Minggu, Juni 14, 2015

Jawabanku untuk Muhammad Iqbal Sj,Roy Anwar dan Muqrie Albugurie



 
 
 Muhammad Iqbal Sj seperti terjadi dikotomi fikih dan hadist,..seolah olah fiqih itu g berasal dari hadist
 
Roy Anwar Jelas sudah hakikat cara bernalarnya Bapak Mahrus Ali
Muqrie Albugurie apakah pak kyai bersendirian dalam hal ini, atau siapa dari ulama yang sependapat dengan beliau?

Komentarku ( Mahrus ali ):
Bila anda menjalankan  shalat sesuai  dengan rukun shalat di fikih, nda masih menyalahi tuntunan shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Anda  tdk sujud ke tanah, tidak pakai sandal, sujud terus di kasur atau bantal atau sajadah  bahkan sujud di tingkat.
Kalau shalat mengenakan lampu yang terang benderang. Pada hal tuntunannya  tidk bgitu, kan.
Siapa yang berani memperbolehkan  shalat wajib  di karpet? Dan mana dalilnya ? Masa  diperbolehkan tanpa dalil. Ingatlah ayat ini:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
               Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui dalilnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ( Al isra` 36 ).
 Muhammad Iqbal Sj menulis :  seperti terjadi dikotomi fikih dan hadist,..seolah olah fiqih itu g berasal dari hadist

Komentarku ( Mahrus ali ):
Sungguh sesatlah orang yang menelan seluruh apa yang dalam kitab fikih. Dan beruntunglah  orang – orang yang bisa memilah – milah . Bila dikatakan  seluruh pendapat pakar fikih itu benar, maka apakah mereka itu malaikat . Juga sudh tentu apa yang  dari pakar fikih itu ada yang menyesatkan umat dan ada yang tidak
Imam Ahmad pernah menyatakan: 

لاَ  تُقَلِّدْنِي وَلاَ  مَالِكًا وَلاَ  الثَّوْرِيَّ وَلاَ  الشَّافِعِيَّ
Jangan ikut kepadaku,atau Imam Malik, Tsauri atau Syafii.
Ali ra  berkata :
مَا كُنْتُ لِأَدَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِ أَحَدٍ *
Aku  tidak akan meninggalkan sunah Nabi  S.A.W.    karena  perkataan orang “. [1]
Imam Malik berkata :
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
        Aku hanyalah manusia , terkadang pendapatku benar , di lain waktu kadang salah . Karena itu , cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah .
Roy Anwar menulis :  Jelas sudah hakikat cara bernalarnya Bapak Mahrus Ali

Komentarku ( Mahrus ali ):
Terus apa uneg unegmu dg sy.
Manhaj saya  dalam beragama  fattabiuuni , bukan suka bikin beda dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu sama dengan ajaran golongan, tradisi, partai, leluhur yang hina bukan leluhur yang mulia.
Muqrie Albugurie menulis : apakah pak kyai bersendirian dalam hal ini, atau siapa dari ulama yang sependapat dengan beliau?

Komentarku ( Mahrus ali ):
Di kasih tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalat , mestinya al hamdulillah, tidak usah tanya siapa ulama yang berpaham spt ini.  
Ali ra  berkata :
مَا كُنْتُ لِأَدَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِ أَحَدٍ *
Aku  tidak akan meninggalkan sunah Nabi  S.A.W.    karena  perkataan orang “. [1]
: تُوشِكُ أَنْ تُنْزَلُ عَلَيكُمْ حِجارَةٌ مِنَ السَّمَاءِ... أَقُوْلُ قَالِ رَسُولُ اللهِ ( صَلَّى اللَّهُ عَلَيه وَسَلَّمَ ) وَتَقُولُونَ قَالِ أَبُو بَكَرَ وَعُمَرُ ؟!

Hampir sj  turun atasmu batu dari langit... Aku berkata: Rasulullah (saw)  bersabda dan Anda mengatakan, Abu Bakar dan Umar?
Bila  sepuluh ulama berpendapat yg beda dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka  kita haram ikut mereka untuk menentang  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan