Syaikh Muhammad Nashiruddin al albani berkata:
وَ أَمَّا
قَوْلُهُ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " اْلعَبْدُ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ
، وَ تَوَلَّى وَ ذَهَبَ أَصْحَابُهُ حَتىَّ إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ
أَتَاهُ مَلَكَانِ فَأَقْعَدَاهُ ، فَيَقُوْلاَنِ لَهُ.. " الحديث رَوَاهُ اْلبُخَارِي
فَلَيْسَ فِيْهِ إِلاَّ السَّمَاعُ فِي حَالَةِ إِعَادَةِ الرُّوْحِ إِلَيْهِ لِيُجِيْبَ
عَلَى سُؤَالِ الْمَلَكَيْنِ كَمَا هُوَ وَاضِحٌ مِنْ سِيَاقِ الْحَدِيْثِ.
وَ نَحْوُهُ
قَوْلُهُ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لِعُمَرَ حِيْنَمَا سَأَلَهُ عَنْ مُنَادَاتِهِ ِلأَهْلِ قَلِيْبِ بَدْرٍ:
"مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا أَقُوْلُ مِنْهُمْ " هُوَ خَاصٌّ أَيْضًا
بِأَهْلِ الْقَلِيْبِ
Adapun sabda Rasulullah SAW: Seorang hamba bila di letakkan di
kuburannya, dan teman – temannya telah
berpaling dan pergi – hingga dia mendengar suara sandal mereka, lalu
dua malaikat datang dan mayat di dudukkan, lalu keduanya berkata kepadanya ……………… Hadis tsb di riwayatkan oleh Bukhari.
Jadi mayat mendengar itu ketika roh di kembalikan untuk menjawab pertanyaan dua malaikat sebagaimana
keterangan yang jelas dari redaksi hadis
Begitu juga sabda Rasulullah SAW
kepada Umar yang bertanya kepadanya
ketika Rasulullah SAW memanggil kepada penghuni sumur Badar: Mereka lebih mendengar terhadap apa yang ku katakan
kepada mereka dari pada kalian “. Ini
husus untuk penghuni – penghuni sumur Badar itu juga. [1]
وَمَعْنَى الْجَوَابِ اْلأَوَّلِ أَنَّهُ وَإِنْ صَحَّ سَنَدُهُ
لَكِنَّهُ مَعْلُوْلٌ مِنْ جِهَةِ الْمَعْنَى بِعِلَّةٍ تَقْتَضِي عَدَمَ ثُبُوْتِهِ
عَنْهُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ وَهِيَ مُخَالَفَتُهُ لِلْقُرْآنِ فَافْهَمْ
) اِنْتَهَى كَلاَمُ ابْنِ عَابِدِيْنَ عَلَيْهِ الرَّحْمَةُ
Pengertian
jawaban pertama, bahwa hadis tsb ( mayat
mendengar ) sekalipun sanadnya sahih, tapi ada illatnya dari segi arti yang bisa membikin hadis tsb tidak sah dari
Nabi SAW yaitu bertentangan dengan al Quran. Pahamilah. Demikianlah perkataan
Ibnu Abidin semoga Allah memberikan
rahmat padanya
Pergilah
ke blog kedua http://www.mantankyainu2.blogspot.com/
Dan kliklah 4 shared mp3
jangan di panahnya.
[1] 146/3 Ad dho`ifah
Artikel Terkait
hadis lemah
- Hadis lemah dari grup pakar ahli hadis
- Jawabanku untuk Ust Husni
- Hadis yg tafarrud adalah cacat
- Fanatik ke Imam Bukhari sebagaimana ahli fikih ke Imam Syafii adalah bahaya sekali
- Mengkompromikan ayat yg bertentangan dengan hadis jalan yg keliru
- Kisah pedét ajaib
- Prof Dr Muhibbin: Hadis Palsu dan Lemah dalam Sahih Bukhari
- Hadis - hadis lemah. Kajianku ke 61
- Tetangga empat puluh rumah
- Hadis - hadis lemah. Kajianku ke 60
- Hadis - hadis lemah - kajianku ke 59
- Hadis lemah ke 58
- Kelemahan hadis amal perbuatan terserah niatnya
- Hadis lemah ke 57
- Hadis lemah ke 56
- Hadis lemah ke 55
- Hadis lemah ke 55
- Hadis lemah ke 54
- Keturunan Rasul
- Hadis lemah dipegang atau dibuang
- Hadis lemah ke 53
- Hadis lemah ke 53
- Hadis populer tapi lemah ke 52
- Hadis - hadis populer tapi lemah ke 51
- hadis - hadis populer tapi lemah ke 50
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan