Demikian sebuah pertanyaan yang
diajukan oleh Syekh Abu ‘Ai’shah dalam artikelnya yang berjudul
“Salafiyyah is the Manhaj (Methodology) of the Jihaadee Groups”, yang
kemudian dialih bahasakan oleh Al-Akh Abu Abdillah menjadi “Mengapa
Harus Salafy Jihady?” dan kemudian disebarluaskan oleh Maktabah
Jahizuna.
Dalam artikel sebanyak 9 halaman
tersebut, Syekh Abu ‘Ai’shah mengatakan bahwa salafy sebagai aqidah
(ideologi), Karena Allah memujinya dan menghargainya. Sebagaimana
firmanNya, yang ditujukan untuk Rasul-Nya -shallallaahu ‘alaihi wassalam- dan shahabatnya ridhwanullahi ‘alaihim ۚ
“Maka jika mereka beriman kepada apa
yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat
petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam
permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka…” (Al Baqarah [2]: 137)
Maka siapa saja yang sesuai dengan
shahabat dan Salafusholeh dalam aqidahnya, maka ia telah mendapat
petunjuk. Dan siapa saja yang menyelisihi mereka, maka dia termasuk firqah
(golongan yang berselisih), dan ia tidak akan mampu untuk melakukan
apapun yang dia inginkan untuk berbuat kerusakan di bumi, cukuplah Allah
bagi hamba-hambaNya yang beriman.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassalam mengabarkan bahwa siapa saja yang berada di atas aqidah Salaf (ridhwanullahi ‘alaihim), maka ia selamat, dan selainnya akan binasa. Beliau -shallallaahu ‘alaihi wassalam- bersabda, “Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu”. Dikatakan kepada beliau, “Siapakah mereka, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Siapa saja yang berada di atas apa yang aku dan shahabatku berada saat ini” (Diriwayatkan at-Tirmidzi dan al-Hakim, Hadits hasan)
Beliau -shallallaahu ‘alaihi wassalam- juga bersabda, memuji Salaf, menyalahkan mereka yang datang setelahnya dan tidak mengikuti petunjuk mereka (salaf), “Sebaik-baiknya
umatku adalah generasiku, kemudian setelah mereka, kemudian setelah
mereka… Setelah mereka akan muncul golongan yang bersaksi tanpa diminta,
berkhianat dan tidak bisa dipercaya, bernadzar/berjanji dan tidak
pernah menunaikannya, dan kegendutan akan menyebar di antara mereka” (Riwayat Ahmad dan lainnya, dinyatakan hasan oleh al-Albani)
Maka telah jelas, bagi mereka yang memiliki pendengaran dan akal, bahwa aqidah Salaf
adalah jalan yang menolong kita dari api neraka, membimbing menuju
surga, tempat tinggal bagi orang-orang baik. Semua jalan selainnya
–aqidah atau pemikiran- adalah jalan yang merusak yang menggiring kepada
adzab Allah dan nerakaNya.
Adapun mengapa jihad dijadikan sebagai
manhaj? Syekh Abu ‘Ai’shah mengatakan karena jalan Jihad adalah jalan
yang diperintahkan Allah kepada NabiNya -shallallaahu ‘alaihi wassalam- dalam firmanNya,
“Maka berperanglah kamu pada jalan
Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri.
Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang)…” (An Nisa [4]: 84)
Juga, karena Nabi -shallallaahu ‘alaihi wassalam- diutus untuk mengajak kepada Tauhidullah dengan pedang. Beliau -shallallaahu ‘alaihi wassalam- bersabda, “Aku telah diutus dengan pedang sebelum kiamat sehingga Allah saja yang disembah tanpa sekutu apapun” (Musnad Ahmad, dari Ibnu Umar, Shahih al-Jami’ No. 2831)
Beliau -shallallaahu ‘alaihi wassalam- telah diperintahkan untuk memerangi mereka yang mendustakannya, beliau bersabda, “Aku
telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi manusia sampai mereka
bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan
bahwa Muhammad adalah Rasulullah” (Disepakati oleh Bukhari-Muslim, dari Ibnu Umar)
Maka inilah jalan Nabi -shallallaahu ‘alaihi wassalam- yang Allah perintahkan kita untuk mengikuti dan menirunya. Allah ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” (Al Ahzab [33]: 21)
Allah juga telah menjanjikan petunjuk bagi orang-orang yang menempuh jalan Jihad, Dia berfirman,
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami…” (Al Ankabut [29]: 69)
Salafy Jihady = Thaifah Al Manshurah
Sebagai tambahan, Rasulullaah -shallallaahu ‘alaihi wassalam- mengabarkan bahwa Thaifah al Manshurah (kelompok yang mendapat pertolongan), yang
mendapat petunjuk, akan tetap ada tak pernah hilang sampai Allah
mewariskan Bumi beserta isinya. Jalan menuju kemenangan ini adalah
memerangi, memusuhi, berkelompok dan melakukan Jihad.
Rasulullaah -shallallaahu ‘alaihi wassalam- bersabda, “Dien ini akan senantiasa tagak, ada sekelompok kaum Muslim selalu berperang di atasnya, hingga datang hari kiamat” (Shahih Muslim)
Rasulullaah -shallallaahu ‘alaihi wassalam- bersabda, “Akan
senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berperang untuk
Kalimatullah, menaklukkan musuh-musuh mereka, orang-orang yang
menyelisihi tidak akan membahayakan mereka, hingga hari kiamat tiba dan
mereka tetap di atas hal itu” (Shahih Muslim)
Rasulullaah -shallallaahu ‘alaihi wassalam- bersabda, “Akan
senantiasa ada di antara umatku satu kelompok yang berperang di atas
kebenaran, mereka senantiasa menang hingga hari kiamat.” Beliau
bersabda: “Lantas Isa ibnu Maryam turun, maka pemimpin kelompok tersebut
berkata, ‘Kemarilah, shalatlah sebagai imam kami!’ Maka Isa menjawab,
‘Tidak, sebagian kalian memimpin sebagian yang lain sebagai penghormatan
Allah terhadap umat ini.’” (Shahih Muslim)
Kelompok ini akan tetap ada hingga tiba
hari Kiamat, tidak ada suatu zaman tanpa keberadaan mereka. Syaikhul
Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata tentang faedah dari hadits-hadits tentang Thaifah Manshurah, “Itu
adalah kabar gembira yang menunjukkan bahwa kebenaran tidak akan pernah
hilang secara total, sebagaimana hilangnya kebenaran dari umat-umat
sebelum kita. Akan selalu ada sekelompok orang yang berada di atas
kebenaran.” (Kitab Tauhid)
Maka hal ini menjadi jelas dengannya, dan dengan selainnya, bahwa Thaifah Manshurah, yang telah disebutkan oleh Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wassalam-
dan beliau menganjurkan untuk menambah jumlahnya, adalah kelompok yang
berperang dengan pedang. Dan siapapun yang menyelisihi atau meninggalkan
mereka, maka ia tidak termasuk golongan mereka.
Syekh Abu Qotadah Al Fhilistin dalam Al
Jihad wal Ijtihad mengatakan bahwa harokah jihad Salafy Jihady adalah
yang paling berhak menyandang sebutan Thaifah Manshuroh atau kelompok
yang mendapat pertolongan. Mereka itu adalah jama’ah-jama’ah dan tandzim
yang berjuang untuk menumbangkan rezim pemerintahan thoghut lagi kafir
di negeri-negeri murtad, dan berjuang untuk menghidupkan pemerintahan
Islam yang bekerja mempersatukan umat di bawah bendera Khilafah Islam.
Wallahu’alam bis showab
M Fachry
Komentarku ( Mahrus
ali):
Untuk salafy yang pro
thaghut maka termasuk salafy yang akan
terkalahkan. Salafy jihadi adalah salafy yang akan mendapat kemenangan. Lihat saja,
salafy jihadi yang menjadi mujahidin di Suriah yang setiap harinya selalu
menuai kegimilangan di fron pertempuran sedang salafy dan ahli bid`ah yang pro
thaghut yang berpangku tangan untuk bela
rezim Asad lalu diakuinya sebagai amirul mukminin adalah salafy yang menjadi penghalang di jalan Allah untuk mendukung jalan kekufuran menuju
dukungan rezim Assad. Ini salafy yang
keblinger dengan aliran dana segar dari
kafirin. Ingatlah ayat ini wahai saudaraku :
لَّذِينَ
آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ
فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Orang-orang yang beriman
berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan
thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu
daya syaitan itu adalah lemah. Nisa` 76
Pergilah ke
blog kedua http://www.mantankyainu2.blogspot.com/
Peringatan:Mesin pencari diblog tidak berfungsi,
pergilah ke google lalu tulislah: mantan
kiyai nu lalu teks yang kamu cari
Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfreand ). 081935056529 (XL ) atau 08819386306 ( smartfreand )
088803080803( Smartfreand ). 081935056529 (XL ) atau 08819386306 ( smartfreand )
Alamat
rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1
Artikel Terkait
Salafy
- walaupun punggungmu dipikul ke2
- Komentarku terhadap ceramah Abd Rahman salafy
- komentarku terhadap Ust Salafy Abdurrahman tentang ulil amri
- Takut syubhat , malah banyak syubhatnya
- KISAH HIJRAHNYA SANG USTADZ PENUNTUN GUSDUR :
- Kisah gerakan salafy madkhalis
- Salafi Maz'um Keras terhadap Para Dai tapi Toleran terhadap Thaghut
- Jawabanku untuk Zidane
- Pembeda negara Islam dan kafir
- LAGI-LAGI RIBUT MASALAH SYAIKH ALI HASAN AL-HALABI.
- SADAR AKAN KESOMBONGANNYA, MUHAMMAD ABDUH TUASIKAL AKHIRNYA MINTA MA'AF.
- Pengertian dan Sejarah Kemunculan Murji’ah
- DILEMA SEORANG DOKTOR ALUMNI MADINAH.
- Komentar ulama tentang Syiakh Ali al halabi - tokoh yg suka mengkhowarijkan aktifis jihadi
- RENUNGAN BUAT SALAFIIYYUN agar tdk jadi SALAFIKIR...
- Dialog antara al bani dan al buthi dibawah ini dusta belaka
- Pilih ulama salaf atau ulama sekarang
- Ternyata Imam Bukhari Pernah Ditahdzir!!
- DENGAR DAN AMALKAN, NASEHAT ULAMA SALAFI BUAT "SALAFI" !!
- UNTUKMU AKHI, JADILAH SALAFI SEJATI !!
- ANTUM BEGINI DAN BEGITU, TOLONG TANGGAPI.
- Saya disuruh bermusawarah dengan Syaikh Robi, syaikh fauzan, syaikh ubaid, syaikh muhammad bin hadi dan dilarang menyelisihi mereka
- Ikutilah dalil , jangan figuritas anda akan di jalan lurus
- Fatwa berobah - robah karena tuhannya Amirika dan Allah hambanya
- Kronologi Taubatnya Ustadz Wahhabi Afrokhi Abdul Ghani di Bantul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan