JAKARTA (voa-islam.com) Prabowo Subianto semakin lantang dan
keras bicara. Tanpa tedeng aling-aling. Pernyataannya, bahwa demokrasi di Indonesia mulai
bergeser menjadi kleptokrasi. Sebab sekarang bukan lagi rakyat yang berkuasa,
melainkan maling-maling di negeri ini yang berkuasa.
Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam orasi kampanye di Gelora Bung Karno (GBK), di Jakarta, Minggu (23/3/2014).
Menurut Prabowo, demokrasi di Tanah Air menggelisahkan dan sudah dalam tahap membahayakan. "Bahayanya sekarang, demokrasi ini hampir menjadi kleptokrasi. Tahu apa arti kleptokrasi. Klepto dari Yunani artinya maling. Krasi berkuasa. Jadi maling-maling ingin berkuasa di republik ini," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, seharusnya kekuasaan tertinggi di Indonesia berada di tangan rakyat. "Demokrasi yang diartikan dalam bahasa Yunani adalah rakyat yang berkuasa. Kekuasan tertinggi di Indonesia berada di tangan rakyat. Tidak ada orang kaya, tidak ada orang miskin, tidak ada petani, tidak ada jenderal, semua sama," kata Prabowo.
Oleh sebab itu, Prabowo mengajak seluruh massa untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilihan legislatif (pileg) 9 April mendatang. Pemilu 9 April yang akan datang adalah hajat yang besar. Demokrasi para pemimpin bersaing dan saya katakan, persaingan itu baik, sehat kalau kita bersaing atas kejujuran dan kebenaran," tegas Prabowo.
Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam orasi kampanye di Gelora Bung Karno (GBK), di Jakarta, Minggu (23/3/2014).
Menurut Prabowo, demokrasi di Tanah Air menggelisahkan dan sudah dalam tahap membahayakan. "Bahayanya sekarang, demokrasi ini hampir menjadi kleptokrasi. Tahu apa arti kleptokrasi. Klepto dari Yunani artinya maling. Krasi berkuasa. Jadi maling-maling ingin berkuasa di republik ini," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, seharusnya kekuasaan tertinggi di Indonesia berada di tangan rakyat. "Demokrasi yang diartikan dalam bahasa Yunani adalah rakyat yang berkuasa. Kekuasan tertinggi di Indonesia berada di tangan rakyat. Tidak ada orang kaya, tidak ada orang miskin, tidak ada petani, tidak ada jenderal, semua sama," kata Prabowo.
Oleh sebab itu, Prabowo mengajak seluruh massa untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilihan legislatif (pileg) 9 April mendatang. Pemilu 9 April yang akan datang adalah hajat yang besar. Demokrasi para pemimpin bersaing dan saya katakan, persaingan itu baik, sehat kalau kita bersaing atas kejujuran dan kebenaran," tegas Prabowo.
Tetapi, kenyataannya sekarang ini, Indonesia yang berpenduduk 250 juta itu,
mayoritas penduduknya miskin, dan bahkan 40 juta penduduk Indonesia berada di
bawah garis kemiskinan absolut. Sementara itu, kelompok Cina yang note bene,
pendatang, menguasai 80 persen asset ekonomi Indonesia.
Di mana 10 orang terkaya di Indonesia, sebagian besar
konglomerat Cina. Mereka menghisap darah bangsa Indonesia, bukan hanya sebagai
parasit, tetapi sudah menjadi predator.
Sekarang kelompok Cina yang sudah menguasai asset ekonomi dan sumber
daya alam Indonesia, dan termasuk sektor perbankan, dan seperti dikatakan oleh
DR. Sri Bintang Pamungkas, kelompok Cina ingin menguasai kedaulatan politik,
dan ikut dalam usaha-usaha pengambil alihah kekuasaan, melalui pemilu.
Sekarang ini, seperti Hary Tanoe yang menggunakan 'tunggangan' Partai
Hanura, atau Rusni Kirana, 'bos' Lion Air, 'membeli PKB', dan langsung menjadi
Wakil Ketua Umum. Rusdi Kirana berobsesi, ingin menjadi PKB menjadi kenderaan
politiknya di tahun 2019 nanti. Sekarang, Rusdi dengan usaha ingin
membangkitkan ekonomi kalangan Nahdliyyin (NU).
Dibagian lain, kalangan konglomerat Cina, seperti James Riyadi, Prayogo
Pangestu, Tomy Winata, dan sejumlah konglomerat Cina lainnya, menggunakan
Jokowi sebagai 'boneka' menguasai Indonesia. Pantas, kemarin rakyat
DKI Jakarta melakukan demontrasi menuntut pertanggungjawaban Jokowi yang sudah
berkhianat, meninggalkan jabatannya sebagai gubernur, dan mengikuti arahan Mega
dan konglomerat Cina, dijadikan calon presiden.
Peristiwa yang maha dahsyat terjadi di Indonesia saat krisis ekonomi,
pemerintah Soeharto memberikan dana talangan (bail out) yang dikenal dengan
BLBI kepada konglomerat Cina, nilainya Rp650 triliun, dan dana itu dikemplang
oleh mereka. Sehingga, membuat rakyat menjadi jembel dan kere, dan nasibnya
sebagai bangsa pariah. Sementara itu, Mega yang mengaku pemimpin partai 'wong
cilik' memberikan pengampunan saat berulang tahun di Bali,
tahun 2002.
Prabowo dengan jelas dan lantang, dia menolak Indonesia dijadikan jajahan asing, dan
diperbudak asing, dan dia akan memerdekan Indonesia. Mungkinkah janji itu
akan ditepatinya?
Di tengah perubahan lingkungan strategis, dan pengaruh asing yang
semakin kuat terhadap Indonesia,
di masa depan diperulkan pemimpin yang memiliki visi, dan pandangang jelas.
Berani menghadapi berbagai tantangan masa depan yang sangat komplek. Mantan
Ketua PB NU Hasyim Muzadi, beberapa waktu lalu, menyatakan, ragu terhadap
kemampuan memimpin Jokowi, dan dinilai oleh Hasyim Muzadi, Jokowi belum jelas
visi dalam memimpin Indonesia.
Apalagi, Indonesia sudah masuk dalam perjanjian perdagangan bebas,
seperti WTO, APEC, dan AFTA. Ini memerlukan pemimpin yang kuat. Bukan seperti
Jokowi. Di mana Jokowi hanya mendapatkan 'pencitraan' media sekuler dan
Katolik, seperti Kompas dan Tempo.
Di masa depan Indonesia tidak mungkin lagi dipimpin oleh tokoh yang
hanya bermodal dari 'pencitraan' dan hasil 'survei'. Jokowi dicitrakan
sebagai sosok yang sederhana, anti korupsi, dan merakyat. Semua itu palsu alias
bohong. Lihat kasus pembelian 1.000 busway dari Cina yang menghabiskan dana Rp
1 triliun. Penuh dengan korupsi.
Sementara itu, Jokowi baru satu tahun memimpin Jakarta, sudah ditinggal
dan ikut dalam pencalonan bursa 'Capres' yang diusung oleh PDI. Seabrek
persoalan DKI Jakarta ditinggalkan begitu. Rakyat DKI benar-benar dikhianati
oleh Jokowi. Apakah tokoh seperti Jokowi yang sudah berkhianat terhadap
pemilihnya itu, nantinya bisa jujur dan menjaga amanah saat memimpin Indonesia?
Wallahu'alam.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Anehnya Jokowi yang di backing kalangan
konglomerat Cina yang pernah ngemplang kekayaan Indonesia sebanyak 650 Trillion, bukan penduduk pribumi yang
telah mencurahkan darah dan harta untuk negri ini. Dia juga di support aktivis kafirin. Nantinya bila dia memegang tampuk pimpinan menjadi RI1 akan di nobatkan
oleh salafy pro thaghut sebagai amiril mukminin bukan amirul kafirin. Ini
penyesatan yang rentan sekali bukan pengarahan
yang mencerahkan umat menuju jalan yang lurus bukan menghalanginya. Kita
konsis dengan ayat:
أَلَمْ
تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ
وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ
وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا
بَعِيدًا
Apakah kamu tidak memperhatikan
orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan
kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim
kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan
syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.[1]
Peringatan:Mesin pencari diblog tidak berfungsi, pergilah
ke google lalu tulislah: mantan kiyai
nu lalu teks yang kamu cari
Mau nanya hubungi kami: 088803080803.( Smartfren)
081935056529 ( XL ) Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo.
Jatim.
Artikel Terkait
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan