Kamis, Juni 09, 2016

Ramadhan ini Pemerintah Cina Larang Warga Muslim untuk Berpuasa

warga%2Bmuslim%2Bcina


Jurnalmuslim.com - Pemerintah komunis Cina kembali melarang umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Warung-warung makan dan cafe yang berada di wilayah mayoritas Muslim dilarang tutup.

Larangan tersebut tertuang dalam surat edaran yang diunggah website resmi pemerintah di hari pertama bulan Ramadhan, Senin (06/06), seperti dinukil portal mc-doualiya.com. Larangan tersebut lebih ditekankan pada pegawai pemerintah dan siswa, khususnya di wilayah Xinjiang yang dihuni mayoritas Muslim.

Tidak hanya itu, warung makan dan cafe juga diperintahkan tetap buka. Jika melanggar surat edaran tersebut akan berhadapan dengan pihak berwajib.

Sepekan sebelum Ramadhan, pemerintah lokal telah menerbitkan surat pemberitahuan larangan puasa selama bulan Ramadhan di situs-situs resmi.


“Anggota partai, pegawai, pejabat pemerintah dan siswa tidak boleh menjalankan puasa selama bulan Ramadhan dan tidak boleh mengikuti upacara keagamaan,” tulis surat pemberitahuan kota Korla, pusat provinsi Xinjiang, yang diposting Kamis, 2 Juni 2016.

Sementara itu, situs yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan di daerah Chwimmogo di ibukota wilayah Urumqi, Senin, 30 Mei 2016 merilisi surat pemberitahuan untuk mencegah siswa dan guru memasuki masjid selama Ramadhan.

Di kota Altai di utara, para pejabat pemerintah sepakat untuk “mengintensifkan komunikasi dengan orang tua dalam rangka mencegah anak-anak mereka puasa selama bulan Ramadhan”. Hal itu sebagaimana tertuang dalam surat yang diterbitkan Jumat, 3 Juni, 2016 di website resmi pemerintah Cina.
Juru bicara Kongres Dunia Uighur di Jerman, Rajit, segera bereaksi dan mengutuk keras pelarangan tersebut. Dia menegaskan bahwa pemerintah Cina menganggap Muslim Uighur mengancam supremasi kepemimpinan Beijing.

Seperti diketahui, Cina yang dikendalikan oleh partai komunis melakukan tindakan represif terhadap pengikut agama. Kegiatan-kegiatan keamanan dilarang bahkan pengikutnya bisa dijebloskan penjara.


Hampir setiap tahun pemerintah Cina melarang umat Islam, khususnya di wilayah Uighur menjalan puasa Ramadhan. Bahkan tahun lalu, pasukan keamanan Cina menggerebek setiap rumah yang penghuninya menjalankan ibadah puasa. (tabayyunnews)
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan