Rabu, Agustus 31, 2011

KOMENTARKU ATAS KHUTBAH QURAISY SYIHAB DI ISTIQLAL



Judul aslinya : Dinilai Terlalu Berat oleh Jamaah, Inilah Isi Ceramah Quraish Shihab

Rabu, 31 Agustus 2011 08:51 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Khatib shalat Idul Fitri 1432 Hijriah di Masjid Istiqlal, Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, mengingatkan Umat Muslim Indonesia untuk tidak melupakan jati diri bangsa yang religius. Dalam ceramahnya usai shalat Idul Fitri yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono di Masjid Istiqlal, Quraish mengatakan salah satu penyebab lahirnya karakter yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa yang religius adalah kebiasaan atau pandangan hidup yang memisahkan dimensi jasad dan batiniah.
"Salah satu kekeliruan kita adalah melakukan pemisahan dimensi jasad dan rohaniah sehingga lahir pribadi-pribadi yang terpecah kepribadiannya," ujarnya.
Karena itu, lanjut dia, muncul masyarakat "sakit" yang lebih cenderung kepada dimensi jasad atau dunia ataupun yang mengawang-awang tanpa berlandaskan kebenaran. Salah satu tujuan dari digemakannya takbir pada hari Idul Fitri, menurut Quraish, agar manusia sadar tentang dualisme unsur jasad dan batiniah dalam dirinya yang mengandung unsur tanah dan ruh Ilahi.
Karena itu, manusia seharusnya bisa menyadari sifat-sifat Ketuhanan yang ditanamkan oleh Tuhan di dalam dirinya dan tidak mengalahkan kebutuhan ruh dengan tuntutan jasad semata.
"Kesadaran akan wujud keesaan Allah menghasilkan kemanusiaan yang adil dan beradab yang dengan itu mendorong persatuan untuk menyuburkan kerakyatan dan menghadirkan keadilan sosial," tutur Quraish.
Mantan menteri agama era Presiden Soeharto itu juga mengingatkan wujud dari keseimbangan sempurna manusia sebagai makhluk yang menyimpan ruh Ilahi adalah dengan menyelaraskan kepentingan pribadi dengan kepentingan kolektif. "Masyarakat bukan hanya kumpulan individu, tetapi kumpulan individu yang berdasarkan tujuan dan nilai-nilai yang disepakati bersama," ujarnya.
Masyarakat yang telah dewasa, menurut Quraish, pasti bisa menyadari pentingnya memelihara nilai-nilai yang disepakati bersama itu demi tercapainya tujuan hidup bersama. Quraish yang menyampaikan ceramah menggunakan teks itu juga mengingatkan perbaikan akhlak dan moral harus mendahului upaya perbaikan sistem ekonomi dan politik.
Bahkan perbaikan di bidang akhlak, lanjut dia, harus mendahului perbaikan sistem ekonomi modern dan sistem politik karena merupakan modal sosial untuk menghasilkan kehidupan yang bersih dan seimbang di segala bidang. Quraish juga mengingatkan bahwa agama pada prinsipnya adalah ketulusan kepada Tuhan, kepada kitab-kitab-Nya, rasul-rasulnya, serta juga kepada para pemimpin dan kepada masyarakat.
Pada akhir ceramahnya, Quraish Shihab mengajak Umat Muslim Indonesia untuk mendoakan para pemimpin bangsa agar mereka senantiasa bisa melihat kebenaran dan terhindar dari kekeliruan.
Shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal yang dihadiri sekitar 200 ribu jamaah dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Selain Presiden Yudhoyono yang mengenakan baju koko putih dibalut jas hitam dan kain sarung bermotif tenun ikat bernuansa biru tua, juga hadir Wakil Presiden Boediono dan menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Presiden Yudhoyono duduk di barisan terdepan diapit oleh Wakil Presiden Boediono dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie.
Shalat Idul Fitri di masjid terbesar di Asia Tenggara itu dipimpin oleh Imam tetap Masjid Istiqlal Hasanuddin Sinaga.
Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara

Komentarku ( Mahrus ali )
Saya masih tanda tanya tentang kalimat ini , apa maksudnya :
Mantan menteri agama era Presiden Soeharto itu juga mengingatkan wujud dari keseimbangan sempurna manusia sebagai makhluk yang menyimpan ruh Ilahi adalah dengan menyelaraskan kepentingan pribadi dengan kepentingan kolektif. "Masyarakat bukan hanya kumpulan individu, tetapi kumpulan individu yang berdasarkan tujuan dan nilai-nilai yang disepakati bersama," ujarnya.
Komentarku ( Mahrus ali )
Kalau manusia  menyimpan roh Allah , jelas ada dalilnya  yaitu :
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya" Shod 72
Itu terjemahan depag. RI .
Asal terjemahan yang asli adalah :
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya rohKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya" Shod 72
Dalam tafsir Jalalain ada keterangan sbb :
تفسير الجلالين - (ج 9 / ص 53)
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ" أَتْمَمْتُهُ "وَنَفَخْتُ" أَجْرَيْتُ "فِيْهِ مِنْ رُوْحِيْ" فَصَارَ حَيًّا وَإِضَافَةُ الْرُّوْحِ إِلَيْهِ تَشْرِيْفٌ لِآَدَمَ وَالْرُّوْحُ جِسْمٌ لَطِيْفٌ يَحْيَا بِهِ الْإِنْسَانُ بِنُفُوْذِهِ فِيْهِ "فَقَعُوْا لَهُ سَاجِدِيْنَ" سُجُوْدَ تَحِيَّةٍ بِالِانْحِنَاءِ
Jika AKU  telah menyelesaikannya ( menyempurnakannya ) dan “Aku telah meniupkan “ Aku telah mengalirkan " di dalamnya dari rohKu  " lalu menjadi  hidup, Roh di sandarkan kepada Adam  untuk  menambah suatu kehormatan ke Adam
Roh adalah  benda  halus di mana manusia hidup dengannya , karena pengaruhnya .
Maka  bersujudlah kepadanya  dengan sujud penghurmatan yaitu sekedar membungkuk

Komentarku ( Mahrus ali )

  Dalam tafsir jalalain tsb  bersujud di artikan dengan membungkuk sekedar pendapat pengarangnya saja  tanpa dalil .
Seandainya  sekedar membungkuk , maka Iblis tidak akan menjadi mahluk yang menolak ajakan itu . Karena ia bagi Iblis ringan sekali .
Bagaimanakah dengan ayat ini :
يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلاَ يَسْتَطِيعُونَ(42)
Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa,[1]

Ibnu Katsir mentafsiri ayat itu sbb :
تفسير ابن كثير - (ج 14 / ص 182)
فَلْيَسْجُدُوا لَهُ إِكْرَامًا وَإِعْظَامًا وَاحْتِرَامًا وَامْتِثَالًا لِأَمْرِ اللَّه عَزَّ وَجَلَّ
Maka hendaklah mereka bersujud kepadanya untuk menghormat, mengagungkan dan mematuhi perintah Allah azza wajal .  Tafsir ibn Katsir  182/14.

Khatib menyatakan :
Tetapi kumpulan individu yang berdasarkan tujuan dan nilai-nilai yang disepakati bersama," ujarnya.
Komentarku ( Mahrus ali )
Apa maksud dengan kalimat  itu , yaitu tujuan dan nilai – nilai yang di sepakati bersama . Bila yang cocok dengan al quran dan hadis , maka okey lah . Tapi biasanya apa yang di sepakati bersama adalah selalu berada di jalan yang bukan jalan Allah  sebagaimana kesepakatan bernegara yang ber asaskan dengan pancasila dan hukum warisanm Belanda . Bila tujuan itu sebagaimana yang termaktub dalam peraturan hukum Jahiliyah , maka harus kita tolak karena taat pada Allah dan nentang setan – setan manusia dan jin . Allah berfirman :
Al-Baqarah (2) : 168
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
2.168. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah – langkah  syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.



[1]  Al qalam  42
Artikel Terkait

7 komentar:

  1. boleh saya dapatkan teks asli khutbahnya

    BalasHapus
  2. Mintalah pada redaksi surat kabar Republika di Jakarta

    BalasHapus
  3. Jazakallah khair utk infonya brother

    BalasHapus
  4. beraninya di belakang .......di ajak debat terbuka ga mau .........di ajak bedah bukunya sendiri ga datang.........hayoo sapa itu .....??? jangan sembunyi dong............agar semua orang tau jenengan pake topeng apa !!! orang dikritik....dimintai pertanggung jawaban kritikannya ga mau .....kamu ini bagaimana atau aku harus bagaimana.............

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bacalah disini:
      Ayo diskusi dengan saya satu persatu
      Klik disini:
      http://mantankyainu.blogspot.com/2011/07/ayo-diskusi-dengan-saya-satu-persatu.html
      Bacalagi disini:
      Mengapa saya tidak datang di debat terbuka di IAIN - mantan kyai nu
      Klik sini:
      http://mantankyainu.blogspot.com/2011/08/mengapa-saya-tidak-datang-di-debat.html

      Hapus
    2. anda seorang fanatikus NU? apakah anda merasa paling benar dan tak perlu masukan ilmu lagi?jika ya berarti anda org yg tak berilmu yg cm bs taklid pada sesuatu yg belum tentu anda tau

      Hapus
  5. Khotib tujuan hanyalah untuk mengingatkan orang agar tidak melupakan nikmat Allah yang diberikan kepadanya, dengan cara tidak membuat gejolak membuat orang menjadi emosi hingga timbul kedamaian, jika ada yang mengkritik tidak ada larangan setelahnya, Quraisy Shihab dengan caranya mengemukakan dihadapan orang-orang intelek didalamnya seorang pemimpin Negara, QS mungkin bermaksud cara menyentuh pemerintah agar dapat menambah cara yang tepat adanya keseimbangan antar Jasmani dan Rohani harus sama-sama diberi makan, tidaklah fisik saja sendiri yang diurus hingga jalan halalnya tersisih, maka disepakati bersama jalan rohaninya seimbang pakailah hukum Allah yang menciptakan manusia,dan tidakmenyepakati bersama selain hukum yang tidak menimbulkan kedamaian, ketidak jujuran, ketidak sefahaman, hingga polemik timbul dipelbagai tubuh pemerintahan yang tak pernah selesai, dan sebenarnya hukum Pancasila masih bisa diterjemahkan kedalam hukum AlQuran jika kita mau melaksanakannya, tetapi terkadang secara leter Lux kita mau mengobahnya, secara otomatis yang memiliki iman hanya separohnya (separohnya lagi dimakan musyrik) akan timbul gejolak, nah mungkin ini dimbangi oleh Quraisy Shihab cara penyampaian khotibnya, dalam mengingatkan para pejabat pemerintah itu menurut pemahamanku mungkin

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan