Pemuda itu jatuh terseret sepedanya sedang dia dalam keadaan selamat, tiada luka pada  tubuhnya. Tpi motornya rusak dan orang tua pemuda itu yg bayar tukang servisnya.
Dia pernah naik sepeda ontel, lalu dari belakang di tabrak becak dan dari muka di tabrak trak. Dia terbang ke atas dan jatuh ke sungai. Sepedanya bengkong  spt angka delapan. Tp dia  selamat dan tiada luka pada tubuhnya.
Masarakat setempat heran dan menganggap ini peristiwa ajaib sekali.
Secara perhitungan , dia ini mati kata masarakat setempat.

Saya tanyai apa wiridan anda.
Dia bilang sy di kasih wirid oleh ustadz yg punya santri banyak di Madura.
Wiridannya sbb:
Malaikat Jibril , Mikail .
Malaikat empat sing jogo aku
Malaikat kiwa tengen.
Lindungilah aku kelawan kersani Alloh.

Saya katakan pdnya  itu wiridan syirik.
Dia bilang: kan ada kalimat kersane Alloh.
Sy bilang: Sekalipun menggunakan  kalimat “ kelawan kersane Alloh “ tp mintanya bukan  pada Allah tp pada malaikat.
Kita diperintahkan  minta pada Allah bukan pada malaikat.
Ingat ayat ini:
وَمَن يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِندَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
Dan barangsiapa berdoa kepada tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.  Al mukminun 117 

Lalu sy suruh tinggalkan wiridan syirik itu. Dia  menjawab: Ya, insya Allah. Dan istri sy juga  saya suruh tinggalkan itu. Wah al hamdulillah bertemu dg ustadz mendapat arahan yg benar.

Dia sudah tiga kali pergi ke tempat sy dari Bangkalan. Dia merasa ijazah yg  saya berikan kpd nya ternyata mujarrab.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan