Minggu, September 23, 2012

selamatan 1,2 sampai 7 pitra yadnya HIndu



Ada artikel sbb:
Tidak ada tambahan di dalam masalah Cara Ibadah kepada Allah. Barang siapa menyampaikan dan membuat risalah baru sesudahku (kata Nabi) maka tertolak. Tahlil itu boleh dan wajib, tetapi tahlilan gak taw deh. Kalau berdikir mengingat allah itu tidak perlu dengan teriak teriak, tapi dengan duduk, berbaring dan berdiripun kita bisa mengingat allah. Jama ah berkumpul itu akan baik jika ada majelis ilmu dan saling mengingatkan di dalamnya. Acara selamatan 1,2 sampai 7 dan 40 dan 100 hari itu adalah upacara di dalam agama hindu yaitu namanya pitra yadnya. Beginilah kita ini sebagai muslim, ibadah yang udah ditentukan oleh Nabi kita belum sempurna udah bikin ibadah ibadah lain, sungguh kita ini mudah dipecah belah karena perbedaan. Tahlil jadi tahlilan, disuruh salam malah salaman, disuruh perbanyak baca sholawat (sholat) malah s
holawatan dan nyanyi nyanyi sambil bersyair padahan syair itu tidak boleh, rosul mengajarkan sholawat satu satunya adalah sholawat ibrohim yang ada pada duduk tahiyat akhir, terus kita buat sholawat sholawat lain. Ada lagi istilah kirim do'a, itu istilah nyasar, kirim itu mengirimkan sedang kan do'a meminta pada allah, setelah ngirim minta gimana yaa?. Ada lagi yang ngadakan kenduri orang mati terus ditanyai katanya inikan sedekah, ya allah, sedekah itu ketika kita masih hidup bukan sesudah mati, sedekah itu diberikan bukan orang dikumpulkan terus makan makan. Bagaimana jika keluarga orang yang meninggal itu fakir? terus anaknya meninggal terus dapat 7 hari anaknya yang kedua meninggal terus dapat 14 hari suaminya meninggal terus dapat 21 hari ibunya meninggal berarti dalam satu bulan ia harus kenduri tahlilan secara terus menerus, waduh gimana ini kok semakin sulit dan memberatkan umat ajarannya yaaa?.... waalaa taqfuuu maa laysa laka bihi ilm, jangan kamu mengikuti dan mengerjakan sesuatu dimana kamu tidak mengetahui dasar ilmunya. Oke booss sekarang kita bahas tentang tahlilan...... gimana dong pada jaman wali songo dulu tahlilan itu kan cuma kalau ada orang meninggal 1, 3, sampai 7 hari lalu mengapa sekarang ada tahlilan tiap malam jumat disetiap rt dan rw ??? xi xi xi ada sesuatu yang mencurigakan dibalik kebiasaan ini. Pernahkan anda tau bahwa negera kita ini pernah terjadi sesuatu yang memilukan di tahun 1963 sampai 1970 an dimana pada saat itu ada seseorang yang ditugaskan untuk memurnikan pelaksanaan pancasila. Yaitu dengan cara menghabisi rezim atau orang orang PKI, khususnya pada saat itu ada salah satu anak cabang organisasi terbesar di Indonesia yang mengadakan pelatihan menyembelih manusia PKI. Setelah dapat 10 atau kira kira 1980 orang pemimpin ini mengintruksikan agar acara tahlilan dijadikan acara wajib disetiap rt di indonesia. Itu sebagai ucapan dan balas jasa orang tersebut kepada organisasi yang telah membantunya memurnikan pancasila dalam tanda kutib. Oke bro..., perlu juga diketahui di PKI juga banyak lo orang islamnya dan orang orang kyainya. .... so pasti pembunuhan pada masa itu ngawur bukan?...... Jadi kesimpulannya tahlilan itu adalah kegiatan politik bukan kegiatan ibadah.... nyessssss. kecuali jika setelah tahlilan ada forum Ngajinya atau menuntuk ilmu gitu deh menurut ku. Itulah sebabnya Gusdur menghapus salah satu statemen atau uu yang menyatakan PKI adalah organisasi terlarang atau sejenisnya, karena di dalam Al Qur'an sendiri menurutku orang orang yang dikatakan PKI tidak bertuhan itu adalah lah orang yang kafir orang yang tidak beriman dan menjadi kewajiban setiap muslim di indonesia untuk menjadikannya beriman. E E Ehhh sekarang malah yang terjadi gak karu karuan. Kita melihat banyak terjadi kemusyrikan..... menjadikan dan mencarikan teman teman allah, baik didalam peribadatan, didalam permohonan doa, didalam berdoa pun ada doa bersama. Ini kan musrik, sedang orang musrik itu adalah dosanya teramat besar. Orang beriman (di dalam hati, amal dan ibadah dan di dalam perbuatan Murni seperti Baginda Nabi Muhammad SAW) Orang kafir yaitu orang yang tahu benar tetapi tidak dilaksanakan. Orang sesat (yaitu paham anti tuhan anti allah) dan Orang Musyrik (mencampur aduk ajaran islam dengan hindu, islam dengan kristen) Jadi mari kita tanya pada diri sendiri dari ke 4 jenis itu kita termasuk yang mana?...... Oke sobbatt....selamat menuntuk ilmu lebih dalam lagi yaa.... TAPI YANG JELAS NABI KITA PERNAH NGGAK YA KIRIM AL FAATIHAH KE KHODIJAH. emms gak taw deh...
http://www.kiosislami.com/516,kiai-nu-atau-wahabi-yang-sesat-tanpa-sadar-jawaban-terhadap-buku-buku-mahrus-ali.html
7 hari, 40 hari, dls.. itu kan adat.. salam salamn itu jg adat...
emangnya ada dalil yang melarang amaliyah2 itu? klo ada coba tunjukkan dalilnya yg mengatakan tahlilah 7 hari tinggalkan...! kan gk ada, krna itu adat.
klo berbicara msalah adat ya konsep hukumnya dlm ushul fiqih:

افعل ما تشاء ما لم تخالف الشرع


Artinya kerjakan semaunu asal tidak menyalahi sariat.

Komentarku ( Mahrus ali): 
   Adat budha atau Hindu, jangan di budayakan, di lestarikan, di biayai, Ini adat kufur bukan adat Islam dan  tak layak bagi seorang muslim untuk menegakkan adat kufur itu. Jangan kita tegakkan budaya Hindu lalu di campuri dengan kebaikan. Ini sama dengan campur aduk antara kedurhakaan dan ketaatan. Ini di larang, bukan di perintah. Allah berfirman:
وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ(42)
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.[1]


Pergilah ke blog kedua www.mantankyainu2.blogspot.com
Dan kliklah 4 shared mp3 jangan di panahnya.




[1] Al Baqarah 42
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan