REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar tata negara Yusril Ihza Mahendra terdengar pesimistis ditanya soal peluang kemenangan gugatan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat.
Yusril menyebut terbatasnya waktu pengumpulan alat bukti menjadi hambatan tersendiri bagi kubu Prabowo-Hatta untuk membuktikan dugaan pelanggaran yang terjadi selama pilpres.
"Mereka (Prabowo-Hatta) menyampaikan permohonan tiga hari, persidangan hanya 14 hari. Mungkin saja yang diungkapkan Pak Prabowo itu benar, cuma tidak cukup waktu (membuktikannya)," kata dia dijumpai ketika rehat persidangan ke-7 gugatan Prabowo-Hatta di MK, Jakarta, Jumat (15/8).
Yusril juga mengritik persidangan MK yang terlalu berkutat mempersoalkan hal prosedural. "Harusnya lebih dalam ke dalam konstitusionalitas dan legilatitas pemilu tersebut," ujar mantan Menkum HAM tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Yusril hadir sebagai saksi ahli untuk pihak Prabowo-Hatta. Yusril memaparkan pendapatnya di podium selama enam menit, meskipun majelis hakim memberikan waktu 15 menit.
Artikel Terkait
Prabowo
- BLACKLIST Singapura Pada Jend. Suryo Prabowo Atas "Pesanan" Indonesia?
- Keputusan MK kebiasaan buruk praktik hukum negri ini.
- Sri Bintang Pamungkas : Prabowo Boleh Kalah, Tapi Jokowi Tidak Boleh Menang
- Prabowo-Hatta Akan Terus Memperjuangkan Keadilan Bagi Rakyat Indonesia
- Keputusan MK Bukan Kebenaran Mutlak dan Bersifat Keadilan Substantif
- Yusril: MK tak Akan Mampu Periksa Gugatan Pilpres Secara Mendalam
- Kopassus Indonesia: Jurnalis Asing Dikempesin Sampai Skak Mat!
- Pemenang Pilpres Belum Ada, AS Dukung Prabowo?
- Kemenangan Prabowo-Hatta Terbuka Lebar
- Pilpres 2014 Hasilkan Presiden-Wapres Palsu
- MK Jakarta Diuji Seperti MK Thailand, Beranikah?
- Yusril dan Saiful Mujani Terlibat Twitwar
- Sebut DPT Oplosan, Saksi Ahli Prabowo Tawarkan Audit Forensik
- DPT Oplosan jadi Senjata Baru Prabowo-Hatta
- Tim Prabowo-Hatta: Yang Buka Kotak Suara Bukan KPU
- Indikasi Kecurangan Pilpres 2014 Semakin Jelas
- Gerindra Desak Polri Tangkap Husni Kamil Manik
- 45 Ribu Pemilih di Tangsel 'Nyoblos' Tanpa KTP
- Semakin Terbukti Dicurangi Elektabilitas Prabowo-Hatta Kian Naik
- Prabowo-Hatta Berpeluang Menang di MK
- Bawaslu: Tidak Etis KPU Buka Kotak Suara tanpa Perintah MK
- Pembongkaran Kotak Suara Bukti Kecurangan Pilpres?
- Australia Alami Prabowo-Phobia
- Hasil Pilpres 2014 Terindikasi Banyak Kecurangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan