Minggu, Juni 12, 2016

Perkataan Para Mantan Jamaah Tabligh, tentang Sesatnya JT


Beberapa mantan JT (Jamaah Tabligh) dan Para Ulama lainnya yang telah memahami dengan benar tentang JT ini, mereka semua telah sepakat atas sesatnya JT ini.

Berikut kita ikuti penjelasan beliau-beliau semoga kita dikaruniakan kefahaman yang benar oleh Allah Subhanawataala agar bisa mensikapi dengan benar :

Telah berkata Asy Syaikh Sardar Muhammad Al-Bakistabu Rohimahullah :
” Inilah pengalamanku selama 10 (sepuluh) tahun, saya bersama JT …. sungguh JT dan ulamanya, mereka taklid buta terhadap Abu Hanifah dan berlebihan terhadapnya, bahwa semua yang keluar dari Ulamanya JT selalu dibawa (ditafsirkan) kepada kebaikan walaupun sudah jelas bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, sementara semua ucapan setiap orang yang bukan dari JT maka ucapan itu dianggap kedustaan dan mengada-ada.

JT telah membedakan antara dunia dengan agama (sekuler) JT meng-imani 4 thoriqoh Sufi yaitu Al-Jistiyah, An-Naqsyabandiyah, Al-Qodiriyah dan As-Sahrowardiyah.

Orang JT meyakini bahwa seseorang yang meninggal dunia belum berbaiat kepada salah satu Thoriqoh ini maka matinya mati jahiliyah.

Orang – orang JT lebih mencintai Syaikh-syaikh mereka diatas kecintaanya kepada Rasululloh dan lebih takut kepada murka syaikh mereka daripada kemurkaan Alloh dan Rosul-Nya.
Orang JT meyakini bahwa aqidah yang dibawa Rosululloh adalah kesyirikan sedangkan aqidah yang ada pada syaikh-syaikh Ad-Duyubandiyah dari JT itulah keimanan dan Islam. Syariat itu ada dua, ada yang dari Rasululloh dan ada yang datang dari syaikhnya JT”.

2. Asy-Syaikh Abdurrohim Syah Ad-Duyubandi.

Beliau telah melalui waktu yang sangat panjang bersama pendiri JT yaitu Muhammad Ilyas dan Putra Muhammad Ilyas yaitu Muhammad Yusuf, beliau (Asy-Syaikh Abdurrohim Syah Ad-Duyubandi ) berkata :

” Sesungguhnya tentang keadaan JT ini harus kita sampaikan kepada ummat karena sesungguhnya mereka itu adalah para dai yang belum sampai kepada derajat dai, mereka memulai kegiatannya dengan latihan berbicara di depan muslimin.. padahal kita dapati manusia tidak berani berbicara masalah kedokteran jika mereka belum menguasai ilmunya, tetapi JT ini sangat menganggap enteng/remeh dalam urusan agama walaupun belum mengerti apa-apa, kenapa mereka (orang-orang JT) begitu beraninya ? karena keyakinan mereka, barang siapa yang khuruj dua kali atau tiga kali jangan ditanya lagi tentang ketinggian derajat mereka, para ulama di hadapan mereka tidak ada apa-apanya.”

Asy – Syaikh Ihtisyamul Hasan Al-Kandahlawi Ad-Duyubandi
Beliau adalah suami saudarinya Muhammad Ilyas (Ipar). beliau bukan hanya mantan Amir JT, tetapi sudah menjadi kholifahnya JT pada kurun waktu pertama. beliau, dalam waktu yang lama memimpin JT bersama Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi, beliau (Asy – Syaikh Ihtisyamul Hasan Al-Kandahlawi Ad-Duyubandi) berkata :

“Sesungguhnya dakwah yang muncul dari Markas Nizhomuddin Dahli bukanlah dakwah Ilmu dan Fiqih yang mencocoki al-kitab dan as-sunnah…. maka bagi seluruh masyaikh yang telah menegakan dakwah dan tabligh agar mencocoki Thoriqohnya Salafush Sholeh dan ulama yang benar.”

Asy-Syaikh Saifurrohman bin Ahmad Ad-Dahlawi
beliau berkata :

“Sungguh benar orang yang mengatakan bahwa Yahudinya Ummat Islam adalah Syi’ah sedangkan Yahudinya Ahlusunnah adalah orang yang taklid kepada Hanafi seperti JT, yang mereka menjadi penolong-penolong kejahilan dan taklid, mereka adalah penyembah-penyembah tokoh – tokoh mereka dan mereka mengagungkan tokoh-tokoh mereka, mereka telah menyuburkan kebid’ahan di dalam muslimin, mereka mewajibkan kepada muslimin perkara yang tidak diwajibkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala mereka telah membuat syariat dengan suatu syariat yang tidak disyariatkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala dan rosulNya .

Rosululloh Shallallahu ‘alaihu Wasallam telah bersabda : “Barangsiapa mencintai ahli Bid’ah sungguh dia telah menolong menghancurkan Islam.”

Beliau juga bersabda : ” Artinya Sesungguhnya Alloh subhanahu wa ta’ala menahan taubat bagi ahli Bid’ah (shohih al-jamiush Shoghir)

Termasuk prinsipnya JT adalah menolak semua nash dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menjelaskan wajibnya mengingkari thoghut dan perintah untuk melarang dari kemungkaran dengan penolakan yang pasti.”

Asy-Syaikh Taqiyyuddin Al-Hilaly Rohimahullah
Beliau mempersaksikan JT dengan mengatakan :

” Telah muncul pada abad ke 14 ini di negeri – negeri Muslimin, mulai dari timur sampai barat, gerakan dakwah yang pelakunya menampakkan keikhlasan, sabar, sanggup menahan beban di dalam berdakwah. Mereka kerahkan seluruha jiwa dan raganya demi pelaksanaan dakwah, yaitu dakwahnya suatu kaum yang menamakan dirinya ahli tabglih (Jama’ah Tabligh). Mereka meletakkan 6 rukun sebagai dasar dakwah mereka (gerakan dakwah mereka disebut Khuruj). Khuruj bagi JT merupakan pondasi dasar dakwa mereka (artinya JT tidak akan berkembang tanpa khuruj, pent). Kedudukan khuruj ini seperti 2 kalimat syahadat di kalangan ahli istiqomah.

Barang siapa yang mau menerima dan menyibukkan diri dengan khuruj, mereka akan dicintai dan dimuliakan dan dimintakan ampun (oleh orang-orang JT). Sedangkan kesesatan dan bid’ah dalah bagi siapa saja yang tidak mau khuruj dengan JT walaupun orang tersebut telah melaksanakan seluruj kewajiban, fardhu-fardhu dan sunnah-sunnah. dengan Kkhuruj ini, ukuran orang-orang JT mencintai dan membenci (memusuhi).

Sungguh dakwah JT ini telah menimbukan bahaya besar di kalangan muslimin, baik bahaya dunia maupun akhirat, diantaranya yaitu :

1. berbagai bid’ah dan perselisihan terhadap sunnah Nabi.
2. melalaikan kewajiban terhadap keluarga , kedua orang tua, dan Istri-istri mereka dengan tidak menunaikan hak-hak mereka.
3. telah memalingkan para penuntut ilmu yang bermanfaat , baik ilmu dunia maupun agama (karena selalu diajak Khuruj, pent)
4. terbengkalainya pekerjaan (karena selalu khuruj).
5. berapa banyak terjadinya pertengkaran dan perpisahan antara orang tua dengan anaknya, antara suami dengan istri-istri.

Hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala kami mengeluhkan, kemudian manusia atas bahaya kerusakan dan penyesatan besar yang ditimbulkan dari gerakan dakwahnya JT ini,

Maka Wajib hukumnya bagi muslimin yang sedikit memiliki ilmu untuk mengurangi kerusakan dan kejelekan yang diakibatkan gerakan dakwah JT ini dengan cara menjelaskan kepada muslimin kesesatan dan penyesatan JT sabagai pengamalan Firman Allah Subhanahu wa ta’ala : “

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلْنَا مِنَ ٱلْبَيِّنٰتِ وَٱلْهُدَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا بَيَّنّٰهُ لِلنَّاسِ فِى ٱلْكِتٰبِ ۙ أُو۟لٰٓئِكَ يَلْعَنُهُمُ ٱللَّـهُ وَيَلْعَنُهُمُ ٱللّٰعِنُونَ ﴿البقرة:١٥٩

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati [Al Baqarah159]

Dikutip dari kitab : Jama’ah Tabligh (menurut mantan pengikutnya) penyusun : Abu Ummah Abdurrohim bin Abdulqohhar Al-Atsary

10Dec2012

Diposkan oleh: aminbenahmed.blogspot.co.id


(nahimunkar.com)
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan