Rabu, 19 Oktober 2011 11:29 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Aksi perampokan yang terjadi di Bank BCA Kantor Kopo Bihbul, Kabupaten Bandung, telah menewaskan seorang petugas satpam bernama Asep Wahyudin.
Pantauan di lokasi kejadian, Selasa, mayat korban ditemukan di dekat pintu masuk bank dalam keadaan telengkup.
Korban merupakan petugas satpam BCA Kantor Cabang Pembantu Kopo Bihbul yang bertugas malam hari.
Korban merupakan petugas satpam BCA Kantor Cabang Pembantu Kopo Bihbul yang bertugas malam hari.
Di sebelah kanan mayat korban, terparkir sebuah sepeda motor dengan nomor polisi D 6668 YU. Hingga pukul 10.30 WIB jenazah korban masih berada di lokasi kejadian.
Beberapa petugas polisi dari Tim Identifikasi Polda Jawa Barat tampak melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Dugaan sementara, aksi perampokan di Bank BCA Kantor Cabang Pembantu Kopo Bihbul tersebut terjadi pada Senin (18/10) malam.
Dugaan sementara, aksi perampokan di Bank BCA Kantor Cabang Pembantu Kopo Bihbul tersebut terjadi pada Senin (18/10) malam.
Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Antara
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Menjadi satpam bank BCA bukan satpam markas gerakan pemuda ahlus sunnah atau markas senter dakwah Islam adalah petugas yang tidak memikirkan ajaran Islamnya dan dia hanya memikirkan kepentingan nafsu dan setannya . Bank BCA yang di bela adalah bank kemungkaran yang penuh dengan laknat Allah bukan rahmatNya , karena menjalankan praktek riba bertahun – tahun dan akan di teruskan di masa mendatang seperti itu . Mengapa tidak ingat kepada ayat Allah sbb :
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى اْلإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَاب
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. [1]
لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ(78)كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.[2]
Bila satpam itu mati dalam rangka membela Bank tsb sama dengan mati di jalan setan bukan di jalan Allah .
Artikel Terkait
Hukum Jahiliyah
- Daerah Tradisi Temu Temanten Tebu, Ungkapan Syukur
- Perselingkuhan dipenjara adil atau serong
- Demi tumbangnya sistem thogut, perlu strategi dinamis bagi gerakan Islamis
- INgin nginjak hukum Allah , junjung hukum Thaghut
- Keluarga: Sebelum Lompat dari Angkot, Annisa Ditakut-takuti Sopir
- Bentengi Diri Dari Ajaran Radikalisme
- Astaghfirullah… Moral Pelajar Surabaya begitu parah
- Mahfud MD: Konstitusi Negara Indonesia Sesuai Syariat Islam
- Fauzi atau Jokowi Thaghut ?
- Hukuman bagi penghina Nabi SAW
- Tangkap SBY bila kunjung ke Inggris
- Bayar pajak halal atau haram.
- Hukum jahiliyah minta korban lagi
- Ayo mahalkan akta kelahiran untuk nindas rakyat kecil
- Ayo peres rakyat kecil, jangan diberi kemakumran.
- Pemerintah sangat menyiksa kaum fakir miskin
- Yang penting sariat tegak, hukum Thaghut tumbang
- Hidup dan mati tentara rezim di jalan setan. Pemberontak di jalan Allah
- Kapolrestabes: Korban Memang Dibunuh
- Warga Magetan Tewas Ditembak Polisi
- ICC : pengadilan setan Internasional pengadilan kafir bukan muslim
- Fatwa Tentang Penguasa Yang Menerapkan Undang-Undang Selain Syari’ah Allah (Habis)
- Banyak bencana alam tanda kedurhakaan rakyat dan kejelekan rezim
- larangan hukum syariah masuk sistem pengadilan negara kafir
- Warga Katholik tolak Presiden Islam
di negeri-negeri Timur Tengah alias Arab banyak yang para penguasanya berlindung pada penguasa negeri super power alias Paman Sam. gimana pula hukumnya Ustadz?
BalasHapusMereka sekedar hubungan bilateral kali .
BalasHapus