
Kata man jadda wajada ini mampu membuat seorang miskin di
Turki mewujudkan impian membuat Masjid unik berlantai Bumi dan beratap Langit
bernama Shanke Yadem. Masjid dengan dua menara tinggi berbentuk kotak tersebut
dibangun oleh seorang miskin yang bernama Khairudin Afandi di daerah Al-Fateh,
di pinggir kota Istanbul, Turki. Baca juga Mau Jalan Jalan
Murah ke Turki, Baca Dulu Panduan Ini Cerita dibangunnya Masjid berlantai Tanah
dan beratap Langit yang diberi nama Shanke Yadem yang dalam bahasa setempat bermakna
"anggap saja saya sudah makan" ini memang tergolong langka. Dan nama
Shanke Yadem adalah nama yang diberikan oleh warga setempat setelah mengetahui
kronologi kejadian dibangunnya Masjid tersebut Berawal dari cita cita yang
mulia untuk memiliki masjid, setiap pulang dari pasar Khairudin Afandi mampu
menahan diri tidak membelanjakan duitnya walau hanya untuk sekedar makan, dia
lebih suka menabung hasil keringatnya pada sebuah tromol untuk mewujudkan cita
citanya membangun masjid. Karena beliu ini penganut filosofi makan untuk hidup,
bukan hidup untuk makan

Dan setelah minggu, bulan dan tahun terus berjalan dia selalu konsisten dengan amalan menabungnya, akhirnya Khairudin Afandi membuka tabungannya untuk dibelikan material, dan kemudian dibangunlah masjid Shanke Yadem yang sekarang banyak dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh Dunia. Baca juga Masjid Perut Bumi Al Maghribi Tuban Mulai dilirik Pengunjung . (tiwimu)
Artikel Terkait
Masjid
- Sebuah Masjid di Semarang Digembok atas Usulan Yayasan Kristen?
- Jawabanku untuk Syukur Solo
- Jawabanku untuk Bpk. Asnawi hakim, Aulia arfan,Helmi Fauzi dan Munir El Sasaki
- Jawabanku untuk Gus Dodi ElHasyimi ke 7
- Jawabanku untuk Gus Dodi El Hasyimi ke 6
- Jawabanku untuk Gus Dodi El Hasyimi ke 5
- Jawabanku untuk Gus Dodi EL Hasyimi ke 4
- Jawabanku untuk Gus Dodi ElHasyimi ke 3
- Jawabanku untuk dodi ElHasyimi masalah lampu di masjid, seri ke 2
- Jawabanku untuk dodi ElHasyimi masalah lampu di masjid, seri ke 1
- Masjid Abu Umar al Baghdadi pemimpin daulah Islam yang dulu
- Masjid tanpa keramik di Bengkulu
- Jawabanku untuk Tony Nababan,Alridho Taufik Barok,Ust> Mastur Jamallulail dan Abahe Fannan Ayahe Azzam
- Jawabanku untuk Alfitri Abu Aufa, Muhammad Ghozi dan Rosydin Abdurrahmand
- Jawabanku untuk komentator tentang shalat tanpa lampu
- Jawabanku untuk komentator tentang shalat tanpa lampu
- Jawabanku untuk Muhammad Iqbal Sj,Roy Anwar dan Muqrie Albugurie
- Jawabanku untuk Roy Anwar Ardha Topan Dodi ElHasyimi
- Jawabanku untuk komentator di forum diskusi hadis
- Jawabanku untuk para komentator di forum diskusi hadis
- Jawabanku untuk Mochamad Nugie Nugraha / (Abu Nadaa Mochamad Nugraha)
- Sejak sepuluh tahun lalu , saya tidak menjalankan jamaah di masjid berlampu. seri ke 4
- Sejak sepuluh tahun lalu, saya tidak pernah berjamaah di masjid yg berlampu . Seria ke 3
- Sejak sepuluh tahun yang lalu saya menjalankan salat jamaah tanpa lampu seri ke 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan