Senin, Desember 05, 2016

Kajian hadis siksa kubur yg ke lima


حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ شُعْبَةَ سَمِعْتُ الْأَشْعَثَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا
أَنَّ يَهُودِيَّةً دَخَلَتْ عَلَيْهَا فَذَكَرَتْ عَذَابَ الْقَبْرِ فَقَالَتْ لَهَا أَعَاذَكِ اللَّهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ فَسَأَلَتْ عَائِشَةُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَذَابِ الْقَبْرِ فَقَالَ نَعَمْ عَذَابُ الْقَبْرِ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدُ صَلَّى صَلَاةً إِلَّا تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
زَادَ غُنْدَرٌ عَذَابُ الْقَبْرِ حَقٌّ
(BUKHARI - 1283) : Telah menceritakan kepada kami 'Abdan telah mengabarkan bapakku kepadaku nd Syu'bah; aku mendengar Al Asy'ats dari Bapaknya dari Masruq dari 'Aisyah radliallahu 'anha (berkata); ada seorang wanita Yahudi menemuinya lalu menceritakan perihal siksa kubur kemudian berkata (kepada Aisyah radliallahu 'anha); "Semoga Allah melindungimu dari siksa kubur". Kemudian setelah itu 'Aisyah radliallahu 'anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam perihal siksa kubur, maka Beliau menjawab: "Ya benar, siksa kubur itu ada". Kemudian 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Maka sejak itu aku tidak melihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam setelah melaksanakan shalat kecuali Beliau memohon perlindungan dari siksa kubur". Ghundar menambhakan: "Siksa kubur itu benar adanya".
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Hadis tsb bertentangan dg hadis yg muttafaq alaih kemarin menyebutkan dua wanita yahudi yg datang pd Aisyah , bukan satu . Dan saat itu Aisyah tdk percata ; Ini teksnya kemarin:
"Dua orang wanita tua dari Yahudi Madinah datang kepadaku, lalu keduanya berkata kepadaku; "Sesungguhnya penghuni kubur dsiksa di kubur mereka." Namun aku mengingkarinya bahkan aku tidak bisa untuk mempercayai keduanya……………..
Pd hal sama – sama dr Masruq dari Aisyah .
Realitanya hadis itu sama dr Masruq, bukan orang lain. Dan tiada orang lain yg meriwayatkannya. Dia penduduk Kufah bukan penduduk Medinah sbgmn kemarin telah di jelskan. Aneh penduduk Irak phm hads itu sedang penduduk Medinah tidk ngerti di masanya. Dan ini tanda kelemahan sbgmn keterangan kemarin. Apalagi makna hadisnya kabur antara dua wanita yahudi atau satu wanita. Bgmn bisa di gabungkan. jls tdk bisa.
Ada yg bilang : Mungkin kejadian nya dua kali.
Sy katakan : Mungkin gitu mungkin tdk.
Jadi mungkin jg memang redaksinya kacau. Dan hal ini tdk bisa di buat pegangan. Ingat pakem mustholah sbb:
وَذُو اخْتِلاَفِ سَنَدٍ أَوْ مَتْنٍ مُضْطَرِبٌ عِنْدَ أُهَيْلِ اْلفَنِ
Kekacauan sanad atau redaksi termasuk mudhtharib menurut ahli mustholah hadis.
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata:
الأصل أنه على الروح لأن الحكم بعد الموت للروح، والبدن جثة هامدة، ولهذا لا يحتاج البدن إلى إمداد لبقائه، فلا يأكل ولا يشرب، بل تأكله الهوام، فالأصل أنه على الروح، لكن قال شيخ الإسلام ابن تيمية: إن الروح قد تتصل بالبدن فيعذب أو ينعم معها،
http://ar.islamway.net/…/%D9%87%D9%84-%D8%B9%D8%B0%D8%A7%D8…
Pada dasarnya siksa kubur itu pd roh ( bukan pd jasad ) . Sebab hukum setelah kematian adalah untuk roh. Tubuh sekadar jasad yg diam. ( tdk bergerak ) Karena itu , ia tdk butuh bantuan ( makanan dll ) untuk kelangsungannya . Tdk butuh makan dan minum bahkan dimakan oleh kutu dan ulat . Jd pada dasarnya siksa kubur itu pd roh ( spt mimpi )
Tp syaikhul Islam Ibn Taimiyah berkata: Sesungguhya roh kadang koneksi / menyambung ke tubuh lalu di siksa atau di beri kenikmatan.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Pendapat syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin itu mengacu kpd ayat :
النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ(46)
Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat., "Masukkanlah Fir''aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras." (QS. Al-Mu’min: 46)
Kalau pendapat Ibn Taimyah yg menyatakan roh kdg kembali ke tubuhnya lalu di siksa atau di beri kenikmatan ini bertentangan dg realita Firaun dan orang – orang yg setelah mati di mumi yg tubuhnya ttp spt semula dan tiada bekas cidra atau luka dll.
Bila tubuhnya yg di siksa, mk sdh tentu tubuh mereka akan terdapat tanda pukulan , luka dll.
Realitanya tanda itu tdk ada. Ber arti tubuh mrk tdk mengalami siksaan
Bila di siksa akan bertentangan dg ayat :
وَلاَ تَحْسَبَنَّ اللّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأَبْصَارُ }إبراهيم42.
( 42 ) Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, Ibrahim .
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Siksaan yg di maksud ayat tsb adalah pd hari kiamat ketika manusia di bangunkan dr kubur , bukan sebelumnya. Dimn manusia masih dlm kubur.
Grup WA baru sy anggotanya sdh mencapai 252 orang dr asatidz dan ikhwan Judul nya “ Mengkaji hadis – hadis ibadah “ / “ Koreksi ajaran Islam klasik “
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah, penuh persaudaraan .
Mau ikut , hub 08883215524 .
0852-7312-5077
0 857-8715-4455
0812-3270-051

0812-4194-6733
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan