Minggu, Maret 24, 2013

Al Buthi bela Islam atau kufur


Ulama sufi yang bermadzhab asy’ari ini –yang telah mencapai usia sangat tua lebih dari 80 tahun- memang sangat terkenal membenci kaum Ahlus Sunnah yang disebut sebagai wahabiyah.

Hal ini tidak lain kecuali karena kaum wahabiyah memerangi kesyirikan yang diserukan oleh Al-Buthy, seperti bolehnya beristighotsah kepada para wali yang telah meninggal dunia.
(lihatdihttp://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=67327, danhttp://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=24726)

Bahkan ia nekat berdusta untuk menjatuhkan kaum yang dituduh sebagai wahabiyah…

Kedustaan beliau inipun diikuti oleh para pecintanya di Indonesia.

Ternyata sang Mufti Suria ini membela si kafir murtad Basyaar Asad habis-habisan…, bahkan mengajak untuk berjihad bersama Basyar Asad….

Sungguh sebuah kehinaan…..

Berikut khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Al-Buthy pada tanggal 15 Februari 2013 lalu

Diantaranya ia berkata :
رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في الحديث الصحيح : “الجهاد واجب عليكم خلف كل أمير يرا كان أو فاجرا وإن هو عمل الكبائر”. وأناس من أبناء جلدتنا يزعمون أنهم مسلمون يعرضون عن كلام رسول الله هذا ويجاهدون هؤلاء الأمراء ضد كلام رسول الله.
يجاهدون ضد هؤلاء الأمراء، بدلاً أن يجاهدون مع هؤلاء الأمراء. رسول الله يقول : الجهاد واجب خلف كل أمير براً كان أو فاجراً وإن هو عمل الكبائر”. إذًا فعَمَلُ الكبائر لا يكفر

“Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang shahih, “Jihad wajib atas kalian di belakang seluruh pemimpin yang baik maupun penguasa yang buruk, meskipun sang penguasa melakukan dosa-dosa besar”

Dan ada sebagian orang dari suku kita –mereka menyangka bahwa mereka adalah muslimun- mereka berpaling dari sabda Nabi ini dan mereka berjihad melawan para pemimpin tersebut. Seharusnya mereka berjihad bersama para penguasa tersebut akan tetapi mereka malah memerangi para penguasa tersebut. Padahal Rasulullah bersabda, “Jihad adalah wajib dibelakang (dipimpin) oleh seluruh penguasa, yang baik maupun yang fajir, meskipun sang penguasa melakukan dosa-dosa besar”. Dengan demikian melakukan dosa-dosa besar tidak menyebabkan kafirnya pelakunya….”

(http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=mm9-wlJ0WQg#),
silahkan lihat http://www.syrrevnews.com/archives/52283

Sungguh kehinaan dan kehinaan meliputi sang tokoh ulama Aswaja ini…

Ia meragukan keislaman para mujahidin yang berjihad

Ia malah membela thaghut Basyar Al-Asad sang penguasa kafir syi’ah nusyairiyah, yang dinyatakan oleh Al-Buuthy meskipun telah melakukan dosa-dosa besar maka wajib untuk berjihad bersamanya.

Maka sungguh tidak mengherankan jika kita mendapati sebagian kaum aswaja di Indonesia membela-bela syi’ah mati-matian…ternyata ulama mereka juga demikian ???

Para aswaja ekstrim sangat mencintai dan mengelu-elukan ulama Suria yang satu ini.

Diantara bentuk kesesatan Doktor Muhammad Sa’id Romadhon Al-Buuthy adalah :

Pertama : Pengagungannya terhadap tokoh syi’ah rafidhah Hasan Nashrullah, Al-Buuthy berkata :

“Aku berangan-angan kalau aku senilai salah satu jari Hasan Nashrullah di hadapan Allah” (silahkan lihat dihttps://www.youtube.com/watch?v=oXGMXgDs7s8)

Padahal Hasan Nasrullah telah membunuh ribuan rakyat Suria dengan jari-jarinya…

Kedua : Pengagungannya terhadap ayah Basyar yaitu Hafiz Al-Asad, yang telah membunuh 40 ribu muslim. Bahkan Al-Buthy menyolatkan mayat Hafiz Al-Asad dan menangis akan kepergian Hafiz al-Asad. Sehingga tidak mengherankan jika Al-Buuthy memuji Hafiz Al-Asad dengan pujian setinggi langit. (silahkan lihat https://www.youtube.com/watch?v=5SFJon6TANg)

Ketiga : Al-Buthy juga menuduh para mujahidin Suria ditunggangi oleh yahudi?? (silahkan lihathttps://www.youtube.com/watch?v=V5y1p78Zh5M)

Keempat : Al-Buuthy menuduh bahwa mayoritas mujahidin Suria tidak sholat (https://www.youtube.com/watch?v=NN9keO9QdVE )

Kelima : Al-Buthy mendoakan Basyaar al-Asad agar Allah menolongnya (silahkan lihat https://www.youtube.com/watch?v=HiX6KV1Iakc)

Keenam : Al-Buuthy memuji tentara thaghut Basyaar al-Asad setinggi langit, dan ia merasa malu hanya duduk di rumah tidak ikut berperang membantu pasukan Basyar al-Asad. Bahkan ia hampir menyamakan pasukan Basyaar dengan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (silahkan lihathttps://www.youtube.com/watch?v=8rqW_vaOCXk)

Sumber : dbs

(KabarDuniaIslam)

Komentarku ( Mahrus ali):
Hadis yang disampaikan oleh Al Buthi itu sbb:
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجِهَادُ وَاجِبٌ عَلَيْكُمْ مَعَ كُلِّ أَمِيرٍ بَرًّا كَانَ أَوْ فَاجِرًا وَالصَّلَاةُ وَاجِبَةٌ عَلَيْكُمْ خَلْفَ كُلِّ مُسْلِمٍ بَرًّا كَانَ أَوْ فَاجِرًا وَإِنْ عَمِلَ الْكَبَائِرَ وَالصَّلَاةُ وَاجِبَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ بَرًّا كَانَ أَوْ فَاجِرًا وَإِنْ عَمِلَ الْكَبَائِرَ
Jihad adalah wajib atas kamu membela setiap amir ( pemimpin ) yang baik maupun jahat. Salat berjamaah adalah wajib atas kamu bersama amir ( pemimpin ) yang baik maupun jahat, sekalipun menjalankan dosa – dosa besar. Salat adalah wajib bagi muslim yang baik atau jahat sekalipun menjalankan dosa- dosa besar.
مشكاة المصابيح - (ج 1 / ص 248)
1125 - [ 9 ] ( ضعيف )
Dalam kitab Misykatul mashabih, 248/1 al albani menyatakan lemah, 125/9

Hadis lemah itu dibuat pegangan oleh Al Buthi untuk mendukung rezim komunisme untuk mengganyang kaum mujahidin yang muslim, mendukung tegaknya komunisme dalam rangka menginjak – injak ajaran al quran, memuji tentara rezim komunisme dalam rangka membantai mujahidin. Al Buthi dijalan Thaghut bukan dijalan Allah. Lihat ayat:
الَّذِينَ ءَامَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا(76)
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. Nisa`.
Ayat itu memerintahkan kita untuk memerangi kekasih – kekasih setan, lantas al Buthi memerintah untuk mendukungnya.Dia dengan sadar bertentangan dengan perintah Allah. Ini yang membikin banyak orang terperangkap dalam kebingungan, lalu melepaskan al Quran dan mengambil pesan Al Buthi atas dasar hadis lemah tadi.
Hadis lemah itu bertentangan dengan ayat:
وَلاَ تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لاَ تُنْصَرُونَ(113)
Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. Surat Hud.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan