Selasa, Maret 26, 2013

Al Buthi dalam pandangan al bani



Syaikh Al-Albani semenjak sekitar 40 tahun yang lalu telah membongkar hakekat Al-Buuthy yang sering berdusta. Diantara perkataan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah adalah :

فإن كل من يتتبع ما يكتبه الدكتور البوطي في كتبه و رسائله ويتحدث به في خطبه و مجالسه يجده لا يفتأ يتهجم فيها على السلفيين عامة، و علي من دونـهم خاصة، و يشهر بـهم بين العامة و الغوغاء، و يرميهم بالجهل و الضلال، و بالتبله و الجنون، و يلقبهم بـ (السلفيين) و (السخفيين)!! و ليس هذا فقط، بل هو يحاول أن يثير الحكام ضدهم برميه إياهم بأنـهم عملاء للاستعمار. إلى غير ذلك من الأكاذيب و الترهات التي سجلها عليه الأستاذ محمد عيد عباسي في كتابه القيم ((بدعة التعصب المذهبي)) (ص 274 – 300) وغيرها، داعماً ذلك بذكر الكتاب والصفحة التي جاءت فيها هذه الأكاذيب.

“Sesungguhnya siapa saja yang meneliti apa yang ditulis oleh Doktor Al-Buuthy dalam kitab-kitabnya, risalah-risalahnya, dan apa yang disampaikannya dalam khutbah-khutbahnya dan majelis-majelisnya maka ia akan mendapati bahwa Al-Buthy selalu menyerang salafiyin secara umum, dan juga selain mereka secara khusus. Beliau menyebarkan kejelekan-kejelekan mereka di publik dan masyarakat. Dia menuduh salafiyin bodoh, sesat, dungu, dan gila. Ia memberi gelar salafiyin (para pengikut salaf) dengan gelar sakhofiyin (orang-orang yang tidak waras). Bukan hanya ini saja, bahkan Al-Buthy berusaha memprovokasi penguasa Suria (yaitu ayahnya Basyaar Al-Asad yang juga beragama syi’ah nushairiyah-pen) untuk memusuhi salafiyin, yaitu dengan memberi tuduhan bahwasanya salafiyin adalah para pengekor kaum penjajah. Dan demikian pula kedusataan-kedusataan dan kebatilan-kebatilan yang telah dicatat oleh Al-Ustadz Muhammad ‘Ied Al-’Abbasi dalam kitabnya yang bagus “Bid’ah at-Ta’asshub al-Madzhabiy/bid’ahnya fanatik madzhab” (silahkan download kitabnya di http://dc112.4shared.com/download/K93mKM9N/taasob.rar?tsid=20130304-092022-be4ad428, pen), dari halaman 174 hingga hal 300, demikian juga halaman-halaman yang lain, disertai dengan nama kitab dan halaman yang mencantumkan kedustaan-kedustaan tersebut.
Diantara kedustaan al-Buuthy adalah perkataannya, setelah ia memberi gelaran kepada salafiyin dengan gelar wahabiyah, “Telah sesat kaum yang hati-hati mereka tidak merasakan kecintaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, jadilah mereka mengingkari tawassul dengan dzat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah wafat beliau”. (di kitabnya “Fiqh As-Siiroh” hal 354, cetakan ketiga).

ومن طاماته وافتراءاته قوله في ((فقه السيرة)) (ص 354 – الطبعة الثالثة) بعد أن  نبزهم بلقب الوهابية: ((ضل أقوام لم تشعر أفئدتـهم بمحبة رسول الله صلى الله عليه و سلم و راحوا يستنكرون التوسل بذاته صلى الله عليه و سلم بعد وفاته)). و هذا كأنه اجترار من الدكتور لفرية ذلك المتعصب الجائر: ((إن هؤلاء الوهابيين تتقزز نفوسهم أو تشمئز حينما يذكر اسم محمد صلى الله عليه و سلم))(3).و الدكتور حين يلفظ هذه الفرية يتذكر أن الواقع – الذي هو على علم به – يكذبـها فإن السلفيين و أمثالهم بفضل الله تعالى – من بين المسلمين جميعاً – شعارهم اتباعهم للنبي صلى الله عليه وسلم وحده دون سواه؛ و هو الدليل القاطع على حبهم الخالص له الذي لازمه حبهم لله عز و جل، كما قال: {قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ}. و لعلم الدكتور بـهذا الفضل الإلهي على السلفيين حمله حقده عليهم أن يحاول إبطال دلالة الآية المذكورة على ما سلف

Seakan-akan ini adalah kepanjangan dari kedustaan si tukang fanatik yang dzolim yang berkata, “Sesungguhnya mereka kaum wahabiah jiwa mereka muak dan jijik tatkala disebutkan nama Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam”.
Dan sang Doktor (yaitu Al-Buuthy) tatkala mengucapkan kedustaan ini ia ingat bahwasanya kenyataan yang ada –yang ia juga mengetahuinya- telah mendustakan kedustaan ini, karena salafiyin dan yang semisal dengan mereka dengan karunia Allah jadilah mereka –diantara seluruh kaum muslimin- bahwasanya syi’ar mereka adalah mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja dan tidak mengikuti selainnya. Ini adalah dalil yang tegas dan jelas akan kecintaan mereka terhadap Nabi yang merupakan kelaziman dari kecintaan mereka kepada Allah Azza wa Jalla, sebagaimana dalam firmanNya :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ

“Jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku (yaitu Nabi-pen) maka niscaya Allah akan mencintai kalian” Mungkin karena Doktor Al-Buuthy mengetahui karunia Allah kepada salafiyin inilah yang menjadikan beliau dengki kepada salafiyin, sehingga mencoba untuk membatalkan penunjukkan ayat di atas pada apa yang telah kami jelaskan…(Lihat muqoddimah kitab Syaikh Al-Albani yang berjudul : دفاع عن الحديث النبوي والسيرة , beliau menulis muqoddimah ini pada tahun 1397 H)
Bahkan sebagian orang menyatakan bahwa kesesatan Al-Buthy ini adalah buah dari doa Syaikh Al-Albani yang dizolimi oleh Al-Buthy. Diriwayatkan bahwasanya Syaikh Al-Albani pernah berdoa sekitar 45 tahun yang lalu dengan doanya yang ia tujukan kepada Al-Buuthy setelah Al-Buthy menuduh beliau dengan tuduhan-tuduhan dusta.

أسأل الله أن يطيل عمرك وأن يفضح سريرتك

“Aku mohon kepada Allah agar Allah memanjangkan umurmu (wahai Al-Buuthy) dan Allah membongkar rahasia keburukanmu”
(silahkan lihat http://www.youtube.com/watch?v=LJG7mkFuiPY), jika riwayat ini benar, maka kesesatan yang dinampakkan oleh Al-Buthy saat ini bisa jadi merupakan bentuk terkabulkannya doa Syaikh Al-Albani rahimahullah, yang telah mengetahui bahwa Al-Buuthy adalah seorang yang suka berdusta.
Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 23-04-1434 H / 05 Maret 2013 M
Abu Abdil Muhsin Firanda
www.firanda.com

Diterbitkan pada 05 March
Komentarku ( Mahrus ali): 
Benar apa yang ditulis oleh Abu Abdil Muhsin Firanda.Saya jumpai juga di kitab Difa` anil hadis an nabawi 1/1. Al bani juga menyatakan:
دفاع عن الحديث النبوي - (ج 1 / ص 1)
ثم وقفت على كتاب ( فقه السيرة ) للأستاذ الفاضل الدكتور محمد سعيد رمضان البوطي فرأيته نحا فيه نحو الأستاذ الكتاني فأورد فيه كثيرا من الأحاديث الضعيفة والمنكرة بل وما لا أصل له البتة
Kemudian saya melihat dalam kitab Fiqhussirah karya ustadz Doktor Muhammad Sa`id Ramadhan al Buthi ,saya melihat didalamnya, beliau mengikuti tehnis Al Ustadz al Kattani. Beliau menyampaikan didalamnya banyak hadis lemah, munkar, bahkan hadis palsu.  
Blog ke tiga
Peringatan: Mesin pencari diblog tidak berfungsi, pergilah ke google lalu tulislah:  mantan kiyai nu    lalu teks yang kamu cari
Mau nanya hubungi kami: 088803080803. 081935056529
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1
                           Waru Sidoarjo


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan