Jumat, Desember 16, 2016

Jawabanku untuk Ust Abul jauza`` ke 4




Ust Abul jauza` menyatakan:
Jika ada orang yang menolak/mengingkari adzab kubur dengan berdalilkan ayat-ayat Al-Qur’an, maka kita bantah mereka dengan As-Sunnah.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Sunnah yg mn yg sahih yg menerangkan  adanya siksa kubur? Sejak kami kaji hadis – hadis  siksa kubur sampai hadis yg ke 13 kalinya mash  ttp ia merupakan hadis munkar yg diriwayatkan satu orang  dr  Irak, Syam bukan dr penduduk Medinah.
Mestinya penduduk Medinah lebih tahu  tentang  hadis dr pd penduduk Irak. Tp aneh , masalah siksa kubur  sllu  diriwayatkan dr penduduk Irak , bukan penduduk Medinah  dan ini tanda kelemahan menurut pakar hadis  yg lalu .
مدرسة الكذابين في رواية التاريخ الإسلامي وتدوينه
نبذة عن محتوى الكتاب :
تحدث المؤلف في الفصل الأول عن الكذابين في الحديث النبوي ، وذكر بعض أحاديثهم المكذوبة ، ثم تحدث عن مظاهر الكذب في تأليف الكتب ، وذكرهم أشهر من قام بتصنيف الكتب من الكذابين مثل الواقدي ،.
وفي الفصل الثاني ، تحدث عن كبار الكذابين في الحديث والتاريخ ، وذكر أصنافهم حسب المعتقد من شيعة ومعتزلة وزنادقة ، وحتى أهل السنة من زهاد وعباد ، وذكر طائفة من الكذابين الشعراء والقضاة والوعاظ والقصاص ، ثم قام بعملية احصاء للكذابين حسب الأقاليم ، وتوصل إلى نتيجة مفادها أن أكثر الكذابين هم من العراق !.
http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=57613
Intinya : Sang pengarang memberikan kesimpulan , mayoritas pendusta dlm meriwayatkan hadis atau masalah keislaman   dr  Irak.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Makanya  kebanyakan  hadis  tentang siksa kubur selalu  di riwayatkan oleh perawi Irak yg tunggal. Sumbernya  keberadaan  hadis ttg siksa kubur itu bukan dr kota Nabi  shallallahu alaihi wasallam  tp dr kota Sadam Husain yg sekarang di dominasi  oleh kalangan Syi`ah. Dan ini tanda kelemahan.
قلت: ولا غرابة ان أكثر الكذابين من العراق فهي أرض رفض أن يدعو لها رسول الله صلى الله عليه وسلم وعلل ذلك بقوله: [ فيها الزلازل والفتن وفيها يطلع قرن الشيطان ] والحديث صحيح صححه الألباني في الصحيحة
Intinya : Syaikh  Umar Az zuhairi menyatakan : Tdk heran lg bila kebanyakan pendusta dr daerah Irak , ia tanah Syi`ah  yg Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   pernah menyatakan disitulah terbitnya tanduk setan.

Anda menyatakan lg:
 Bagaimana seseorang dapat memahami ayat Al-Qur’an berdasarkan pendapat pribadi dengan mengesampingkan As-Sunnah ?
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kita tdk menghilangkan sunnah yg sahih dan kita  selalu tdk membuat landasan   dr hadis  lemah . Bgmn   rusaknya  ajaran Islam ini bila ayat quran di tafsiri dg hadis lemah dan  pengertiannya di arahkn kpd  hadis  dr rawi pendusta itu.
Akidah keberadaan  siksa kubur itu landasannya hadis lemah dan akidah siksa kubur tdk ada berlandaskan  ayat :
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ قَالُوا يَاوَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ  إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ
Dan ditiuplah sangkakala,  tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). Cukup satu teriakan,tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. Yasin 51-53

Dalam ayat tsb ahli kubur dalam keadaan tidur, lalu bagaimanakah mereka di siksa. Bila   disiksa, tdk akan bisa tidur.  Dan menjerit karena merasakan  siksaannya  itu.
النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ(46)
Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat., "Masukkanlah Fir''aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras." (QS. Al-Mu’min: 46)
  Firaun dan rakyat pendukungnya di lemparkan ke Neraka nanti pd hari kiamat . Sblmnya api neraka hanya  di tampakkan pd mereka.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Dua ayat tsb dg jls, tdk samar lg bahwa siksa kubur tdk ada. Bila ada, mk mayat tdk akan tidur dikuburan.
 

Anda menyatakan:
‘Umar bin Al-Khaththab radliyallaahu ‘anhu pernah berkata :

سَيَكُوْنُ أَقْوَام يُجَادِلَوْنَكُمْ بِمُتَشَابِهِ اْلقُرْآنِ ، فَخُذُوْهُمْ بِالسُّنَنِ ، فَإِنَّ أَصْحَابَ السُّنَنِ أَعْلَمُ بِكِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Akan ada segolongan kaum yang membantahmu dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang mutasyaabih (samar). Maka jawablah mereka dengan Sunnah. Karena Ashaabus-Sunnah (orang yang mencintai Sunnah) lebih mengetahui tentang Kitabullah ‘azza wa jalla (dibandingkan mereka)” [Diriwayatkan oleh Al-Aajurriy dalam Asy-Syari’ah 1/175 no. 99, Muassasah Qurthubah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Baththah dalam Al-Ibanah 1/250-251 no. 83-84, Daarur-Rayah, dengan sanad shahih].
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Sanad atsar tsb sbb:
الإبانة الكبرى لابن بطة (1/ 351)
-           أَخْبَرَنِي أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَلَوَيْهِ الْقَطَّانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ عَلِيٍّ، وَحَدَّثَنَا الْقَافْلَائِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا الصَّاغَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَشَجِّ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: «إِنَّ نَاسًا [ص:352] يُجَادِلُونَكُمْ بِمُتَشَابِهِ الْقُرْآنِ، فَخُذُوهُمْ بِالسُّنَنِ فَإِنَّ أَصْحَابَ السُّنَنِ أَعْلَمُ بِكِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ»
Setelah resech di seuruh  kitab yg sy miliki  ternyata   sanad itu  adalah  sanad tunggal . Ya`ni  dr Ishak bin Isa  sendiri  . Identitasnya sbb:


  ــ  إسحاق بن عيسى بن نجيح البغدادى ، أبو يعقوب ابن الطباع ( نزيل أذنة ، أخو محمد و يوسف )
المولد  :
الطبقة : 9  : من صغار أتباع التابعين
الوفاة : 214 هـ و قيل 215 هـ بـ أذنة
روى له : م ت س ق
مرتبته عند ابن حجر : صدوق
مرتبته عند الذهبـي : ثقة
mausuah ruwatil hadis  375.


Lagi lagi  dr perawi Baghdad. Dan dia  adalah perawi tunggal dlm hal ini, tiada perawi lain . Sampai  dua ratus th setelah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   wafat  yg mengetahui perkataan Umar ra hanya   dia seorang. Ini tanda kelemahan.
Dan perkataan Umar ini jg tdk bisa dibuat membantah ayat  51 – 53 yasin  tentang mayat  yg tidur  dikuburan itu. Bukan  disiksa  dikuburan.
Sebab , ayat tsb muhkamat , ya`ni keterangannya jls bukan mutasyabih lg. Lalu untuk apa  di ketengahkan perkataan  yg  konon dr Umar itu . 
Bila benar perkataan  itu dr Umar ra, mk tdk layak digunakan landasan untuk menafikan  siksa kubur . Bukan pada maknanya yg tepat. Salah sekali bila digunakan  untuk tema yg kita bahas ini.


Anda menyatakan:

Kesimpulan :

Adzab kubur merupakan aqidah yang hak yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta ijma’, yang harus diimani dan diyakini oleh setiap individu muslim. Wallaahu a’lam.   

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Mana sunna  sahihah yg menjelaskan  siksa kubur  yg  tdk cacat baik  sanad atau matannya.
Mana ayat al quran yg menjelaskan siksa kubur. Kok berani menyatakan ada ayat yg menjelaskan siksa kubur. Bila ada , mk akat bertentangan dg ayat 51-53 yasin yg menyatakan ahli kubur  tidur  dan 46 mukmin yg menjelaskan Firaun dan pendukungnya  tdk disiksa  dikuburan.
Bersambung …………………..




Info pengeluaran dana  pembangunan masjid dr tanah.
Tgl 14-15 /12. 2016 Dua tukang satu kuli x2 hari  600 rb
Eternit , obat abti rayap talang    270.
Bagi yg lain bila ingin salurkan sumbangan bisa japri pd sy dg no telp 08883215524 atau langsung transfer  ke rek sy bca 2160591725 an Mahrus ali .
Sedikit  atau  banyak bukan masalah . Tp partisipasi anda yg sy harapkan untuk wujudkan masjid berlantai tanah.
Setelah  transfer , telp atau sms  kepada saya  agar  sy bisa tahu dan bisa mendoakan untuk nya




Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan